NovelToon NovelToon
Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Status: tamat
Genre:Evolusi dan Mutasi / Reinkarnasi / Action / Zombie / Hari Kiamat / Antagonis / Tamat
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: mamang to get her....

"Kecantikan tak bisa memakan racun kiamat, dan jabatan tak bisa membendung gigitan mayat."

Bereinkarnasi satu tahun sebelum bencana wabah The Them pecah, Thomas—seorang pria asal Indonesia—memilih jalan kelam demi bertahan hidup. Bergabung dengan sindikat perdagangan manusia, ia membiarkan tangannya berlumuran darah, memburu wanita-wanita Jepang untuk dijual kepada para pejabat demi satu tujuan: mengumpulkan modal tanpa batas.

Seluruh uang haram itu ia sulap menjadi sebuah Fortress Mansion bernilai miliaran yen di puncak pegunungan dekat SMA Fujimi—benteng pertahanan baja mandiri yang dilengkapi teknologi tinggi, stok logistik melimpah, dan persenjataan lengkap yang dapat dioperasikan seorang diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamang to get her...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 Penyerapan Kristal Dan Kekuatan Baru

Thomas berdiri di dalam ruang sterilisasi Fortress Mansion, memegangi tang bertangkai panjang yang menjepit Kristal Zombie keunguan itu. Di bawah sorotan lampu LED ultra-terang, kristal seukuran ibu jari tersebut tampak berkilau tajam, memancarkan denyut cahaya redup yang bergerak selaras dengan ritme yang hampir tak kasat mata.

Ia meletakkan kristal itu di atas nampan baja, lalu membersihkan sisa-sisa cairan busuk menggunakan larutan alkohol murni. Begitu noda darah terangkat sepenuhnya, pendaran warna ungu di dalam kristal menjadi makin jernih, menyerupai batu mulia berenergi murni.

"Kristal Tier 1 dari mutasi hewan," gumam Thomas pelan.

Di dunia lama, manusia mengorbankan waktu, kesehatan, dan harga diri hanya untuk mengejar lembaran uang Kertas atau jabatan sementara. Namun mulai hari ini, batu kecil di depannya inilah yang menentukan siapa yang berhak hidup dan siapa yang pantas menjadi mangsa.

Thomas melepaskan sarung tangan taktisnya. Ia tahu risiko menyerap Kristal Zombie tanpa persiapan. Jika fisik seorang manusia terlalu lemah atau mentalnya rapuh, energi tak dikenal di dalam kristal bisa merusak sistem saraf atau bahkan memicu infeksi mutasi. Namun, Thomas telah menempa fisiknya selama satu tahun penuh dengan latihan ekstrem dan pengalaman bertarung berdarah.

Ia mengambil kristal yang sudah bersih itu langsung dengan telapak tangan telanjangnya.

BZZZZT!

Seketika, sensasi dingin luar biasa merambat cepat dari telapak tangannya, menembus pembuluh darah, dan mengalir deras menuju jantungnya! Thomas memejamkan mata, mengencangkan rahangnya rapat-rapat ketika rasa hangat yang membakar menyusul gelombang dingin tersebut.

Jantungnya berdegup dengan kencang: DUM! DUM! DUM!

Pori-pori kulitnya mengeluarkan keringat dingin bercampur sedikit cairan hitam berbau sengit—impuritas tubuh yang terdorong keluar oleh pembersihan energi kristal. Otot-otot di lengan, dada, dan kakinya bergetar halus, berserat rapat seolah-olah ditata ulang menjadi lebih padat dan efisien.

Kristal keunguan di genggamannya perlahan melepaskan pendaran cahayanya, retak menjadi serbuk halus, lalu menguap menjadi abu tak berguna yang jatuh menembus sela-sela jarinya.

Proses itu berlangsung selama sepuluh menit yang menyiksa. Ketika Thomas membuka matanya kembali, pupil matanya berkilat lebih tajam dari sebelumnya.

Ia mengepalkan tangan kanannya.

BLETAK!

Suara buku-buku jarinya berderet nyaring. Thomas melangkah ke area pusat latihan fisik di dalam bentengnya. Tanpa pemanasan, ia mendekati samsak tinju khusus berbahan kulit sintetis tebal yang terisi pasir baja berat.

Ia mengambil kuda-kuda, lalu melayangkan satu pukulan lurus tanpa ayunan lebar.

DUAAMMM!

Samsak pasir berbobot 150 kilogram itu terlempar ke belakang dengan sudut kemiringan ekstrem, menghantam dinding pelindung dengan dentuman keras yang menggetarkan lantai beton. Kulit luar samsak itu robek, memperlihatkan bekas tinju Thomas yang melesak dalam.

"Kekuatan fisik meningkat hampir dua kali lipat... Refleks dan ketajaman visual juga meningkat signifikan," analisis Thomas sembari memperhatikan telapak tangannya sendiri.

Kini, ia bukan lagi sekadar manusia biasa yang terlatih. Ia telah melangkah masuk ke dalam tahap Evolusi Tier 1.

Thomas berjalan menuju cermin dinding. Ia melihat pantulan dirinya: wajah yang dingin, mata yang tajam bagaikan pemburu malam, dan postur tubuh yang memancarkan aura dominasi mutlak.

Ia memikirkan kelompok Takashi, para guru, dan orang-orang yang dulu merasa aman di balik status sosial mereka. Di luar sana, di kota yang hancur, mereka mungkin sedang panik memperebutkan sisa-sisa biskuit basi atau bersembunyi ketakutan di balik pintu kayu yang rapuh. Sementara di sini, Thomas baru saja mengambil langkah pertama menuju puncak hirarki baru dunia.

"Ini baru permulaan," bisik Thomas dingin sembari meraih kembali parang hitamnya. "Dunia ini milik mereka yang berdarah dingin dan memiliki kekuatan mutlak."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!