NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Awakener Terkuat Di Akhir Zaman

Kebangkitan Sang Awakener Terkuat Di Akhir Zaman

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Zombie / Misteri / Horor
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: novelisnewbie

Arga mati di tangan zombie Tier 7 setelah 10 tahun bertahan di kiamat. Namun, dia terbangun kembali ke 30 hari sebelum wabah Necrovirus Sapiens melanda dunia. Di tubuhnya yang masih muda dan lemah, dia membawa pengetahuan 10 tahun: lokasi kejadian penting, resep ramuan awakener, cara membuat senjata tier tinggi, dan nama-nama pengkhianat yang akan menghancurkan umat manusia.

Akankah Arga mampu mewujudkan impiannya? Ataukah Arga akan gagal kembali? Ikuti terus perkembangan ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novelisnewbie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20: Menembus Jalur Bayangan Pelabuhan Surabaya

Langkah kaki Arga terdengar biasa di antara riuh penumpang yang baru turun dari kereta, tetapi pikirannya bergerak jauh lebih cepat daripada siapa pun di sekelilingnya. Surabaya menyambut pagi 25 Juni 2026 dengan udara lembap bercampur aroma asin laut, seolah kota itu sedang menyembunyikan rahasia besar di balik aktivitas pelabuhannya yang tampak normal. Tidak seorang pun memperhatikan pria berjaket kusam dengan tas ransel sederhana itu, dan memang itulah yang diinginkan Arga sejak pertama kali menginjakkan kaki di kota tersebut.

Ceklek.

Ia menarik topi hingga menutupi sebagian wajah sebelum berjalan melewati kerumunan tanpa tergesa-gesa. Identitas palsu yang telah dipersiapkannya beberapa hari sebelumnya lolos tanpa kendala ketika diperiksa petugas, sementara kendaraan umum membawanya menuju kawasan pelabuhan yang dipenuhi gudang-gudang raksasa. Dalam kehidupan sebelumnya, ia pernah melewati kota ini sebagai penyintas yang kelaparan. Kini, ia datang sebagai seseorang yang berniat mengubah arah peperangan bahkan sebelum dunia benar-benar runtuh.

Hotel yang dipilihnya berada beberapa kilometer dari pelabuhan. Tempat itu cukup sederhana untuk tidak menarik perhatian, tetapi cukup tinggi untuk memberinya sudut pandang luas ke arah kawasan industri. Dari balik jendela lantai enam, Arga membentangkan peta digital bersama beberapa lembar dokumen hasil cetakan data curian dari Sektor-9. Setiap garis koordinat, kode gudang, dan jalur distribusi segera dibandingkannya dengan kondisi nyata yang tampak di kejauhan.

Dengung.

Sensor Dimensi aktif secara perlahan, memancarkan riak energi yang hanya dapat dirasakan olehnya. Dunia di sekeliling Arga seolah berubah menjadi hamparan cahaya samar yang dipenuhi titik-titik energi dengan warna dan intensitas berbeda. Manusia biasa tampak seperti nyala lilin yang redup, sementara beberapa titik lain memancarkan sinar jauh lebih terang dengan ritme yang stabil.

Tatapan Arga berhenti pada empat sumber energi yang tersebar mengelilingi gudang utama Organisasi Hitam. Denyut mereka terasa mantap, terkendali, dan jauh lebih kuat dibandingkan anggota biasa yang pernah ditemuinya di Jakarta. Ia mengembuskan napas pelan sambil menyandarkan tubuh ke kursi, lalu bergumam lirih bahwa Organisasi Hitam benar-benar belajar dari kegagalan mereka di Bandung.

Ia tidak terburu-buru mengambil tindakan. Selama sisa siang hari, Arga hanya mengamati kawasan pelabuhan menggunakan teropong berkekuatan tinggi, mencatat jadwal kendaraan keluar-masuk, pola pergantian penjaga, hingga arah putaran kamera pengawas yang terus bergerak tanpa henti. Pengalaman bertahan hidup selama sepuluh tahun telah mengajarinya bahwa peperangan sering kali dimenangkan jauh sebelum senjata pertama diayunkan.

Klik.

Pulpen mekanis di tangannya bergerak cepat memenuhi buku catatan kecil dengan berbagai simbol yang hanya dipahaminya sendiri. Jalur patroli diberi garis merah, titik buta kamera ditandai lingkaran hitam, sedangkan posisi para Awakener musuh diberi tanda silang berwarna biru. Semakin lama ia mengamati, semakin jelas pula kesimpulan yang terbentuk di dalam benaknya.

Gudang utama itu memang sengaja dijadikan umpan. Setiap jalur masuk tampak terlalu mudah dijangkau, tetapi di balik kemudahan tersebut tersembunyi lapisan pengawasan yang nyaris sempurna. Truk-truk yang memasuki kawasan selalu diperiksa dua kali, sementara jumlah petugas keamanan berpakaian sipil jauh lebih banyak dibandingkan pekerja bongkar muat. Organisasi Hitam berharap Ghost Collector datang seperti biasanya, lalu terjebak dalam kepungan yang telah mereka persiapkan.

