Ini adalah cerita tentang seseorang yang kembali ke masa lalunya. Seorang pendekar kuat yang berhasil mendapatkan pusaka untuk mengulang waktu.
Sembilan tahun telah berlalu semenjak kembalinya dia ke masa lalu. Banyak hal yang telah ia ubah. Kekuatannya juga perlahan mendekat ke puncak kekuatannya di kehidupan pertama.
Namun ancaman lain akhirnya muncul. Sejarah telah berubah karena campur tangannya. Kini ia harus bersiap menghadapi musuh lain yang rumit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya Wu Xing yang Paling Cocok
Wu Xing masih berdiri dengan ekspresi membeku.
"...Tetap di sekte?"
Boqin Changing yang melihat perubahan wajah pengikutnya itu sedikit mengangkat alis.
"Apa ada masalah?"
Wu Xing langsung tersadar. Ia buru-buru mengepalkan kedua tangannya.
"T-Tidak ada, Tuan Besar. Aku siap menerima tugas apa pun."
Meskipun suaranya terdengar mantap, Long Aotian dan Yan Luo tetap bisa melihat sedikit kekecewaan yang berusaha disembunyikannya.
Boqin Changing memandang Wu Xing cukup lama. Tatapannya tenang, seolah dapat membaca seluruh isi pikiran pengikutnya.
"Aku memilihmu tetap berada di sekte ini... karena kaulah orang yang paling cocok."
Wu Xing sedikit tertegun.
Boqin Changing melanjutkan,
"Di dunia asalmu, kau adalah seorang patriak sebuah sekte besar. Kau jauh lebih memahami cara mengelola sebuah sekte dibandingkan kami bertiga."
Wu Xing terdiam mendengarkan.
"Aku ingin kau membantu Patriark Wang Zhou. Bantu ia meningkatkan kualitas Sekte Dua Pedang Petir."
"Baik dari para muridnya maupun sistem pengelolaannya."
Tatapan Boqin Changing kemudian menjadi lebih serius.
"Selain itu... keberadaanmu di sini juga sangat penting."
"Aku memang sudah melakukan berbagai mitigasi risiko dengan beberapa cara. Namun selama aku tidak berada di sekte ini, tetap harus ada seseorang yang mampu menjaga tempat ini."
"Dan menurutku.... orang yang tepat iitu adalah kau."
Wu Xing perlahan menundukkan kepala.
Kini ia benar-benar memahami alasan di balik keputusan tersebut. Di antara para pengikut Boqin Changing sekarang, memang hanya dirinya yang memiliki pengalaman memimpin sebuah sekte besar. Jika dilihat dari latar belakang masing-masing, dirinya memang merupakan pilihan yang paling tepat.
Ia kembali mengangkat kepalanya.
"Aku mengerti, Tuan Besar. Kalau begitu, aku akan menjaga sekte ini sebaik mungkin."
Boqin Changing mengangguk puas.
"Bagus. Lagipula... aku juga berencana mengusulkan namamu kepada Patriark Wang Zhou."
Wu Xing sedikit terkejut.
"Mengusulkan?"
"Ya."
"Aku akan meminta ia mengangkatmu sebagai Tetua Tamu Sekte Dua Pedang Petir. Dengan begitu, kau akan lebih leluasa membantu mengembangkan sekte ini."
Boqin Changing tersenyum tipis.
"Aku yakin Patriark Zhou tidak akan menolak permintaanku."
Wu Xing segera memberi hormat.
"Terima kasih atas kepercayaan Tuan Besar."
Boqin Changing hanya menganggukkan kepala.
Di samping mereka, Yan Luo kemudian membuka mulut.
"Kalau begitu... kapan kita berangkat?"
Boqin Changing menjawab dengan tenang.
"Tiga hari lagi."
Long Aotian sedikit heran.
"Tiga hari? Kupikir kita akan berangkat hari ini."
Boqin Changing menggeleng pelan.
"Tidak perlu terburu-buru. Kali ini kita bukan mengejar musuh yang sedang melarikan diri."
"Kita sedang melakukan penyelidikan. Persiapan yang matang jauh lebih penting daripada kecepatan."
Ketiga pengikutnya menganggukkan kepala bersamaan. Mereka memahami maksud Boqin Changing. Penyelidikan yang tergesa-gesa justru berisiko membuat pihak lawan menyadari keberadaan mereka.
Boqin Changing kemudian berbalik menuju pintu aula.
"Aku pergi dulu. Ada satu urusan yang harus kuselesaikan."
Long Aotian segera bertanya,
"Apakah ada yang perlu kami bantu, Tuan Besar?"
Boqin Changing menggeleng.
"Tidak. Kalian gunakan tiga hari ini untuk mempersiapkan diri. Pastikan tidak ada yang terlewat."
"Baik, Tuan Besar."
Setelah mengucapkan itu, Boqin Changing melangkah keluar dari aula.
Tap... Tap...
Langkah kakinya perlahan menjauh hingga akhirnya sosoknya menghilang di balik koridor. Meninggalkan Long Aotian, Wu Xing, dan Yan Luo yang kini mulai memikirkan tugas besar yang telah menanti mereka masing-masing.
...******...
Hari berganti keesokan paginya. Udara di Sekte Dua Pedang Petir masih terasa sejuk. Kabut tipis menggantung di antara pepohonan, sementara sinar matahari pagi perlahan mulai menerangi halaman-halaman kediaman para tetua.
