NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Yang Terluka

Istri Pengganti Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Balas Dendam
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Dua jam sebelum akad, Devon tiba-tiba dijebak masuk penjara. Demi harga diri keluarga, Liam terpaksa turun tangan menjadi pengantin pengganti untuk menikahi Mira Hazelya.

​Namun, malam pertama yang seharusnya indah justru berubah menjadi neraka. Liam murka saat mendapati fakta bahwa istri barunya ternyata sudah tidak lagi perawan!

​"Kau memanfaatkanku?! Kau menjebakku untuk menjadi penanggung jawab dosa orang lain?!" bentak Liam penuh amarah, siap melayangkan talak.

​Tepat sebelum Liam melangkah pergi, sebuah rahasia besar terbongkar. Noda di tubuh Mira bukan karena ia wanita murahan, melainkan bukti pengorbanan berdarah demi menyelamatkan keluarga Liam dari kehancuran.

​Saat rasa benci dalam semalam berubah menjadi rasa bersalah yang mencekik dada, sanggupkah Liam menyembuhkan luka di hati Mira? Sementara di kampus, mereka harus bersandiwara seolah tidak saling kenal!

Kita Simak Yuk Kisah Selanjutnya Di Novel => Istri Pengganti Yang Terluka.
By - Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Kepergian Liam Oliver meninggalkan dentuman pintu yang menggema kasar, getarannya merambat melalui lantai marmer hingga ke tiang-tiang ranjang kelambu yang mewah.

Kamar penthouse suite itu mendadak terasa begitu luas, kosong, dan sedingin es. Lilin-lilin aromaterapi vanilla yang menyala temaram di sudut ruangan kini tak lebih dari saksi bisu atas hancurnya malam yang seharusnya sakral.

Di atas kasur yang bertabur kelopak mawar merah, Mira Hazelya masih bersimpuh. Tubuhnya yang ramping tampak begitu ringkih di bawah sorot lampu kamar yang redup.

Ia tidak lagi mengenakan kain cadarnya. Kain sifon putih yang menjadi pelindung terakhirnya itu tergeletak mengenaskan di atas lantai, basah oleh rembesan air mata yang tak kunjung surut.

Mira menangis tergugu, menenggelamkan wajah seputih porselennya di antara kedua lutut yang ia peluk erat-erat. Bahunya yang terbalut gaun satin putih naik turun dengan ritme yang kacau, terguncang hebat oleh rasa sesak yang menghimpit dadanya.

Isak tangisnya terdengar begitu pilu, sebuah suara tangisan dari seseorang yang telah kehilangan seluruh dunianya dalam semalam, namun dipaksa untuk tetap tegak memikul beban yang bukan miliknya.

Di luar kamar, di ujung koridor yang sepi, Liam berdiri bersandar pada dinding marmer dingin. Langkah kakinya sempat terhenti. Umpatan demi umpatan kasar terus lolos dari bibirnya yang mengeras. Kemeja satin hitamnya berantakan, dan beberapa helai rambutnya jatuh tak beraturan di dahi, mempertegas kesan frustrasi yang mendalam.

"Kenapa dia tidak membantah? Kenapa dia hanya diam ?!"batin Liam, rahangnya mengatup rapat hingga urat-urat di lehernya menegang.

Sebagai pria yang memegang kendali atas logikanya, kebungkaman Mira adalah sebuah penghinaan. Jika wanita itu tidak bersalah, bukankah seharusnya dia berteriak, memaki balik, atau setidaknya memberikan satu alasan masuk akal untuk membela harga dirinya?

Namun, reaksi Mira yang hanya menangis histeris justru memperkuat asumsi kejam di kepala Liam, bahwa Mira adalah wanita bebas yang licik, yang sengaja mengincar nama besar Oliver demi menutupi noda masa lalunya.

Didorong oleh rasa penasaran yang bercampur rasa muak yang memuncak, Liam memutar tubuhnya.

Dengan langkah lebar dan penuh intimidasi khas seorang pewaris takhta yang dingin, ia kembali membuka pintu kamar dan melangkah masuk. Aura cold CEO yang melekat pada dirinya memancar kuat, memenuhi ruangan dengan ketegangan yang mencekam.

Liam berhenti tepat di tepi ranjang, menatap lurus ke arah Mira yang masih meringkuk ketakutan.

"Hentikan tangisan palsumu itu, Mira," suara bariton Liam terdengar sangat rendah, dingin, dan menusuk, tanpa ada setetes pun empati. "Suaramu membuatku muak."

Mira tersentak. Ia perlahan mengangkat kepalanya, memperlihatkan wajah cantiknya yang kini sembap. Sepasang mata bulatnya yang indah berair, menatap Liam dengan tatapan yang begitu rapuh, terluka, dan sarat akan ketakutan yang mendalam.

Bibir merah mudanya yang bergetar hebat sedikit terbuka, seolah-olah ada sebuah kalimat pembelaan yang ingin ia teriakkan ke hadapan pria di depannya.

Namun, detik itu juga, bayangan hitam dari masa lalunya mendadak berputar di kepalanya. Sentuhan-sentuhan paksa, bentakan kejam, dan kilasan peristiwa malam terkutuk yang merenggut kesuciannya kembali menghantam memorinya bagai badai.

Rasa trauma yang mendalam itu seketika mencekik tenggorokannya, melumpuhkan pita suaranya hingga tak ada satu patah kata pun yang mampu keluar.

Lebih dari rasa trauma itu, ada sebuah janji suci yang mengikat lidahnya rapat-rapat. Sebuah janji yang telah ia ikrarkan di bawah tetesan air mata kepada seseorang yang teramat penting dalam hidupnya,.janji untuk membawa rahasia malam kelam itu sampai ke liang lahat, demi melindungi nyawa orang tersebut.

