Gue Alana Pradipta. Kalau lu liat penampilan , gue yakin lu bakalan berpendapat gue cewek gak bener, preman dan cewek kasar. Gue maklum sih kenapa lu bisa mikir gitu.
Sampe hari gue ketemu malaikat kecil yang gue jamin bikin lu yang sekeras batu karang bisa leleh kayak es krim kepanasan.
Angel minta gue jadi ibu sambungnya.
Yang bikin gue binggung adalah gue sayang sama Angel tapi gak sama bapaknya. Belum lagi sosial ekonomi kita yang nge jomplang banget.
Apa siap Angel punya ibu sambung preman kayak gue gini? Terus pernikahan tanpa cinta sama Pak Ricard gimana? Masa iya ngabisin hidup gue sama orang yang gak gue cinta dan mencintai gue?
cover source : wallbox. ru
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Meniru Gue
Sepertinya Appa-nya Angel terlambat jemput lagi. Gue melihat Angel berdiri di balik gerbang sekolah. Merasa udah dapat ijin dari orang tuanya untuk menemani Angel, gue mendekati si Peri Kecil.
"Angel."
Dari senyum nya gue tahu Angel senang ketemu gue. "Tante Lana." sambutnya dengan riang.
"Bang, bukain dong, gue mau nemenin Angel." Ada Bang Pri yang bertugas jadi sekuriti hari ini.
Gak sampe satu menit gue dan Angel udah duduk bareng di pos satpam.
"Tante Lana kok lama? Angel udah nungguin Tante dari tadi." Angel tanpa ragu memeluk lengan gue.
"Maaf ya cantik. Tadi tante masih sibuk." gue melihat tas sekolah Angel yang bergambar LOL. Lucu seperti Angel.
"Appa terlambat lagi tante." keluhnya.
"Mungkin masih macet, sayang." gue bisa liat kesedihan dimata Angel. Kalau gue ingat - ingat Appa nya Angel memang selalu terlambat menjemput. Biasanya Appa-nya Peri Kecil baru datang saat parkiran mulai sepi.
"Appa terlambat setiap hari, Tante. Coba Angel punya Eomma, pasti Eomma yang anter jemput Angel." Angel menundukkan wajahnya.
Kasian amat ini anak, masih kecil tapi tidak bisa menghabiskan waktu bersama Mamanya. "Memang Eomma Angel kemana?"
"Kata Appa, Eomma udah nemenin Tuhan di surga." jawabnya polos. Tapi gue bisa denger ada kesedihan disuara Angel. Gue peluk pundaknya dan mengusap lengan Angel.
"Angel gak boleh sedih. Nanti Eomma Angel ikut sedih." gue berusaha menghibur Angel.
"Tante, kenapa ditangan Tante banyak gambar?" perhatian Angel teralihkan dengan tato ditangan gue, saat gue mengusap air matanya.
Ditangan kanan gue ada tato dahan pohon yang melingkar. Gue mencoba mencari jawaban yang mudah dipahami Angel. "Emm ini?" gue menujuk tato gue. "Tante pengen jadi seperti pohon, yang walaupun dia dipotong, dia akan tumbuh lagi."
"Kalau yang ini artinya apa tante?" Angel nunjuk tato gue yang lain. Tato yang bertuliskan "FAITH"
"Eemmm ini artinya " Yakin", kita harus yakin, kalau Tuhan pasti akan kasi yang terbaik buat kita."
"Angel juga mau bikin tulisan kayak Tante." Nah loh... binggung deh gue gimana jawabnya.
"Jangan yah. Angel kan masih sekolah. Nanti kalau Angel udah besar, Angel tanyain dulu ke Appa."
Angel terus bertanya tentang tato gue yang bikin gue harus hati - hati menjelaskannya. Bagaimanapun Angel hanya anak kecil polos, jangan sampai gue salah menjelaskan dan merusak jiwa polosnya.
Gue gak mau Angel punya pikiran buat niru gue. Gue sadar diri, gue tidak cukup. baik untuk di tiru.
Fisik memang bukan tolak ukur untuk menilai seseorang, tapi gue juga gak bisa membiarkan Angel meniru gue. Gue jelasin ke Angel banyak hal yang baru bisa diputuskan setelah dia dewasa nanti. Salah satunya membuat tato.
"He em... " gue mendengar deheman. Refleks gue menoleh.
Angel turun dari kursinya, berlari ke arah appa nya. "Appa... " sambutnya sambil memeluk Appa.
"Ayo pulang." ajak si ayah.
"Tante Lana, Angel pulang dulu ya." Angel menarik tangan gue meminta gue untuk menunduk. Angel mencium pipi gue seperti pagi tadi.
"Makasi ya Tante udah nemenin Angel." Angel menggandeng tangan Appa-nya, berjalan menjauh meninggalkan gue.
Sekilas gue sempat melihat tatapan tidak suka dari Appa-nya Angel. Gue hanya bisa tersenyum. Gue maklum.
Mana ada orang tua yang mau anaknya deket sama gue. Cewek baju kaosan dan celana jins. Beberapa tato terlihat ditangan gue. Belum lagi Appa-nya Angel pernah liat gue merokok dan berkelahi. Pasti dia mikir Angel bakalan rusak kalau bergaul sama gue.
Tapi ya sudahlah. Gue gak mau mikirin. Yang paling penting, gue tulus sama Angel. Entah kenapa ada geleyer aneh yang gue rasa setiap melihat wajah polos Angel.
Gue akan berusaha sebaik mungkin supaya Angel tidak meniru penampilan gue.
"Bang Pri, dari kemarin gue liat ada mobil sedan hitam yang parkir deket sekolah. Kalau bisa lu pantau ya lewat CCTV. Feeling gue kok ga enak." tiba - tiba gue keinget sama mobil mencurigakan itu lagi.
"Siap." jawabnya.
Gue liat mobil Angel keluar dari parkiran, ketika gue masuk parkiran, Angel melambaikan tangannya dari dalam mobil dengan senyum bahagia
...🌼🌼🌼 Jangan lupa masukin list favorit ya, Like dan komen. Ngasih gift seiklasnya ajah 🌼🌼🌼...
Kasian Angel pengen ortu yg lengkap..