Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.
Petualangannya terus dimulai. Ia kini harus menghadapi pendekar kuat yang datang dari alam lain. Seorang pendekar yang bahkan tidak ia temui di kehidupan pertamanya.
Jalan takdir telah berbeda akibat dirinya yang telah banyak membuat perubahan sejarah.
Apakah kali ini ia akan mampu bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pasangan Guru dan Murid
Boqin Changing akhirnya keluar dari kediamannya dengan langkah santai. Ia mengenakan pakaian sederhana, sementara wajahnya terlihat tenang seperti biasa.
Di belakangnya, Boqin Feng dan Ehuang Baiye berdiri di depan pintu kediaman untuk melepas kepergian putra mereka.
"Chang'er, kali ini kau harus berhati-hati. Jangan hanya memikirkan urusan sekte dan orang lain. Perhatikan juga keselamatanmu sendiri," pesan Ehuang Baiye.
Boqin Changing tersenyum.
"Ibu tidak perlu khawatir. Aku hanya akan menemani Guru Tian menjalankan sebuah misi. Perjalanannya tidak akan terlalu lama."
"Meski begitu, kau tetap harus berhati-hati," sahut Boqin Feng. "Jangan bertindak sembarangan hanya karena merasa mampu menghadapi segala sesuatu."
Boqin Changing mengangguk patuh.
Sebenarnya, kedua orang tuanya sempat tidak mengizinkannya meninggalkan sekte lagi. Putra mereka baru saja kembali dari perjalanan sebelumnya, tetapi sekarang sudah hendak pergi lagi. Bahkan, sejak kembali ke rumah, Boqin Changing belum genap menghabiskan waktu sepuluh hari bersama mereka.
Bagi Boqin Feng dan Ehuang Baiye, waktu sesingkat itu jelas belum cukup. Mereka masih ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama putra mereka setelah sekian lama berpisah.
Namun, Boqin Changing memiliki alasan yang sulit mereka tolak.
"Guru Tian membutuhkan bantuanku kali ini. Aku tidak mungkin membiarkannya menjalankan misi sendirian jika aku bisa membantu menyelesaikannya."
Begitu mendengar nama Wang Tian, ekspresi Boqin Feng dan Ehuang Baiye sedikit berubah. Keduanya saling berpandangan sebelum akhirnya menghela napas.
Bagi keluarga mereka, Wang Tian bukan sekadar guru bagi Boqin Changing. Pria itu merupakan salah satu sosok yang paling berjasa dalam kehidupan mereka.
Ketika Boqin Changing baru berusia tujuh tahun, Wang Tianlah yang mengangkatnya menjadi murid Sekte Dua Pedang Petir. Sejak saat itu, ia pula yang mendidik dan membimbing putra mereka selama bertahun-tahun. Bahkan, lahan garapan milik Boqin Feng beserta kediaman yang mereka tempati sekarang juga diberikan oleh Wang Tian agar keluarga mereka bersedia tinggal di wilayah sekte.
Mereka tidak pernah melupakan semua kebaikan tersebut. Oleh karena itulah, ketika mendengar putra mereka hendak membantu Wang Tian, hati keduanya akhirnya luluh.
"Kalau memang untuk membantu Guru Tian, pergilah," ujar Boqin Feng. "Namun, ingatlah pesan kami. Jangan sampai kau membuat kami terus mengkhawatirkanmu."
Ehuang Baiye mengangguk, lalu merapikan pakaian putranya yang sebenarnya sudah rapi.
"Jangan terlalu lama pergi. Kami akan menunggumu kembali."
Boqin Changing tersenyum hangat.
"Baik, Ibu. Ayah juga tidak perlu khawatir. Aku akan segera kembali setelah urusan selesai."
Kedua orang tuanya mengangguk puas.
Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa Wang Tian sebenarnya tidak pernah meminta bantuan putra mereka. Justru Boqin Changing sendirilah yang mengatur agar dirinya ikut dalam misi tersebut.
Setelah berpamitan, Boqin Changing berbalik dan mulai berjalan menuju perpustakaan sekte yang juga berfungsi sebagai aula misi. Sepanjang perjalanan, beberapa murid yang berpapasan dengannya segera berhenti dan memberikan penghormatan.
"Salam, Tetua Keempat!"
"Salam, Tetua Chang!"
Boqin Changing membalas penghormatan mereka dengan senyuman ramah. Ia tidak menunjukkan sikap angkuh meskipun kedudukannya sebagai salah satu tetua sekte membuat banyak murid merasa segan kepadanya.
Beberapa murid bahkan baru pertama kali melihat Tetua Keempat berjalan melewati jalur utama sekte. Mereka saling berbisik setelah Boqin Changing berlalu, membicarakan sosok tetua yang selalu terlihat tenang tersebut.
Boqin Changing tidak memedulikan percakapan mereka. Ia terus berjalan dengan santai hingga akhirnya tiba di depan perpustakaan.
Di sana, seseorang sudah berdiri sambil melipat kedua tangan di depan dada. Orang itu tidak lain adalah Tetua Agung Wang Tian. Begitu melihat Boqin Changing, Wang Tian langsung menatapnya dengan tajam.
