NovelToon NovelToon
Karma Sang Pelakor (Sistem Balas Dendam)

Karma Sang Pelakor (Sistem Balas Dendam)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Sistem
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ucum_alattas

Di saat dunia memilih memihak yang kuat, Seline hadir bersama Sistem Balas Dendam untuk menghukum mereka yang lolos dari hukum.

Ia akan merayu pria yang paling dicintai targetnya, meruntuhkan kepercayaan, mematahkan kesetiaan, lalu membiarkan para pelaku menyaksikan kebahagiaan yang mereka bangun di atas penderitaan orang lain runtuh dengan tangan mereka sendiri.


Ia bukan malaikat. Bukan pula iblis.
Ia adalah keadilan yang gagal diberikan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucum_alattas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

“Selina, kau sudah pulang_oh, kalian bersama?” mata Helena sedikit berkerut saat melihat Maxime juga muncul bersama dengan Selina.

Selina yang langsung menjauhi Maxime semenjak mendengar suara kakanya itu mengangguk. Ia bahkan menunduk, tak berani menatap Helena sama sekali.

Tindakannya yang seperti itu membuat Maxime merasa semakin bersalah. Ia bahkan mulai tak mempedulikan Helena.

“Max, aku pikir kau akan kembali nanti. Aku tak menyangka, kau akan muncul bersama dengan adikku. Apa kalian bersama?” tanyanya dengan senyum lembut.

Namun, Selina yang sejak tadi diam tahu dengan jelas, kakaknya mulai menatapnya dengan tatapan berbeda.

“Aku tidak sengaja lewat, dan di sana aku melihat Selina sedang menunggu bus. Jadi, aku membawanya,” jelasnya dengan nada tenang.

Helena yang mendengar itu masih tersenyum. Ia mengangguk, kemudian menatap adiknya yang hanya menunduk tak berani menatapnya.

“Selina, bukankah sudah kakak katakan. Panggil taxi online, kenapa kau harus naik bus,” ucapnya penuh perhatian.

Maxime yang melihat itu diam diam menghela nafas. Matanya menatap ke arah Selina dengan pandangan lembut.

“Apa Selina selalu naik bus?” tanyanya penasaran.

Helena yang mendengar pertanyaan itu menolehkan kepala. Ia mencoba tetap tenang. Namun, semenjak ia melihat Maxime kembali dengan Selina, dan bagaimana Maxime menatap Selina, sekaligus ketakutan di wajah Selina, ia tak bisa tenang.

“Ya, selama ini dia memang menggunakan bus. Aku sudah berbicara agar dia menggunakan mobil di mansion, dan membiarkan supir mengantarnya. Tapi, dia selalu menolak,” jawabnya dengan tatapan tak berdaya.

Alis Maxime berkerut. Seolah mengambil keputusan besar, ia menghela nafas panjang. “Kalau begitu, mulai sekarang aku yang akan mengantar dan menjemput Selina,” putusnya yang membuat Selina langsung menoleh dengan mata melebar.

Sementara Helena yang mendengar itu terdiam. Senyum yang ia pertahankan benar benar berubah kaku.

Namun, wajahnya yang sudah ia latih puluhan tahun dengan mudah ia kendalikan.

“Oh, apa itu tidak akan merepotkanmu. Bagaimana kalau aku yang mengantar adikku mulai sekarang. Toh, aku juga tidak memiliki pekerjaan,” kata Helena lembut.

Namun, Maxime bahkan tak menatapnya, atau mendengarkan kata katanya. Mata pria itu hanya menatap Selina. Membuat Helena yang melihat itu semakin merasa gelisah.

“Tidak perlu, aku ... aku lebih suka berangkat menggunakan bus. Kakak ipar, terimakasih atas tawaranmu. Dan kak Helen, terimakasih juga atas perhatian kakak. Tapi, aku benar benar ingin mandiri,” ucap Selina yang diam diam membuat Helena menghela nafa lega.

