Aldara, wanita yang hatinya baru saja remuk redam ditinggalkan kekasih demi wanita lain, berusaha menyembunyikan kesedihannya di balik senyum tenang agar tidak dikasihani orang lain. Ketika dipanggil oleh kenalannya, Siska, untuk bertemu di kafe langganan, ia tidak menyangka bahwa kunjungannya kali ini akan menjadi titik balik hidupnya. Di sana ia diperkenalkan kepada Aries—seorang pemuda pendiam namun memiliki pesona tersendiri. Pertemuan yang awalnya terasa biasa saja perlahan membuka jalan bagi sebuah kisah baru yang akan menyembuhkan luka lama dan mengajarkan Aldara arti cinta yang sesungguhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 002: Pertemuan Tak Terduga
Keesokan harinya, Aldara dan Aries kembali bertemu secara tak sengaja di rumah kediaman Abang Chepot, tempat biasa bagi mereka dan sahabat-sahabat untuk berkumpul dan melepas penat. Di sana sudah ada Dede Ara yang seperti biasa, ceria, cerewet, dan tak pernah mau diam sebentar saja. Suasana terasa hangat dan akrab sejak langkah Aldara melangkah masuk.
Dengan senyum manis yang merekah, Aldara segera menyapa kedua sahabatnya yang sudah ia anggap seperti keluarga sendiri.
“Halo Abang Chepot, halo Dede Ara!” sapa Aldara dengan nada ceria.
Namun, sapaan itu tidak langsung dibalas seperti biasa. Sebaliknya, kedua orang itu malah menatapnya dari ujung kepala hingga kaki dengan tatapan penuh rasa ingin tahu dan sedikit terkejut. Biasanya, Aldara tampil dengan gaya santai, tegas, dan terlihat sangat bar bar. Namun hari ini, ia mengenakan gaun yang pas di tubuhnya, menonjolkan lekuk tubuhnya dan memberikan kesan lembut yang jarang terlihat.
“Wah, ada angin apa nih sampai seorang Aldara berani memakai pakaian secantik ini? Biasanya kan tampilannya badas,” ledek Dede Ara sambil tersenyum jahil.
Aldara hanya tertawa mendengarnya, lalu menjawab santai sambil memutar badannya sedikit memamerkan penampilannya.
“Aduh, adekku sayang, ganti penampilan sesekali nggak salah dong? Siapa tahu nanti ada pemuda tampan yang tertarik dan jatuh hati padaku,” ucapnya santai.
“Iya, iya, suka-suka Kakak saja lah. Yang penting happy,” jawab Dede Ara sambil menggeleng kepala.
Abang Chepot hanya mengamati sambil tersenyum tipis, sesekali menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku kedua gadis itu. Namun tiba-tiba, pandangan Aldara beralih dan terhenti pada sosok pemuda yang berdiri tepat di samping Abang Chepot. Ia tertegun sejenak sebelum wajahnya kembali ceria.
“Hai, kita ketemu lagi ya! Gimana kabarnya siang ini? Pasti dalam keadaan baik-baik saja kan? Apalagi hari ini bertemu dengan wanita secantik aku, pasti makin happy kan,” ucap Aldara dengan nada percaya diri dan sedikit narsis, membuat Dede Ara dan Abang Chepot serentak memutar bola mata malas.
Di dalam hati, Aries hanya bisa menghela napas pelan. “Tunggu… kok rasanya gadis yang aku temui semalam itu sifatnya nggak seceria dan seberani ini ya? Ternyata dia punya sisi lain yang cukup unik juga,” batinnya sambil memandang sekilas wajah Aldara.
Belum sempat Aries menjawab, Dede Ara sudah menyela dengan suara keras dan penuh rasa penasaran.
“Tunggu… tunggu dulu! Kalian berdua sudah saling kenal, sejak kapan? Jangan-jangan ada hubungan khusus yang kalian sembunyikan dari kita ya?” tanyanya sambil menatap bergantian ke arah Aldara dan Aries.
“Mana ada hubungan apa-apa, Dede! Aku baru kenal dia kemarin sore, dikenalin sama Siska di kafe,” jawab Aldara cepat. Tanpa ragu sedikit pun, ia lalu menyenggol lengan Aries dengan gaya yang sedikit manja. “Tapi… kalau ada hubungan juga nggak apa-apa kok. Lihat saja, wajahnya juga nggak jelek-jelek amat, cocok buat aku,” tambahnya santai.
Mendengar itu, Abang Chepot langsung memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. “Astaga… mulai lagi kumat tingkahnya yang nggak ada obat ini,” gumamnya.
Aldara tidak peduli, ia malah semakin semangat menggoda. “Mau kan? Pasti mau dong! Siapa sih yang bisa menolak pesona dari seorang Aldara?” katanya sambil mengedipkan mata nakal.
Aries hanya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal, bingung harus menjawab apa. “Mau apa ya…?” tanyanya bingung.
“Mau jadi pendampingku, dong!” jawab Aldara tegas dan tersenyum lebar.
Melihat suasana yang semakin asyik itu, Dede Ara langsung mendorong bahu Aries dan Aldara secara perlahan agar mereka menjauh dari kerumunan. “Ya sudah sana, kalian pergi berdua saja, nikmati kebersamaan kalian. Kalau nanti sudah resmi jadian, jangan lupa traktiran ya!” seru Dede Ara sambil tertawa riang.
Dengan dorongan itu, keduanya pun berjalan menjauh, memulai momen berdua yang tanpa mereka sadari akan menjadi langkah awal tumbuhnya perasaan di hati masing-masing.
CHEPOT adalah sahabat baik Aldara yang juga sudah dianggap seperti saudara sendiri. Dia berumur 33 tahun