Yogyakarta selalu menjadi saksi hubungan percintaan seorang gadis bernama Clara Audra.
Perbedaan keyakinan, restu orangtua, dan perselingkuhan mewarnai perjalanan cintanya.
Kini hatinya tertambat pada sahabatnya sendiri, seorang arsitek tampan bernama Daniel Ararya.
Namun, masa lalu Ararya yang selalu hadir di tengah hubungan mereka, membuat Clara menaruh keraguan dengan apa yang telah ia jalani selama ini.
Gagalnya rencana pernikahan Ayu (sahabat perempuannya) karena sebuah perselingkuhan, juga menjadikan Clara semakin ragu untuk melangkah maju di detik-detik menuju pernikahannya dengan Ararya.
Akankah Ararya mampu meyakinkan hati Clara untuk sepenuhnya menerima dirinya menjadi pasangan hidup?
Ataukah Ararya akan kembali kepada masa lalunya dan menorehkan luka yang sama pada hati seorang Clara Audra?
Kisah ini diangkat berdasarkan dari beberapa kisah nyata serta dari beberapa sudut pandang yang berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon margaretha.chi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nostalgia
🎶Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat
Penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja🎶
~Yogyakarta - Kla Project~
Suara lagu yang diputar di rumah makan itu benar-benar menggambarkan suasana hati Arya saat ini.
Arya
Ia menikmati seporsi nasi gudeg dengan seporsi ceker ayam kesukaannya, sambil terkadang menatap perempuan di depannya.
Perempuan berkulit putih yang dibalut dengan busana kerja casual, celana bermodel palazzo berwarna navy dipadu dengan belted top berwarna broken white, serta kitten heels berwarna senada dengan celananya. Wajahnya yang selalu dihiasi dengan make up tipis dan natural, selalu menjadi kesan tersendiri, yang selalu "cantik" di mata para pria, terutama dirinya.
"Sekarang kamu lagi jalan sama siapa Ra?"tanyanya di sela-sela makannya.
"Ehhmm..sekarang sih lagi jalan sama pria yang dinilai tampan oleh dirinya sendiri, datangnya dari tempat yang jauh lagi.." ledek Clara, sambil meminum es jeruknya.
"Hahahaha..dasar ! Seriusan sihh, lagi jalan sama siapa sekarang? Rendra?" selidiknya yang dihiasi dengan tawa.
"Uhukkk..whaatt??!! Kok bisa Rendra?" Clara sudah hampir menyemburkan es jeruknya.
"Yaa santai aja dong, jangan kaget gitu ! Tadi aku pas mau jemput kamu pagi-pagi, aku liat kamu udah dijemput Rendra.." ceritanya santai.
"Ya nggak gitu juga dong konsepnya donk mas ganteng, kalau aku dijemput Mas Ardhana, kamu juga mau bilang kalau aku jalan sama dia? Kamu kayak nggak ngerti aku aja.."
"Uhmm..ya trus siapa dong?"
"Nggak ada..semenjak putus dari si Robi, aku masih betah sendiri..masih takut aku, dapet yang kayak gitu lagi.." cerita Clara.
Robi itu mantan Clara yang terakhir, sudah berencana mau menikah, sebulan sebelum orangtua mereka bertemu, mereka bertengkar hebat gara-gara Robi ketahuan selingkuh, dan alhasil malah Clara yang dibentak-bentak. Pokoknya benar-benar bad ending dehh.
Ia tersenyum menatap Clara. Ia sangat mengerti kisah cinta Clara dan lelaki laknat itu.
"Ya kamu juga, cowok kayak gitu dipacarin, diseriusin lagi, malah rencana mau nikah lagi. Kan aku orang pertama yang menentang hubunganmu sama manusia itu, sebelum Mas Ardhana tau. Beruntung aja tu cowok jauh kotanya, kalau nggak udah abis tu pasti di tangan Mas Ardhana, bisa dibedah-bedah pake alat operasi dia !" jawabnya emosi kalau mengingat perlakuan mantan pacar Clara yang satu itu.
"Ya namanya juga proses hidup. Lagian sekarang dia juga udah nikah kok, sama janda yang jadi selingkuhannya pas jalan sama aku. Tapi hamil duluan dan beda kepercayaan lagi, tau deh dia siapa yang ngalah." jelas Clara.
"Hahaha..bagus dong! Aku suka jalan cerita yang begini, hobi buka segel, terus putus pakai bentak-bentak cewek. Kalau dia yang terpaksa ngalah karena harus tanggung jawab, aku lebih bahagia lagi ! Tandanya kan kamu diselamatkan sama Tuhan." ucapnya.
Arya memang bukan goodboy tapi dia termasuk cowok yang bertanggungjawab dan punya pemikiran yang luar biasa.
"Yahh, namanya juga perjalanan hidup. Everybody has a mistake, but life must go on, and have to be a better person, right ??"
