Aisyah adalah wanita shalihah yang taat beragama, Setelah lulus dari pondok pesantren, dirinya dipinang oleh Anwar. Lelaki santun, baik dan penyayang.
Di tahun kedua, pernikahannya terpaksa harus kandas karena Anwar menalak dirinya, dengan dalih tidak bisa memberikan keturunan, Anwar tega menceraikannya
Berbagai cara sudah Aisyah lakukan, dari mulai therapist, program kehamilan, dan mengkonsumsi obat-obatan herbal.
Tetapi Allah tetap belum memberikan rejekinya, sampai pada akhirnya Anwar berselingkuh dan memilih menikah dengan Rani (Pelakor)
"Tolong jangan ceraikan aku mas" Aisyah tersungkur di lantai, ia menitihkan air matanya saat melihat Anwar pergi meninggalkan dirinya
Mungkin Allah menguji umatnya sesuai batas kemampuannya.
Akankah Aisyah kuat melihat Anwar lebih memilih wanita lain ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu_Merdeka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahabat lama
Menikah Yang Ke-dua
Chapter 7
Ketika Aisyah dengan ibunya melangkah keluar dari masjid, tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil namanya.
"Aisyah tunggu" teriak wanita cantik yang seumuran dengan Aisyah, ya dia adalah Fina teman kecilnya. Mereka sempat terpisah ketika mau masuk sekolah menengah atas, karena kedua orang tua Fina meninggal dunia jadi dia terpaksa harus ikut dengan kakaknya ke kota, kakak Fina adalah seorang lelaki dewasa, tampan, mapan, tapi sedikit dingin dengan perempuan. Ia menjalankan bisnis kecil yang ia rintis sejak kuliah, sekarang usahanya sudah melejit, ia mempunyai lebih dari 100 outlet toko kue yang tersebar di kota-kota besar dan ia juga salah satu pemilik saham terbesar di Bank swasta terbesar di kotanya.
"Fina?" Teriak Aisyah terkejut melihat sahabat kecilnya itu. Ia mendekati Fina, mereka berdua saling memeluk melepas kerinduan.
"Kapan kamu pulang Fin, aku rindu banget sama kamu" ucap Aisyah tersenyum bahagia. Ia teringat masa kecilnya bersama Fina, banyak suka duka yang mereka lalui sejak kecil.
Mereka lost kontak karena dulu masih belum ada aplikasi chat seperti sekarang ini, dulu satu kampung hanya beberapa remaja saja yang mempunyai handphone jadul, keluarga besar Fina dikampung termasuk orang terpandang, almarhum ayah Fina adalah seorang dermawan juragan pengepul hasil panen dari beberapa desa.
"Baru tadi pagi kok, aku juga kangen banget ma kamu Ais" kata Fina sambil mencubit pipi Aisyah karena gemas.
" Ngomong-ngomong aku pulang sama kakakku loh. Rencananya besok aku dan kak Farid mau mengunjungi makam ibu dan bapak. Oya gimana kabar mu, aku dengar dari tetangga sebelah tadi katanya kamu sudah menikah ya?" jelas Fina lagi, ia mengetahui kabar pernikahan Aisyah baru tadi pagi. Tetapi ia belum tahu kalau sahabatnya itu sudah bercerai.
"Ceritanya panjang Fin, kamu masih lama kan disini, aku mu ngobrol banyak sama kamu" terang Aisyah berharap sahabatnya itu masih tinggal lebih lama lagi di kampungnya.
"Paling cuma tiga hari aja, ayo kerumah ku, ceritakan tentang pernikahan mu,biar ntar aku nggak canggung pas menikah" ajak Fina
"Tunggu disini dulu ya, aku mau ijin umi dulu"
"Oke...siap...!"
Aisyah pun bergegas menghampiri ibunya yang sedang asyik mengobrol dengan tetangganya.
Ia meminta ijin untuk singgah sebentar di rumah Fina, ia juga berpesan pada ibunya, meminta Akhmad untuk menjemputnya nanti.
Ketika ibunya sudah mengijinkan, mereka berdua bergegas pulang ke rumah lama Fina.
Sepuluh menit kemudian mereka telah sampai. Fina memarkirkan mobilnya di halaman, lalu ia mengajak sahabatnya masuk ke dalam rumah.
"Duduk sini Is
Aku buatin minum dulu ya" ujar Fina. Ia bergegas ke dapur membuatkan teh hangat untuk sahabatnya.