Boqin Changing berhenti beberapa langkah di hadapannya. Ketika melihat ekspresi gurunya, ia tidak bisa menahan tawa kecil.
"Hahaha! Guru, apakah kau sudah menunggu lama?"
Wang Tian menatapnya tajam.
"Setengah jam!"
Boqin Changing mengangkat alis, kemudian tersenyum.
"Guru memang tetap disiplin seperti dahulu. Setengah jam pun tidak mau disia-siakan."
"Berhenti mengalihkan pembicaraan!" Wang Tian menatapnya dengan kesal. "Cepat katakan, siapa murid yang kau tunjuk untuk menemaniku ke Kota Jianpeng?"
Boqin Changing memasang ekspresi seolah-olah baru mendengar pertanyaan yang aneh.
"Bukankah Guru sudah bertemu dengannya?"
Wang Tian mengernyitkan dahi.
"Belum. Sejak tadi aku berdiri di sini, tetapi tidak melihat seorang murid pun datang menemuiku."
Mendengar jawaban itu, Boqin Changing kembali tertawa kecil. Ia kemudian menepuk dadanya sendiri dengan santai.
"Kalau begitu, Guru tidak perlu mencari orang lain. Aku yang akan menemanimu."
Wang Tian tertegun. Untuk sesaat, ia bahkan mengira dirinya salah mendengar perkataan muridnya itu.
"Apa katamu?"
Boqin Changing mengangguk.
"Aku yang akan menemani Guru ke Kota Jianpeng."
Wang Tian menatap Boqin Changing dari ujung kepala hingga kaki. Ia masih belum bisa memahami bagaimana orang ini bisa mengatakan hal tersebut dengan begitu santai.
"Tunggu sebentar!" Wang Tian akhirnya berseru. "Bukankah Tetua Ling mengatakan bahwa seorang murid akan menemaniku? Sejak kapan kau menjadi murid yang harus mengikuti misi semacam ini?"
Boqin Changing tersenyum hangat.
"Guru, bukankah aku muridmu?"
Wang Tian langsung terdiam.
Ia menatap wajah Boqin Changing cukup lama, seolah-olah sedang mencoba menemukan celah untuk membantah perkataan tersebut. Sayangnya, ia tidak menemukan jawaban yang tepat.
Meskipun sekarang Boqin Changing sudah menjadi Tetua Keempat Sekte Dua Pedang Petir, satu hal tidak pernah berubah. Pemuda itu tetaplah muridnya. Wang Tian tidak bisa menyangkal kenyataan tersebut.
Namun, ketika memikirkan perjalanan panjang yang telah dilalui muridnya, ia justru merasa sedikit rumit. Ia masih ingat saat pertama kali menerima Boqin Changing sebagai murid. Kala itu, bocah tersebut baru berusia tujuh tahun. Wang Tian tidak pernah menyangka bahwa anak kecil yang dahulu dibawanya ke sekte akan tumbuh menjadi sosok luar biasa seperti sekarang.
Sejak kecil, Boqin Changing selalu menunjukkan perkembangan yang sulit dipahami. Pemahamannya terhadap berbagai hal sering kali melampaui orang-orang seusianya, bahkan terkadang membuat Wang Tian sendiri tidak tahu harus memberikan pelajaran apa lagi kepadanya.
Wang Tian memang telah mendidik muridnya itu selama bertahun-tahun. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia juga menyadari bahwa perkembangan Boqin Changing bukan semata-mata hasil dari bimbingannya. Bocah ini memiliki pemahaman dan kemampuan yang terlalu luar biasa.
Wang Tian menghela napas pelan.
"Sudah lama sekali, ya?"
Boqin Changing tersenyum lebar.
"Sepertinya terakhir kali kita menjalankan misi bersama adalah ketika Guru mengajakku mencari permata siluman."
Wang Tian terdiam sejenak, lalu mengangguk.
"Benar. Itu sudah lama sekali."
Ingatan mengenai perjalanan tersebut membuat ekspresinya sedikit melunak. Saat itu, Boqin Changing masih jauh lebih muda. Kini, murid yang dahulu selalu mengikutinya telah tumbuh menjadi seorang tetua yang bahkan mampu mengatur jalannya berbagai urusan sekte.
Wang Tian menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis.
"Baiklah. Jika memang kau ingin ikut, aku tidak akan melarangmu."
Ia kemudian berbalik menghadap jalan keluar sekte.
"Ayo, kita berangkat."
Boqin Changing segera mengikuti gurunya. Senyum tipis masih menghiasi wajahnya. Akhirnya, ia bisa kembali melakukan perjalanan bersama Wang Tian setelah sekian lama.
Bagi orang lain, misi ke Kota Jianpeng mungkin hanyalah tugas biasa. Namun, bagi Boqin Changing, kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama gurunya seperti dahulu merupakan sesuatu yang cukup berharga. Terlebih lagi, ia sudah memiliki beberapa rencana untuk perjalanan kali ini.