NovelToon NovelToon
TAI CHU : KITAB TAKDIR

TAI CHU : KITAB TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Spectree Je

Saat semua pendekar berkumpul untuk berebut kekuasaan, seorang anak gembala datang membawa akhir dari dunia mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Spectree Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 - PERPISAHAN DI PUNCAK HUASHAN DAN KISAH PANGERAN YANG MATI 15 TAHUN LALU

Api unggun di Puncak Teratai Emas berkedip-kedip ditiup angin gunung.

Ratusan anak panah beracun milik Istana Beijing masih menancap di tanah, patah menjadi debu di sekitar jejak kaki pria bertopeng perunggu itu. Pasukan berbaju zirah hitam masih berlutut, tidak berani mengangkat kepala. Mereka bukan takut pada Hong Wei Jun, Pengemis Utara. Mereka takut pada satu nama yang baru saja terucap dan seharusnya sudah mati 15 tahun lalu.

Zhuo Fan.

Pangeran Mahkota.

Kakak kandung Pangeran Zhuo Long yang licik yang masih terduduk lemas di tanah, jubah naga emasnya kotor debu.

"Kak... kakak..." bibir Zhuo Long gemetar, air matanya mengalir tanpa ia sadari. Bukan air mata bahagia. Air mata ketakutan seorang anak yang ketahuan berbohong setelah 15 tahun. "Kau... kau masih hidup... Ayahanda bilang... Ayahanda bilang kau dibunuh Sekte Iblis di Lembah Pedang... mayatmu tidak ditemukan karena jatuh ke jurang..."

Pria dengan topeng perunggu retak di mata kiri itu — Zhuo Fan, 30 tahun — menatap adiknya dari balik topeng. Di balik topeng, matanya yang lelah tidak ada amarah. Hanya ada kecewa yang sudah mengering menjadi debu.

"15 tahun lalu, memang ada yang ingin aku mati di Lembah Pedang, Long," suaranya serak, pelan, tapi setiap kata terdengar jelas di seluruh puncak yang sunyi. "Tapi bukan Sekte Iblis. Orang yang menyuruh 10 Tetua Sekte Iblis dan 300 pendekar bayaran Istana untuk mengepungku... adalah orang yang sekarang duduk di singgasana naga di Beijing. Ayah kita."

Gedebuk!

Jenderal Xiao Lie dari Xiangyang yang sejak tadi berdiri tegak langsung berlutut dengan satu kaki, tombaknya ia tancapkan ke tanah. Bukan menghormati Pangeran Zhuo Long, tapi menghormati nama Zhuo Fan.

Tie Mian Yu, Pengawal Imperial dengan topeng besi setengah, juga berlutut. Kepalanya menunduk dalam.

Satu kalimat itu cukup untuk membuat seluruh Puncak Huashan mengerti mengapa Pangeran Mahkota yang jenius itu hilang.

Zhuo Fan tidak ingin melanjutkan. Luka 15 tahun lalu terlalu dalam untuk dibuka di depan ratusan orang.

Ia berbalik.

"Yang Lie. Kita pergi."

Yang Lie, 17 tahun, pemuda yang di dalam tubuhnya mengalir Kitab 9 Yang yang membuat salju di sekitar kakinya mencair dan rumput yang mati karena racun Ouyang Lie kembali hijau, langsung mengangguk. Ia menatap Mu Chen dan Shi Potian.

"Mu Chen! Shi Potian! Ingat! 7 tahun lagi di sini! Janji 7 Tahun! Aku akan berlatih di Lembah Api sampai 9 Yang-ku bisa mengeringkan Danau Tai! Kalian jangan jadi pemalas!"

Mu Chen memeluk Kitab Tai Chu Hun Yuan Jing yang kini sudah tenang dan hangat, mengangguk dengan mata berkaca-kaca. Untuk pertama kalinya dalam 17 tahun hidup sebagai anak yatim piatu dari tepi Sungai Kuning, ia punya teman yang berjanji akan kembali.

Shi Potian, 16 tahun, dengan karung 108 Batu Hati Danau seberat 10.800 kati di punggungnya yang membuat batu di bawahnya retak, hanya mengangguk polos. "Aku... aku akan... memikul batu... sampai Huashan pindah ke Danau Tai."

Zhuo Fan mengibaskan jubah hitam sederhananya. Tidak ada naga emas. Tidak ada kelopak bunga persik. Tidak ada lingkaran Taiji. Hanya langkah kaki biasa. Tapi setiap langkahnya, anak panah beracun di sekitarnya hancur menjadi debu.

