NovelToon NovelToon
The Goblin

The Goblin

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:146
Nilai: 5
Nama Author: Nash

Kebangkitan goblin yang akan menjadi kuat dan akan melampaui semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 06.

Mereka bedua saling berhadapan.

Para manusia yang sudah terjatuh hanya bisa melihat dari tanah, tidak ada yang mampu bergerak namun ketika mereka melihat manusia berbaju zirah itu berdiri di hadapan goblin, wajah mereka berubah "Dia..."

Pria yang sebelumnya dikalahkan goblin menatap sosok tersebut dengan penuh harapan "Dia.. Goblin slayer!"

Tanker yang masih terbaring di lumpur menoleh "Go-goblin slayer?..."

Pemanah yang terluka juga melihat lega "Kalau dia ada di sini..." ia tersenyum kecil "Kita selamat!"

Goblin slayer adalah seseorang yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pemburu goblin, ia tidak terkenal karena banyak bicara, bahkan sebagian besar manusia tidak mengetahui siapa dirinya sebenarnya.

Tidak ada yang tahu dari mana ia berasal, tidak ada yang tahu siapa namanya, tidak ada yang tahu jenis kelaminnya atau bahkan ras nya, karena wajah dan seluruh tubuhnya tertutup zirah besi, ia juga tidak pernah bekerja sama dengan kelompok tertentu, ia selalu bergerak sendirian.

Dan sudah cukup lama ia tidak terlihat, bukan karena mati, namun karena goblin yang menjadi targetnya itu sudah hampir tidak ada.

Populasi goblin semakin sedikit dari tahun ke tahun hingga akhirnya banyak manusia menganggap ras goblin telah punah, goblin slayer pun berhenti bergerak.

Sampai akhirnya rumor yang sedikit berlebihan tentang seekor goblin kuat mulai terdengar, goblin yang mampu mengahkan seorang petualang, goblin yang membunuh monster-monster kuat, goblin yang mengusai wilayah hutan, goblin yang bisa menguasai sihir, rumor berlebihan itu akhirnya sampai kepadanya.

Kini goblin slayer kembali bergerak dan untuk memastikannya langsung.

Goblin menatapnya "Dia kuat..." dalam hatinya.

Goblin slayer tidak berkata apapun dan langsung mengangkat pedang besarnya, begitupun dengan goblin yang bersiap untuk bertarung.

Swoosh!

Goblin bergerak lebih dulu, tubuhnya yang kecil melesat cepat melewati kabut dan langsung menyerang si goblin slayer tanpa ragu.

Klang!

Pedang taring dan pedang besar bertabrakan, tekanan dari benturan itu membuat air rawa sekitar bergetar kecil, goblin mendorong dengan seluruh kekuatannya, tapi si goblin slayer tetap berdiri tak bergeming.

Sraakh!

Pedang taring mengarah ke sisi tubuhnya, tapi goblin slayer menggeser tubuhnya sedikit dan menghindarinya dengan mudah, serangan balik dari goblin slayer dengan pedang besarnya yang ia ayunkan.

Goblin melompat ke belakang dengan cepat, ayunan pedang besar itu menghantam tanah "BOOM!" dan menghancurkan tanahnya. Goblin mendarat di dahan pohon sambil menatapnya "...Kuat!"

Goblin slayer bergerak maju 'Swoosh!' kali ini goblin menyambutnya.

Klang!

Klang!

Klang!

Sraakh!

Bukh!

Dua sosok bertarung di antara pepohonan, goblin menggunakan kecepatan, goblin slayer menggunakan kekuatan dan teknik.

Setiap pedang mereka bertabrakan, suara logam bergema di sekitar mereka, para manusia yang sedang cedera hanya bisa melihat mereka dengan wajah tak percaya.

"Go-goblin itu mengimbanginya??.." pemanah yang tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.

Pria lain yang terlihat mengepalkan tangannya "Sudah kubilang.. Goblin itu berbeda!"

Pertarungan masih berlangsung, goblin terlihat semakin cepat , ia bergerak di antara pepohonan, menyerang dari berbagai arah, namun goblin slayer selalu berhasil membaca serangannya.

Klang!

Swoosh!

Pedang besar terus menahan dan menangkis serangan goblin, lagi dan lagi hingga membuat goblin cukup kesal, kali ini goblin serius dan menebaskan pedang taringnya dengan kuat.

Sraakh!

Pedang taring menghantam baju zirah, namun tidak mampu menembusnya, goblin mundur dan terdiam karena merasa kalau si goblin slayer itu tidak benar-benar serius melawannya.

Sejak awal goblin slayer tidak serius, ia hanya mengamati, menguji dan melihat sejauh mana goblin di hadapannya itu mampu bertarung.

Goblin slayer mengangkat pedangnya tapi kali ini terlihat serius dan mengeluarkan tekanan yang kuat.

Swing!

Booom!

Satu ayunan pedang besar itu mengenai goblin dengan telak, bahkan tidak sempat untuk menghindar sepenuhnya.

Buk!

Tubuhnya terpental dan menghantam pohon dengan keras, goblin keluar darah dari mulutnya "...Ugh!!" goblin mencoba bangkit, kakinya gemetar tapi ia berhasil bangkit dan berdiri lagi.

Goblin slayer kembali menyerang dan goblin mencoba menghindar dengan cara melompat mundur agar jarak serangan agar membuat dirinya lebih leluasa.

