Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.
ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak seperti biasanya
"freya bangun, hari ini saya libur" aksa membangunkan istrinya
"jam berapa ini?" freya mengucek mata dan memaksakan membukanya
Baru kali ini setelah dua bulan pernikahannya, pagi hari aksa membangunkannya dan berada di rumah
"jam lima, kita jalan-jalan di sekitar komplek terus aku antar ke kantor" aksa merasa kasihan pada freya yang kesepian. Dan hari ini aksa memaksakan libur hanya ingin menemani sang istri seharian
"males ah, besok jadwal olahragaku" freya menarik selimut lebih tinggi menutupi wajahnya
"ayo bangun atau aku bilang rahasia kita ke mami dan papi" aksa memaksa freya
"oke baiklah,, tunggu dibawah aku ganti baju dulu" freya mengusir suaminya dan segera bergegas berganti baju yang cocok untuk olahraga pagi
Hampir tiga puluh menit memilih baju, freya turun dan menemui aksa yang sedang membaca buku
"jadi ga?" berharap dibatalkan oleh aksa karena lama menunggu freya berganti pakaian
" jadi lah, sekalian cari sarapan diluar" aksa menarik tangan freya agar segera berjalan
Tak lupa keduanya pamitan pada orang tuanya, agar tak mencari atau malah masuk ke kamarnya nanti
"kuat?"
Sekitar satu kilo meter sudah keduanya berjalan, aksa memastikan freya aman
"kuat dong, aku kan suka olahraga kalau ngga lagi malas" jawab freya lalu hidungnya seperti mencium aroma enak yang menusuk dan membuat perhatiannya teralihkan
"katanya cari sarapan!" freya dua hari berada didesa yang terbiasa sarapan berat. pagi ini sudah merasa lapar
"mau jus atau roti gandum?" aksa tahu sarapan yang sering dipesan freya pada art nya
"no! Aku mau yang agak berat" freya sudah melupakan jus buah dan roti. Kali ini ingin makan yang ada nasinya
"tumben, mau nasi atau mie?" aksa menunjuk salah satu warung yang menjadi langganannya saat bosan makanan rumah
"nasi yang ada sayur buahnya, warna coklat manis ada telur sama ayamnya, apa ya namanya" freya mengingat lagi makanan yang dibelikan oleh kakak iparnya beberapa hari lalu untuk sarapan
"sayur buah? Buah apa sayang?" aksa belum pernah dengar buah disayur atau dijadikan lauk
"itu, yang ada di poster" freya melihat disebrang jalan ada warung yang posternya adalah makanan yang dimaksud olehnya
"oh, gudeg!" aksa sampai geleng kepala. Tapi aksa mengerti freya adalah putri keluarga kaya yang apapun harus diatur dan dijaga
"hm iya itu namanya, aku suka!" sejak pertama kali mencoba makanan itu freya menginginkannya lagi kali ini
"ayo, aku juga suka!" aksa melihat kanan kiri jalan lali menggandeng freya untuk menyebrang
masuk kedalam warung makan yang tidak terlalu besar tapi cukup ramai. Freya sudah memesan makanan yang diinginkannya
Keduanya duduk berdampingan dan sesekali membahas masalah pekerjaan.
"sudah jam tujuh, bagaimana kalau dibungkus aja bawa ke kantor" aksa melihat jam ditangannya,, freya harus ke kantor segera karena asistennya sudah menjemput di rumah
"iya, mila usah chat katanya ada di rumah. Pasti ngomel tuh nenek lampir" freya lebih takut pada asistennya daripada sama preman
agar lebih cepat sampai, aksa sudah meminta supir untuk menjemput dilokasi dan segera pulang untuk bersiap
"nanti aku nyusul ke kantor sekalian jemput pulang ya!" aksa mengantarkan freya sampai ke mobil
"mila, ibu bawa sarapan. Ingatkan agar segera memakannya sebelum basi" aksa mengingatkan asisten istrinya
"baik pak!"
"bye!" freya melambaikan tangan pada suaminya
Mobil berjalan menuju kantor dengan kecepatan sedang
"bu, pak aksa paket komplit ya" mila senang bosnya bahagia mendapatkan suami idaman para wanita
"apaan yang komplit?"
"ganteng, kaya, pintar, terkenal dan sayang istri" ucap mila dengan penuh semangat
"kamu juga harus dapat yang seperti itu mil" freya tak marah pada mila karena ucapannya tapi malah memberikan nasehat
sesamapinya dikantor, freya meminta agar mila menyiapkan sarapan untuknya tanpa diingatkan oleh mila
"bu tumben pagi-pagi sarapan nasi, udah ngga diet lagi?" mila sampai heran
"diamlah, jangan buat selera makan ku hilang. Sekali-kali boleh dong makan enak" freya sambil mengunyah makanan yang rasanya tak beda jauh dengan yang dimakannya di desa waktu itu
Mila membiarkan bosnya makan, dan ternyata aksa juga membawakan dua bungkus yang satunya untuk mila
"hm, kenapa baru kenal makanan ini sekarang!" freya sampai kekenyangan menghabiskan satu bungkus nasi dengan menu dan lauk komplit
"astaga, mila buatkan teh hijau ya cepat" freya merasa perutnya sangat penuh dan rasa mengantuk pun datang
"baik bu!"
"kenapa mata berat banget ini, freya memgantuk berat setelah makan"