NovelToon NovelToon
SISTEM MEDIS SUPER DOKTER LEGENDARIS

SISTEM MEDIS SUPER DOKTER LEGENDARIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dokter Ajaib
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Bima Aditya, seorang dokter magang yang diremehkan dan dicampakkan kekasihnya demi pria kaya, tiba-tiba mendapatkan keajaiban setelah mengalami kecelakaan tragis. Ia membangkitkan Sistem Medis Super yang memberinya kemampuan bedah tingkat dewa, mata-X, dan pengetahuan medis puluhan tahun, dengan syarat ia harus terus menyelamatkan nyawa pasien di lapangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Ceklik.

Suara mesin pencetak foto medis berbunyi memecah kesunyian di ruang pemeriksaan VIP.

Pagi itu, sinar matahari bersinar terang menyinari wajah Kiara yang kini tampak jauh lebih segar.

Tit, tit, tit.

Suara monitor detak jantung berbunyi dengan ritme yang sangat teratur dan tenang.

Beberapa dokter spesialis senior dari Rumah Sakit Medika Utama berdiri mengelilingi ranjang Kiara.

Direktur Wira juga hadir di sana dengan wajah tegang menatap layar monitor ekokardiogram.

"Ini sama sekali tidak masuk akal," gumam Dokter Hendra sambil memegang lembaran hasil cetak.

"Otot bilik kiri jantung Nona Kiara yang sebelumnya menebal kini sudah menipis ke ukuran normal."

Semua dokter di ruangan itu saling berpandangan dengan wajah tidak percaya.

Penyakit Kardiomiopati Hipertrofik adalah kelainan bawaan yang tidak bisa disembuhkan dengan obat apa pun.

Satu-satunya cara medis yang diketahui dunia adalah operasi pemotongan otot jantung yang sangat berisiko.

Tetapi Bima Aditya menyembuhkannya hanya dalam semalam tanpa membedah dada Kiara sama sekali.

"Dokter Bima, cairan apa yang sebenarnya Anda berikan semalam?" tanya Dokter Hendra dengan nada mendesak.

"Apakah itu semacam terapi genetik baru dari luar negeri?"

Bima yang sedang berdiri bersandar di dinding hanya tersenyum tipis.

Dia sudah menduga reaksi berlebihan dari para seniornya ini.

"Itu hanya kombinasi dari ekstrak tanaman langka dan teknik akupunktur stimulasi saraf, Dokter Hendra."

"Saya memandu cairan itu untuk meluruhkan sel otot yang menebal dari luar."

Tentu saja Bima berbohong soal bagian tanaman langka itu.

Dia tidak mungkin menceritakan soal sistem medis super atau ekstraksi genetik parasit mutan.

"Akupunktur?" potong seorang dokter spesialis jantung dengan nada tidak terima.

"Anda bilang Anda menghancurkan jaringan otot tebal di jantung hanya dengan menusukkan jarum perak?"

"Itu adalah penghinaan terhadap ilmu bedah modern."

Bima menatap dokter spesialis itu dengan pandangan datar.

"Anda boleh menyebutnya penghinaan atau apa pun sesuka Anda."

"Tapi faktanya, Nona Kiara sekarang bernapas dengan jantung yang sehat sempurna."

Dokter spesialis itu langsung bungkam karena bukti nyata ada di depan matanya.

Kakek Darma yang duduk di samping ranjang Kiara tertawa keras memecah ketegangan.

Hahaha!

"Sudahlah, kalian para dokter memang selalu kaku dengan buku pelajaran kalian."

"Bima sudah membuktikan bahwa kemampuannya jauh melampaui teori medis yang kalian pelajari."

Kakek Darma lalu berdiri dan berjalan menghampiri Bima.

Pria tua itu menepuk bahu Bima dengan kedua tangannya yang bergetar karena emosi.

"Bima, kau telah mengembalikan masa depan keluarga Pratama."

"Sebutkan apa pun yang kau inginkan sekarang juga, uang, mobil, atau saham perusahaan."

"Aku akan memberikannya padamu detik ini juga."

Semua dokter di ruangan itu menelan ludah mendengar tawaran gila tersebut.

