NovelToon NovelToon
Dual Cultivation: Kebangkitan Tubuh Abadi

Dual Cultivation: Kebangkitan Tubuh Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Action
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Ketika Ye Chen berusia 18 tahun, ia membangkitkan tubuh uniknya — Tubuh Pedang Bawaan. Sejak saat itu, jalan menuju keabadian yang ia impikan runtuh seketika!Para santo, dewi, dan wanita iblis dari jalur abadi maupun jalur iblis menjadi gila:
"Siapa pun yang mendapatkan Ye Chen akan mendapatkan jalan menuju langit! Tangkap dia, dia adalah kesempatan kita untuk menjadi abadi!"Sementara itu, hati para cultivator pria hancur berkeping-keping, diliputi rasa iri yang tak tertahankan:
"Bunuh Ye Chen! Lindungi sisa-sisa integritas dunia kultivasi!"Ye Chen hanya bisa mengeluh putus asa:
"Aku hanya ingin berkultivasi dengan tenang… kenapa kalian malah merampas dan membunuhku? Tunggu… Santo, kita bisa bicara baik-baik, kenapa langsung menyerang?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 025 — Kalau Begitu, Coba yang Paling Kuat!

"Kau, sebagai ketua tim, gagal mendapat pengakuan dari artefak emas. Untung ada aku yang menyelamatkan muka Sekte Dao Abadi!"

Ji Changlan mendarat di depan Ye Chen, pedang emas besar di tangannya bergetar penuh wibawa. Ini bukan sekadar pamer—ini provokasi terang-terangan.

"Kau tidak sanggup memikul beban menjaga gelar sekte nomor satu. Setelah perburuan ini selesai, aku akan minta Ketua Sekte menggantikanmu jadi pemimpin tim. Lihat saja, aku yang akan mengalahkan semua lawan dari sekte lain!" Ji Changlan tersenyum sombong, lalu berjalan pergi membawa pedangnya dengan gaya angkuh.

"Bodoh," gumam Ye Chen, memutar bola mata. Dari dulu sampai sekarang, penilaiannya soal Ji Changlan cuma satu kata itu. Tidak ada gunanya menanggapi provokasi di saat seperti ini. Ye Chen langsung berbalik, melanjutkan pencariannya.

Sebenarnya, sulit untuk tidak merasa iri. Dari ratusan murid Delapan Sekte, Ji Changlan yang lebih dulu berhasil mendapat artefak emas—sementara Ye Chen sendiri sudah berkali-kali gagal.

Tapi apa gunanya iri? Kalau rasa iri bisa mendatangkan artefak emas, semua orang di lembah ini pasti sudah punya satu.

Sejak pagi, Ye Chen terus berpindah dari satu artefak emas ke artefak emas lain. Setiap kali, ia berhasil mengangkatnya dengan mudah—jauh lebih mudah dari yang lain. Tapi setiap kali pula, artefak itu menolak mengenalinya sebagai tuan, bergetar seperti ketakutan begitu Qi Sejatinya masuk. Ye Chen terpaksa membuangnya lagi, lalu mencari yang baru.

Tidak jauh dari sana, Wei Changfeng dari Sekte Awan Langit Abadi mengalami masalah yang berlawanan. Sepanjang pagi, ia sama sekali tidak bisa mengangkat satu pun artefak emas—baik yang berat seperti palu perang, maupun yang ringan seperti panji. Setiap kali melihat Ye Chen mengambil artefak dengan mudah lalu membuangnya begitu saja, rasa frustrasinya makin memuncak. Ia harus segera menemukan artefaknya sendiri sebelum kehilangan muka di depan seluruh sekte.

Hari pertama berlalu tanpa hasil untuk keduanya. Dari pagi sampai malam, langit dipenuhi cahaya air terjun Qi Spiritual yang turun dari Alam Atas, menerangi seluruh Lembah Tianque seperti tirai raksasa. Tidak ada yang istirahat—waktu tiga hari ini terlalu berharga untuk disia-siakan.

