Reina mentari seorang gadis pekerja keras, ceria, dan pantang menyerah. Kehidupannya berjalan normal sampai suatu hari ia bertemu dengan Saina putri kecil Revan yang mengubah seluruh alur cerita kehidupannya yang biasa saja.
"Menikah lah denganku" hal itu tentu menjadi kata paling bahagia untuk semua wanita yang ada di dunia, tapi tidak untuk Reina karena Reina tahu Revan tidak mencintainya. Namun demi Saina gadis kecil yang merindukan sosok seorang ibu di hidupnya sehingga mau tidak mau Reina harus menekan sedikit egonya untuk kebahagian Saina.
Perlahan alur kisah Reina mulai berubah, tabir rahasia yang ditutupi orang tuanya selama ini ikut naik kepermukaan meluluhlantahkan hatinya.
Akan kah Reina menerima Revan? Rumah tangga seperti apa yang akan dialami Reina? mampukah Reina melewati segala kesulitannya? ikuti terus kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 bolehkah aku mencium mu?
...Di sepanjang perjalanan pulang menuju rumah Reina suasana hening tercipta, tidak ada seorang pun dari Reina dan Revan yang memulai percakapan. Mereka seakan hanyut dalam pikiran masing masing tentang kejadian yang baru saja mereka alami atau lebih tepatnya batal mereka alami....
...Ditengah tengah keheningan yang melanda Reina tersadar bahwa ini bukan jalan pulang menuju rumahnya....
" Ehemm.. permisi rumahku berada di jalan anggrek tidak jauh dari taman diujung komplek tempat kita bertemu tadi pagi. Bukankah anda sudah salah jalan?" Ucap Reina dengan hati hati sambil melirik sekilas kearah Revan.
...Revan yang masih teringat akan kejadian tadi serta bayang bayang bibir ranum berwarna peach milik Reina yang gagal dicumbu oleh Revan, membuatnya tidak bisa fokus dan memperhatikan jalanan dengan benar. Disaat titik fokusnya terbagi antara bibir ranum milik Reina dengan pertanyaan salah jalan dari Reina detik berikutnya kata kata yang keluar dari mulut Revan membuat Reina kaget dengan mulut yang menganga lebar....
" Bolehkah aku menciummu?"
Ucap Revan dengan spontan tanpa menyadari perkataannya membuat Reina terkejut.
" Apa ?" Balas Reina sambil terus menatap Revan dengan mulut menganga lebar.
...Revan yang tersadar akan perkataannya langsung menepikan mobilnya dan merutuki kebodohannya tanpa suara....
" Maksud ku itu aku lapar, apa kamu juga lapar? Kenapa mulutmu terbuka lebar sekali bahkan mungkin buaya bisa masuk melalui lubang mulutmu." Ucap Revan mengalihkan pembicaraan.
" Oh ya? Buaya? Tentu saja tapi buaya buntung." Jawab Reina dengan kesal menanggapi ucapan Revan yang tidak pernah difilter itu.
" Tidak mungkin aku salah dengarkan? Aku tidak tuli telingaku bahkan masih bisa mendengar suara semut. Apa Revan sedang menggodaku, awas saja kalau berani menggodaku habis kau ku makan hahaha."
Ucap Reina dalam hati dengan sedikit tersenyum geli hal itu membuat Revan yang berada disampingnya hanya memandang aneh karena melihat Reina tersenyum tanpa sebab.
" Jadi kau mau makan atau tidak "
Ucap Revan mengulang pertanyaan itu lagi karena tidak mendapat jawaban dari Reina.
" Bukankah kita baru sarapan tadi." Tanya Reina dengan wajah polosnya.
" Apa jam di tanganmu itu hanya sebagai pajangan? ini sudah hampir jam 12 siang nona." Ucap Revan dengan nada ketus karena kebodohan Reina yang terus berulang.
" Hehehehe.. Santai aja lagi gitu aja sewot. Aku jarang makan diluar." Ucap Reina hati hati takut Revan kembali mengamuk.
" Terus..."
Lagi dan lagi gadis disebelahnya ini selalu saja membuat Revan emosi ketika berbicara dengannya.
" Bagaimana kalau aku yang memasak untukmu sebagai balas jasa karena kamu telah mengantarku pulang." Ucap Reina dengan tersenyum ceria.
" Gadis ini bodoh atau bagaimana, baru diantar sekali saja sudah mengundang pria masuk kerumahnya bagaimana kalau setiap hari, bisa bisa mungkin rumahnya akan berubah menjadi tempat kos pria."
Gumam Revan dalam hati.
...Pada akhirnya Revan menuruti ide Reina untuk makan dirumahnya. Ya walau agak sedikit canggung karena adegan gagal romantis tadi, namun bukan Revan namanya kalau tidak bisa menutupinya....
