NovelToon NovelToon
Kau Yang Ku Rawat Hingga Sembuh

Kau Yang Ku Rawat Hingga Sembuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: SulSya

Selama 5 tahun Maya mengorbankan seluruh hidup dan cita-citanya demi merawat bagas, Suaminya yang koma dan lumpuh akibat akibat kecelakaan.

Maya harus bekerja keras banting tulang untuk biaya ruah sakit dan selalu setia menemani sang suami dengan air mata dan doa.

Akhirnya membuahkan hasil, Bagas perlahan-lahan sembuh.

Tapi apa yang Maya dapat, Setelah sembuh, Bagas mendapatan pekerjaan bagus dan ia malah menjalin hubungan dengan teman kantornya yang bernama Rania, Karena ia malu memiliki istri seperti Maya yang terlibat kusam akibat penderitaan selama bertahun-tahun.

Perceraian itu akhirnya terungkap saat Maya menemukan surat cerai di saat hari pernikahan mereka yang ke-7 tahun.

Maya pun harus bangkit dari kehidupan, pengorbanannya selama ini ternyata sia-sia, iya akan menunjukkan ketulusannya akan menjadi penyesalan terbesar Bagas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SulSya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28

Suara derit kursi kafe yang digeser terdengar pelan di antara alunan musik instrumental bernuansa jazz yang mengalun lembut.

Maya menyesap sisa kopi hitam di cangkirnya, lalu menatap tajam ke arah Arya yang duduk di hadapannya.

"Arya, aku serius," ucap Maya dengan nada suara yang sengaja direndahkan. Ia melipat kedua tangannya di atas meja, mencondongkan tubuh mendekati Arya.

"Kamu bener-bener nggak ngerasa ada yang aneh dari Rania seminggu belakangan ini?"

Arya yang tadinya asyik memainkan ponsel mendadak menghentikan jarinya. Ia mendongak, menatap Maya dengan kening berkerut tipis.

"Aneh gimana maksud kamu, May? Jangan mulai bikin asumsi aneh-aneh deh. Rania itu cuma sibuk."

"Sibuk kerja atau sibuk yang lain?" sergah Maya cepat, tidak mau mengalah. "Tiga hari lalu aku kebetulan lewat kawasan gedung perkantoran pusat tempat dia kerja.

Aku lihat mobil sport hitam Bagas terparkir di depan lobi eksekutif, dan nggak lama kemudian Rania keluar dari mobil itu bareng Bagas. Mereka berdua kelihatan akrab banget, Ya. Jauh lebih akrab dari sekadar bos dan bawahan!"

Mendengar nama Bagas disebut, ekspresi wajah Arya berubah kaku. Senyum tipis yang tadinya tersungging di bibirnya seketika memudar.

Namun, ia segera menepis rasa tidak nyaman itu dengan tertawa kecil.

"Ah, itu kan wajar, May," jawab Arya, mencoba terdengar santai walau nadanya sedikit bergetar.

"Bagas kan direktur utama di perusahaan investasi tempat Rania ditarik kerja.

Kalau bos nganterin bawahannya, atau mereka jalan bareng buat urusan klien, ya wajar-wajar aja kali. Rania kan asisten manajer sekarang."

"Manajer?" Maya mendengkus pelan, nada suaranya menyiratkan ketidakpercayaan yang mendalam. "Ya, jabatannya emang naik dalam waktu secepat kilat.

Tapi kamu nggak mikir apa, Ya? Kenapa harus Bagas? Kamu tahu sendiri reputasi Bagas di luar sana kayak gimana. Dia terkenal sebagai playboy kelas kakap yang suka mempermainkan perempuan!"

"Maya!" potong Arya setengah membentak, membuat beberapa pengunjung kafe di meja sebelah menoleh sejenak.

Sadar suaranya terlalu tinggi, Arya menarik napas panjang lalu merendahkan suaranya kembali.

"Jaga omongan kamu. Rania bukan perempuan seperti itu.

Dia pacar aku. Aku kenal dia bukan cuma seminggu dua minggu, tapi bertahun-tahun sejak kita kuliah di satu kampus yang sama."

"Justru karena aku kenal Rania, aku jadi khawatir sama kamu, Arya!" balas Maya gemas, matanya mulai berkaca-kaca karena kesal melihat ketololan Arya yang terlalu naif.

"Kamu terlalu baik! Kamu selalu ngerasa semua orang itu tulus kayak kamu.

Padahal dunia kerja di Jakarta itu kejam. Godaan materi dan kekuasaan bisa bikin siapa aja lupa daratan!"

Arya terdiam lama. Jemarinya mengetuk-ngetuk permukaan meja secara berirama, menunjukkan kegelisahan batin yang sebenarnya coba ia sembunyikan rapat-rapat.

