NovelToon NovelToon
King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:622.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dwi.msari

Harap bijak dalam membaca!!

Max Agha Mexmar seseorang yang memiliki penuh pesona tetapi berbanding terbalik dengan sifatnya yang dingin kejam dan sulit ditebak. Max yang dikenal sebagai king mafia mata merah di dalam dunia gelap.

Saat sedang menjalankan misinya di sebuah negara X dengan beberapa timnya hingga tanpa sengaja salah satu dari mereka melakukan kecerobohan yang menimbulkan kecurigaan hingga berakhir dikejar oleh para polisi di negara X, Max pisah mobil dari para anak buahnya segera memencar sesuai intruksi namun malangnya nasib baik tidak berpihak pada Max sehingga membuat dirinya saja yang dikejar para polisi, Max memanfaatkan kesempatan saat melihat lampu hijau yang akan berganti agar dapat kabur dari para kejaran polisi.

Max memberhentikan mobilnya tepat di parkiran sebuah toko dan dan langsung masuk ke dalam taksi yang ternyata telah ada seorang wanita, wanita itu bernama Aneska Zoya Zetana merasa terkejut lalu menampar keras sehingga meninggalkan bercak tangannya.


Bagaimana kelanjutan kisah sang King Mafia dengan seorang Bad Girl? simak terus ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi.msari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tekad Zoya

"Apa kalian bisa janji untuk terus bersamaku?" Tanya Zoya dengan mata yang sembab.

"Aku janji!" Ujar Fayza dan Khansa.

"Nangislah lagi! Aku gak akan menyuruhmu untuk berhenti menangis!"

"Karena, kata Mama menangis akan bisa membuat kita lebih baik! Luapkan semuanya kami disini!" Ujar Khansa.

"Yee!! Masa kata Mama dasar khansa anak Mama," ejek Fayza dengan menjulurkan lidahnya.

"Eehh, enak aja aku gak anak Mama yaa! Aku makan udah gak di suapin!" Protes Khansa.

"Tetap aja anak Mama! Huuu"

"Awas ya lu za!" Ancam Khansa dan mengejar dirinya.

"Za, stop itu kelinci kuuuu!!" Ujar Khansa lalu menunjuk ke arah kunci.

"Jangan gerak, atau dia bakal kabur lagi!" Ujar Fayza.

"Oke!"

Setelah beberapa menit akhirnya Khansa sadar gunanya mereka diam tanpa ada yang mendekati untuk mengambil tetap sama aja tidak bakal ketangkap.

"Eh Za, kalau kita gini terus yang ngambil itu kelinci siapa?" Ketus Khansa.

"Hahah, akhirnya otak Lo kepakek?" Ejek Fayza dan berlari menghindar.

"Wah lu nyari masalah terus ya daritadi! Tunggu situ!" Ujar Khansa lalu mengejar Fayza dengan kesal.

Zoya yang melihat mereka akhirnya bisa tersenyum dengan tingkah konyol mereka berdua, hidup terlalu serius kali juga gak baik untuk kesehatan sesekali perlu bermain dan candaan untuk melengkapi dunia yang kejam ini. Mungkin kejam bagi segelintir orang dan juga indah bagi banyak orang tergantung bagaimana cara perspektif orang itu memandangnya.

"Yaaaahhh, za kan kelinci nya lari lagi!" Kesel Khansa.

"Kok aku? Makanya punya kelinci di sayang bukan disuruh kerjaan rumah!" Ketus Fayza.

"Dah ah, gak guna ngomong samamu!" Ketus Khansa. "Cimon...cimonn...cimonn! Sini dong nanti kita cari jantan!" Bujuk Khansa pada kelinci nya dengan berusaha mendekat.

Kelincinya tidak berlari hanya diam di tempat. Membuat Khansa langsung menangkapnya.

"Akhirnya... Aku mendapatkanmuu cimon!" Teriak Khansa dengan senang.

"Masih kecil dah gatal! Dibilang jantan aja langsung diem!" Ketus Fayza.

"Heii...gak boleh bicara kasar sama anak kecil!" Ketus Khansa balik.

