Proses Revisi bertahap...
Rate 21+++
Cerita ini mengandung adegan yang cukup ngeri di harap yang masih di bawah umur, segera tinggalkan setelah membaca warning ini... gak boleh ngintip apalagi mampir..
______
Berawal kabur dari rumah dan bekerja menjadi sekretaris lalu mendapat misi untuk menyembuhkan penyakit bos nya, Aqella malah mendapati dirinya berakhir di dalam ranjang dan membuat hidup nya menjadi sepenuh nya milik Cleo Rodriguez.
Namun siapa sangka jika pilihan nya untuk memilih Cleo, malah menimbulkan banyak masalah kedepan nya untuk dirinya sendiri dan hubungan yang ia jalani.
Mampukah Aqella melewatinya ?
Ataukah memilih mundur perlahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kris muntari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KECOLONGAN
Di kediaman keluarga Aqella, Rosa yang sedang uring uringan karena ia tidak menemukan Aqella, bahkan anak buah suami nya yang ia kerahkan tidak dapat menemukan Aqella, entah kemana anak itu menghilang.
"Sudah sayang tenang." Andi merangkul pundak Rosa, berusaha menenangkan istrinya.
Sebetulnya Andi memang sengaja memerintahkan anak buah nya untuk tidak mencari Aqella, membiarkan putri nya itu merasakan udara segar, dan kalaupun nanti Rosa menanyakan perkembangan tentang pencarian Aqella, mereka hanya perlu menjawab "tidak ada kemajuan".
"Bagaimana bisa tenang, Kalo Aqella kabur gimana dengan calon cucu ku sayang."
"Calon darimana? Kan Aqella belum menikah."sahut Andi.
"Ya makanya biar aku dapet cucu, Aqella harus cepat cepat menikah."rengek Rosa.
"Terserah kamu lah, pusing aku." Andi meninggalkan Rosa dan pergi ke ruang kerja nya.
...----------------...
"Kalo gue tau ini perusahaan lo, gue ogah ngelamar disini."ujar Aqella dengan kesal.
"Kenapa?"
"Ya gapapa."
"Bilang aja lo malu, soal kejadian kemarin."tebak Cleo.
"Mana ada...gue ngapain disini?"tanya Aqella.
"Gue gak tau, diem aja deh lo disini."ucap Cleo lalu pergi meninggalkan Aqella sendiri.
"Oi tunggu."
Aqella berlari mengejar Cleo, namun karena ia tidak hati hati, Aqella terpleset lantai yang licin.
Brakkk
"Aduh." Aqella meringis kesakitan sambil memegango bokong nya.
Cleo yang melihat Aqella terjatuh bukan nya membantu malah tertawa kegirangan "hahaha udah gede masih jatuh aja."
"Kamu tidak apa apa nona?"tanya salah satu karyawan pria yang memiliki wajah khas timur tengah tersebut sambil mengulurkan tangan nya untuk membantu Aqella berdiri.
Aqella mengangguk pelan "iya...." Aqella terpesona oleh ketampanan pria tersebut.
Cleo dengan cepat menepis tangan pria tersebut "gak perlu, saya bisa melakukan nya!"menatap tajam ke karyawan nya tersebut.
"Maaf tuan."ucap nya lirih dan segera meninggalkan Cleo dan Aqella.
Sekarang gantian Cleo yang mengulurkan tangan nya "ayo bangun."ucap Cleo.
"Makasih." Aqella menerima uluran tangan Cleo dan berdiri secara perlahan.
"Lama." Cleo langsung membopong tubuh mungil Aqella dan membawa nya kembali kedalam ruangan milik nya.
Sepanjang dalam gendongan Cleo, Aqella tidak pernah lepas memandang wajah Cleo, bahkan saat tubuhnya di letakan di sofa, Aqella masih terus menatap Cleo.
Cleo yang tahu Aqella menatap nya tiba tiba ingin menjahili Aqella, Cleo memegang dagu Aqella mulai mendekatkan wajahnya dan dengan cepat ia menyatukan bibir nya ke bibir Aqella, dan memasukan lidah nya menyusuri setiap rongga mulut Aqella.
Aqella membelalakkan mata nya tidak percaya, ciuman pertama nya di renggut oleh pria seperti Cleo, dan ia hanya menerima nya saja tanpa perlawanan, apa otaknya mulai eror.
Cleo melepaskan ciuman nya "Manis." ucap Cleo sambil mengelap bibir nya yang basah.
"Lo...."Aqella menunjuk Cleo, tapi ia bingung dengan apa yang akan ia katakan.
"Kenapa? mau lagi?"ujar Cleo sambil tersenyum.
"Cih ngimpi." Aqella menghampiri Cleo dan menendang junior Cleo dengan keras "balasan buat orang mesum kaya lo."
"Ahkk."teriak Cleo kesakitan sambil memegangi junior nya.
"Rasain bwekk." Aqella menjulurkan lidah nya dan berlalu meninggalkan Cleo yang masih kesakitan di bagian bawah sana.
Di depan pintu ruangan Cleo, Aqella memegangi bibir nya sambil senyum senyum sendiri, bahkan ia masih bisa merasakan bibir cleo menyatu dengan bibirnya dan rasa nya nano nano.
Robby yang berniat ingin menemui Cleo terhenti karena melihat tingkah Aqella yang tersenyum sendiri di depan ruangan "Kamu kenapa senyum senyum sendiri?"tegur Robby.
"Tu-tuan."jawab Aqella gugup.
"Kamu udah ketemu sama tuan Cleo?"tanya Robby lagi.
"Sudah tuan."
"Kalo gitu kamu boleh pulang, dan bekerja mulai besok."ujar Robby sambil membuka pintu ruangan Cleo.
Robby yang melihat Cleo sedang memegangi junior, mengernyitkan dahi bingung dengan apa yang sedang di lalukan oleh sahabat nya itu "lo kenapa dah?"
"Junior gue sakit." Cleo berjalan ke kursinya sedikit mengangkang seperti baru sunat.
Robby yang melihat itu, tidak tahan lagi untuk tertawa "hahaha... Ko bisa?"
"Jangan tanya." Jawab Cleo ketus.
Jika ia tau mencium Aqella malah mendapat balasan seperti ini, ia tidak akan melakukan nya, namun saat ia mencium Aqella ada perasaan yang sedikit berbeda, entah apa itu namun Cleo yakin jika ia mulai tertarik kepada wanita itu.