Sesampainya di rumah Reina mempersilahkan Revan untuk masuk kedalam.
" Ini teh silahkan diminum sambil menunggu sampai aku selesai memasak." Ucap Reina sambil menyodorkan secangkir teh hangat yang masih mengepulkan asapnya.
...Revan membalas uluran teh Reina dengan anggukan kemudian mencicipi teh tersebut dengan perlahan karena masih panas....
" Teh ini...enak... Kenapa rasanya berbeda dengan teh dirumah? " Ucap Revan dengan sesekali mengagumi kenikmatan teh buatan Reina.
...Rumah Reina tidak dalam kategori besar juga tidak dalam kategori kecil. Rumah yang didesain minimalis bercampur dengan gaya modern sehingga memberi kesan nyaman pada setiap pemiliknya. Perlahan Revan menyusuri rumah milik Reina yang terlihat simpel namun juga mewah membuat pemiliknya betah untuk berlama lama dirumah. Ruang tamu dibagian depan disekat dengan tembok bercat putih yang menambah kesan elegan. Memasuki ruangan kedua Revan disambut ruang keluarga dengan tv led yang menggantung diatas, sangat pas untuk menghabiskan waktu bersama keluarga....
" Astaga" Sentak Reina karena melihat Revan yang muncul secara tiba tiba di ruang keluarga.
...Revan yang mendengar suara terkejut Reina menoleh kearah kanan dan baru tersadar bahwa Ruang keluarga bersebelahan dengan dapur dan ruang makan yang menyerupai mini bar. Karena sudah tertangkap basah berkeliling mau tidak mau Revan menghampiri Reina yang sedang memasak....
" Kau mengejutkanku, bisakah kau untuk diam di satu tempat saja." Ucap Reina sambil mencuci buah buahan.
...Revan hanya termenung melihat ketrampilan Reina dalam memasak. Bukan masalah ketrampilan yang diperhatikan Revan sejak tadi melainkan tampilan Reina yang menurut Revan cukup 'sexy' dimana rambut yang digulung acak acakan ke atas sehingga menampilkan leher jenjang Reina dengan kulit yang putih bersih sedang di aliri tetesan demi tetesan keringat akibat uap panas yang mengepul mengenainya sehingga menambah kesan sexy bagi siapa saja yang melihatnya. Sebenarnya untuk kebanyakan orang itu dianggap jorok karena berkeringat ketika memasak, tapi jangan salah bagi sebagian pria itu malah menimbulkan kesan yang sexy dan sensual yang dapat membangkitkan hasrat seorang pria....
" Bolehkah aku menciummu? " Lagi lagi hanya perkataan itu yang keluar ketika Revan sedang mengagumi Reina.
" Apa..." Teriak Reina yang memastikan bahwa telinganya masih berfungsi dan tidak rusak.
" Apa nya apa ?" Jawab Revan yang masih belum sadar akan perkataannya.
" Hah?" Ucap Reina lagi lagi dengan kebingungan karena perkataan Revan yang selalu berubah ubah itu.
Revan yang tersadar akan ucapannya yang bisa dibilang gila itu mulai mencari pengalihan.
" Apa sudah selesai, aku sudah lapar " ucap Revan mengalihkan pembicaraan sambil menarik kursi dan mendudukkan bokongnya.
...Kemudian Reina menyajikan makanan di meja makan. Reina meletakkan semangkuk sup ayam dengan sepiring nasi lengkap dengan buah buahan yang sudah dicuci bersih tadi....
" Maaf karena terlalu mendadak aku hanya bisa membuatkan anda semangkuk sup ayam." Ucap Reina dengan nada tulus tanpa dibuat buat.
...Revan mulai memasukkan sesendok demi sesendok makanan ke dalam mulutnya hingga makanan yang tersaji di hadapannya habis tak tersisa. Melihat hal itu Reina hanya tersenyum karena ia yakin makanannya itu berhasil memuaskan Revan....
...............
...Sementara itu di perusahaan P&R group tengah duduk seorang pria dengan setelan jas kantoran duduk di kursi kebesarannya di mana tertulis "Chief Executive Officer" atau sering disingkat CEO diatas meja kerjanya....
" Tuan saya mendapat laporan bahwa Revan terlihat memasuki kediaman nona Reina dan baru pergi pada pukul 3 sore. " Lapor asisten pria itu.
...Detik berikutnya yang terdengar hanya suara benturan keras akibat sebuah benda padat yang dilempar dan mengenai dinding....
" Rupanya aku terlalu baik padamu selama ini. Kita lihat saja apa yang aku lakukan padamu Rein." Ucap pria tersebut sambil tersenyum smirk seakan sedang merencanakan sesuatu.
Apa yang direncanakan pria itu? ikuti terus kisahnya?
jangan lupa untuk vote dan like ya..
see you