NovelToon NovelToon
Apocalyps Girl

Apocalyps Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Zombie / Ruang Ajaib
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Arju na

Sinopsis

Selama delapan tahun bertahan hidup di dunia yang telah hancur akibat kiamat zombie, Lily Mahendra berjuang menghadapi kelaparan, monster, dan pengkhianatan. Namun, pada saat ia hampir mencapai harapan terakhirnya, sahabat yang paling ia percayai justru mendorongnya ke tengah gelombang zombie yang mengamuk.

Saat kematian tampak tak terhindarkan, Lily membuka mata dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat satu minggu sebelum kiamat melanda.

Kali ini, ia tidak sendirian. Sebuah Sistem Bertahan Hidup misterius dan Ruang Dimensi yang penuh sumber daya hadir untuk membantunya. Dengan pengetahuan tentang masa depan dan kesempatan kedua yang tak ternilai, Lily bertekad mengubah takdirnya, membalas pengkhianatan yang pernah ia alami, serta melindungi orang-orang yang benar-benar layak dipercaya.

Akankah Lily mampu bertahan dan membangun kehidupan yang lebih baik di tengah kehancuran dunia? Atau akankah takdir kembali menyeretnya menuju akhir yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arju na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 6 – BULAN MERAH DAN HUJAN DARAH

Sudah tiga hari berlalu, namun hujan salju masih turun dengan sangat lebat. Saat ini Lily sedang berada di kamarnya sambil membungkus tubuhnya dengan selimut tebal.

"Sistem, kira-kira kapan hujan salju ini akan berhenti? Bukannya kamu bilang hujan ini akan berakhir tiga hari lagi?" tanya Lily.

Pasalnya, sudah tiga hari hujan salju melanda seluruh bumi tanpa tanda-tanda akan berhenti.

(DING!!!!!)

(Kemungkinan hujan salju akan berhenti pada pukul 15.45. Tidak lama setelah itu, hujan darah akan turun. Orang ataupun tumbuhan yang terkena hujan tersebut berpotensi bermutasi menjadi mutan atau zombie. Saat malam hari, puncaknya adalah kemunculan bulan merah yang akan disertai seluruh manusia di bumi tertidur selama satu minggu.)

Lily langsung melihat jam yang tergantung di dinding.

"Masih jam 14.57. Masih lama banget."

Ia kembali mengeratkan selimutnya.

"Masuk ke ruang dimensi dulu kali ya? Nanam-nanam sesuatu daripada di sini dingin banget."

Lily memejamkan mata dan menggumamkan kata, "Masuk."

Seketika tubuhnya menghilang dari kamar dan muncul di dalam ruang dimensi. Cahaya matahari yang hangat langsung menyambutnya.

"Udara segar seperti ini jauh lebih nyaman."

Setelah menarik napas panjang, Lily segera menuju gudang pertanian untuk mengambil berbagai alat bercocok tanam.

(INFO!!!!!)

(Satu jam di dunia nyata sama dengan satu hari di ruang dimensi.)

---

Satu hari penuh Lily berada di ruang dimensi. Ia menanam berbagai jenis tanaman. Meskipun sebagian pekerjaan dilakukan oleh sistem, Lily tetap menikmati kegiatan bertani tersebut.

Ketika merasa cukup, Lily keluar dari ruang dimensi.

Begitu kembali ke dunia nyata, ia menyadari badai salju ternyata sudah reda. Namun, langit masih dipenuhi awan kelabu sehingga matahari belum terlihat.

Lily keluar dari kamar dan berjalan menuju lantai satu.

Saat tiba di ruang keluarga, ia melihat seluruh anggota keluarganya sedang duduk bersama, kecuali Alex.

Lily langsung duduk di samping sang ibu.

"Kapan badai saljunya reda, Mom?" tanyanya.

"Baru saja reda. Tapi entah kenapa Mommy merasa cuacanya masih aneh. Mungkin nanti turun lagi," jawab Mommy Grace.

"Oh ya, Mommy, Daddy, Kak Lea. Hari ini ada jadwal keluar nggak?"

"Mommy sama Daddy nggak ke mana-mana hari ini. Mungkin besok mulai ke kantor lagi, tapi belum tahu juga situasinya seperti apa," jawab Mommy Grace.

