Siena gadis sederhana yang bekerja di sebuah perusahaan besar terlibat sebuah perjanjian dengan pemilik perusahaan tersebut, dan menyeretnya ke dalam cinta segitiga yang di ciptakan oleh Rangga Wijaya, sepupu pemilik perusahaan yang bernama Sagara Abraham.
Akankah cinta Sagara Abraham berlabuh selamanya di hati Siena? atau berhenti di tengah jalan dan berpaling ke hati selanjutnya? Siapakah yang memenangkan hati Siena?
Cover by pinteres, edit by me
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjanjian kontrak
Siena melangkahkan kakinya dengan tergesa gesa menuju ruang kerja Sagara. Pikirannya kalut setelah ia menerima kencan buta yang tak lain atasannya sendiri.
Di depan pintu ruangan, langkahnya terhenti. Merapikan pakaiannya, mengatur napas lalu mengetuk pintu dengan pelan.
Setelah terdengar Sagara menyahut dari dalam ruangan. Perlahan Siena membuka pintu lalu ia masuk ke dalam ruangan dan kembali menutup pintunya.
Berdiri menatap Sagara sesaat, lalu berjalan perlahan mendekat.
"Bapak memanggil saya?" tanya Siena kepalanya tertunduk saat mendapat tatapan tajam pria di hadapannya.
"Sepertinya aku tidak perlu mengulang, apa alasanku memanggilmu." Sagara menjawab dengan datar, wajah tanpa ekspresi, bola matanya memancarkan ketidak sukaannya terhadap Siena.
"Jika itu keputusan Bapak, aku bisa apa?" sahut Siena tegas, sedikitpun ia tidak membela diri atau mengajukan permohonan seperti yang ia lakikan semalam.
"Bagus." Kata Sagara menatap tubuh Siena dengan tatapan cemooh.
"Baik Pak, ada lagi yang mau di sampaikan?" tanya Siena.
Sagara terdiam, ia teringat janjinya kepada sang ibu. Ia berpikir apa salahnya jika menyewa Siena untuk berpura pura menjadi kekasihnya hanya untuk mengulur waktu.
"Aku bisa saja tidak memecatmu, dengan satu syarat." Sagara kembali bicara.
"Apa syaratnya pak?" tanya Siena mengerutkan dahi menatap pria di hadapannya.
"Duduklah!" Sagara mempersilahkan Siena untuk duduk di kursi.
"Baik Pak." Siena berjalan lebih dekat dengan kursi, lalu duduk.
"Begini.." Sagara menaikkan kedua tangannya di meja. Menatap wajah Siena cukup lama, ia ragu untuk mengatakannya tapi Sagara tidak tahu lagi bagaimana caranya supaya ibunya tidak bertanya tentang calon istrinya kelak.
"Iya Pak?"
"Kau harus menjadi kekasih pura puraku, aku akan menyeawa dan membayarmu lebih dari tarif kencan butamu itu. Asalkan kau tutup mulut dan mengikuti semua perintahku, bagaimana?" tanya Sagara.
"Kekasih pura pura?" ucap Siena mengulang kata kata Sagara, lalu terdiam cukup lama.
"Jika aku menolak, tidak hanya pekerjaanku yang hilang. Aku juga tidak bisa membayar rumah sakit," gumam Siena dalam hati.
"Bagaimana?" tanya Sagara.
"Baiklah Pak, saya setuju." Siena menjawab dengan mantap.
Sagara mengangguk pelan, lalu ia menguarkan selembar kertas. Membuat perjanjian kontrak selama ia menyewa jasa Siena dalam jangka waktu lima bulan ke depan. Ia juga menuliskan beberapa poin yang harus Siena patuhi selama ia menyewannya.
Setelah selesai ia menandatanganinya, lalu ia sodorkan kertas perjanjian itu ke hadapan Siena beserta balpoin.
"Tanda tangan." Perintahnya.
Siena mengambil kertas itu, lalu membacanya sekilas. Kemudian ia menandatanganinya, setelah selesai ia serahkan kepada Sagara.
"Bagus." Sagara kembali membaca ulang, lalu mengambil amplop coklat yang berisi uang yang sudah di sepakati. "Ini, ambillah. Aku bayar lunas sesuai perjanjian. Sisanya aku transfer lewat rekeningmu. Tetapi jika kau melanggar, uang yang sudah kuberikan kau harus menggantinya sesuai perjanjian yang sudah kau sepakati."
Siena mengangguk pelan, lalu mengambil amplop coklat berukuran sedang dari tangan Sagara. Matanya berbinar menatap amplop coklat di tangannya.
"Uang ini cukup untuk membayar cuci darah yang belum aku lunasi," gumam Siena dalam hati.
Sementara Sagara tersenyum cemooh, menatap wajah Siena terlihat senang dengan uang sewa yang di berikannya.
"Dasar wanita matre," ucapnya dalam hati.
"Terima kasih pak, aku akan konsisten dengan pekerjaanku. Kalau begitu, aku permisi dulu pak." Siena berdiri, lalu membungkukkan badannya sesaat.
Sagara mengangguk pelan, memperhatikan Siena meninggalkan ruangannya.
"Maafkan aku, Mom. Terpaksa aku membohongimu, aku tidak ingin semua ini menjadi beban pikiranmu."
Jd saga,rangga dan arga ini bersaudara bgitu ??? Yg punya dendam ini para orgtua nya . Tp ank2 nya yg pda jd korban
Jd sedihhh krna rangganya meninggal ,
Rangga nya munculin lg aja thor biar hdp bhgia sma siena..
Aku udh ga srek sma saga krna ibunya skrg udh jahat..dan mlah skrg berpihak sma si melati..sma² jahat mreka