"Of course !" sahut Arya dengan senyum yang mengembang.
Mendengar Clara belum memiliki pasangan, rasanya seperti mendapatkan udara segar di pegunungan, yang membuat dirinya sangat lega dan bahagia.
Keputusan dia balik ke Indonesia selain memang ingin meneruskan bisnisnya di sini, salah satunya juga ia ingin dekat dengan Clara kembali. Yahh, siapa tau bisa lebih dari sekedar sahabat ataupun pacar, calon istri lebih tepatnya.
Namun, sepertinya kecurigaannya kepada Rendra selama ini bukanlah suatu hal yang salah. Dirinya yakin, Rendra sebenarnya menaruh hati kepada Clara dari awal mereka bergabung dalam satu group paduan suara di kampusnya dulu.
................
Mobil silver milik Arya sudah terparkir manis di depan kantor Clara.
Arya lebih memilih menunggu waktu di kantor Clara sekalian melihat-lihat project kerjaan Clara, lagian sebentar lagi sudah jam 11, Rendra juga akan datang ke kantor Clara.
Clara
"Ssshhh..aduh..!"keluh Clara di sela-sela pekerjaannya, sambil memegangi mata kanannya.
Arya yang sedari tadi merebahkan dirinya di chaise lounge yang berada di salah satu sudut ruangan itu, langsung menatapnya.
"Kenapa Ra?"
"Nggak kok, mataku kayak kemasukan apa gitu, perih banget." ucapnya seraya mengerjap-ngerjapkan matanya, dengan tangan kanannya memegang tisu.
"Jangan dikucek ! Sini aku lihat, aku tiupin, siapa tahu berkurang. Tenang ababku (nafasku) wangi kok!" ucap Arya yang sudah berdiri di depannya.
"Ppffttt.."tawanya mendengar ucapan Arya barusan.
Setelah Arya meniup mata kanannya, rasanya sudah mulai lebih enak.
Tiba-tiba...
"Selamat siang..woii..woiii..sorriii..soriii.." sapa Rendra yang tiba-tiba membuka ruangan kerja Clara. Bukannya tidak mengetuk pintu, tapi pintu itu sudah terbuka sedikit alias tidak menutup sepenuhnya, jadi Rendra langsung menyelonong masuk.
Rendra
Ia cukup kaget dengan apa yang dia lihat saat memasuki ruangan itu. Pemandangan yang cukup mampu membuat hatinya memanas.
Arya yang berdiri di hadapan Clara yang sedang duduk di kursi kerjanya, dengan posisi tangan kanan Arya yang bertumpu pada sandaran tangan kursi kerja Clara, sehingga membuat tubuhnya sedikit condong maju ke arah Clara. Mereka yang sadar akan posisinya langsung membenahi posisinya.
"Nggak seperti yang anda bayangkan ya bro, mata Clara kelilipan, trus aku cuma niupin. Jadi sapu tu otak mesum !" jelas Arya seraya berjalan ke kursi yang ada di depan meja kerja Clara.
"Lhah..emang aku mikirin apa? Mesum rupamu !" timpalnya sambil menoyor kepala Arya.
"Halah..palingan juga cemburu lihat aku sama Clara.." batin Arya, sambil berpura-pura mengecek handphone nya.
Clara yang sedari tadi memilih diam. Akhirnya bersuara juga.
"Ini kita jadinya berangkat jam berapa? Terus mau bawa satu mobil atau gimana?" tanya Clara sambil memandangi bergantian dua lelaki yang sedang duduk di depannya.
"Nggak ahh..bawa mobil sendiri-sendiri aja biar nggak repot pulangnya." sahut Arya.
"Yaudahh..ayoo kalau gitu..!" ajaknya sambil beranjak dari kursi.
"Aku sama Rendra ya Ya, soalnya tadi dia yang duluan ngajak bareng." ucap Clara sambil memasukkan barang-barang ke dalam tas.
"Iya..aku mah santai.. Atau kamu mau nyetir sendiri pakai mobilku, biar aku sama Rendra juga oke..hahaha.."jawabnya sambil berjalan meninggalkan ruangan itu.
Memang itulah pembawaan dan gaya Arya, santai. Jatuh cinta sama cewek dengan pesaing banyak pun juga santai buat dia. Kalau kata orang, woles ! Dia cuma percaya, jodoh tidak kemana, yang penting sudah berusaha. Jadi, nggak perlu dibuat pusing apalagi main tonjok-tonjokan. It's big no bro !
......................
suka dech
sakha putra
reno-teman sakha
ardhana- kkak angkat Clara
narendra
arya
akeh e 😅
siapa ituuuuu,,,,,
jreng jreng jreeeeeeeeengggggggg😜😜😁😁
gooodds
gue suka gaya lo mas bro arya😜