Namun Bima justru menggelengkan kepalanya dengan pelan.

"Saya tidak butuh semua itu, Kakek Darma."

"Gaji saya sebagai Dokter Spesialis Senior di rumah sakit ini sudah lebih dari cukup untuk hidup."

Kakek Darma mengerutkan keningnya tidak puas dengan jawaban Bima.

"Kau terlalu rendah hati, Anak Muda."

"Jika kau tidak mau menerima uang, maka terimalah ini."

Kakek Darma merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah amplop tebal berwarna emas.

Dia menyodorkan amplop itu ke tangan Bima.

"Apa ini?" tanya Bima sambil melihat ukiran lambang tongkat Aesculapius di amplop tersebut.

"Itu adalah undangan resmi untuk Konferensi Medis Nasional yang akan diadakan lusa."

"Asosiasi medis pusat telah mendengar tentang prestasimu dalam menangani pasien kritis beberapa hari yang lalu."

Direktur Wira langsung membelalakkan matanya terkejut.

"Konferensi Medis Nasional?"

"Tapi undangan itu hanya diberikan kepada kepala departemen atau profesor medis tingkat atas."

Kakek Darma tersenyum penuh kemenangan menatap Direktur Wira.

"Aku menggunakan sedikit koneksiku untuk mendaftarkan Bima sebagai pembicara utama termuda tahun ini."

"Sudah saatnya dunia medis negara ini melihat jenius yang selama ini tersembunyi di kota kita."

Bima membuka amplop emas itu dan membaca surat di dalamnya.

[Misi Tambahan diaktifkan.]

[Hadirilah Konferensi Medis Nasional dan buktikan dominasi medis Anda di depan para ahli.]

[Hadiah: Pembukaan kunci fasilitas operasi virtual di dalam sistem.]

Membaca pemberitahuan dari sistem itu, Bima tidak punya alasan lagi untuk menolak.

Fasilitas operasi virtual adalah sesuatu yang sangat dia butuhkan untuk berlatih simulasi bedah yang lebih rumit ke depannya.

"Baiklah, Kakek Darma."

"Saya akan hadir dan berbicara di konferensi tersebut."

Kiara yang sedang bersandar di bantalnya tersenyum manis menatap Bima.

"Aku akan menemanimu ke sana, Dokter Bima."

"Aku ingin melihat langsung bagaimana kau membungkam para dokter sombong dari ibu kota."

Bima membalas senyuman Kiara dengan anggukan pelan.

Krieettt.

Pintu ruangan tiba-tiba terbuka dan Leo masuk dengan tergesa-gesa.

Wajah pengawal kekar itu terlihat sangat serius.

Dia membungkuk hormat pada Kakek Darma dan Kiara sebelum mendekati Bima.

"Maaf mengganggu waktu Anda, Dokter Bima."

"Ada laporan penting dari pihak intelijen kita yang harus Anda dengar sekarang juga."

Bima meminta izin pada Kakek Darma dan berjalan keluar ruangan bersama Leo.

Mereka berdiri di sudut lorong rumah sakit yang sepi agar tidak ada yang menguping.

"Ada apa, Leo?"

"Apakah ini tentang sisa-sisa anggota sindikat semalam?" tanya Bima langsung pada intinya.

Leo mengangguk dengan wajah tegang.

"Benar, Dokter."

"Ada sekitar sepuluh anggota elit Sindikat Ular Hitam yang tidak berada di markas saat kita menyerbu semalam."

"Mereka adalah regu pembunuh bayaran khusus yang sangat fanatik terhadap sindikat."

Bima menyilangkan tangannya di dada sambil mendengarkan laporan itu dengan cermat.

"Apakah kita tahu di mana mereka sekarang?"

Leo menggelengkan kepalanya dengan frustrasi.

"Mereka menghilang seperti ditelan bumi."

"Tapi intel kami menyadap percakapan terakhir mereka sebelum semua alat komunikasi mereka dimatikan."

"Mereka bersumpah akan melakukan serangan bunuh diri untuk membalas dendam pada Anda hari ini juga."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!