SINOPSIS :
"Tuan, aku ini diangkat menjadi sekretaris mu atau kucing ini?" Liora tak percaya, mengapa harus mengurus kucing ini? Liora memang suka sekali dengan kucing, tapi Liora heran mengapa ia harus menjadi asisten pribadi seorang owner perusahaan besar hanya untuk mengurus kucingnya.
Billionaire itu melirik Liora, dalam lirikannya dia menampilkan secarik senyuman yg kecil. Sepertinya dia tertarik pada Liora. Tapi ia segera menepis senyuman nya. Ia mengingat kejadian 5tahun lalu, dan ia tidak ingin jatuh kedalam lubang cinta lagi. Terlalu muak rasanya untuknya.
REGRADS,
Cicankyuu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Gita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. JEALOUS
Liora menyalakan kembali lampu kamarnya lalu menggunakan sandal serta bathrobe nya. Perlahan Liora melangkah mendekat ke arah pintu masuk. Liora terus bertanya dalam pikirannya. Siapa yang bertamu malam-malam begini? Sepertinya pun bukan Velyn, dia tidak mungkin datang semalam ini. Dia itu penakut!
Liora sudah sampai didepan pintu masuk rumahnya. Dengan cekatan Liora berjinjit untuk melihat siapa yang datang melalui lubang kecil yang ada di pintunya.
Liora mengerenyit, "Tidak ada siapapun diluar sana" gumam Liora heran. Liora beranjak meninggalkan pintu itu untuk kembali ke kamarnya.
'Tok..tok..tok..'
Lagi! Pintu itu terketuk lagi. Siapa yang mengetuk? Apa hanya orang jail saja?
Liora memutar arahnya kembali ke pintu rumahnya. Dengan segera Liora membuka pintu dengan kesal.
"Siap-"
"Brukkkkk.."
Liora menganga tak percaya. Seorang pria bertubuh kekar telah ambruk dihadapannya. Mata Liora menyipit. Sepertinya ia tahu siapa pria yang berbau alkohol itu.
"David!" Dengan segera Liora mencari celah untuk melihat wajah pria itu. Dan benar! Itu adalah David, mantan bos nya yang arogan. Liora memapah David dengan pelan.
"Berat sekali kau Dave! Ugh, mengapa kau datang kesini disaat mabuk? Kau sangat menyusahkan ku! Selain itu bagaimana kau tau letak kamar yang aku tinggali huh?" Liora terus menggerutu sepanjang jalan menuju kamarnya.
Setelah sampai, Liora pun membaringkan David di kasurnya.
"Lalu harus aku apakan bayi kingkong yang besar ini huh?" Liora memikir sejenak lalu membukakan dasi yang terpasang di kerah baju David. Membuka sepatu beserta kaus kaki David dan terakhir membuka kemejanya.
Wow, Liora meneguk saliva nya ketika melihat dada bidang dan perut Dave yang sixpack. Liora segera menepis pikiran kotor itu dan mulai mengelap tubuh David dengan air hangat dan handuk yang telah ia siapkan setelah membaringkan David.
"Liora sayangku, mengapa kau pergi? Mengapa kau memilih pria jelek itu? Aku lebih tampan dan kaya raya dibandingkan dirinya.. Uhukkk" David terus meracau lalu terbatuk dalam tidurnya. Liora heran mendengar rancauan David. Sesekali ia terkikik pelan. Apakah bosnya ini sudah jatuh cinta padanya?
Ketika liora ingin membalut David dengan selimut, tiba-tiba David menarik tubuhnya kedalam dekapannya.
"Lepas Dave! Aku ingin tidur diluar!" Liora terus mencoba melepas dekapan David. Tetapi David tidak sedikitpun melepas dekapannya.
"Tidak sayang, tetaplah disini bersamaku. Jangan pergi lagi dariku sayang. Ku mohon jangan..." David terus meracau dalam lelapnya. Liora mengarahkan pandangannya ke wajah David. Apa dia benar-benar mengigau? Liora tak habis pikir dengan mantan bosnya itu, mengapa hobinya adalah selalu membuat Liora terpana? Akhirnya Liora ikut terlelap dalam pelukan David.
🍃🍂🍃
Green House, 08:00 AM
Sinar matahari datang menyambut pagi yang ceria. Cahaya pun menembus permukaan kain yang tergantung menutupi jendela kamar Liora. Terlihat dua insan yang masih terlelap dalam pelukan diatas kasur yang tidak begitu besar.