Senyum tipis muncul di sudut bibir Arga.

"Kalau aku menjadi diriku yang dulu, mungkin aku memang akan masuk ke sana," gumamnya sambil menutup buku catatan. "Sayangnya... kalian sedang mengejar seseorang yang sudah hidup sepuluh tahun lebih lama."

Menjelang sore, aktivitas pelabuhan mulai berubah. Beberapa kapal niaga biasa meninggalkan dermaga dan perlahan digantikan oleh kapal-kapal kargo berukuran jauh lebih besar yang memasuki area terbatas di sisi timur pelabuhan. Jalur tersebut tidak pernah tercatat sebagai pelabuhan komersial, tetapi data hasil curian dari Sektor-9 telah mengungkap fungsi sebenarnya jauh sebelum Arga menginjakkan kaki di Surabaya.

Wuuung...

Suara klakson kapal menggema panjang di atas permukaan laut ketika satu demi satu kapal berbendera asing merapat secara perlahan, dikawal kapal patroli kecil tanpa identitas resmi. Dari kejauhan semuanya tampak seperti aktivitas logistik biasa, tetapi Arga mengetahui bahwa setiap peti yang tersimpan di dalam lambung kapal memiliki nilai yang jauh melampaui emas.

Ia kembali mengaktifkan Sensor Dimensi. Kali ini, denyut energi kristal bermunculan dari dalam ratusan kontainer yang baru diturunkan. Sebagian hanya memancarkan cahaya redup, tetapi beberapa kontainer mengeluarkan resonansi yang begitu kuat hingga membuat Ruang Dimensi di dalam tubuh Arga ikut bergetar pelan.

Drrr...

Forklift dan crane bekerja tanpa henti memindahkan peti-peti logam berpendingin menuju gudang transit. Kontainer berisi makanan kering, obat-obatan, generator industri, baterai berkapasitas besar, panel surya, bahan bakar, hingga peralatan laboratorium disusun rapi dalam antrean panjang. Bahkan beberapa koper logam khusus yang dijaga oleh empat orang bersenjata diperlakukan jauh lebih hati-hati dibandingkan muatan lainnya.

Arga memperhatikan semuanya tanpa bergerak sedikit pun. Ia mengenali pola itu karena dalam kehidupan sebelumnya para penyintas selalu mengira Organisasi Hitam memperoleh logistik dari gudang-gudang tersembunyi. Kenyataannya, sebagian besar suplai mereka berasal dari jalur laut internasional yang terus bekerja diam-diam sebelum dunia benar-benar runtuh. Hari itu, untuk pertama kalinya, Arga menyaksikan sendiri mata rantai yang selama ini hanya menjadi dugaan.

Semakin malam, jumlah kontainer di gudang transit terus bertambah. Truk-truk distribusi belum bergerak karena seluruh proses pendataan masih berlangsung, sehingga semua muatan terkumpul di satu lokasi. Pemandangan itu justru membuat Arga semakin tenang karena ia sadar dirinya tidak membutuhkan sepuluh gudang sekaligus. Ia hanya membutuhkan satu momen yang benar-benar tepat.

Sementara itu, beberapa ratus meter dari lokasi tersebut, para Awakener elit Organisasi Hitam masih bersembunyi di gudang utama. Mereka terus memantau layar monitor, memeriksa sensor kristal, dan menunggu alarm berbunyi kapan saja. Pria bertubuh kekar yang memimpin operasi melirik jam di pergelangan tangannya sebelum berkata pelan kepada bawahannya bahwa Ghost Collector hampir pasti akan datang malam itu.

"Dia selalu memilih saat penjagaan paling lengah," ucapnya yakin.

Salah seorang bawahannya mengangguk mantap. "Seluruh pintu masuk sudah kami awasi. Begitu dia muncul, semua tim langsung menutup jalur keluar."

Tak seorang pun di antara mereka menyadari bahwa target yang mereka tunggu bahkan tidak pernah berniat memasuki gedung tersebut.

Di sisi lain kawasan pelabuhan, Arga turun dari hotel dan berjalan santai seperti pekerja malam yang baru menyelesaikan lembur. Ia mengenakan rompi reflektif sederhana, masker, dan helm proyek yang dibelinya di sebuah toko perlengkapan konstruksi beberapa hari sebelumnya. Penampilannya begitu biasa sehingga para penjaga hanya melirik sekilas sebelum kembali sibuk mengatur lalu lintas kendaraan yang keluar-masuk kawasan pelabuhan.

Kriet...

Arga berhenti di dekat pagar pembatas beton sambil berpura-pura mengikat tali sepatunya. Pada saat itulah Sensor Dimensi menangkap sesuatu yang berbeda dari peta yang dimilikinya. Di bawah permukaan tanah, ia merasakan gema energi lemah yang memanjang dari dermaga menuju gudang transit di belakang kompleks.

Arga menyipitkan mata. Ia segera memeriksa kembali cetak biru yang tersimpan di dalam Ruang Dimensi, lalu membandingkannya dengan struktur bangunan di hadapannya. Beberapa detik kemudian, seluruh potongan informasi itu menyatu menjadi satu jawaban yang membuat senyum tipis kembali muncul di wajahnya.