"Gue juga nggak ke mana-mana. Kuliah belum masuk dan belum ada pemberitahuan apa-apa."

Lea menjawab tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.

Lily hanya mengangguk.

Mereka terus mengobrol santai hingga tiba-tiba—

BOOOOM!!

Suara guntur yang sangat keras menggelegar di langit.

Bersamaan dengan itu, hujan kembali turun.

Namun kali ini bukan hujan biasa.

Air hujan yang jatuh berwarna merah pekat seperti darah.

Di saat yang sama, seluruh listrik di kompleks perumahan mereka langsung padam.

"Astaga. Baru saja badai salju reda, sekarang hujan lagi," gumam Daddy Mike.

Mommy Grace yang hendak menutup pintu samping yang tadi dibiarkan terbuka segera berjalan ke arah pintu.

Namun sesampainya di sana, matanya langsung membelalak.

"Hei! Kalian semua lihat sini! Hujannya merah seperti darah!"

Lily, Lea, dan Daddy Mike segera berdiri lalu menghampiri sang ibu.

Begitu melihat pemandangan di luar, mereka semua terdiam.

Langit berwarna merah gelap.

Hujan merah terus turun tanpa henti.

"Gila... kemarin hujan salju, sekarang hujan darah. Besok hujan apalagi? Ikan? Uang?" seru Lea tidak percaya.

Setelah pintu ditutup rapat, mereka kembali ke ruang keluarga.

"Ini aneh. Dua fenomena alam besar terjadi hanya dalam satu minggu. Sebenarnya ada apa dengan dunia?" kata Daddy Mike dengan wajah serius.

"Mungkin dunia mau kiamat," ucap Lea asal.

"Heh! Mulutnya jangan sembarangan ngomong begitu."

Mommy Grace langsung menegur putrinya, meskipun dalam hati ia juga merasa takut.

Tiba-tiba cahaya merah darah yang sangat terang muncul dari luar jendela.

Semua orang refleks menoleh.

Tidak terkecuali Lily.

Saat Daddy Mike hendak berdiri untuk melihat lebih jelas, tubuhnya mendadak limbung lalu jatuh pingsan.

Bruk!

"Daddy!"

Belum sempat yang lain bereaksi, Mommy Grace dan Lea ikut terjatuh.

Beberapa detik kemudian, pandangan Lily juga mulai kabur.

Gelap.

Tubuhnya jatuh ke lantai.

Kesadarannya pun menghilang.

---

Pada saat itu, seluruh umat manusia di bumi mengalami pingsan massal.

Baik yang berada di rumah, di jalan raya, di kantor, maupun di pusat perbelanjaan.

Tak seorang pun yang tetap sadar.

Bulan merah menggantung di langit seperti pertanda datangnya akhir dunia.

---

Enam hari kemudian.

Orang pertama yang membuka mata setelah pingsan massal itu adalah Lily.

"Ah... sial. Pusing banget."

Lily memijat kepalanya perlahan.

Saat melihat sekeliling, ia menemukan seluruh anggota keluarganya masih belum sadar.

Namun ada sesuatu yang aneh.

Tubuh mereka memancarkan cahaya dengan warna berbeda-beda.

Daddy Mike diselimuti cahaya merah terang.

Mommy Grace memancarkan cahaya hijau.

Sedangkan Lea mengeluarkan cahaya kuning metalik.

"Sistem, sudah berapa hari aku pingsan? Dan cahaya apa yang keluar dari tubuh keluargaku?" tanya Lily.

(DING!!!!!)

(Nona telah tertidur selama enam hari dan merupakan manusia pertama di bumi yang bangun pada awal kiamat.)

(Untuk cahaya yang muncul dari tubuh keluarga nona, itu adalah tanda elemen yang sedang terbangkitkan.)

Layar transparan sistem muncul di hadapan Lily.

(Elemen memiliki warna masing-masing:

•Air/Es \= Biru Muda

•Api \= Merah Terang

•Tumbuhan \= Hijau

•Tanah \= Cokelat

•Angin \= Biru Pucat

•Cahaya \= Emas Terang

•Kegelapan \= Ungu Gelap

•Petir \= Kuning Metalik)

Setelah membaca informasi itu, Lily langsung memahami situasinya.

