Disekian banyaknya cinta,akhirnya aku hanya memilihmu untuk kucintai.
Suatu penantian dari seorang Ibu yang terbaring lemas dan berpesan kepada seorang pria muda yang selalu merawatnya
dan menjaganya. Bernama Dirga Arbian seorang aktor terkenal diamanahkan untuk menjaga anak gadisnya, ke Dirga seorang aktor kaya dan juga CEO terkenal memaksa menikahinya. Gadis tersebut bernama Tiara Bella.Tiara adalah Gadis nan cantik,terseret banyak masalah membajirinya.Hingga gadis yang yang dibenci seorang lelaki yang sah menjadi suaminya itu.Akhirnya mencintainya setulus genangan air mengalir.Bulir-bulir air mata bisa mereka lalui karena kisah cinta mereka yang datang sendiri.Tumbuhnya cinta membuat mereka buta akan nikmatnya.Kebencian dulu,hingga kebahagian datang dan kesedihan larut dalam garam yang mereka buat.
Akankah mereka selamanya bahagia?Sama dengan cerita drama?Ayo lanjutkan membaca awal kisah mereka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Baiklah aku akan melindunginya sesuai yang Ibu minta
"Baiklah.Atasi masalah ini juga besok.Jika besok tambah banyak skandal yang tidak dibenarkan.Aku tidak akan tinggal diam.
Kamu suruh salah satu orang.Dan bayar mereka untuk memviralkan berita baikku.Jika berita sore ini tidak benar!"
Dirga menyerahkan ponsel asisten Rayyan.Rayyan menaruhnya di saku jas dan mengambil kunci mobil juga di saku celana jasnya.
"Baik Tuan!"semoga harimu setelah menikah menyenangkan Tuan.
Dirga masuk kedalam mobil dan duduk dikursi mobil.Sedangkan asisten Rayyan mengambil sekotak masker yang telah ia siapkan terus untuk berjaga-jaga apabila Tuanya membutuhkanya.Dirga mengambil dua buah masker satu untuknya dan satunya diberikan oleh Ara.Ara menerima walau tidak mengerti untuk apa.Jika banyak bicara akan selalu dianggap wanita rendahan lagi.Itu yang mengingatkanya di dalam benaknya saat ini
"Pakai!"Dirga menyerahkan masker padaku, aku mengambilnya lalu memakainya begitu juga dirinya memakai masker di dalam mobil.
"Mas.Ngomong-ngomong buat apa masker ini?"iseng mau tahu saja dia masih dingin apa gak ya.
"Jangan banyak tanya.Soal kontrak pernikahan hari ini akan berjalan.Makanya jangan banyak tanya."
Dirga mengambil map dari samping kursinya lalu membacanya.
"Pangeran es balok.Biarin nanti aku bales,lebih dari es batu."batinku kesal.
Sesampainya di area parkir rumah sakit Medika yaitu rumah sakit perawatan Bu Ella.Asisten Rayyan turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Tuanya seperti biasa.Setelah itu dengan penuh kewaspadaan Dirga sudah siap memakai masker dan juga kecamata hitam.Aneh banget,kaya orang mau ziarah ke makam saja.
"Mas.Jangan bilang kamu mau ziarahin Ibu aku di dalam rumah sakit lagi."heran saja gitu melihat orang memakai baju hitam.
"Enak saja.Sana masuk!"Dirga mendorong tubuh Ara masuk ke dalam lift.
"Aauuh...Tuan-Nona.Semoga lengeng sampai tua."
Asisten Rayyan yang dari kejauhan lift menuju terowongan rumah sakit menutup pintu mobil lalu mengemudikan mobilnya.
"Nih,bawa!"Dirga mendesakku untuk membawa buket buah.
"Iya,Mas."
Setelah pintu lift terbuka mereka berdua keluar dan dengan wajah kesal yang mengikuti Dirga.Ara belajar terseyum tapi dipaksakan.
"Bu."aku mendekat dengan Ibu lalu memeluknya yang sedang sarapan.
"Bu Ella.Ini siapa?"
Suami-istri yang dari gayanya mewah membuat Ara menoleh begitu juga Dirga yang sudah tahu kedatangan mereka tapi tidak tahu mereka.
"Oh ini.Putri saya namanya Tiara yang selalu saya omongin."Ibu mengenalkaku kepada orang yang belum aku kenal.
"Oh cantik ya.Yaudah semoga sehat selalu Mbak.Saya mohon semoga Mbak semagat dalam menjalani kehidupan.
Saya dan suami permisi mau ikut acara wisuda anak sekarang,dan gak bisa lama-lama Mbak."
"Siapa suami-istri ini.Baru kelihatan sekarang?"batinku menerawang.
"Eh Tiara.Selamat ya semoga langeng dan sampai akad nikah kalian lancar, saya gak bisa lihat akad nikah kalian maaf ya."
Aku merasa jijik jika teman Ibu memberikan ku selamat apalagi pernikahan ini.
