NovelToon NovelToon
Dewa Abadi Season 2

Dewa Abadi Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Iblis / Romansa / Fantasi Timur
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Kemenangan gemilang dan gunungan harta yang dibawa pulang oleh Zeng Niu dan "Kelompok Perampok Tersenyum" ke Sekte Angin Merah harus dibayar dengan harga yang menentang surga. Kematian tragis Pangeran Pertama, Di Tian, di Lautan Bintang telah menghancurkan kedamaian Alam Abadi.

Kaisar Langit Di Shitian, penguasa Benua Tengah, terbangun dari meditasinya dengan amarah kosmik. Mesin perang terbesar dan paling menakutkan di Alam Abadi pasukan dewa dari Istana Pusat kini digerakkan dengan satu tujuan pasti: meratakan Sekte Angin Merah dan menghapus seluruh Benua Utara dari peta keberadaan.

Saat kebahagiaan sekte berubah menjadi kengerian massal, Zeng Niu tidak memiliki pilihan selain bersiap menghadapi badai kehancuran yang ia tarik sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Kunci Istana Naga Primal

Gemerincing pelan dari lempengan tembaga berkarat di atas panggung kristal itu seolah bergema di Lautan Kesadaran setiap kultivator di Paviliun Harta Semesta.

Sisa-sisa Istana Naga Primal. Sebuah mitos dari era kekacauan purba yang konon menyimpan esensi sejati dari para penguasa langit pertama. Di dalam Dantian Zeng Niu, roh pedang Lei Ling terus meraung kegirangan, mendesak Zeng Niu untuk segera merebut benda tersebut bagaimanapun caranya.

Di atas panggung, Su Xian menarik napas dalam-dalam. Wajah menawannya tampak sangat serius, menghilangkan senyum menggoda yang sedari tadi ia pasang.

"Tamu-tamu yang terhormat, Paviliun Harta Semesta telah mengerahkan tiga leluhur penilai tingkat Nirvana untuk memeriksa lempengan ini. Kesimpulannya: ini adalah kunci masuk yang sah," suara Su Xian menggema. "Namun, karena nilai dari warisan Naga Primal tidak bisa diukur dengan batu roh, pemilik asli benda ini menetapkan syarat khusus."

Kerumunan menjadi sunyi. Lelang dengan syarat khusus selalu berarti pertumpahan darah kekayaan antar monster tua.

"Pemiliknya tidak menginginkan batu roh," lanjut Su Xian. "Ia menginginkan Pil Perpanjangan Umur Tingkat Surga Puncak, atau Artefak Pertahanan Kelas Ascendant, atau rahasia warisan sepadan. Siapa pun yang bisa memberikan tawaran paling memuaskan, kunci ini menjadi miliknya!"

BLAM!

Seketika, fluktuasi Niat dari berbagai bilik Langit dan Surga meledak bertabrakan di udara. Harta ini adalah kunci menuju takdir yang bisa mengubah fondasi sebuah klan menjadi penguasa benua!

"Aku menawarkan Pil Darah Qilin Emas! Memperpanjang umur dua ribu tahun!" raung seorang leluhur dari Bilik Langit Nomor Empat.

"Aku menawarkan Zirah Cangkang Kura-kura Hitam Abadi! Artefak kelas Ascendant Menengah!" sahut suara berat dari Bilik Surga Nomor Satu.

Di Bilik Langit Nomor Satu, Zeng Niu mengetukkan jarinya ke meja giok. Ia telah menghabiskan lima puluh juta batu roh untuk Teratai Hitam, dan menukar Gulungan Surgawi serta tiga puluh juta batu roh untuk Kristal Kekacauan. Kekayaan uang tunainya telah menipis, namun perbendaharaan Istana Pusat yang ia rampok masih menyimpan beberapa kejutan mematikan.

Zeng Niu menoleh pada Penilai Utama Hua yang masih berdiri dengan wajah pucat di sudut ruangan.

"Penilai Hua, seberapa tinggi nilai sebuah Jantung Naga Bumi tingkat Ascendant yang diawetkan dalam Es Bintang Esensi?" tanya Zeng Niu santai.

Penilai Hua terbelalak. "J-Jantung Naga Bumi tingkat Ascendant?! Itu adalah vitalitas yang bisa memperpanjang umur tiga ribu tahun dan merekonstruksi fisik yang hancur! Nilainya... jauh melampaui Pil Darah Qilin Emas!"