Namun, tidak dengan Maxime. Alisnya berkerut semakin dalam. Namun, ia tak bisa mendesak Selina begitu saja, terlebih di depan Helena.

“Aku kekamar dulu,” ucap Selina yang langsung bergegas pergi.

Seolah, ia ingin segera menjauhi suasana yang mencekiknya.

Helena yang melihat Selina yang berlari begitu saja menghela nafas pelan. Tatapan matanya kini beralih pada Maxime.

Pengalamannya menggoda para pria di luar sana membuatnya tahu dengan jelas, Maxime belum menyukainya. Tapi, hal itu semakin membuatnya tertarik, dan semakin kekeh ingin menaklukannya.

“Max, apa kau ingin aku siapkan air hangat?” tanyanya lembut penuh perhatian.

Namun, Maxime yang masih menatap punggung Selina yang sudah menghilang itu sama sekali tak mempedulikannya.

“Max,” panggil Helena lagi.

Maxime memijat pangkal hidungnya. Matanya menatap Helena yang masih menatapnya dengan pandangan lembut.

“Apa kau ingin aku menyiapkan air hangat untukmu?” tanyanya lagi.

“Tidak perlu,” tolaknya yang langsung meninggalkan Helena begitu saja.

Helena yang dilewati Maxime mengepalkan tangannya kuat. Kukunya menancap apik di telapak tangannya. Membuat wajahnya yang biasanya selalu menunjukan senyum lemah lembut terlihat menyeramkan.

“Sabar, ini hanya karena kita yang belum menyempurnakan pernikahan. Jika kita sudah melakukan malam pertama, dia tidak akan bersikap dingin seperti ini,” gumamnya mencoba menangkan diri.

“Aku juga sudah melakukan operasi untuk mengembalikan kep3rawanaku. Jika kita melakukannya malam ini, dan dia tahu aku masih p3rawan, dia akan lebih memujaku,” tambahnya yang sudah memikirkan semuanya.

Untuk pria seperti Maxime, jika dia tahu istrinya bukan wanita p3rawan lagi, harga dirinya akan diinjak injak.

Jadi, semenjak ia tahu akan menikah dengan maxime, ia langsung memutuskan untuk melakukan operasi perbaikan satu minggu sebelumnya.

Ia yang sudah terbiasa dengan kehidupan bebasnya, harus menahan diri hampir enam bulan hanya untuk mempertahankan k3p3rawannya yang menghabiskan ratusan juta ini.

“Malam ini, aku akan membuat dia bertekuk lutut,” putusnya yang begitu yakin.

Ya, selama ini, setiap pria yang sudah pernah menghabiskan malam dengannya tak akan pernah lepas. Begitu dengan Maxime ‘kan?

***

“Dimana adikmu?” tanya Maxime yang tak melihat Selina di ruang makan.

Helena yang mengingat rencananya malam ini sedikit mengerutkan kening. Namun, ia mencoba terlihat tenang.

“Oh, Selina mengatakan jika ia harus mengejarkan tugas kampus. Aku sudah meminta pelayan untuk mengirimkan makanan ke kamarnya.”

Nafsu makan Maxime tiba tiba menurun. Semenjak ia menjemput Selina, ia tak lagi melihat wanita itu lagi. Ia benar benar kehilangan semangatnya.

“Max_”

“Aku sudah kenyang. Aku akan ke ruang kerjaku. Jika kau mengantuk, kau bisa langsung tidur. Kau tidak perlu menungguku,” sela Maxime cepat.

Helena yang mendengar itu berkedip. Matanya menatap Maxime tak percaya. Ia bahkan sudah berpenampilan semenarik ini, tapi suaminya sama sekali tak memperhatikannya.

***

Tok ... Tok ...

Suara ketukan pintu itu membuat Maxime yang berusaha fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya itu mengerutkan kening.

“Max, aku masuk ya,” ucap Helena dari luar.

Sebelum maxime mempersilahkannya, suara pintu terbuka, disusul oleh Helena yang muncul dengan tangan membawa gelas berisi su*u hangat itu muncul. Bukan hanya itu, gaun malam yang cukup tipis membuat Maxime mengerutkan kening lebih dalam.

