NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Andara

Cinta Untuk Andara

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bareta

Dipaksa pamannya menikah setelah lulus SMA, kehidupan Andara yang sudah yatim piatu tidak menjadi lebih baik.



Setelah difitnah sudah tidak perawan, dituduh berzinah saat hamil setelah 3 bulan menikah, Andara menjadi janda di usia sembilanbelas tahun.



Penderitaan tidak berhenti di situ, rumah peninggalan orangtua Andara diambil paksa oleh keluarga Irfan, mantan suaminya dengan alasan melunasi hutang-hutang orangtua dan paman Andara.



Dikucilkan karena dianggap aib dan pembawa sial membuat Andara memutuskan untuk mengadu nasib ke Jakarta dalam keadaan hamil.




Bagaimana kehidupan Andara selanjutnya ?



Apakah nasib Andara bisa berubah setelah bertemu dengan bayi Lily yang kehilangan ibunya saat ia dilahirkan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Sambil duduk menunggu angkot, Andara mengipasi wajahnya yang bercucuran keringat. Sudah 2 hari cuaca lumayan panas tapi Andara tidak menyerah, ia bertekad mendapat pekerjaan dalam minggu ini.

Puluhan lamaran sudah Andara kirim via online sejak ia pindah kost tapi belum ada satu pun yang menanggapi.

Tidak ingin diam dan hanya menunggu, Andara mencoba peruntungan nasib, mendatangi usaha rumahan di sekitar tempat tinggalnya., siapa tahu ada yang membutuhkan karyawan tanpa pengalaman tapi sejak kemarin belum ada yang mau menerimanya.

Sudah limabelas menit menunggu tapi bukan angkot yang datang malah sebuah mobil mewah berhenti persis di depan halte.

Andara yang sibuk menambah kekuatan kibasan amplop besar di tangannya tidak memperhatikan siapa yang turun dari pintu penumpang bagian depan.

“Andara.”

“Ya ampun !” Andara sampai terlonjak saking kagetnya.

Rio terkekeh, ekspresi wajah Andara sangat lucu.

“Om Rio ? Kok bisa nyasar kemari ?”

“Lagi sibuk ?” Rio menatapnya dengan alis terangkat sebelah.

“Saya bukan pejabat jadi mana mungkin sibuk,” canda Andara sambil terkekeh.

“Sotoy banget kamu ! Nggak semua orang yang jadi pejabat pasti sibuk, banyak kok yang pura-pura sibuk biar dianggap kerja.”

Andara tertawa pelan mendengar ucapan Rio yang mulai nyeleneh.

“Bisa aja om Rio.”

“Kalau begitu ikut aku sekarang. Ada yang mau ketemu sama kamu.”

Kepala Andara menggeleng dan matanya membola. “Saya ogah ketemu pak Baskara lagi. Galaknya melebihi guntur, jantung saya bisa copot keseringan dengar suara pak Baskara.”

Rio tertawa sambil geleng-geleng kepala. Ternyata Andara tidak seserius yang ia kira.

“Bukan pak Bas dan yang ini baik banget, nggak bakalan bikin jantung kamu kayak habis dikejar setan.”

“Memangnya siapa yang mau ketemu saya ? Bu Mira ?”

Bukannya menjawab, Rio malah menarik pergelangan tangan Andara.

“Eh mau dibawa kemana ?” tanya Andara saat Rio membukakan pintu belakang.

“Ikut aja, yang pasti bukan mau diculik. Berat culik kamu, makannya banyak.”

Andara melotot tapi Rio malah memberi isyarat menyuruhnya masuk ke dalam mobil.

“Jangan kelamaan, nanti disangka kita lagi transaksi,” ledek Rio yang membuat Andara melotot lagi tapi posisinya sudah duduk di dalam mobil.

Mobil kembali melaju. Rio menyodorkan kotak tisu, menyuruh Andara menghapus keringat di sekitar wajah dan lehernya.

“Biar nggak masuk angin,” ujar Rio.

“Terima kasih.”

Sebetulnya Andara ingin bertanya lagi mau dibawa kemana dan siapa yang akan ditemuinya tapi dinginnya udara di dalam mobil malah membuat Andara tetidur.

“Andara bangun !”

Tepukan halus di bahunya membuat Andara gelagapan.

“Maaf saya ketiduran.”

“Nggak apa-apa. Turun yuk !”

Tidak tahu ada di daerah mana, di depannya berjejer bangunan ruko yang cukup mewah masing-masing 4 lantai.

“Kantor siapa om ?”

Rio berdecak. “Bisa nggak jangan panggil om, aku belum setua itu.”

Sambil menutup mulutnya, Andara cekikikan.

“Panggil aku kakak atau mas tapi jangan om.”

“Nggak sopan, saya panggil pak Rio aja.”

Sekali lagi Rio berdecak tapi tidak lanjut membahas soal panggilan untuknya.

