NovelToon NovelToon
Me Before You

Me Before You

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:339.7k
Nilai: 5
Nama Author: RisFauzi

Tidak mudah bagi Alya untuk membuka hatinya untuk Daffa, seorang CEO muda yang memimpin perusahaan keluarga Pratama Group. Setelah pengkhianatan yang dilakukan mantan kekasihnya. Namun takdir berkata lain, sebuah kecelakaan menimpa Daffa akibat kelalaian Alya.

Alya dihadapkan pada sebuah keputusan yang akan menentukan hidup dan masa depannya.

Akan kah tumbuh cinta di hati Alya? Atau sebaliknya Daffa membenci Alya, dan menyalahkan keadaannya kepada Alya?

Penasaran? Yuk simak kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RisFauzi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Terkesima

"Selamat pagi, Pak."

   Alya melangkah masuk ke dalam ruangan Daffa setelah terlebih dahulu mengetuk pintu. Lelaki muda itu mengangkat wajahnya dari kesibukannya memeriksa beberapa berkas yang ada di meja kerjanya. Sapaan singkat itu, mampu membuatnya tertegun.

   Alya terlihat berbeda dengan potongan rambut pendek sebahu nya. Matanya yang lebar dengan bulu mata lentik tampak lebih bersinar, dan senyumnya pun terlihat lebih cerah.

   "Maaf, ini berkas yang Bapak minta. Sudah Saya siapkan, silahkan Bapak periksa," Alya kemudian menyerahkan map di tangannya yang berisi file penting perusahaan tentang data keluar masuknya barang selama tiga bulan terakhir.

  

   Daffa masih tak jua bisa mengalihkan pandangannya dari sosok Alya, terkesima melihat perubahan pada penampilan Alya.

   Bagaimana bisa dia menyembunyikan tubuh feminimnya di balik pakaian biasa dan sederhana yang setiap hari dikenakannya.

   Membiarkan rambut panjang lepeknya terurai dan selalu memakai riasan tipis sekali bahkan nyaris tak terlihat, benar-benar alami.

   "Maaf, apa ada yang salah dengan penampilan Saya hari ini, Pak? Apa Bapak keberatan Saya melepas sepatu dan menggantinya dengan sandal? Kaki Saya lecet, Pak. Dan perlu Bapak ketahui, Saya tidak terbiasa memakai sepatu hak tinggi."

   Alya merasa risih menyadari sikap Daffa  yang menatapnya tak berkedip, pipinya seketika merona merah melihat tatapan Daffa padanya.

   Kakinya sakit karena sejak dari meeting tadi pagi menahan lecet di tumitnya, dan lelaki di depannya ini masih saja bengong melihat dirinya.

   Saat sadar akan sikap nya yang membuat wanita di hadapannya itu merasa tak nyaman, Daffa berdehem mengusir rasa gugupnya.

   "Ekhem, Saya tidak keberatan sama sekali Alya. Saya suka dengan penampilan baru Kamu, terlihat cantik dan lebih feminim. Dan Kamu boleh memakai sandal itu kalau kaki Kamu sakit," sahut Daffa cepat sambil memasang senyum terbaiknya.

   Blush, pipi Alya kembali merona. Berlama-lama berada di dalam ruangan yang sama dengan lelaki ini, bisa-bisa membuat Alya jadi salah tingkah. Lelaki itu sepertinya sedang berusaha menggodanya, satu hal yang paling ingin dihindari Alya saat ini.

   "Maaf, Saya masih banyak pekerjaan. Bagaimana dengan berkas di tangan Bapak itu? Apa Saya harus menunggu Bapak selesai menanda tanganinya semua, atau ..."

   Astaga, bodoh! Alya merutuk dalam hatinya. Bagaimana bisa dia mempertanyakan tentang berkas itu pada lelaki di depannya ini, harus nya dia pergi saja setelah menyerahkannya.

   "Silahkan duduk dan tunggu disana." Daffa menunjuk sofa panjang yang berada di dalam ruangannya, dan menyuruh Alya untuk menunggunya di sana. "Biar Saya periksa dulu file nya."