Daddy Mike memiliki elemen api.

Mommy Grace memiliki elemen tumbuhan.

Sedangkan Lea memiliki elemen petir.

Tiba-tiba Lily teringat seseorang.

"Kak Alex!"

Ia langsung berlari ke lantai dua dan membuka pintu kamar kakaknya.

Benar saja.

Alex masih tertidur di depan meja komputernya.

Tubuhnya juga memancarkan cahaya merah terang yang sama seperti Daddy Mike.

"Elemen api juga..."

Setelah memastikan keadaan Alex baik-baik saja, Lily kembali turun ke lantai bawah.

"Sistem, zombie sudah bangkit belum?" tanyanya.

(DING!!!!!)

(Zombie saat ini belum bangkit. Mereka akan mulai aktif ketika sebagian besar manusia telah terbangun dari masa pingsan mereka.)

Lily mengangguk.

"Kalau begitu sekarang waktunya mencari persediaan."

Senyum tipis muncul di wajahnya.

"Sudah waktunya menjarah."

Tanpa membuang waktu, Lily keluar dari rumah.

Begitu sampai di depan gerbang, ia melihat beberapa tetangganya tergeletak pingsan di halaman rumah masing-masing.

Kulit mereka berubah menjadi biru kehijauan.

Kuku-kuku mereka memanjang dan tampak tajam.

Lily langsung tahu.

Saat orang-orang itu bangun nanti, mereka kemungkinan besar akan berubah menjadi zombie.

Ia mengeluarkan sepeda listrik dari ruang dimensinya lalu berangkat menuju minimarket terdekat.

Sepanjang perjalanan, pemandangan yang terlihat sangat menyeramkan.

Manusia tergeletak di mana-mana.

Jalan raya yang biasanya ramai kini sunyi seperti kota mati.

Tak ada suara kendaraan.

Tak ada suara manusia.

Hanya angin dingin yang bertiup pelan.

Saat tiba di sebuah minimarket, Lily mendorong pintunya hingga terbuka.

Di dalam, masih ada beberapa orang yang pingsan.

Namun Lily tidak memedulikan mereka.

Ia langsung berjalan menuju gudang penyimpanan.

"Hehehe... panen besar."

Dengan satu lambaian tangan, seluruh barang di dalam gudang menghilang dan masuk ke ruang dimensinya.

Pada saat yang sama, notifikasi sistem bermunculan.

Setiap barang yang masuk langsung diperbanyak seratus kali lipat.

Lily tersenyum puas.

Setelah mengosongkan minimarket pertama, ia berpindah ke minimarket kedua.

Kemudian ke minimarket ketiga.

Lalu ke toko-toko lainnya.

Baru saat sore hari Lily memutuskan untuk pulang.

Sesampainya di rumah, ia segera menutup gerbang dan menguncinya dari dalam.

Setelah memastikan keamanan rumah, Lily masuk ke dalam.

Ia melihat kembali kondisi kedua orang tuanya, kakaknya, dan Alex yang masih tertidur.

Untungnya, tidak ada perubahan buruk yang terjadi pada mereka.

Merasa sedikit lega, Lily akhirnya berjalan menuju kamarnya.

Malam pertama setelah pingsan massal baru saja dimulai.

Dan sebentar lagi, dunia yang sebenarnya akan berubah menjadi neraka.

1
Eva Akmal
smg sehat slalu n semangat
Cristina Billi
lanjut thor /Determined//Determined//Determined//Determined/
Eva Akmal
smg ibunya lekas sembuh n kita semua sehat aamiin..🤲🏻
Eva Akmal
seru
Cristina Billi
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Anonim
selalu ditunggu up nya.... semangat/Determined/
Wapik
baca dulu ya🤭
bulan sabit: semoga suka ya maaf jelek masih pemula soalnya maklum masih anak kelas 1 SMA
total 1 replies
Cristina Billi
semangat thor/Angry//Angry//Determined//Determined//Determined/
Dania
semangat tor'di tunggu up nya
Dania
I hope your mother gets well soon
Etty Rohaeti
lekas pulih kembali untuk ibu nya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak
bulan sabit: besok atau gak Jum'at ya kak soalnya aku lagi ujian maklum masih sekolah 🤭🤣
total 1 replies
Arju Na
😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!