“Ikut aku !” Andara menganggukkan kepala dan membuntuti Rio masuk ke dalam ruko.

Seorang wanita paruh baya dengan gaya sosialita langsung menyambut Rio.

“Bagaimana kabarnya pak Rio ?”

Sikap agresif dan sentuhan wanita itu tidak membuat Rio jengah atau senang. Pria itu langsung menunjuk Andara.

“Siapkan dia dengan baik. Nyonya mau bertemu dengannya sore ini.”

Mungkin kalau bukan Rio yang membawanya, wanita baya sudah pasti enggan mendekati Andara bahkan sangat mungkin Andara langsung diusir karena dianggap sampah.

“Ara, ini tante Juwita. Dia akan membantu kamu merapikan diri sebelum bertemu nyonya Deswita.”

Andara menautkan kedua alisnya sambil menatap Rio seakan-akan bertanya siapa lagi nyonya Deswita.

“Saya jemput 2 jam lagi,” ujar Rio tidak peduli dengan rasa penasaran Andara.

“Perlakukan Andara dengan baik dan jangan terlalu menor.”

“Jangan khawatir pak Rio. Saya sudah paham dengan selera nyonya Deswita.”

“Hhhmmm.”

Rio beralih pada Andara. “Aku tinggal dulu. Dua jam lagi kamu dijemput.”

“Tapi….” Rio menggelengkan kepala sebagai tanda supaya Andara tidak perlu bertanya macam-macam.

Kepala Andara mengangguk lalu menghela nafas dalam-dalam.

“Kamu punya anak ? Masih menyusui ?” pertanyaan Juwita membuat Andara menoleh.

“Darimana ibu tahu kalau saya…”

“Dadamu basah. Lain kali pakai breast pad supaya tidak memgotori bajumu.”

Wajah Andara langsung merona karena malu tapi ia tidak tersinggung dengan cara Juwita berbicara. Selama ini Andara hanya menyumpal dengan handuk kecil karena harga breast pad cukup mahal.

***

Tepat dua jam kemudian Rio kembali menjemput Andara yang sudah berubah penampilannya. Tetap sederhana, tanpa make up berlebihan, hanya menggunakan lipstik warna bibir.

Pakaan lamanya diganti dengan dress motif bunga dengan potongan simple membuat Andara seperti anak remaja:

“Sebetulnya siapa nyonya Deswita ?” Andara tidak bisa menahan rasa ingjn tahunya.

Kali ini Rio duduk bersama Andara di kursi belakang.

“Ibu kandungnya pak Baskara.”

Mata Andara membola. “Kenapa nyonya Deswita ingin bertemu saya ? Apa beliau marah karena saya menjadi ibu susu Lily tanpa ijin pak Baskara ?”

Rio tertawa melihat wajah Andara berubah tegang.

“Pak Rio, saya nggak lagi bercanda,” omel Andara.

Kedua tangannya mulai dingin, jantung Andara mulai berdebar-debar karena cemas.

“Aku juga tidak tahu apa yang ingin nyonya Deswita bicarakan tapi pasti ada hubungannya dengan Lily.”

“Gawat ! Celaka duabelas !” Andara menepuk jidatnya membuat Rio kembali tertawa.

“Nyonya Deswita tidak segalak pak Bas. Ceritakan semua apa adanya, tidak usah berbohong karena takut dimarahi. Secerdik apapun kamu mengarang cerita, nyonya Deswita pasti tahu mana yang benar dan mana yang karangan.”

“Apa pak Bas ikut juga ?”

“Pak Bas sedang pergi ke Hong Kong makanya aku bisa bebas membantu nyonya Deswita.”

Sambil memegangi dadanya, Andara menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan sangat pelan.

Tidak lama mobil berhenti di depan gerbang tinggi yang menutupi bangunan minimalis namun terlihat mewah dan elegan.

“Ini rumahnya siapa ?” bisik Andara.

Rio terkekeh apalagi melihat Andara tidak bisa menahan decak kagumnya saat mobil perlahan masuk ke halaman yang ternyata cukup luas.

“Rumahnya pak Bas tapi biasanya hanya ibu Fanny dan nona Deasy yang tinggal di sini sedangkan pak Bas di apartemennya.”

Andara mengerutkan dahi tapi tidak ada niat meminta Rio untuk melanjutkan ceritanya.

“Ayo turun !”

Sekali lagi Andara menarik nafas dalam-dalam sebelum turun dari mobil.

“Semangat Andara ! Kamu tidak melakukan kejahatan !” Andara berbicara sambil memberikan semangat pada diriya sendiri.

Rio tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Dasae bocil ! Biar sudah punya anak tetap saja kelakuan tidak bisa bohong kalau kamu memang masih sangat muda, batin Rio.

1
Baretta
Terima kasih Kak Evi Lusiana 😊😊
Evi Lusiana
mampur thor,awal yg menyedihkan smoga andara sgra mnemukan kebahagiaan,semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!