Krringggg...
Krringggg...
Krringggg...
Mata David terbuka perlahan dan mencari sumber suara.
"Alarm siapa ini?" David melihat-lihat pemandangan sekitar. Pandangan David menangkap sesosok wanita yang menutup mata disebelahnya. David membulatkan matanya. Liora? Mengapa ada wanita itu disini? Dan mengapa dirinya bertelanjang dada?
"Hoaaamm.." Liora menguap dan membuka mata nya perlahan. Dimana bayi kingkong yang besar itu? Liora mencari-cari sosok yang ia maksud.
"Liora, kau apakan aku? Dimana bajuku?" Mata Liora segera tertuju pada sumber suara itu. Liora membulatkan matanya, David berada didepan pintu kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggangnya. Betapa indahnya tubuh bayi kingkong yang besar itu.
"Hei tuan, bukankah kau datang malam-malam ke rumahku lalu ambruk didepan ku ketika aku membuka pintu? Dan kau menyusahkan ku untuk membopongmu serta membersihkanmu. Apa kau tidak tahu terimakasih tuan?" Bibir Liora terus menyerocos, hingga seperti kembang api yang yang terbakar.
"Benarkah? Aku kira kau sudah memperkosaku Liora.." David tertawa kecil dan menuju ke ranjang yang diduduki oleh Liora.
"Selamat pagi sayang" David segera mengecup bibir manis Liora.
Liora kembali terbelalak kaget ketika David menciumnya. Ada apa dengan orang itu? Kemarin David begitu dingin dan marah dengan Liora. Tetapi sekarang malah tanpa bersalah menuduhnya dan menciumnya. Liora memukul-mukul punggung David ketika David memeluknya.
"Kau pria gila! Argh! Aku sangat membenci mu bayi kingkong!!" Liora terus memaki David. Seberusaha mungkin Liora melepaskan pelukan David yang sebetulnya memabukkannya.
"Iya sayang aku juga mencintaimu.." sepertinya David semakin gila. Sejak kapan Liora mengatakan bahwa ia mencintai David?
"Jangan tinggalkan aku lagi sayang.." Ucapan David ini membuat semua usaha Liora sia-sia. Liora terdiam untuk sesaat. Mencerna perkataan David. Mengapa ia begitu baik kembali hari ini?
"Lepaskan aku Dave. Aku harus segera bersiap-siap untuk pergi" Liora kembali meronta dari dekapan David. Liora baru ingat bahwa hari ini sudah ada janji untuk pergi dengan Gerald.
"Kau mau kemana huh?" David menyipitkan matanya dengan rasa penasaran yang menghantui pikirannya.
"Apa kau harus tau segala urusan ku babykong?" Liora tersenyum sinis karena ulah mantan bos nya yang sangat kepo itu.
"Tunggu, apakah babykong itu panggilan sayangmu yang baru kepadaku Liora?" David tertawa kecil karena Liora memanggilnya babykong.
"Tidak, itu bukan panggilan sayang. Itu adalah ejekan untukmu. Kau itu babykong. Baby nya kingkong! Hahaha" Liora tertawa lepas lagi. David memperhatikan setiap inci lekukan senyum yang terbentuk diwajahnya. Oh betapa cantiknya Liora!
"Hei putri bebek, kau senang menertawai aku seperti itu huh? Rasakan ini!" David menggelitik pinggang Liora dengan semangat.
"Hahaha.. sudah Dave sudah, ampuni aku. Hahaha, sudah Dave.. aku mohon hentikan" Liora terus tertawa terbahak-bahak akibat ulah David yang terus-terusan mengelitik dirinya.
"Cepatlah beri tahu aku kau akan pergi kemana hari ini. Jika tidak aku akan terus seperti ini. Ha, rasakan ini.." David semakin menjadi jadi.
"Iya Dave ampun. Hahaha.. hari ini, hari ini aku akan pergi bersama Gerald hahaha" David terdiam seketika. Rahangnya mengeras, pandangan nya sangat tajam.
"Apakah Gerald itu pria ******** yang kemarin bersama mu di taman?" Pikiran David menggelap. Liora bisa merasakan hawa kemarahan yang keluar dari diri David. Liora mulai tegang. Apa yang akan David lakukan setelah ini? Apakah ia akan marah seperti kemarin?
