Udah Tamat, lagi di Revisi.
Di sebuah kerajaan yang makmur, tinggallah seorang ratu yang bernama Rose Margaretta, dirinya sangat di benci oleh suaminya yang merupakan raja kerjaaan tersebut.
Rose berharap dia tidak di benci oleh suaminya, karena dia tahu bahwa orang yang akan di nikahinya merupakan sahabat lamanya sewaktu kecil.
Namun harapan itu musnah, dia di benci oleh teman masa kecilnya.
Wanita itu di hina, di tuduh, di benci, dan di siksa secara mental oleh suaminya.
Suaminya berharap, bahwa istrinya mati.
Rose bertahan cukup lama, dia bertahan karena sesuatu yang memberinya semangat.
Suatu ketika, dia mendengar kabar bahwa seseorang yang membuat dia bertahan, telah tewas di bunuh, rose pun semakin depresi dan dia memutuskan untuk pergi dari kerajaan tersebut.
Setelah kepergiannya, suaminya pun mengetahui bahwa perempuan yang dia siksa adalah orang yang dia cari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang pengomen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 7 (Revisi)
...----------------...
Brayen terlihat sedang sibuk dengan lembar kerjanya, dia bahkan belum menyiapkan diri untuk pergi ke pesta Ibu suri, Brayen mungkin memang tidak ada niat untuk pergi.
Namun, karena dia ingin membuat hati Rose hancur dan di permalukan saat pesta, dia memutuskan untuk pergi.
" Tensis, kirim gaun dan perhiasan ke rumah baroness. Dan sebarkan rumor bahwa aku mengirim hadiah kepada lady viona. "
" Baik yang mulia. " Jawab Tensis patuh.
" Yang mulia, raja kerajaan leopard mengirimi anda surat. " Ucap Tensis sekali lagi.
Tensis memberikan surat tersebut kepada brayen.
Brayen membuka surat tersebut.
Isinya adalahh—
'Kenapa saya di lupakan, anda sangat
kejam kepada sahabat anda sendiri, anda
bahkan tidak mengundang saya ke pesta
ulang tahun ibu suri kerajaan anda, tega
sekali anda, hati saya jadi hancur di buatnya
walau anda tidak mengundang saya, saya akan tetap datang ke kerajaan anda.'
*Tolong Tunggu Saya Di Sana Sahabatku*
*Peluk Cium Dari Sahabatmu muach*
*****Yang mulia Raja Leopard*****
*****Alex Fan Leopard***** .
Setelah membaca surat tersebut, brayen terlihat membatu.
" Apa-apa ini? bocah itu mengirim surat seperti ini kepadaku. Apa sifatnya masih seperti ini bahkan sudah lewat beberapa tahun. " Ucap Brayen heran.
" Memangnya apa isinya yang mulia? " Tanya Tensis.
" Dia bersikeras datang ke sini. "Jawab Brayen.
" Yang mulia alex!!? " Tensis kelihatan kaget.
|Perbedaan antar yang mulia dengan raja alex adalah, yang satu dingin dan satunya lagi
hangat, tapi raja alex terlalu hangat.|
"Siapkan istana yang sering di pakai oleh bocah itu, dia akan ribut jika tidak di siapkan."Perintah Brayen.
"Anda juga harus bersiap-siap yang mulia." Ucap Tensis.
" Aku akan bersiap-siap nanti, bocah itu pasti sedang dalam perjalanan. " Ucap Brayen.
...----------------...
Kediaman baronnes.
Tensis datang langsung ke Mansion Baronnes dia mengirim hadiah sesuai dengan perintah Brayen.
" Salam kesatria Tensis." Ucap Viona.
" Saya datang ke sini atas perintah yang mulia raja, beliau mengirim hadiah untuk lady viona." Ucap Tensis.
" Untukku? " Tanya Viona tidak percaya.
" Benar lady. " Tensis menjawab.
Setelah memberikan hadiah, tensis kembali lagi ke istana, karena dia cukup sibuk.
Di kamar lady viona.
" Ayah, lihat ini. " Ucap Viona girang.