Kedua netranya melihat seluruh isi ruangan, tampak tak ada yang berubah dengan ruangan tersebut. Dulu Aisyah sering bermain di rumah itu.
"Apa itu kakaknya Fina?" Gumam Aisyah dalam hati, ia memang belum pernah melihat Farid, karena sejak kecil Farid tinggal di kota bersama pamannya.
"Siapa kamu?" Tanya Farid dengan paras dinginnya
"Aku Aisyah, sahabat kecilnya Fina" kata Aisyah, ia langsung merubah posisi duduknya dengan berdiri sambil sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Dengan sopan ia memperkenalkan dirinya pada Farid.
Farid memang lelaki angkuh dan dingin, ia tak merespon perkataan Aisyah, ia hanya memperlihatkan wajah yang tampan sedingin es, serta bibir tebalnya itu seperti sedang mengulum bom saja.
"Ini minumnya sudah datang, kak Farid kenalin ini Aisyah sahabat lamaku, duduk sini kak, aku buatin kopi juga lho" ucap Fina sambil menghidangkan minuman di atas meja, lalu ia duduk di sebelah Aisyah, ia juga meminta Farid untuk menikmati kopinya bersama-sama
Farid duduk di sofa depan mereka, ia tampak fokus dengan layar ponselnya sambil sesekali menyeruput kopinya.
Sedangkan Aisyah dan Fina, mereka tengah asik mengobrol tentang masa kecilnya dulu, ketika mereka bercanda tawa bersama, tiba-tiba Fina menyinggung pernikahan Aisyah.
"Is... Suamimu nggak ikut pulang ya? Tunjukin dong foto suamimu? Aku penasaran nih, cowok sekeren apa sih yang bisa naklukin hati kamu" tanya Fina
"Aku nggak enak cerita disini, malu sama kakakmu" jawab Aisyah lirih mbisikin Fina
Dengan samar-samar Farid mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Karena ia termasuk orang yang sensitif, akhirnya ia pergi meninggalkan mereka berdua, biar lebih leluasa mengobrol. Farid menikmati kopinya di kursi teras depan rumah, angin malam sepoi-sepoi membuat seluruh bulu kuduknya berdiri, ia kembali melangkah masuk ke dalam rumah karena tak kuat dengan cuaca dingin di kampung.
Fani menghentikan langkahnya, ia ingin meminta bantuan kakaknya.
"Kak tolong anterin Aisyah ya, adiknya nggak bisa jemput karena mendadak adiknya sakit perut" pinta Fina.
"Jangan Fin, kamu aja ya yang nganterin aku. Aku takut" elak Aisyah, ia merasa tak enak hati, tak mungkin ia mau semobil dengan lelaki yang belum ia kenal.
"Memang aku hantu ya? Dasar wanita aneh"
Pekik Farid dengan wajah datarnya.
"Lagian siapa juga yang mau nganterin kamu, dandanan aja nggak selevel, kampungan...!" Imbuhnya sinis
"Kakak...!" Bentak Fani kesal
Raut wajah Aisyah memucat, ternyata benar yang dibicarakan orang-orang tentang dirinya, dia memang tidak pandai berdandan, dan pakaiannya yang longgar dan juga tertutup itu menutupi lekuk tubuhnya yang sebenarnya indah dipandang mata.
"Nggak papa kok Fin, kakak mu memang benar, ya udah aku pulang sendiri aja ya" ucap Aisyah sambil memeluk Fina sebentar
" Tunggu Ais, aku antar aja" kata Fina sambil memegang tangan Aisyah.
Ia pun mengangguk. Sedangkan Farid langsung berjalan masuk ke arah kamarnya.
insa alloh ,untik novel yg lain ,pasti mampir 🙏🙏💪💪💪
gk menyusah kan orang ,kelak akan allah gantikan ,di ahirat ntt dengan peria sholeh ..dan gagah perkasa..
ap kmu mampu pertanggung jawab kan di dlm kubur mu.orang yg merebut suami orang dengan nyata ,itu keinginan setan
lagin masih belia bangan gk usah mikir cinta blm waktux pikirkan kesembuhan mu dlu..biar gk merepot kan suami mu ntt x..biar kmux jua bs melayani suami mu
sepenuh x
tunjukan klo kmu bs bahagi walau tampa
nya disisimu ...
.
.dosa besar