NovelToon NovelToon
Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Agen Wanita / Time Travel
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Amber Mist

Lin Meilin adalah agen intelijen modern papan atas yang ditakuti karena keahliannya dalam taktik pertempuran dan racun mematikan. Namun, sebuah misi rahasia untuk merebut kembali Giok Dinasti Long yang hilang di luar negeri justru berakhir tragis. Meilin dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri hingga sekarat.Saat tetesan darah Meilin menyentuh permukaan giok kuno tersebut, keajaiban mistis terjadi. Jiwanya terlempar melintasi waktu dan terbangun di dalam tubuh Permaisuri Lin—seorang wanita berkedudukan tinggi namun memiliki kepribadian yang sangat lemah dan penakut. Di dunia kuno ini, Permaisuri Lin baru saja diracun oleh selir kesayangan kaisar dan dibuang hingga terabaikan di Istana Dingin yang sunyi.Kini, tidak ada lagi permaisuri lemah yang bisa ditindas! Dengan jiwa agen rahasia yang haus akan keadilan, Meilin bangkit untuk mengacak-acak seisi istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amber Mist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Konfrontasi Sang Penguasa

Meilin memeriksa luka di dada kanan pria itu. Itu adalah luka robek akibat sabetan pedang yang cukup dalam. Yang lebih buruk lagi, darah yang keluar berwarna merah kehitaman dan mengeluarkan aroma agak manis.

"Racun Beladona Kuno," simpul Meilin dengan cepat setelah mencium aroma darah tersebut. Racun ini bekerja dengan cara melumpuhkan sistem saraf pusat dan menghentikan detak jantung dalam waktu tiga jam setelah masuk ke aliran darah. Pria ini pasti memiliki kekuatan dalam (Qi) yang sangat kuat, karena ia mampu menekan laju racun tersebut hingga tidak langsung mati di tempat.

Tanpa membuang waktu, Meilin mencengkeram kerah pakaian pria itu dan menarik tubuh besarnya masuk ke dalam ruang rahasia kecil di bawah lantai paviliun belakang Istana Dingin yang kosong. Tempat itu aman dari jangkauan Xiao Cui maupun pelayan lainnya.

Meilin segera mengambil beberapa peralatan medis darurat yang ia ciptakan sendiri selama beberapa minggu ini: jarum perak, pisau kecil yang telah disterilkan dengan api, dan ramuan herbal penawar racun yang ia racik dari akar tanaman hutan istana belakang.

Ia merobek pakaian bagian dada pria itu tanpa ragu sedikit pun, memamerkan dada bidang dengan otot-otot yang keras dan beberapa bekas luka perang lama. Menggunakan pisau kecilnya, Meilin membuat sayatan silang kecil pada luka yang terkena racun untuk mengeluarkan darah kotor yang beracun.

"Ugh..." Pria itu mengerang pelan dalam pingsannya, otot-otot tubuhnya menegang saat merasakan rasa sakit yang menusuk.

"Diamlah jika kau masih ingin hidup," kata Meilin dingin, seolah pria itu bisa mendengarnya.

Dengan gerakan tangan yang sangat cepat, terlatih, dan tanpa ragu—seperti seorang dokter bedah militer profesional—Meilin menusukkan beberapa jarum perak ke titik saraf di sekitar jantung dan paru-paru pria itu untuk mengisolasi sisa racun yang tersisa. Setelah darah yang keluar berubah menjadi merah segar kembali, ia menumbuk beberapa helai daun herbal penawar dan menempelkannya di atas luka, lalu membalutnya dengan kain bersih.

Proses pengobatan darurat itu memakan waktu hampir satu jam. Keringat kembali membasahi tubuh Meilin, membuatnya merasa sedikit lelah karena stamina tubuh ini yang masih terbatas.

Setelah selesai merapikan peralatannya, Meilin berdiri dan menatap pria tampan yang kini napasnya sudah mulai teratur dan wajahnya tidak lagi sepucat tadi. Ia mengambil pedang berukir naga milik pria itu dan menyembunyikannya di bawah tumpukan jerami di sudut ruangan.