Di sana terpampang jelas ada beberapa gaun cantik dan perhiasan yang di berikan untuk Viona dari kaisar.
" Pantas saja, kamu tidak merengek ingin membeli gaun baru, ternyata kamu sudah menduga akan seperti ini rupanya." Ucap Baroness
" Aku tahu, jika yang mulia akan memberikan hadiah kepadaku. " Viona yakin.
" Kalau begitu, lebih baik kau bersiap-siap untuk pergi ke pesta itu, jangan sampai membuat yang mulia raja menunggu. " Ucap Baroness
" Tenang saja ayah." Viona semangat.
...----------------...
Malam hari pun tiba, semua tamu yang di undang tiba di aula besar istana dengan kereta kudanya.
Sedangkan Rose, dia masih di istananya menunggu Brayen untuk menjemputnya.
Karena seorang Raja dan Ratu harus menghadiri acara apapun bersama.
Namun Brayen malah menjemput lady Viona, dia secara khusus pergi ke mansion Baronnes dengan kereta kuda kerajaan.
Karena Brayen sengaja menyebarkan gosip tersebut, semua dayang yang ada di istana ratu membicarakan soal dia yang memberi hadiah dan menjemput langsung lady Viona.
" Aku dengar dari pelayan lain, jika yang mulia raja pergi menjemput nona Viona."
" Ya, aku juga melihat kereta kuda yang mulia raja pergi tadi, tapi yang mulia ratu masih ada di sini, sepertinya memang itu kenyataannya."
" Yang mulia kan memang tidak cinta kepada Ratu, mungkin sebentar lagi posisi ratu akan di tempati oleh lady Viona. "
" Itu lebih baik, karena menurutku ratu saat ini sangat jahat, dia yang telah membunuh putri Raisya yang merupakan adik dari yang mulia Raja."
Saat pelayan itu bergosip, tiba-tiba Rose dan Layla ada di sana, mereka langsung melarikan diri dari Rose.
Situasi sebelumnya.
Aku sudah menduganya, dia tidak akan datang menjemputku ke sini, tapi aku masih saja tetap menunggu dirinya.
" Sungguh naif sekali hidupku. "
Lebih baik aku pergi sendiri saja sekarang, lagi pula aku sudah terbiasa dengan omongan orang lain.
"Layla, aku akan pergi ke pesta tanpa yang mulia raja, jadi siapkan kereta kudanya sekarang!! "
" Kereta kuda anda sudah siap sedari tadi, anda sudah menunggu lama jadi memang lebih baik seperti itu. " Jawab Layla.
| Maafkan saya yang mulia, saya tidak memberitahu anda mengenai yang mulia raja pergi menjemput lady viona, saya takut anda akan sedih. | Pikir Layla.
" Ahh... jadi keretanya sudah siap dari tadi, kalau begitu ayo kita pergi. "
Saat aku keluar dari ruanganku, aku melihat beberapa pelayan yang sedang berbincang-bincang, ketika aku berjalan mendekat ke arah mereka, aku bisa mendengar percakapan mereka semua.
Mereka berkata bahwa Brayen menjemput langsung lady Viona, dadaku sedikit sakit ketika aku mengetahui itu, aku memang sudah menduga bahwa dia tidak akan datang.
Namun, aku tidak menduga dia akan pergi menjemput seorang Lady.
| Dasar Bajingan Tengik.|
...----------------...
Kembali ke situasi sekarang.
Aku harus bersikap tenang, aku harus terus bersabar.
Mari pergi ke pesta itu sendiri.
Dulu dia bilang.
" Aku akan selalu mengingatmu di mana pun kau berada, itulah janjiku."
| Kau berbohong ray....|
" Yang mulia, jangan dengarkan perkataan mereka tadi. " Layla menenangkan.
" Meskipun itu benar, aku akan memberinya Restu."
" Apaaaa?! " Layla kaget atas ungkapanku.
" Ayo pergi. "
Aku tidak ingin menjawab pertanyaan apa pun.
...----------------...
BERSAMBUNG .................
TERUS NANTIKAN CHAPTER SELANJUTNYA
ALEX FAN LEOPARD AKAN ADA DI CH SELANJUTNYA.......