Saat mereka hampir hilang di balik kabut tebal di jalan setapak belakang — jalan kecil yang hanya dipakai murid Huashan untuk mengambil air — Zhuo Fan berhenti, tanpa menoleh.

"Hong Wei Jun."

Hong Wei Jun, Pengemis Utara, Ketua Sekte Pengemis saat ini, yang memegang Tongkat Pemukul Anjing dan 18 naga emas yang masih mengaum pelan, langsung menegakkan badan seperti murid yang dipanggil guru besarnya.

"Ketua Hong ada, Pangeran Gila!"

"Jaga bocah goni itu," kata Zhuo Fan. "Jika dalam 7 tahun ia mati sebelum waktunya, aku akan datang ke Markas Pengemis dan mematahkan tongkat anjingmu untuk kedua kalinya. Seperti 15 tahun lalu."

Hong Wei Jun tertawa keras, tawanya menggelegar, tapi matanya berkaca-kaca.

"Ha ha ha! Kalau kau bisa mematahkannya untuk kedua kalinya, aku akan memberimu 100 ayam panggang dan 100 labu arak! Pergilah! 7 tahun lagi aku akan menagih janji itu!"

Zhuo Fan mengangguk pelan, lalu hilang bersama Yang Lie di dalam kabut. Tidak ada cahaya. Tidak ada suara. Hanya hilang, seperti mereka tidak pernah ada.

Begitu dua sosok itu hilang, tekanan tak terlihat yang menekan seluruh Puncak Huashan sejak tadi langsung lenyap. Semua orang bisa bernapas lega. Seolah-olah sebuah gunung yang tak terlihat baru saja diangkat dari dada mereka.

Huang Yuchen, Pemilik Pulau Bunga Persik dari Timur, yang masih berdiri anggun di atas ranting bambu yang bertumpu di atas ranting bambu lain, memainkan satu nada panjang pada suling giok putihnya. Nada itu sangat sedih, nada perpisahan.

"Sudah 15 tahun... kau masih saja pergi tanpa pamit. Masih seperti anak manja yang dulu suka mencuri buah persikku."

Ia mengibaskan lengan jubah biru langit bordir bunga persiknya. Kelopak bunga persik berjatuhan menutupi jejak kaki Zhuo Fan dan Yang Lie, seolah-olah ingin menjaga jejak itu agar tidak hilang.

"Anak-anak Jiangnan, kita juga pergi. 7 tahun lagi kita kembali. Jangan sampai kalah dengan murid pengemis bau itu."

7 Pendekar Jiangnan Masa Kini — Li Qingzhou dengan kipas besi, Su Meiyin dengan payung hujan jarum, Shen Wuyou dengan guqin Iblis Kecapi, Xiao Yusheng dengan kuas raksasa Hakim Lukis, Lu Changan dengan 7 pedang kayu Bintang Biduk, Yan Beifei dengan payung besi Gagak Api, dan Ye Liuxiang si Tuan Muda Sakit yang batuk darah — membungkuk hormat pada Hong Wei Jun, pada Qiu Mingyu, pada Duan Zhen.

Li Qingzhou menatap Mu Chen dan tersenyum licik, tapi ada kehangatan di matanya.

"Bocah goni, jaga kitabmu baik-baik. Jika dalam 7 tahun kau menjualnya untuk membeli bakpao, aku akan melukis wajahmu di kipas toilet umum di Suzhou."

Tujuh sosok itu lalu melayang turun dari tebing Huashan, bukan melompat, tapi benar-benar melayang seperti tujuh daun willow yang tertiup angin timur, menuju Danau Tai yang jauh.

Ouyang Lie, Racun Barat, tertawa seperti kaca pecah. Ia memukul peti kayu hitamnya yang berisi kelabang raja.

"Menarik! Pangeran Mahkota yang mati hidup kembali! Aku setuju dengan Janji 7 Tahun! 7 tahun lagi, aku akan membawa murid yang racunnya bisa membuat 18 naga itu menjadi cacing!"

Ia berjalan ke arah barat, ke Gurun Gobi. Setiap langkahnya tanah menghitam 3 detik.

Qiu Mingyu, Ketua Quanzhen generasi sekarang, dan Duan Zhen, murid Kaisar Selatan, memberikan biji padi emas pada Mu Chen.