Zeng Niu menyeringai. Ia mengeluarkan sebuah kotak giok biru dari cincin penyimpanannya salah satu harta paling berharga milik Jenderal Xue Yang yang dirampasnya. Hawa dingin dan denyut kehidupan purba seketika memenuhi bilik tersebut.

"Tawarkan ini," perintah Zeng Niu.

Penilai Hua segera menggunakan formasi transmisi suara ke panggung utama.

Di bawah sana, Su Xian yang sedang menimbang-nimbang berbagai tawaran tiba-tiba terdiam. Matanya membelalak kaget saat menerima transmisi dari Penilai Utama. Ia menelan ludah, lalu mengangkat tangannya, membungkam keributan para penawar.

"Para hadirin... Tamu Kehormatan di Bilik Langit Nomor Satu menawarkan Jantung Naga Bumi tingkat Ascendant yang disegel sempurna dalam Es Bintang!"

Seluruh aula kembali terhenyak. Bilik Langit Nomor Satu lagi?! Monster dari mana yang memiliki kekayaan dan pusaka sedemikian menakutkan, hingga terus-menerus menampar wajah klan-klan besar Langit Selatan di setiap sesi?!

Di Bilik Langit Nomor Empat, leluhur yang menawar Pil Darah Qilin mendengus marah, namun tidak bisa membalas. Sebuah jantung naga sejati tingkat Ascendant adalah sesuatu yang hanya bisa didapatkan dengan membunuh dewa naga purba!

"Tawaran dari Bilik Langit Nomor Satu diterima oleh pemilik kunci!" seru Su Xian, akhirnya menjatuhkan palu lelangnya dengan keras. "Lempengan Kunci Istana Naga Primal resmi terjual!"

Zeng Niu bersandar puas. Dengan ini, tujuan utamanya datang ke Langit Selatan telah tercapai melampaui ekspektasi. Ia tidak hanya mendapatkan kekayaan melimpah dan material untuk menyempurnakan Dantiannya, tetapi juga peta menuju evolusi Tulang Perak Asura-nya.

Satu Jam Kemudian, Pintu Gerbang Kota Awan Ungu.

Pelelangan telah usai. Jutaan kultivator berbondong-bondong keluar dari Paviliun Harta Semesta, menyebar kembali ke seluruh penjuru Langit Selatan.

Di bawah langit malam yang diterangi oleh pendaran ungu dari cangkang kura-kura purba, dua sosok berjalan santai menuju gerbang keluar kota. Zeng Niu, dengan jubah hitamnya yang menyatu dengan bayangan, dan Zhao Ying, yang memancarkan hawa dingin sedingin salju pertama.

Langkah mereka tenang, seolah tidak peduli dengan puluhan tatapan tajam yang mengawasi mereka dari kegelapan gang-gang kota. Menguasai tiga harta penutup di pelelangan tingkat kosmik sama saja dengan melukis target raksasa di punggung sendiri.

"Banyak anjing kelaparan yang mengikuti aroma kita," bisik Zhao Ying, mata birunya melirik ke arah bayangan di atas atap paviliun.

"Biarkan saja," kekeh Zeng Niu. "Pekarangan sekte kita di Utara masih butuh lebih banyak pupuk dari mayat kultivator kaya. Siapa pun yang berani melangkah keluar dari zona aman kota ini... akan menjadi donatur sukarela kita."

Mereka berdua melewati gerbang perunggu hijau. Udara malam di luar kota terasa lebih tajam, tidak lagi dilindungi oleh formasi penangkal Niat Membunuh.

Begitu mereka melangkah sejauh sepuluh batu dari perbatasan kota, memasuki hamparan Hutan Pinus Roh, langkah Zeng Niu terhenti.

SRING!

Sebuah formasi penyegel ruang bermanifestasi di udara, membentuk kubah emas yang mengurung Zeng Niu dan Zhao Ying dalam radius seratus tombak. Daun-daun pinus di sekitar mereka layu seketika akibat hawa racun yang sangat pekat.

Dari balik pepohonan, tepuk tangan pelan yang merendahkan terdengar.

