Andrea Pricillia, gadis berusia 22 tahun. Dia di tipu oleh kekasihnya sendiri dan terjebak dengan sejumlah hutang yang sama sekali tidak dia lakukan. Untuk bisa melunasi semua hitang itu, Andrea harus menjadi pelayan dan mengabdikan diri pada pria yang menjadi tuannya.
Malvin, pria yang di juluki dewa kematian itu adalah pimpinan klan paleng berbahaya di Italia.
Dengan dendam masa lalu, hatinya hanya di isi dengan kekejaman dan penyiksaan.
Sayangnya, wanita yang dia pikir adalah penyebab kematian adiknya malah membuat dia jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marisa Canon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7
Malvin memberikan tatapan tajam dari mata kelamnya. Tidak ada yang menarik perhatiannya selain dua wanita yang terbaring lemah di lantai. Malvin mencoba menahan dirinya agar tidak emosi dengan apa yang baru saja di lakukan Arsula. Bahkan usapan lembut wanita itu tidak mampu membuat emosinya meredah.
"Arsula, sudah ku katakan jangan melakukan hal seperti ini lagi."
"Aku hanya ingin mengajari mereka bagaimana cara menghargai majikannya."
"Kau hanya perlu mengajari tidak sampai melukai mereka seperti itu."
"Baby, mereka tidak mau menuruti perintahku, mereka bahkan berbisik bahwa pelayan baru itu akan menjadi Sig.ra di rumah ini."
Malvin terkekeh, dia menggenggam tangan Arsula dan menciumnya. "Berhenti bicara seperti itu."
"Aku tidak ingin melihat mereka masih berada di rumah ini." Dia menatap seorang penjaga dan mengisyaratkan untuk menyingkirkan kedua pelayan itu. "Bawah mereka menjauh dari hadapanku."
"Si, Signora."
Malvin menggeleng mendengar itu, matanya terpejam memikirkan Arsula yang selalu melakukan segala hal sesuka hatinya.
"Aku akan damai jika sudah menjadi Sig.ra di rumah ini," ucap wanita itu datar. Namun, penuh penekanan.
"Arsula ...."
"Kenapa? apa kau tidak berniat menjadikan ku Sig.ra, Signore Malvin."
Permintaan itu di sambut dengan anggukan dari Malvin, dia membawa wanita itu ke pelukannya, memeluknya erat dengan ciuman yang menghangatkan. Dia terpaksa memperlihatkan bagaimana dia akan menjadikan Arsula sebagai Nyonya di rumah ini.
Faktanya Malvin masih belum seserius itu dengan Arsula. Tiga tahun menjalin hubungan, Malvin mengetahui wanita itu sering bersama pria lain di belakangnya. Dengan keadaan yang sekarang, bukan hal mudah untuk menyingkirkan wanita itu. Tetapi, entah kenapa dia selalu ingin bertahan meski sudah di khianati.
Malvin sudah melakukan segala hal untuk membuat kekasih tercintanya bahagia. Dan Arsula, dia adalah wanita yang sudah menemaninya dari awal hingga sekarang, tidak sekalipun Arsula meminta sesuatu kepada Malvin, tapi hari ini, wanita yang selalu terlihat elegan dengan gaya sarkasnya itu meminta untuk di jadikan Nyonya.
Bagi Malvin itu mustahil, Arsula memang selalu menjadi wanita yang di cintai Malvin, tapi untuk menjadikannya Istri, itu tidak akan terjadi. Malvin selalu menginginkan pasangan yang menjunjung tinggi kesetiaan. Dan Arsula sudah merusaknya, kriteria menjadi wanita yang akan menemaninya seumur hidup sudah tidak di dapatkannya.
"Garilla!"
"Aku di sini Signore."
"Siapkan sarapan untuk kami."
"Sì."
"Baby, maaf sepertinya aku harus segera pergi."
"Secepat itu? Kita bahkan belum sarapan. Garilla sudah membuatkan Rovioli dan Bruschetta sesuai keinginanmu."
"Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan"
"Kau akan kembali dan menginap bukan?"
"Akan aku usahankan," bisiknya saat melihat Garilla. "Bereskan bagian ku Garilla, siapkan hanya untuk Malvin."
Garilla menatap binggung pada pria yang berdiri di depannya yang di balas dengan anggukan dari majikannya.
"Sì, Signora."
"Dasar wanita tidak punya hati, aku bahkan membuatnya dengan sepenuh hati," gumam Garilla dengan kesal.
Malvin tahu kekesalan di dalam hati Garilla, terlihat jelas dari tatap wanita berusia 50 tahun itu. Dia menatap kepala pelayan itu dengan tersenyum, lalu beralih menatap kepergian Arsula.
Wanita berambut pirang dengan kulit putih bersih itu selalu tidak memiliki waktu untuknya. Kesibukannya menjadi seorang model, telah menyitah waktunya. Dia mencoba menjadikan semua waktu Malvin hanya untuknya tetapi tidak pernah menyisahkan waktu untuk Malvin.
"Apa dia cocok menjadi Nyonya untuk mu Garilla?"
Pelayan itu menatap aneh dengan pertanyaan majikannya yang tiba-tiba. Mencari jalan aman, Garilla menjawab seadanya. "Tentu saja Signore, Nona Arsula adalah wanita yang baik."
Malvin tersenyum tipis menanggapi jawaban pelayannya. "Tapi aku merasa dia tidak sebaik itu."