Di dalam rumahnya, Boqin Changing telah selesai bersiap. Hari ini ia berencana menemui Patriark Wang Zhou. Selain itu, masih ada beberapa tempat lain yang ingin ia datangi sebelum keberangkatannya dua hari lagi.
Krekk...
Pintu rumah perlahan terbuka. Namun, baru saja melangkah keluar, Boqin Changing langsung menghentikan langkahnya.
Di depan halaman rumahnya telah berdiri tiga orang. Long Aotian, Wu Xing, dan Yan Luo. Ketiganya berdiri rapi sambil membawa alat pancing.
Boqin Changing memicingkan mata. Tatapannya bergantian melihat wajah mereka, lalu beralih ke joran yang mereka bawa.
Keningnya langsung berkerut.
"..."
"Apa yang sedang kalian lakukan?"
Long Aotian tersenyum lebar seolah sudah menunggu pertanyaan itu.
"Hari ini jadwal kami memancing, Tuan Besar."
Ia kemudian menunjuk Yan Luo yang berdiri di sampingnya.
"Dan ternyata Saudara Luo sangat hebat dalam memancing."
Yan Luo tersenyum canggung.
"Itu hanya kebetulan."
Long Aotian langsung menggeleng.
"Bukan kebetulan. Kemarin aku sudah mendengar cerita dari Tuan Feng. Katanya setiap kali memancing bersama Saudara Luo, hasilnya selalu luar biasa."
Boqin Changing memandang ketiganya beberapa saat. Lalu perlahan sebuah senyum tipis muncul di wajahnya.
Melihat senyum itu, Long Aotian justru merasa firasatnya mulai tidak enak. Benar saja Boqin Changing berkata dengan santai,
"Kalau begitu... bagaimana kalau aku tidak mengizinkan kalian memancing hari ini?"
"..."
Suasana mendadak hening. Long Aotian, Wu Xing, dan Yan Luo saling berpandangan. Tak seorang pun berani menjawab.
Beberapa saat kemudian, Yan Luo melangkah setengah langkah ke depan. Ia memberi hormat.
"Tentu, Tuan Besar. Kalau memang itu perintahmu... kami akan menaatinya."
Boqin Changing hanya mengangguk-anggukkan kepala perlahan.
"Bagus."
Suasana kembali sunyi. Namun tepat pada saat itu...
Krekk...
Pintu rumah kembali terbuka. Seorang pria paruh baya keluar sambil memikul sebuah joran bambu di bahunya. Di tangan satunya terdapat ember kecil berisi umpan. Itu adalah Boqin Feng.
Melihat ayahnya keluar dengan perlengkapan yang hampir sama, Boqin Changing tampak sedikit terkejut.
"Ayah? Mau ke mana?"
Boqin Feng tersenyum lebar.
"Memancing. Di sungai dekat area sekte."
"Dengar-dengar akhir-akhir ini banyak ikan besar di sana."
Boqin Changing sedikit mengangkat alis.
"Memangnya Ibu mengizinkan?"
Boqin Feng langsung tertawa.
"Hahaha... Tentu saja. Hari ini memang jadwal ayah memancing."
Ia kemudian melirik ke arah Yan Luo.
"Lagipula... hari ini ada Tuan Luo."
"Selama ada Tuan Luo... hasil memancing pasti luar biasa."
Boqin Feng kembali tertawa puas.
"Hahaha..."
Kemudian ia menatap Long Aotian, Wu Xing, dan Yan Luo.
"Ayo. Kita berangkat."
Tanpa menunggu jawaban siapa pun, Boqin Feng langsung berjalan santai meninggalkan halaman rumah menuju arah sungai.
Namun Long Aotian, Wu Xing, dan Yan Luo tetap berdiri di tempat. Tak satu pun dari mereka bergerak.
Ketiganya justru menatap Boqin Changing. Bagaimanapun juga Tuan Besar mereka tadi belum memberikan izin.
Boqin Changing melihat tingkah ketiga pengikutnya itu. Beberapa saat kemudian ia mengembuskan napas pelan.
"Haaah..."
Lalu ia melambaikan tangannya dengan pasrah.
"Pergilah."
Seolah menunggu kalimat itu sejak tadi, wajah ketiganya langsung berubah cerah.
"Terima kasih, Tuan Besar!"
"Terima kasih!"
"Kami pergi dulu!"
Belum sampai kalimat terakhir selesai diucapkan...
Swusss!
Long Aotian sudah lebih dulu berlari. Wu Xing dan Yan Luo segera menyusul di belakangnya. Mereka bertiga berlari secepat mungkin mengejar Boqin Feng yang sudah berjalan cukup jauh.
Tak seorang pun berani memperlambat langkah. Mereka benar-benar khawatir Boqin Changing tiba-tiba berubah pikiran dan mencabut izin yang baru saja diberikan.
Boqin Changing hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat pemandangan itu.
"Benar-benar..."
Ia memandang ke arah empat sosok yang kini semakin menjauh menuju sungai.
Sesaat kemudian, ia pun berbalik. Hari ini masih ada beberapa urusan penting yang harus diselesaikannya. Langkahnya kemudian mengarah ke kediaman Patriark Wang Zhou.
ta apalah !!
biar alurnya lambat asal selamat