"Luar biasa. Keberanian yang patut dipuji, atau mungkin sekadar kebodohan orang dusun yang tidak tahu betapa tingginya langit," sebuah suara arogan bergema.

Tuan Muda Yan Qi melangkah keluar dari kegelapan. Ia tidak lagi berada di atas kereta kencananya, melainkan dikelilingi oleh empat tetua berjubah abu-abu. Dua di antaranya berada di ranah Soul Transformation Tahap Akhir, dan dua lainnya yang berdiri tepat di sisi Yan Qi memancarkan fluktuasi yang nyaris menyentuh batas fana: Setengah Langkah Ascendant!

Klan Pil Emas telah memobilisasi pembunuh bayaran terbaik mereka untuk mencegat mangsa ini.

Yan Qi menatap Zeng Niu dengan kebencian yang mendidih.

"Kau menghinaku di gerbang kota. Kau merebut Teratai Hitam penempa jiwaku di pelelangan. Tahukah kau, di Langit Selatan ini, belum ada satu orang pun yang berani membuat Tuan Muda Klan Pil Emas kehilangan muka dan masih bisa bernapas keesokan harinya!" desis Yan Qi.

Zeng Niu tidak tampak terkejut. Ia bahkan tidak mencabut tangannya dari balik jubah. Ia hanya memiringkan kepalanya, menatap Yan Qi dengan pandangan iba yang justru semakin membakar amarah tuan muda itu.

"Empat anjing tua tingkat Soul Transformation dan satu anak anjing yang menyalak," Zeng Niu menghitung dengan jari. Ia menghela napas kecewa. "Kukira Leluhur Ku Mu dari Lembah Racun juga akan datang. Ternyata hanya lalat kecil ini."

"Lancang!" raung salah satu Tetua Setengah Langkah Ascendant. "Di dalam formasi penyegel ruang kami, bahkan seekor naga pun harus melingkar menjadi cacing! Tuan Muda, beri perintah, dan aku akan mencabut lidahnya!"

Yan Qi tertawa sinis. Ia menunjuk Zhao Ying dengan kipasnya. "Bunuh pria barbar itu, potong kakinya, ambil semua cincin penyimpanannya. Tapi sisakan wanita es itu hidup-hidup. Aku akan menjadikannya kuali pemurnian ganda untuk menebus kerugianku malam ini!"

Mendengar kalimat terakhir Yan Qi, keheningan tiba-tiba turun menyelimuti hutan tersebut.

Bukan keheningan biasa, melainkan terhentinya suara angin, suara jangkrik, dan bahkan suara detak jantung.

Zhao Ying menyipitkan matanya. Hawa dingin yang setara dengan kutub abadi mulai merembes dari ujung gaunnya. Namun, sebelum dewi es itu bergerak, Zeng Niu melangkah satu tapak ke depan.

KRAAAAAK!

Tanah di bawah kaki Zeng Niu hancur berkeping-keping. Niat Jurang Ketiadaan miliknya, yang kini didorong oleh kekuatan Benih Dunia dan Kristal Kekacauan, meledak tanpa peringatan!

Langit malam yang cerah seketika berubah menjadi gelap gulita. Awan-awan di atas Hutan Pinus Roh tersapu bersih.

Zeng Niu perlahan mengangkat kepalanya. Mata sebelahnya memancarkan emas kegelapan, sementara mata lainnya memancarkan petir ungu yang liar. Fluktuasi yang menguar dari tubuhnya bukan lagi berada di ranah Soul Transformation, melainkan kekuatan murni yang setara dengan Ascendant Sejati!

Keempat tetua pembunuh Klan Pil Emas langsung gemetar hebat. Formasi penyegel ruang yang mereka banggakan retak hanya karena Zeng Niu mengambil napas!

"K-Kekuatan apa ini?! Dia menyembunyikan ranahnya?! Dia seorang Ascendant?!" jerit salah satu tetua Setengah Langkah Ascendant, keberaniannya menguap tanpa sisa.

Yan Qi jatuh terduduk, kakinya lemas tak bertulang. Kipas gioknya terlepas dari tangannya. Kesombongan yang membatu di wajahnya kini retak, digantikan oleh teror fana.

Zeng Niu tidak mencabut Nisan Petir Asura. Untuk sekumpulan semut yang berani merendahkan wanita miliknya, menggunakan pedang adalah sebuah penghormatan yang tidak pantas.