"Iya gak apa-apa."Ibuku menyonggol lengan temanya aku dan Dirga hanya sebagai penonton untuk menyimak.
Setelah mereka berpamitan,aku mengambil kursi duduk lalu mengeserkannya ke ranjang Ibuku.Dirga melipat kedua tanganya karena tidak bisa berkata.
"Kalian sudah pakai baju pengantin.Ibu terharu lihatnya."
Bu Ella mengalirkan air mata bahagia karena anak gadisnya sebentar lagi akan menjadi milik orang lain.
"Andai ada Bapakmu disini.Ibu dan Bapak gak..,"Bu Ella menagis membulirkan air matanya aku mengusap air matanya.
"Ibu.Gak boleh nangis lagi ya.Maaf aku kurang membahagiakan Ibu.Terlebih aku selalu nyusahin Ibu."
Air mataku tidak sanggupku bendung lagi perlahan tapi pasti aku hanya bisa mengeluarkan emosiku dari air mata.
"Seharusnya Ibu yang minta maaf sama kamu nak.Ibu gak pernah ngasih kamu apa yang kamu mau.
Cukup kebahagian saja yang Ibu mau yaitu kebahagian kamu sudah bikin Ibu senang."
Bu Ella mengelus rambut lurus Ara dan menghapus air mata Ara yang mengalir deras.Menahan terus keadaan Ibunya yang sudah tidak bisa bangkit lagi dari keterpurukan hidup yang dialaminya.Tentu setiap cobaan akan berputar seperti jarum jam.Kadang bahagia,kadang sedih,
menyesal,dan lain sebagainya.Karena Tuhan yang memutuskan setiap umatnya yang ia sayangi.
"Maaf juga jika kamu tidak suka pernikahan ini.Tapi karena Dirga juga tidak punya siapa-siapa selain kamu yang bisa menjaga.
Itu sebabnya Ibu menjodohkan kalian berdua agar kalian saling melengkapi.Mungkin baru tahap pernikahan kalian harus saling tidak mengenal,benci,marah,kesal.Tapi Ibu yakin pernikahan kalian akan bahagia."
Ara mengusap cepat air matanya,dan mengerutu terus dalam hatinya mengingat sangat kesal dengan pria didepanya.
Sedangkan Dirga kerongkongnya serak dan ingin batuk tiba-tiba ia menutup mulutnya walau lupa sedang memakai masker.
"Langeng,nikah damai,pasti bahagia,kontrak pernikahan.Kenapa ada di kata-kata sehari-hari."batin Ara gerutu kesal.
Suara ketukan pintu membuat suasana menjadi hening.Dirga membukakan pintu tersebut.Ternyata ada Pak penghulu yang datang bersama asisten Rayyan.Dirga mempersilakan penghulu tersebut masuk.Ara yang melihat penghulu langsung jantungnya berdebar sangat kencang.Walau yang akan menikahi dan bersaksi duluan adalah Dirga.Tapi gak tahu kenapa aku jadi menghindar dari lingkaran suci yang gak bisa diajak main-main ini.Aku meremas gaunku yang tidak kuasa membendung air mata lagi.
"Belum juga aku sukses,membahagiakan Ibu dan Bapak yang sudah ada di surga.Dan aku juga masih ingin mengapai cita-citaku sebagai dokter.
Tapi malah jadi suster.Kenapa harus menikah sebelum sukses,kenapa?"
Aku menghampus air mataku dengan tisu karena dekat nakas dan diatasnya kotak tisu disampingku.Aku cepat-cepat mengusap air mataku agar Ibu tidak melihatku menagis.Aku tidak mau dirinya terluka sama seperti diriku yang malang dan rendahan ini.
"Nak.Kamu siapkan menikah dengan Dirga?"Bu Ella menyakinkan Ara.
"Nak Dirga kalian sudah sama-sama sepakatkan!
Dirga janji sama Ibu jaga dengan baik Ara.Sama seperti kamu menjaga saya saat ini."
Dirga menunduk dan membuka maskernya lalu memperlihatkan wajahnya.Walau tadi saat dimobil masih memakai masker setengah dari hidung.Kini semua wajahnya bertelanjangan dan menampilkan ketampananya.Ara yang melihat wajah tampan Dirga seperti sering melihatnya.Entah dimana,kini pikiranya kemana-mana tapi susah untuk berfikir.
"Baiklah aku akan melindunginya sesuai yang Bu Ella minta.
Aku juga berterima kasih saat itu Ibu menolongku dari panti asuhan.Karena aku tidak betah.Terima kasih banyak Bu!"
Dirga menuruni maskernya dan mencium kening Bu Ella yang selama ini ia sayangi,menyanyanginya sepenuh hati.
Karena sejauh ini Dirga bersyukur selalu disayangi.
Bersambung...
Mohon maaf kalau sy salah, tapi terus terang sy aga bingung mengimajinasikan reka adegannya di episode ini, terutama yg bagian akhir.. 🙏🏻
Semangat berkarya.. 💪🏻💪🏻💪🏻
lanjut tor...
ditunggu feedbacknya 🤗🦋