"Jalur distribusi bawah tanah..."

Lorong tersebut dibangun untuk memindahkan kontainer bernilai tinggi tanpa terlihat dari luar. Sistem rel otomatis dan konveyor tertutup memungkinkan seluruh barang berpindah langsung dari pelabuhan menuju gudang transit, sementara perhatian keamanan sepenuhnya difokuskan pada bangunan utama di permukaan. Bahkan data dari Sektor-9 hanya mencatatnya sebagai jalur utilitas biasa, seolah keberadaannya memang sengaja disamarkan.

Arga menunggu dengan sabar hingga proses bongkar muat memasuki tahap akhir. Jam demi jam berlalu tanpa tergesa-gesa, sampai akhirnya kontainer terakhir dipindahkan ke area transit sementara sebagian besar pekerja mulai beristirahat sebelum distribusi dilakukan menjelang dini hari. Suasana yang sebelumnya riuh perlahan berubah lengang, hanya menyisakan suara mesin pendingin dan deru ombak yang menghantam pemecah gelombang.

Debur...

Arga melangkah menuju bangunan utilitas kecil yang menutupi akses menuju lorong bawah tanah. Dengan memanfaatkan Ruang Dimensi, ia memindahkan baut-baut pengunci dari bagian dalam tanpa meninggalkan bekas sedikit pun. Penutup logam bergeser perlahan, lalu kembali menutup rapat sesaat setelah tubuhnya menghilang ke dalam kegelapan.

Lorong itu ternyata jauh lebih luas daripada yang ia bayangkan. Lampu-lampu putih menyala redup di sepanjang jalur rel otomatis, sementara konveyor baja masih bergerak membawa peti-peti terakhir menuju gudang transit. Tidak ada penjaga yang berjaga di sana karena seluruh sistem keamanan bergantung pada sensor elektronik yang dirancang untuk mendeteksi penyusup dari arah permukaan.

Bagi seseorang yang mampu memanipulasi Ruang Dimensi, sistem seperti itu tidak lebih dari formalitas.

Arga berdiri di balik salah satu pilar beton sambil memandangi deretan kontainer yang bergerak perlahan di hadapannya. Ruang Dimensi mulai beresonansi lembut, seolah merasakan ribuan ton logistik yang sebentar lagi akan menjadi miliknya. Ia menarik napas panjang, menghitung ritme pergerakan konveyor, lalu menunggu hingga seluruh muatan memasuki ruang transit yang sama.

Matanya memancarkan keyakinan yang dingin.

"Semua sudah berkumpul."

Pada saat yang sama, para Awakener elit masih bersiaga di gudang utama dengan senjata terhunus, menunggu Ghost Collector muncul dari pintu depan yang telah mereka kepung sejak sore. Alarm tetap sunyi, sensor tidak menunjukkan pergerakan mencurigakan, dan waktu terus berjalan tanpa tanda-tanda kehadiran target. Tak seorang pun menyadari bahwa permainan sesungguhnya telah dimenangkan bahkan sebelum mereka sempat bergerak.

Arga mengangkat tangan kanannya perlahan. Riak transparan memenuhi udara di sekelilingnya ketika Ruang Dimensi mulai terbuka semakin lebar, cukup besar untuk menelan seluruh isi jalur distribusi dalam satu operasi. Cahaya kebiruan memantul di permukaan kontainer, sementara senyum tipis kembali muncul di wajahnya.

Dengan suara yang nyaris tenggelam oleh dengung mesin konveyor, ia berbisik pelan, "Kalian menungguku di pintu depan... sementara aku sudah masuk lewat belakang."

1
adib
plot twist baru nih. tnyata kakeknya
arya_v2
lanjutkan terus ceritanya💪🏻
Rene
kalo dia mau jadi Awakener seharusnya gak terlalu butuh obat"an biasa kan?
Rene
ada cctv🤭
Rene
harusnya dikutil aja dikit dikit🤭 kan punya ruang dimensi
novelisnewbie: sikap macam apa itu, nanti kena pelanggaran kalo ngutil barang umum, tapi kalo ngutil punya villain gpp sih🤣
total 1 replies
Rene
kalo ngomong paling dibilang orang gila🤣
Rene
buat top up🤭
Rene
jelas lah bjir, cuma sebulan, bisa apa🤭 apalagi posisinya kismin
Rene
nah, mending bantai aja mereka dulu, mumpung masih jadi cunguk🤭
Rene
ya gak papa mau nagis lagi juga🤭
Rene
subrek, mungkin aku bakal ngikutin seri ini, soalnya lagi nulis genre kiamat juga🤭 semangat thor
Rene: siap💪
total 2 replies
Rene
mampir dulu🤭
Blueria
mantap, latar Indonesia 💪
novelisnewbie: iyaa karena saya udah muak sama pemerintah jadi saya buat aja genre kiamat biar kalang kabut tuh pemerintahnya wkwk, btw terimakasih banyak semoga betah👍
total 1 replies
adib
bagus..
novelisnewbie: terimakasih banyak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!