"Aku tahu kamu sayang sama Rania, May," kata Arya pelan, menatap lurus ke dalam mata sahabatnya itu.

"Aku juga tahu maksud kamu baik, pengen ngelindungin aku dari hal-hal buruk. Tapi... kalau aku mulai curiga tanpa bukti nyata, itu sama aja aku nggak menghargai perjuangan Rania."

"Bukti apa lagi yang kamu tunggu, Ya? Tas bermerek yang dia pakai minggu lalu? Parfum mahal yang baunya melekat di bajunya tiap kali dia pulang kantor? Atau kamu mau nunggu sampai dia sendiri yang ngaku kalau dia sudah main dibelakang kamu?" cecar Maya tanpa ampun.

"Cukup, Maya!" suara Arya kini terdengar tegas, menyetop rentetan kalimat tajam Maya. "Jangan ngomong seolah-olah kamu pengen hubungan kita bertiga hancur.

Rania sayang sama aku. Semalam dia bahkan bilang kalau dia lagi berusaha keras nyari modal tambahan buat rencana masa depan kita berdua."

Maya tertegun. Ia menatap wajah Arya yang keras kepala namun menyimpan kepedihan yang dalam.

Maya tahu persis, Arya sedang mati-matian meyakinkan dirinya sendiri agar tidak jatuh ke jurang kecurigaan yang menyakitkan.

"Oke..." ucap Maya akhirnya dengan helaan napas panjang, menyerah untuk terus mendebat. Ia merapikan tas tangannya di atas pangkuan.

"Kalau itu emang keputusan kamu buat tetap percaya sama dia, aku bisa apa.

Aku cuma pengen kamu ingat, Ya... kalau ada apa-apa, kalau kamu sampai disakiti sama perempuan itu, aku orang pertama yang bakal ada di samping kamu."

Arya tersenyum tipis, meski senyuman itu terasa begitu hambar di bibirnya. Ia ikut berdiri saat Maya beranjak dari kursi kafe.

"Makasih, May. Perhatian kamu nggak pernah berubah dari dulu," ucap Arya tulus.

"Tapi tenang aja. Aku yakin Rania bisa jaga kepercayaan aku."

Maya hanya menggeleng pelan dalam hati. Ia berjalan meninggalkan meja kafe terlebih dahulu, meninggalkan Arya yang masih terpaku menatap cangkir kopi dinginnya.

Jauh di lubuk hatinya, Maya tahu persis bahwa prasangka buruk yang ia rasakan bukanlah isapan jempol belaka, melainkan pertanda dari sebuah badai besar yang sedang bersiap menghancurkan segalanya.

1
Ma Em
Bagas tdk tau diri diwaktu dia sakit Maya yg mengurusnya sekarang setelah sehat malah mau menyingkirkan Maya tanpa memberi kompensasi apapun , semoga usaha Bagas yg dia agung agungkan itu bangkrut dan menerima karma yg sangat menyedihkan karena sdh berkhianat .
SulSya
👍terimakasih kk penyemangat maya
Ma Em
Ayo Maya bangkit tunjukan pada Bagas bahwa tanpa dia Maya bisa cari uang dan sukses , buat Bagas menyesal karena sdh menceraikan mu Maya .
Ma Em
Alhamdulillah Maya selamat dan ada orang yg menolong .
Ma Em
Maya kamu kok bisa kalah dari Bagas sampai ngemis ngemis bikin malu saja , semoga Maya bisa sukses balas si Bagas buat dia menyesal dan berlutut minta maaf sama Maya tapi jgn mau untuk memaafkan nya .
Ma Em
Bagus Maya kamu hrs tegas jgn bisanya cuma nangis itu wanita lemah , Maya hrs berani buat Bagas menyesal setelah ditinggalkan sama Maya .
Ma Em
Thor yg benar nama suami Maya itu sebenarnya Bagas atau Aris jadi bingung , sebentar dipanggil Bagas sebentar dipanggil Aris .
SulSya: Rania mengaku kepada Maya bahwa nama pacar nya itu Aris kepada Maya agar tidak ketahuan sama maya
total 1 replies
Ma Em
Maya kamu jgn cuma nangis cepat bergerak dan selidiki kelakuan Bagas diluar rumah seperti apa kelakuan nya .
SulSya: iya itu, ini malah nangis aja
total 1 replies
SulSya
🙏🙏
Ma Em
Lelaki modelan Bagas yg tdk pantas ditolong sama maya dulu lbh baik biarkan saja dia cacat dan tdk bisa berjalan lagi , sungguh menyebalkan setelah sehat dan mapan malah melupakan Maya yg merawat dan banting tulang untuk membiayai Bagas .
SulSya: bener banget tuh kak, besok kita siksa dia
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!