"Aku tidak bisa mengatakannya... aku tidak boleh mengatakannya, bahkan jika seluruh dunia mengutukku sebagai wanita kotor," jerit Mira dalam hatinya, air matanya kian deras membanjiri pipinya.

Liam yang berdiri menjulang di hadapannya mendengus sinis melihat Mira yang kembali menutup mulutnya. Tatapan mata Liam yang setajam elang berkilat penuh kekecewaan dan kebencian.

"Lihat? Kau bahkan tidak punya muka untuk sekadar mengarang cerita bohong, kan?" Liam membungkukkan tubuhnya, mencondongkan wajah tampannya yang dingin hingga jarak mereka begitu dekat. Aroma maskulin yang mengintimidasi dari tubuh Liam mengunci pergerakan Mira.

Liam mengulurkan tangan kekarnya, mencengkeram dagu Mira dengan kekuatan yang terukur namun sarat akan penekanan.

"Kebungkamanmu ini adalah bukti mutlak kalau kau memang wanita penipu, Mira Hazelya. Kau diam karena kau tahu semua tuduhanku benar. Kau diam karena kau tahu dirimu sudah tidak berharga lagi untuk bersanding dengan keluarga Oliver!"

Setiap kata yang keluar dari bibir Liam terasa seperti bilah-bilah belati yang menghujam tepat di ulu hati Mira, mencabik-cabik sisa harga diri yang ia pertahankan mati-matian. Genggaman tangan Liam di dagunya terasa dingin, sedingin tatapan mata pria itu yang kini memandangnya penuh rasa jijik.

Mira hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan di dalam cengkeraman tangan Liam, menatap lurus ke dalam manik mata hitam suaminya dengan tatapan memohon, memohon agar pria itu berhenti mengucapkan kata-kata yang membunuhnya perlahan. Namun, ia tetap tidak memberikan pembelaan verbal sepeser pun.

"Cukup," Liam menghempaskan cengkeraman tangannya dari dagu Mira dengan gestur kasar, seolah-olah menyentuh kulit porselen wanita itu adalah sebuah kenajisan bagi dirinya.

Liam berdiri tegak kembali, membalikkan badannya membelakangi ranjang. Postur tubuhnya yang tinggi besar mencerminkan keputusasaan seorang pria yang merasa terjebak dalam sangkar emas pernikahan kontrak yang menjijikkan.

"Mulai detik ini, simpan air matamu untuk dirimu sendiri. Jangan pernah menampakkan wajah penuh air mata itu di hadapanku lagi," ujar Liam, nada suaranya mendadak berubah menjadi sangat datar, dingin, dan hampa emosi,.sebuah keputusan mutlak dari seorang penguasa yang telah menutup rapat hatinya. "Kau boleh tinggal di rumah keluarga Oliver hanya sampai kondisi kesehatan Papa stabil. Setelah itu, pastikan kau lenyap dari hidupku untuk selamanya."

Liam berjalan melangkah menuju sofa kulit hitam di ujung ruangan, merenggut selimut tebalnya, dan merebahkan tubuh atletisnya di sana dengan memunggungi ranjang.

Ia menutup matanya rapat-rapat, mencoba meredam gemuruh amarah di dadanya, meninggalkan Mira yang kembali luruh di sudut ranjang, menangis dalam kesunyian malam pertama mereka yang dipenuhi oleh kabut kesalahpahaman dan dendam yang membara.

...----------------...

To Be Continue ....

1
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
cemburu tanda cinta ...❤️
marah tandanya sayang 🤗
Arkan kamu sudah lupa dengan perjanjian itu 🤸🏼‍♀️😅
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
makanya jangan so nolak kamu Arkan jadi pusing sendiri kan 😤🤣🤣🤣
Eva Karmita
seriyus mau nanya apa nama pu nya di ganti ...??
padahal bagus Liam
Eva Karmita
kenapa namanya di ganti otor yg tadinya Liam kenapa berubah jadi Arkana. 🤔🤔🤔
Riana Utami
puasssss
makanya jangan sok berkuasa 🫤🫤
Lovita BM
kq jd Arkan Oliver namanya, bukanya Liam Oliver ????
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Lovita BM
luar biasa
Lovita BM
👍👍👍👍👍💪
Eva Karmita
kita lihat apakah liam mampu merebut hati Mira
Eva Karmita
ya Allah kasihan Mira jadi korban penculikan dan pemerkosaan 🥺
Eva Karmita
percuma menjelaskan Mira lebih baik kamu diam ... biarkan waktu yang berbicara
Eva Karmita
Liam edan main talak" aja ...awas aja nanti kamu menyesal 🥺
Dibalik Senja
Lebih baik diem mira biarkan liam dngn asumsinya krn wlupun kau membela diri dia tdk akan percaya ...talak sdh diucapkan dan mira pasti akan pergi liam tnpa dimintapun
Dibalik Senja
Tdak apa2 dicerai sdh bkn jdohnya jngn dtangisi lebih baik begitu dr pd setiap hari disiksa dan direndahkan....CEO gemblung mainya kekerasan tnpa tau permasalahan merasa pnya dinasti diluar angkasa sungguh awak gemess
N Wage
apa maksud dr paragraf "Di sana,di atas seprai putih bersih yang tertutup beberapa kelopak mawar,tidak ada tanda2 kesucian yang biasanya dst..."

emangnya seperti apa?
N Wage
bukan altar KK...meja akad😊
Lovita BM
👍👍👍💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!