"I-iya, Dave.." jawab Liora terbata-bata.
"Drrrtt... Drrrtt.."
Tiba-tiba ponsel Liora terbunyi. David lebih dahulu melihat siapa yang menelfon Liora pagi ini.
Geraldine William
(+1) 879 xxx xxx
is calling you...
Boom!
Rahang David semakin mengeras. Emosinya sudah menguasai pikiran serta hatinya. Dengan segera David mengangkat panggilan dari Gerald.
"Good morning Liora.. bagaimana? Apakah kau udah siap?" Ucap Gerald di seberang sana.
"Bisakah kau berhenti mengganggu wanitaku? Kau butuh uang berapa? Akan ku transfer setelah ini. 100 juta dollar apakah cukup?" Wow, angka yang fantastis! Apabila dikalkulasikan dalam rupiah adalah 1.640.700.000.000,00 Rupiah / 1,6 triliun. Kekayaan David memang luar biasa!
"Wow hahaha.. tidak, maafkan aku. Aku tidak perlu uang sebanyak itu tuan.. kebahagiaan bukan selalu tentang uang" ucap Gerald.
"Kalau begitu berhentilah mengganggu wanitaku! Dan satu lagi, dia tidak akan pergi bersamamu" David segera menutup panggilan dari Gerald dan melemparkan handphone Liora dengan sembarang.
"Hei tuan, handphone ku bisa rusak!" Liora mengejar handphone nya yang dilempar oleh David.
"Akan ku belikan kau 100 ponsel baru yang sangat mahal sayang.." David menghampiri Liora dan kembali melempar handphone itu keluar jendela.
"Dave! Kau keterlaluan. Kau sangat sombong! Aku tidak butuh uangmu untuk membeli ponsel baru!" Liora terlihat sangat marah.
"Tidak Liora, aku hanya ingin kau tidak berkomunikasi dengan pria jelek itu" David merayu Liora agar tidak marah. Tetapi Liora terus mengabaikannya.
"Apa kau mau es krim sayang?" David adalah pria yang memiliki jutaan ide untuk membujuk wanita cantiknya. Apapun akan ia lakukan untuk orang yang sangat ia sayangi.
"Hmmm, boleh. Aku ingin 30 bungkus!" David tertawa mendengar permintaan Liora. 30 bungkus? Apakah ia akan berjualan?
"Kau ingin beli dengan seluruh toko es krim nya pun tidak masalah bagiku" dengan sombongnya David berbicara.
"Dasar babykong yang arogan!" Liora mencibikkan bibirnya. Dan itu membuat David semakin gemas kepadanya.
"Mengapa kau sangat menggemaskan sayangku?" David segera mengeksekusi bibir Liora yang sudah maju ke depan.
'Cuppp!'
'Cuppp!'
David terus menerus mengecup bibir indah Liora. Dengan cepat Liora memoles kepala David dengan tangan mungilnya.
"Apa kau bisa diam Dave? Lebih baik aku marah lagi" Liora mengerenyit kan dahinya dan memajukan bibirnya kembali.
"Tidak, tidak sayang.. jangan. Lebih baik kau bersiap untuk membeli 30 bungkus es krim yang kau inginkan" David memerintah Liora. Dengan cepat Liora memasuki kamar mandinya untuk membersihkan diri. Sedangkan David hanya menggelengkan kepalanya dan tertawa kecil saat melihat Liora yang berlari. Sungguh menggemaskan!
"Mengapa aku sangat tdiak ingin kehilangan Liora? Apakah aku sudah merasakan cinta kembali? Benarkah? Mengapa Liora dengan mudah mengembalikan rasa senang dan juga bahagiaku? Selama ini aku hanya senang apabila memenangkan suatu proyek yang besar dan menguntungkan. Tetapi kali ini, Liora mengusir rasa sepiku dan membuatku ingin terus berada disampingnya. Sebenarnya siapa dirimu Liora? Kau sungguh luar biasa.." David berbicara dalam hatinya. Semenjak bertemu dengan Liora, dia baru bisa merasakan kembali kebahagiaan dalam hidupnya. Apakah benar David mencintai Liora? Lalu bagaimana dengan Liora?
To be continued......
Author,
Cicankyuu
dr td q bc smua ny tnggung2 smw
😢
....
semangat thor
turut berdukacita untuk kucing'nya
turut berduka cita tuk c empus nya..
penasaran...
semangatttttttt