Zeng Niu mengangkat tangan kanannya, lalu mengayunkannya ke arah udara kosong dengan gerakan seolah menampar lalat.

[Domain Asura!]

BAM!

Sebuah cetakan telapak tangan hitam raksasa bermanifestasi dari kehampaan, melesat dengan kecepatan yang melanggar hukum ruang.

Dua tetua Soul Transformation Akhir yang mencoba menangkis bahkan tidak sempat berteriak. Tubuh mereka meledak menjadi kabut darah saat telapak tangan itu menghantam mereka! Zirah tingkat bumi yang mereka kenakan hancur menjadi debu.

Dua tetua Setengah Langkah Ascendant memuntahkan darah esensi mereka, membakar umur mereka demi mengaktifkan perisai pil emas.

KRAAAASSH!

Perisai itu hancur layaknya kertas basah. Keduanya terlempar sejauh puluhan tombak, menabrak pohon-pohon pinus purba hingga tulang punggung mereka remuk, sekarat dalam satu serangan!

Hanya Yan Qi yang tidak terkena hantaman telapak tangan itu. Bukan karena ia kuat, melainkan karena Zeng Niu sengaja membiarkannya.

Zeng Niu berjalan perlahan melintasi kawah darah yang baru saja ia ciptakan, langkahnya menggema layaknya detak jam kematian. Ia berhenti tepat di hadapan Yan Qi yang kini gemetar, merangkak mundur sambil menangis ketakutan.

"T-Tolong... ampuni aku... Aku Tuan Muda Klan Pil Emas! Ayahku seorang Ascendant! Kakekku akan..." racau Yan Qi histeris, celananya basah oleh ketakutan yang menjijikkan.

Zeng Niu berjongkok, mensejajarkan wajahnya dengan pemuda arogan itu. Senyum algojonya yang sedingin es neraka membuat jiwa Yan Qi serasa dibelah dua.

"Tadi kau bilang... kau ingin menjadikan wanitaku sebagai kuali pemurnian?" bisik Zeng Niu, suaranya sangat pelan, namun terdengar seperti raungan iblis purba.

Zeng Niu mencengkeram rahang Yan Qi. Dengan satu gerakan yang sangat halus dan tanpa ampun, Sang Algojo mengalirkan Niat Ketiadaannya langsung ke dalam Dantian sang tuan muda.

PRANG!

Bunyi sesuatu yang pecah terdengar dari dalam perut Yan Qi. Inti Emas Nascent Soul miliknya dihancurkan menjadi debu, memusnahkan seluruh kultivasi yang ia kumpulkan seumur hidupnya.

"GAAAAAAARRGGHHH!" Yan Qi menjerit dengan suara yang nyaris merobek tenggorokannya sendiri. Rasa sakit dari Dantian yang dihancurkan seratus kali lebih buruk daripada disiksa ribuan pisau.

Zeng Niu melepaskan cengkeramannya, membiarkan pemuda yang kini tak lebih dari manusia cacat itu berguling-guling di tanah berlumuran darah.

"Kembalilah pada ayah dan kakekmu, serangga kecil," ucap Zeng Niu dingin, berdiri dan menepuk debu dari jubahnya. "Katakan pada mereka, jika Klan Pil Emas tidak puas dengan tamparan ini, mereka tahu di mana harus mencariku. Aku adalah algojo dari Utara, dan aku memiliki sangat banyak ruang di pedangku untuk leher mereka."

Zeng Niu memutar tubuhnya, berjalan kembali ke arah Zhao Ying yang masih berdiri tenang tanpa setitik pun debu menempel di gaunnya. Zeng Niu mengulurkan tangannya, dan Zhao Ying menyambutnya dengan senyum tipis yang mematikan.

1
Abidin Ariawan
kalo dari Utara semut ,, lha putra mu apa🤣,, mosok gajah. udah pikun
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
hancurrrrkannnn sudahhhhhhh...
saniscara_Patriawuha
serapppppppp semuaaaaa.....
saniscara_Patriawuha
gassssdddd keunnnnnnn deuiiiiii...
Rhaka Kelana
harusnya sungkem atau cium tangan sama bapak mertua bukan malah ngajak gelut...ajak ngopi bareng...kena sentil kan..🤣🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
lumayannnnm lahhhh...
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!