Fayza melongos pergi sedangkan Zoya mendekat kepada Khansa menatap kagum pada kelinci itu.

"Boleh...aku memegangnya?" Tanya Zoya.

"Boleh dong...ini sama aunty...aunty siapa ya?" Tanya Khansa.

"Aku Zoya!"

"Ohh...sama aunty Zoya yaaa! Namaku Khansa!" Ujar Khansa sembari memberikan kelinci kepada Zoya.

"Kalau dia?" Tanya Zoya sambil menunjuk ke arah Fayza yang duduk di kursi.

"Namanya Fayza...panggil aja za! Tau gak kepanjangan za apa?" Bisik Khansa ditelinga Zoya.

Zoya tidak mengerti dan hanya menggelengkan kepalanya.

"Zambul," ujar Khansa sambil tertawa terguling-guling.

Zoya spontan ikut tertawa terbahak-bahak bukan karena kata zambul tapi karena tertawanya Khansa yang berlebihan.

"Hei! Siapa tadi namamu, Zoya? Jangan dengerin curut satu itu! Sesat," teriak Fayza yang sudah mengerti arti tertawanya Khansa.

"Cimon...cimon...kenapa kamu ucul bangettt!" Ujar Zoya gemas.

"Kau jangan pernah mencoba melakukan itu lagi ya! Aku ada disini beserta Fayza, kau harus kuat!" Ujar Khansa memegang bahu Zoya.

"Kalau kau takut dirumah sendiri nanti aku temenin sama Fayza juga! Iyakan za?" Tanya Khansa teriak.

"Iyaaa!" Jawab Fayza yang gak tau apa yang Khansa bicarakan.

Flashback end

Akhirnya makanan telah selesai membuat Zoya ingin segera menyantapnya, menyusun rapi di atas piring dan dengan segelas jus mangga dibawanya ke ruangan depan sekalian menonton acara televisi.

Acara televisi menyiarkan berita tentang olahraga yang akan di adakan oleh negara X untuk satu dunia salah satunya ilmu beda diri yang sangat membuat Zoya tertarik dan terus fokus mendengarnya.

"Handphone mana handpone...aku harus ikut!" Ujar Zoya senang dan mencari handphonenya.

Dengan senangnya diri nya sampai tidak ketemu dimana handphone nya berada sampai melempar semua bantal sofa.

"Mana ya?"

"Astaga! Masih di dapur," ujarnya langsung berlari ke dapur untuk mengambil handphone nya.

Setelah menemukan handphonenya langsung mencari cari alamat untuk tempat dirinya mendaftar.

Setelah dapat saat ingin mendaftar dirinya langsung teringat oleh Fayza dan Khansa akhirnya memutuskan untuk menghubungi mereka terlebih dahulu.

Drrrtttt...drrtttt...drrrttt

📞

"Hallo,"

"Khansa, tau gak disini ada perlombaan olahraga salah satu nya bela diri dan ditujukan untuk satu dunia! Apa menurutmu aku harus mengikutinya?"

"Hmmm...kalau menurut gue sih lebih baik kau ikut aja, soalnya ilmu bela dirimu tidak bisa diragukan lagi, aku akan dukungmu selalu nanti pas dua hari sebelum lomba dimulai aku berkunjung ke negara X untuk melihatmu!"

"Seriusan? Makasih Khansaku, yaudah aku mau ngabarin Fayza dulu yaa.. byeee!"

"Iya Zoya!"

Sambungan terputus dan beralih ke Fayza.

Drrrtttt...drrrtttt...drrrttttt

📞

"Fayzaa!!" Teriak Zoya.

"Woi, santai dong! Untung ni telinga ciptaan tuhan kalau gak udah hancur dari dulu!" Cerocos Fayza.

"Menurut Lo gimana?"

"Apanya gimana? Telinga ku kalau hancur gitu?"

"Bukaan! Jadikan disini ada ngadain lomba olahraga satu dunia salah satunya ada bela diri, dan aku mau ikutin itu! Menurutmu apa aku harus ikut atau gak?"