"7 tahun lagi, Nak," kata Qiu Mingyu. "Quanzhen, Shaolin, Wudang akan menunggu kalian."

Mereka pun pergi, diikuti Bhiksu Jueyuan, Zhang Lingyun, Linghu Feng, Hui Chen murid Shaolin 18 tahun, dan Ling Feng murid Wudang 19 tahun.

Satu per satu, tokoh hebat meninggalkan arena. Janji telah dibuat. Mereka berpisah, tapi akan kembali 7 tahun lagi.

Akhirnya, Puncak Teratai Emas hanya tersisa api unggun, Hong Wei Jun, Mu Chen, Shi Potian, dan 7 Bintang Jiangnan yang ternyata belum benar-benar pergi. Mereka duduk melingkar agak jauh, meminum arak Jiangnan.

Su Meiyin, satu-satunya wanita, menatap langit yang sudah tidak terbelah lagi, berbisik.

"Kakak Qingzhou... benarkah... orang bertopeng tadi adalah Zhuo Fan? Pangeran Mahkota yang... yang dulu sering datang ke Jiangnan dan mencuri perahu kita?"

Li Qingzhou menutup kipas besinya. Wajah liciknya yang selalu tersenyum kini serius untuk pertama kalinya malam ini.

"15 tahun lalu, aku masih 9 tahun," kata Li Qingzhou pelan, suaranya dibawa angin. "Tapi aku ingat hari itu. Seluruh Jiangnan menangis. Seluruh Wulin berduka. Karena 4 Naga Kecil kehilangan satu naga."

Shen Wuyou memetik guqinnya pelan, memainkan lagu duka Yang Guan San Die — lagu perpisahan sahabat.

"4 Naga Kecil," lanjut Li Qingzhou. "Itu adalah julukan untuk 4 anak ajaib yang berumur 15 tahun tapi sudah mengalahkan tetua perguruan."

"Pertama, Zhuo Fan. Pangeran Mahkota Beijing. Putra sulung Kaisar. Jenius nomor satu Istana. 15 tahun sudah menguasai Pedang Langit Istana dan setengah bagian Qian Kun Da Nuo Yi — Jurus Pemindah Langit dan Bumi. Dia seharusnya menjadi Kaisar yang paling bijak. Dia tidak suka Istana. Dia lebih suka datang ke Jiangnan, mencuri perahu kita, makan ikan bakar bersama kita, dan mendengarkan Huang Yuchen kecil memainkan suling di atas perahu."

"Kedua, Huang Yuchen. Saat itu masih 14 tahun, belum menjadi Pemilik Pulau Bunga Persik. Masih anak manja yang sombong."

"Ketiga, Hong Wei Jun. Saat itu masih 15 tahun, masih murid Sekte Pengemis, belum menjadi Pengemis Utara. Masih pengemis kecil yang selalu kalah taruhan ayam panggang dengan Zhuo Fan."

"Dan keempat, Qiu Mingyu. Saat itu masih 15 tahun, masih murid Quanzhen, belum menjadi Ketua."

Mereka berempat bersahabat. Bersumpah menjadi saudara di Danau Tai di bawah pohon willow terbesar. Mereka berjanji akan membuat Wulin dan Istana hidup damai. Zhuo Fan berjanji, jika ia menjadi Kaisar, ia akan menghapus larangan Wulin membawa senjata di kota.

Ye Liuxiang yang batuk darah melanjutkan dengan suara lemah.

"Tapi Kaisar saat itu — Ayah Zhuo Fan — takut. Takut anaknya yang terlalu jenius, terlalu dicintai rakyat, dan terlalu dekat dengan Wulin akan merebut takhtanya lebih cepat. Apalagi Zhuo Fan diam-diam membaca Kitab Terlarang di Perpustakaan Istana. Kitab Tai Chu."

"Jadi, Kaisar membuat jebakan," kata Yan Beifei, Gagak Api, mengepalkan tangan sampai payung besi di punggungnya berderak. "Kaisar mengatakan ada Sekte Iblis yang bersembunyi di Lembah Pedang dan menyuruh Zhuo Fan membersihkannya sebagai ujian menjadi Pangeran Mahkota. Zhuo Fan pergi dengan gembira, karena ia pikir ia akan bisa membuktikan bahwa Wulin dan Istana bisa bekerja sama."