   Tanpa banyak bicara atau pun membantah ucapan Daffa padanya, Alya pun melangkahkan kakinya menuju sofa panjang yang ada di belakangnya sambil menahan rasa nyeri di bagian tumitnya.

   Dua puluh menit berlalu, Alya duduk menunggu dengan sabar. Dilepasnya sandal yang membungkus kakinya, tangannya mulai sibuk mengurut betisnya yang mulai terasa keram karena terlalu lama berdiri.

   Sesekali diliriknya Daffa yang tengah sibuk memeriksa file, dengan kening nya yang terlihat berkerut. Wajah tampan itu tampak serius, dan bahu lebarnya sedikit bergoyang mengikuti gerak tangan nya yang membolak-balikkan file yang ada di depannya.

   Astaga, kenapa Aku jadi perhatiin dia, sih! Alya menggelengkan kepalanya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.

   Tiga puluh menit berlalu, Alya mulai bosan menunggu.

   "Alya," panggil Daffa mengejutkan Alya yang sedang duduk dengan wajah tertunduk menatap karpet bulu yang berada di bawah kakinya.

   "Iya, Pak." Alya segera berdiri dan berjalan menghadap Daffa, lupa kalau dirinya belum memakai sandal nya.

   "Ini file nya, silahkan Kamu bawa dan serahkan pada bagian keuangan. Dan satu lagi ..." Daffa menghentikan bicaranya.

   "Iya, Pak?"

   "Pakai sandal Kamu, Alya."

   Alya tertunduk malu, dengan cepat dia berbalik dan mengenakan sandalnya kembali. Dengan wajah tersipu malu, Alya mengambil file di tangan Daffa. Lelaki itu tersenyum lebar melihat wajah Alya yang memerah saat dirinya merasa malu, dan itu terlihat manis sekali di matanya.

   "Kalau begitu Saya permisi dulu, Pak. Makasih." Alya menganggukkan kepalanya dan berlalu dari hadapan Daffa.

   "Alya," suara itu menghentikan langkah Alya yang hendak membuka handel pintu untuk keluar dari ruangan Daffa. Alya memutar tubuhnya tanpa melepaskan genggaman tangannya pada handel pintu di depannya.

   "Jangan panggil Saya bapak, Saya belum terlalu tua untuk panggilan itu. Dan, terima kasih karena sudah mau bekerja sama dengan Saya disini. Saya sangat menghargai itu."

   Alya hanya tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya, membuka pintu dan segera berlalu dari hadapan Daffa.

   Mata Daffa tak berhenti menatap kepergian wanita itu dari hadapannya. Sudah sejak lama dia menyukai Alya, dan jatuh hati padanya.

   Wanita sederhana, mandiri, pekerja keras, selalu tampil apa adanya dengan pakaian kebesarannya. Tak pernah merasa terganggu dengan penampilan modis teman kantornya yang lain.

   Andai saja Alya mau membuka sedikit saja hatinya dan bersikap lebih manis, tentu akan lebih mudah bagi Daffa untuk mendekatinya. Tapi sepertinya dia harus bekerja ekstra lebih keras lagi, karena Alya bukan lah wanita yang mudah untuk didekati.

🌹🌹🌹

  

1
kidung mesra
nyicil dulu tor... Lik n pav nya sudah..
🦢 DARAH BIRU
😘
🦢 DARAH BIRU
😘😘😘
🦢 DARAH BIRU
😘
🦢 DARAH BIRU
😘😘😘😘
🦢 DARAH BIRU
😘😘😘
🦢 DARAH BIRU
😘
🦢 DARAH BIRU
😘😘😘
🦢 DARAH BIRU
😘😘😘😘
🦢 DARAH BIRU
😘
🦢 DARAH BIRU
😘😘😘
🦢 DARAH BIRU
😘
🦢 DARAH BIRU
😘😘
🦢 DARAH BIRU
keren
🦢 DARAH BIRU
Miss you thor
RINDU ⭕
NEXT THOR
🤗🤗🤗♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
RINDU ⭕
Like 👍👍👍👍👍👍
RINDU ⭕
Love 💜💜💜💜💜💜💜
RINDU ⭕
Alya
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
🦢 DARAH BIRU
😘😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!