"Harus gak pake tapi! Dua hari sebelumnya aku bakal datang kesana sama Khansa!"

"Seriusan? Wahh kalian emang sahabat terbaikku! Makasihh yaudaah bye!"

Sambungan terputus.

Mencari-cari sosial media yang menyelenggarakan perlombaan itu, akhirnya Zoya menemukannya dan langsung mendaftarkan diri secara online menyiapkan seluruh persyaratan dan menjadikannya satu lalu dia simpan baik-baik di laci meja belajarnya, agar besok tinggal mudah hanya mengantarkan berkas itu saja.

Zoya pergi ke ruangan olahraga nya untuk pemanasan dan kembali melatih kekuatan nya, empat jam telah berlalu membuat Zoya dibanjiri oleh keringat yang dia hasilkan dari berlatih, tidak dengan puas dengan melatih sendiri akhirnya Zoya memutuskan untuk menghubungi gurunya agar dapat berlatih dengannya.

📞

"Sensei, apa aku boleh berlatih denganmu? Aku ingin mengikuti perlombaan yang diadakan di negara ini!"

"Sepuluh menit terhitung dari sekarang!" Ujar sensei.

Telephon terputus.

"Wahh, kelakuannya selalu begini, buat orang gelagapan! Gimana mau sampai sana cuma waktu sepuluh menit!" Cerocos Zoya sambil menyiapkan peralatan dan kebutuhannya dan langsung bergegas keluar apartemen.

"Astaga! Kunci mobil ketinggalan!" Ujarnya langsung berlari lagi masuk kedalam.

Setelah selesai langsung Zoya tancap gas menuju kediaman gurunya yang berada di negara X, karena guru yang berada di negara Y telah wafat beberapa tahun yang lalu. Sehingga membuatnya mencari guru baru yang siap mengajarinya dan menuntunnya menjadi lebih hebat, Zoya menemukan guru yang dia inginkan tetapi tidak dengan sikap nya yang membuat Zoya selalu terintimidasi.

Zoya terus mengebut mengejar waktu yang tinggal 5 menit lagi tetapi jarak masih cukup jauh membuat Zoya panik dan terus menambah kecepatannya.

"Tuhan permudah jalanku, aku tidak ingin telat kalau tidak aku bakal disuruh pulang lagiiiii huwaaaa!" Teriaknya sedih dengan wajah yang dikusutkan.

"2 MENIT LAGI!! apa yang harus kulakukan! Wah lampu merah bentar lagi muncul, gawat!" Ucapnya panik dan langsung menyalip mobil didepannya dan menambah kecepatannya lagii.

Akhirnya sampai dikediaman gurunya dengan rumah yang tidak terlalu besar dan cukup ditempatinya berdua dengan cucunya saja! Seorang guru sederhana namun sangat disegani, jika ingin berguru dengannya harus menerima kesulitan yang selalu dia ciptakan. Seperti yang sedang diterima oleh Zoya.

"59 detik lagi! Masih ada waktu!" Ucapnya langsung keluar dan berlari ke halaman belakang tempat berlatih.

Saat dirinya telah sampai dengan nafas yang pendek dan ngos-ngosan ia melihat gurunya yang telah menunggu dengan duduk di kursi keramatnya memandang datar Zoya dan memberhentikan pemutaran waktunya.

"Masih tersisa 1 detik lagi! Berarti kamu bisa berlatih denganku hari ini!" Ujarnya dengan tersenyum.

Astaga, ni guru ngeselin banget! Batin Zoya berteriak.

bersambung...