“Max, aku membawakanmu s*su. Minumlah selagi hangat,” ucap Helena tersenyum lembut.

Maxime hanya diam. Ia tak bergerak dengan mata menatap lurus ke arah Helena yang seolah tak menyadari jika penampilannya benar benar terbuka.

“Max,” panggil Helena lagi.

Matanya menatap Maxime yang hanya diam dengan mata menatap ke arah tubuh Helena. Melihat itu, diam diam Helena merasa puas.

“Max, apa kau baik baik saja?” tanyanya lembut.

Ia bahkan sengaja menunduk, memperlihatkan area tubuh atasnya lebih jauh di depan Maxime.

“Selama di depannya masih seorang pria, dia tidak akan bisa lepas dari godaanku,” bisiknya merasa puas saat melihat Maxime yang terpaku padanya.

***

Di dalam kamar, Selina yang tampak tenang mengerjakan tugasnya itu mengerutkan kening saat mendengar sistem berteriak di telinganya.

[“Tuan, anda harus segera datang ke ruang kerja Maxime. Helena sedang menggodanya, dan berusaha mengajaknya untuk menyempurnakan pernikahan]

Alis Selina terangkat sebelah. “Apa salahnya?”

[“Tuan?”]

“Jika Maxime tidur dengan Helena, itu hal yang wajar. Dia istrinya. Apa salahnya. Selain itu, misiku hanya untuk membuat Helena merasakan kehancuran korban korbannya. Bukan mencegahnya untuk berhubungan badan dengan Maxime kan?”

Wajah Selina benar benar tenang. Seolah, semua yang dilakukannya saat ini benar benar hanya untuk misi, tidak untuk yang lain.

1
irena
sedikit banget thor... nanti deh saya simpan dulu episodenya... klo perlu sampai tamat baru saya baca lagi...
irena: iya makanya.. saya tunggu selesai dulu.. habis klo satu bab dibaca.. bikin greget
total 2 replies
irena
sedikit banget thor..
Althoza_$: udah 1000 kata lebih itu KK 🙈
total 1 replies
irena
kapan terbongkar busuknya Helena.. supaya mamanya max semakin menyesal krn sudah memilih Helena..
Althoza_$: besok KK, sabar ya 😄
total 1 replies
irena
saya jadi ga suka thor,. klo ceritanya kayak gini.. si Helena sama mamanya max menang... saya ingin si mama max kapok dan Helena dipermalukan... bukan menang karena disentuh sama max sesuai obsesinya..
Althoza_$: tunggu bab selanjutnya, KK 😄 maaf ya kalau bikin emosi bab ini
total 1 replies
irena
klo sampai si Helena tidur sama max.. berarti Helena menang krn dia memang ingin sekali tidur sama suaminya.. kan itu obsesinya
irena
jangan dong thor.. sampai tidur dengan maxim.. harusnya datangkan saja dokter yg pernah mengoperasi keperawana si Helena.. supaya si max jijik. jng sampai menyentuh Helena.. jadi ga seru dong klo tersentuh sama Helena.. max sudah pernah tidur sama si selena yg gadis..
irena: ok... 💪💪💪
total 2 replies
irena
harus terbongkar sifat pelakor nya dulu Helena.. supaya mamax max tau.. klo Helena sudah dua kali jd pelakor.. dan dia bukan perawan.. tapi sudah operasi
irena
biar ibunya max jijik sama Helena... dan menganggap karma buat helena
irena
bongkar kebusukan Helena.. klo perlu di viralkan.. yg harus tau lebih dulu ibunya max
irena
kenapa ga dibongkar sekalian kelakuan si Helena kalo dia juga pernah jadi pelakor dia kali.. bahkan sengaja jadi pelakor untuk sahabat nya.. klo perlu si max cari tau tentang Helena.. supaya dia bisa semakin membuat Helena tertekan ga bisa melawan
Althoza_$: tunggu part terbongkar nya ya kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!