Lu Changan, Pedang Tujuh Bintang, menatap api unggun. "Di Lembah Pedang, yang menunggu Zhuo Fan bukan Sekte Iblis kecil. Tapi 10 Tetua Sekte Iblis dan 300 pendekar bayaran terbaik Istana yang dibayar untuk membunuh Pangeran Mahkota mereka sendiri."

"Hari itu, langit di Lembah Pedang menjadi merah selama 3 hari 3 malam," kata Xiao Yusheng, Hakim Kuas Lukis, suaranya bergetar. "Tidak ada yang tahu apa yang terjadi di dalam lembah. Yang orang tahu, setelah 3 hari, pasukan Istana yang dikirim untuk 'menjemput' Zhuo Fan masuk ke lembah. Mereka menemukan 10 Tetua Sekte Iblis mati semua, dengan luka Pedang Langit Istana dan Qian Kun Da Nuo Yi. 300 pendekar bayaran mati semua. Dan di tengah lembah, ada genangan darah seluas danau. Di tengah genangan darah itu, ada Pedang Kayu Hitam milik Zhuo Fan yang patah menjadi dua, dan Topeng Perunggu retak yang selalu ia pakai saat bermain dengan kami. Tapi mayat Zhuo Fan tidak ada."

"Sejak hari itu," Li Qingzhou menutup matanya, "Huang Yuchen kembali ke Pulau Bunga Persik dan tidak pernah keluar selama 10 tahun, ia membuat Formasi Bunga Persik yang tidak mengizinkan orang Istana masuk. Hong Wei Jun menjadi gila, meninggalkan Istana, menjadi pengemis dan berkelana mencari mayat sahabatnya. Qiu Mingyu mengurung diri di Quanzhen dan berlatih sampai muntah darah hingga menjadi Ketua. Dan Kaisar Beijing mengumumkan Pangeran Mahkota Zhuo Fan mati terbunuh oleh Sekte Iblis, dan mengangkat adiknya, Zhuo Long, yang penurut, sebagai Pangeran Mahkota baru."

Angin malam Huashan bertiup dingin.

Mu Chen memeluk kitab emasnya erat-erat. Ia baru mengerti, mengapa tadi Hong Wei Jun dan Huang Yuchen menatap pria bertopeng itu dengan mata seperti itu. Bukan takut. Tapi rindu yang sudah 15 tahun dipendam.

Shi Potian yang bodoh bertanya polos, sambil memeluk karung 108 Batu Hati Danau, "Lalu... kenapa Pangeran Zhuo Fan sekarang... menjadi guru Yang Lie dan tinggal di Lembah Api? Bukannya... bukannya Lembah Api itu... tempat yang bahkan Kunlun Laozu Baimei tidak berani masuk?"

7 Bintang Jiangnan saling pandang, lalu menggelengkan kepala bersamaan.

"Itulah yang harus kita cari tahu dalam 7 tahun ini," kata Li Qingzhou, membuka kipasnya lagi, senyum liciknya kembali, tapi matanya masih basah. "Dan Mu Chen, bocah goni... kau adalah kuncinya. Karena Kitab Tai Chu Hun Yuan Jing yang ada di punggungmu... adalah kitab yang 15 tahun lalu ingin dibaca oleh Zhuo Fan di Perpustakaan Istana, tapi dilarang oleh Ayahnya. Kitab yang membuat Ayahnya takut dan ingin membunuhnya. Kitab yang sama yang membuat Lembah Api meledak 2 tahun lalu dan membangunkan Yang Lie."

Api unggun berderak. Di kejauhan, di balik kabut Huashan yang tebal, dua sosok — satu dengan topeng perunggu retak dan pedang kayu hitam yang sudah patah tapi disambung kembali, satu dengan hawa matahari 9 Yang — berjalan menuruni gunung. Tidak menoleh ke belakang.

Janji 7 Tahun telah dimulai. Dan kisah Pangeran yang mati 15 tahun lalu, Zhuo Fan, baru saja hidup kembali, membawa serta rahasia Lembah Api, rahasia 9 Yang, dan rahasia mengapa Kitab Tai Chu memilih seorang bocah goni bernama Mu Chen.

1
Dhewa Iblis
Next....
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuuutt...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuuttt...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjjuuuttt....
Dhewa Iblis
Nice...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjjuuuttt....
Dhewa Iblis
Nice...
Dhewa Iblis
Laaaaannnjjuuttt..
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
Dhewa Iblis
Nice....
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Next....
Dhewa Iblis
Nice....
Dhewa Iblis
Maaaannnttaapp..
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!