1
C a l l i s t o ®
Nyenyenyenye.. komennya si Qaisaa kayak mak mak komplek kalo komplain ~~
C a l l i s t o ®
Fazya ngrepotin orang aja lu
C a l l i s t o ®
Ihhh sumpah gue ga suka sama pemikiran yg kek gini. Dr awal mreka tau situasinya kan lagi bahaya lagi di medan lawan. Gue liatnya si cewek2 lemah itu kayak playing victim deh. Sekarang gue nanya ada nggak orang pinter yg tau dirinya ga bisa perang nekad nyatain cinta di situasi perang?? kalo koid yg disalahin malah cowok² yg dr awal emang mau menjalankan misi di medan itu?! sumpah ga like sama pikiran lemah duo cewek itu
C a l l i s t o ®
Iya kok jadi Saguna... siapa yg bego coba orang lagi perang, tau diri lu ga punya modal perang.. pegang senjata ga bisa bela diri ga bisa, ee nekad dateng cuma demi nyatain cinta... siapa yg begoooo??????
C a l l i s t o ®
Gue setuju hilangin Faysa 😈
C a l l i s t o ®
TU KAN APA KATAKU FAYSA BAKAL JADI BEBAN... iya si mnyelamatkan tp ga bisa pake senjata malah jd tameng yg artinya b e b a n.. emosi guee
C a l l i s t o ®
Aku jg greget.. apa dia ga mikir kalo dia datang malah jd bebannya Saguna.. Otaknya uda pindah dengkul kah?? harusnya kalo dia ada pemikiran gt, knapa ga dr pas masih ktmu Saguna, kenapa nunggu dia uda mau dinikahin timing uda mepet, Saguna jg lg ada urusan menyangkut nyawa, ee dia nambah²i urusan.. Sebel ma Faysa.. sadar lu ga bisa bela diri 😤
C a l l i s t o ®
Tiga sahabat dan tiga sahabat
Fixedlah, Max x Zoya, Fayza (siapa ya lupa smoga bener) x Saguna, terus Erlan x Khanza.. pas jodoh di tangan pembaca
C a l l i s t o ®
Gue pengen ketawa tp kasian Saguna 😭😭 Dikit2 Sagunaaaa, abis itu Sagunaaa, abis itu Sagunaa lagi... Hahahaa nikmat mana yg kau dustakan jadi majikan kayak Max 🤧
C a l l i s t o ®
Paling ketinggalan pesawat gara2 Khanza kebelet trus ajak Zoya. Biasanya begitu di tivi tivi 🤣
C a l l i s t o ®
Si Qaisaa Nazarudin komennya pengen gue jadiin pupuk kandang 🤧 asik asik baca lagi seru²nya tp harus liat komen dia yg ewww
C a l l i s t o ®
50% dalam jiwaku meragukan Laskar karna tkadang tokoh yg begini agak mencurigakan, takutnya dia mata2 lagi 🤣
C a l l i s t o ®
Aku penasaran kok matanya mudah memerah.. kalo anime keren ya, tp kalo ini kan cerita bukan genre fantasi ya, jadi imajinasi karakternya kalo aku bayangin mata memerah itu malah kayak mata yg iritasi jd keliatan ga keren dikit² iritasi 🤧
C a l l i s t o ®
Nanti begitu tau cinta, pasti langsung ada backsound : Tiba tiba cinta datang kepadaku~
Nana Niez
fayza fayza,,, knp knp km kok begitu
Nana Niez
Luar biasa
Siti Nina
oke banget ceritanya,,,👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Wah udah END aja,Tq thor nivel yg bagus, Aku minta maaf kalo ada komentar ku yg terlalu kasar, tapi komentar itu aku tuju kan ke peran novel mu,Bukan ke kamu ya, Dan itu berarti tulisan karya mu berhasil memporak proandakan hati dan pikiran ku,Semoga sehat selalu dan Sukses selalu, Teruskan berkarya,,🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🥰🥰🥰⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Qaisaa Nazarudin
Kenapa firasat ku mengatakan ini jebakan,,Alex masih hidup kan,,
Qaisaa Nazarudin
Cih alesan, kenapa saat Zoya dtg ngasih tau kamu Fayza mau tunangan kamu masih linglung aja, gak tau harus milih cinta pertama atau Fayza? Tapi saat tau Erlan dtg bawak undangan Geisha baru kamu ngejar Fayza,,🙄🙄Dari situ situ aja udah tau siapa pilihan pertama kamu,Juga saat Dansa di pestanya Max dan Zoya waktu itu, kamu juga memlih Fayza jadi pilihan kedua saat Gheisa dansa dgn org lain,,ckck..Dasar gak becus..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!