"Kuharap kau tahu cara berterima kasih saat bangun nanti, Tuan Misterius," gumam Meilin dengan senyuman penuh teka-teki. Di dunia baru ini, memiliki jaringan atau membuat orang kuat berutang budi padanya adalah investasi terbaik untuk rencana jangka panjangnya.

Meilin kemudian keluar dari ruang rahasia tersebut dan kembali ke kamarnya sebelum fajar menyingsing, membiarkan sang tamu misterius beristirahat di bawah perlindungannya untuk sementara waktu. Ia tidak tahu bahwa keputusan menolong pria malam ini akan mengubah seluruh jalannya intrik di dalam istana belakang Dinasti Long.

Fajar belum sepenuhnya pecah ketika Lin Meilin kembali ke ruang rahasia bawah tanah paviliun belakang. Di tangannya, ia membawa semangkuk sup obat hangat yang baru saja ia racik sendiri dari sisa tumbuhan penawar. Langkah kakinya sangat ringan, hampir tidak menimbulkan getaran pada lantai kayu di atasnya.

Namun, begitu kakinya menginjak anak tangga terakhir, insting pembunuh yang telah terasah selama belasan tahun di dunia modern berteriak kencang.

Bahaya!

Syuut!

Sebuah bayangan hitam melesat dari kegelapan sudut ruangan dengan kecepatan yang luar biasa. Sebuah tangan yang besar dan kokoh mencengkeram pergelangan tangan kanan Meilin, sementara tangan lainnya bergerak secepat kilat mengunci leher rampingnya dari belakang. Punggung Meilin dihantamkan ke dinding batu yang dingin dengan kekuatan yang cukup besar hingga membuat semangkuk sup di tangannya terlempar dan hancur berkeping-keping di lantai.

"Siapa kau? Dan tempat terkutuk apa ini?"

Sebuah suara bariton yang berat, rendah, dan penuh dengan intimidasi mutlak menggema tepat di dekat telinga Meilin. Pria itu telah terbangun. Meskipun tubuhnya baru saja lolos dari maut, cengkeraman tangannya di leher Meilin sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kelemahan. Sepasang mata elang milik pria itu berkilat tajam dalam kegelapan, mengunci sosok Meilin dengan kewaspadaan penuh.

Meilin, yang lehernya terkunci, sama sekali tidak panik. Wajah cantiknya tetap datar, matanya sedingin es. Di dunia modern, ia telah lolos dari cengkeraman interogator paling kejam sekalipun. Situasi seperti ini baginya hanyalah latihan fisik biasa.

"Apakah ini caramu memperlakukan orang yang baru saja menyelamatkan nyawamu, Tuan Misterius?" balas Meilin dengan nada suara yang teramat tenang, bahkan cenderung meremehkan.

Kaisar Long Feng—pria yang saat ini sedang menyamar dengan pakaian hitam—sedikit terkejut mendengar ketenangan wanita di bawah kunciannya. Biasanya, wanita mana pun di kekaisaran ini akan menangis ketakutan atau pingsan jika diancam oleh auranya. Namun, wanita di depannya ini memiliki tatapan mata yang sangat berani, seolah tidak menganggap kematian sebagai sesuatu yang menakutkan.

"Menyelamatkan nyawaku?" Long Feng menyipitkan mata, melirik ke arah dadanya yang kini dibalut rapi dengan kain bersih berkandungan ramuan herbal. Rasa sakit membakar akibat Racun Beladona memang telah reda, digantikan oleh rasa sejuk yang nyaman. "Atau kau sengaja mengobatiku agar bisa menginterogasiku? Siapa yang mengirimmu? Sekte Teratai Hitam? Atau menteri tua itu?"