Saat fajar menyingsing, hari pertama resmi berakhir. Hasilnya: hanya empat murid dari Delapan Sekte yang berhasil mendapat artefak emas—satu dari Sekte Dao Abadi (Ji Changlan), satu dari Sekte Awan Langit Abadi, satu dari Sekte Pedang Abadi, dan satu dari Sekte Pedang Bulan. Empat sekte lain pulang tangan kosong.

Ketua Sekte Dao Abadi dan Ketua Sekte Awan Langit Abadi sama-sama pusing. Sekte mereka memang punya yang berhasil—tapi bukan murid andalan yang mereka harapkan. Ini akan menyulitkan tantangan final nanti.

Hari kedua dimulai. Strategi semua sekte tetap sama: kalau sehari penuh tidak berhasil dapat artefak emas, jangan buang waktu lagi—alihkan target ke artefak ungu, yang jauh lebih mudah didapat.

"Berhasil! Aku berhasil!"

"Aku juga punya artefak sendiri sekarang!"

Sorak-sorai mulai terdengar di berbagai penjuru lembah begitu hari kedua dimulai. Peluang mendapat artefak ungu memang jauh lebih besar dibanding emas.

Di tengah keramaian itu, hati Ye Chen justru gelisah. Kalau artefak emas saja sudah takut pada Qi Sejatinya, bagaimana dengan artefak ungu yang lebih lemah?

Untuk membuktikan dugaannya, ia mendekati sebuah pedang bercahaya ungu, menggenggamnya, lalu mencabutnya. Semudah itu—tanpa hambatan sama sekali.

Benar seperti yang ia duga. Begitu Qi Sejatinya menyentuh pedang itu, benda itu bergetar hebat, seperti bayi yang melihat raksasa, lalu melepaskan diri dari genggamannya dan jatuh sendiri ke tanah. Bahkan cahayanya meredup, seolah takut bersinar terlalu terang di depan Ye Chen.

Ye Chen hanya bisa diam. Ia sudah bisa menebak—semua artefak ungu lain di lembah ini pasti akan bereaksi sama. Soal artefak cyan dan abu-abu, bahkan tidak perlu dicoba; mustahil mereka mau mengenalinya sebagai tuan.

Kekecewaan menghantamnya keras. Tiga tahun ia menunggu kesempatan ini, dan sekarang, saat akhirnya tiba, tidak satu pun artefak di lembah ini bisa ia gunakan.

Tapi Ye Chen bukan orang yang mudah menyerah.

Setelah menenangkan diri, pandangannya beralih ke titik pendaratan Qi Spiritual di tengah lembah—tempat satu-satunya artefak pelangi berada.

"Haruskah aku coba artefak itu?"

Begitu pikiran itu muncul, jantungnya berdebar kencang. Meridiannya bergerak sendiri, menghasilkan Qi Sejati yang lebih dalam, seolah sudah siap sebelum ia memutuskan apa pun.

"Persetan, aku akan coba!"

Tatapannya menajam. Ye Chen melesat cepat menuju pusat Lembah Tianque. Percuma terus mencoba artefak-artefak lemah—kalau memang harus gagal, biar sekalian mencoba yang paling kuat.

Di saat yang sama, sosok lain melesat dengan kecepatan yang sama, menuju arah yang sama.

Ye Chen melihatnya.

Sosok itu juga melihat Ye Chen.

Keduanya mempercepat laju hampir bersamaan, berlomba menuju satu-satunya Artefak Ilahi terkuat di seluruh Lembah Tianque.

1
Pecinta Gratisan
jangan lupa thor grandmaster terlupakan nya di up seruu thor cerita nya
anggita
🤧.. pendekar bersin, pilek😑🤭
anggita
ikut dukung ng👍like aja, 2x☝☝iklan. moga novelnya lancar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!