Tapi goblin slayer yang sudah serius ini terlihat lebih cepat dan lebih kuat hingga berhasil menendang perut goblin.

Goblin kembali terpental berguling di tanah, namun kali ini ia bangkit lebih cepat "...Lagi!" sambil mengusap darah di ujung bibirnya.

Satu jam berlalu, dua jam berlalu, pertarungan masih belum berhenti, hutan rawa yang biasanya tenang berubah jadi medan pertempuran, pohon-pohon tumbang, lumpur berhamburan, beberapa bagian rawa bahkan menjadi genangan darah.

Goblin sudah mendapatkan banyak luka, lengannya, bahunya, kakinya, sisi tubuhnya, namun setiap kali ia jatuh, ia selalu bangkit kembali.

Jatuh lagi.

Bangkit lagi.

Jatuh lagi dan bangkit lagi.

Goblin slayer menyadari sesuatu "...." goblin yang berada di hadapannya tidak sama seperti beberapa jam sebelumnya.

Kini gerakan goblin berubah, dia lebih cepat, lebih kuat, lebih akurat, bahkan pedang besarnya itu sudah bisa dihindari dan di blokir.

Goblin sedang belajar, bukan dengan pikirannya, melainkan dengan tubuhnya, setiap serangan yang ia terima, setiap luka, setiap tekanan.

Tubuhnya beradaptasi dengan cepat.

Pertarungan terus berlanjut hingga memakan waktu sekitar 6 jam lamanya.

Kedua sosok itu sudah tidak seperti sebelumnya, goblin slayer memiliki banyak goresan di zirahnya.

Goblin memiliki luka hampir di sekujur tubuhnya.

Namun keduanya masih berdiri dan masih bertarung, para manusia yang menyaksikan pertarungan itu bahkan tidak tahu harus melakukan apa, mereka hanya takut.

"...Apa benar dia itu seekor goblin?!"

"Ba-bagaimana bisa goblin bertarung sekuat itu?!"

Goblin terlihat benar-benar aneh, matanya memerah seperti sangat marah, menggertakkan giginya dan selalu berteriak "...Lapar!!" sambil menyerang dengan cepat dan kuat.

Adaptasi tubuhnya semakin kuat, namun semakin kuat tubuhnya maka semakin besar pula kebutuhan tubuhnya itu.

Goblin slayer akhirnya kewalahan dan mendapatkan banyak goresan di zirahnya, tapi ia kembali berdiri setelah di jatuhkan oleh goblin, sekarang mereka berdua tampak seimbang dan keduanya bertarung dengan sangat serius.

Klang!

Tangan goblin bergetar dan goblin slayer menyadarinya "Buk!" pedang besar menghantam sisi tubuh goblin dan menjatuhkannya ke lumpur rawa.

"Belum... Belum selesai!" goblin bangkit lagi, namun kali ini tubuhnya benar-benar kehabisan tenaga, nafasnya sangat berat, tangannya gemetar, pedang taringnya terasa berat.

Tapi begitupun dengan si goblin slayer yang sudah tidak lagi terlihat seperti sebelumnya, beberapa bagian zirahnya retak, nafasnya juga berat.

Goblin melawan nafsunya untuk melanjutkan pertarungan ini, dan ia memilih untuk berhenti, ia tahu kalau pertarungannya terus berlanjut mungkin dirinya lah yang akan mati, lalu ia menurunkan pedang taringnya.

"..Aku kalah"

Goblin slayer tidak mengatakan apapun dan tetap maju akan menyerangnya, tapi sebelum goblin slayer itu menyerangnya, ia bergerak mundur lebih dulu.

Swoosh!

Goblin berbalik dan langsung berlari, goblin slayer tidak mengejar dan membiarkannya pergi melarikkan diri,

Tubuh kecil itu menghilang di antara pepohonan "Jangan kira ini sudah selesai... Aku akan kembali dan akan mengalahkanmu!"

Beberapa saat kemudian hutan kembali sunyi, goblin slayer masih berdiri, para manusia menyaksikan dan menatapnya, tidak ada yang berani berbicara.

Kemudian goblin slayer perlahan menurunkan pedangnya, kakinya bergetar, ia mencoba tetap berdiri namun akhirnya "Bukh!..." satu lututnya jatuh ke tanah.

Ia terdiam, nafasnya begitu berat, tubuhnya benar-benar sudah kelelahan, namun ketika menyadari para manusia sedang melihatnya, ia langsung kembali menegakkan tubuh, tidak mau menunjukkan rasa lelahnya di hadapan mereka.

Hanya diam dan berdiri seolah pertarungan tadi bukan apa-apa, para manusia itu hanya bisa menatapnya, tidak ada satu pun yang berani bertanya.

Sementara itu...

Goblin terus berlari semakin jauh meninggalkan rawa, tubuhnya kesakitan penuh luka, perutnya kosong dan kelaparan, namun pikirannya justru di penuhi oleh satu hal, yaitu manusia baju zirah alias goblin slayer.

Saat goblin menepi di sebuah batu besar ia terdiam "Aku harus menjadi lebih kuat lagi.." lalu pergi meninggalkan hutan rawa ini, karena menurutnya hutan rawa ini sudah tidak bisa membuatnya berkembang lebih kuat lagi.

"Aku harus mencari tempat yang lebih berbahaya dari hutan ini" langkahnya semakin jauh meninggalkan hutan rawa ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!