"Aku tidak peduli dengan urusan politik atau sekte bodohmu," potong Meilin dingin. "Jika aku ingin kau mati, aku hanya perlu membiarkan racun di dadamu menyebar ke jantung tiga jam yang lalu. Sekarang, lepaskan tangan kotormu dari leherku sebelum aku memutuskan untuk mematahkan lenganmu."

Long Feng terkekeh sinis, menganggap ucapan wanita ramping itu sebagai gertakan kosong. "Mematahkan lenganku? Dengan tubuh selemah ini?"

Namun, Long Feng terlalu meremehkan pengetahuan anatomi modern milik Lin Meilin.

Meskipun tubuh kuno ini tidak memiliki Qi atau kekuatan dalam, Meilin tahu persis letak titik kelemahan mekanis tubuh manusia. Tanpa peringatan, Meilin menggerakkan tangan kirinya yang bebas, bukan untuk memukul, melainkan untuk menusukkan dua jarinya dengan akurasi ekstrem ke titik saraf ketiak Long Feng, lalu memutar pergelangan tangan Long Feng dengan memanfaatkan sudut tuas sendi.

Klek!

"Ugh!" Long Feng mengerang tertahan. Rasa baal dan lemas seketika menjalar di seluruh lengan kanannya, memaksa cengkeraman tangannya di leher Meilin terlepas seketika.

Sebelum Long Feng sempat membalas dengan kekuatan dalamnya, Meilin telah merosot ke bawah, berputar di belakang tubuh besar Long Feng, dan dengan cepat menendang bagian belakang lutut pria itu hingga Long Feng tertekuk berlutut di lantai. Dalam sekejap mata, situasi berbalik. Meilin kini berada di belakang Long Feng, menekan konde perak runcing yang beracun tepat di urat nadi leher pria itu.

1
sasa adzka
cerita makin keren ey 😍😍
semangat up nya kak, Terima kasih sdh up beberapa bab kak😍😍.. utk jam berapa nya kau up terserah aja ya.. aku selalu menantikan kelanjutan cerita mu ini.. semoga sampai tamat 😍😍😍
Amber Mist: 😍 baik lah terima kasih
total 1 replies
Lina Hibanika
jangan kasih ampun pelayan calutak seperti itu mah
sasa adzka
wahhh sebentar lagi bucin neh si kaisar long sama meilin🤭🤭🤭
Amber Mist: Siap2, ya Yang Mulia. Lebih suka upload jam brp kak?
total 1 replies
Lina Hibanika
hadiah perkenalan,, segelas kopi buat author ☕
Amber Mist: 😍 terima kasih Yang Mulia
total 1 replies
sasa adzka
I like it permaisuri meilin😍😍😍 aku suka karakter nya... pertahan kan kak.. pokok nya harus kuat mah MC cewek nya😍😍😍😍
semangat ya
Amber Mist: wahhh, makasi Yang Mulia, dukung aku terusnya "follow" dan jangan lupa "bintang5nya"
total 1 replies
sasa adzka
hallo baru mampir kak othor...
semoga sampai tamat ya😍😍
semangat up nya💪💪
Amber Mist
Yang Mulia Datu Zahra, bagian mana ya yg fisiknya brubah? coba dibaca ulang, karena Meilin ahli racun kak, itu bukan fisik yg brubah tapi jiwanya uda ganti kak
Datu Zahra
Dibab sebelumnya disebutin udah lewat seminggu, tambah dua hari seudha kaisar pergi sampe fisik berubah, ya kali nyebut racun semalam. ngaco
Amber Mist: Yang Mulia, sepertinya harus baca ulang ya
total 1 replies
Amber Mist
Halo Yang Mulia Ratu pembaca setia Permaisuri Lin, Salam Kenal.

Yuk, voting, kalian lebih suka aku upload di jam brp?

Yang setia ikutin, pencet " ikuti" + kasih 💫 bintangmu ya.

Hamba butuh dukungan kalian
Alia Chans
suka.... like + bunga😉
semangat thor nulisnya nya🤭




kalo berkenan mampir thor😉
Amber Mist: 😍👍 siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!