NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:592
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PDKT

Pukul 20.00.

Mirra sedang berbaring di atas ranjangnya sambil memainkan ponselnya, dan tiba-tiba saja dia menerima panggilan telfon dari nomor yang tidak di kenalnya.

"Siapa nih?" Gumamnya lalu mulai mengangkat panggilan telfon tersebut.

'Halo? Siapa ya?' 

' Halo Mirr, ini gue, Satria.' 

' Oh kak Satria, ada apa kak?' 

' Nggak apa-apa, cuma pengen telfon aja, pengen ngobrol-ngobrol, ganggu ya?' 

' Oh gitu, enggak kak...santai aja, lagian gue juga belom mau tidur.' 

' Emang biasanya tidur jam berapa?' 

' Tergantung, kalo jam segini udah ngantuk ya pasti udah tidur kak.' 

' Oh...cepet ya jam tidur nya...' 

' Haha, iya kak...' 

' Ada yang marah nggak nih gue telfon?' 

' Yang marah? Paling mama...' 

' Mama? Emang mama lo ngelarang lo bergaul sama cowok?' 

' Iya kak, ada alasan pribadi, jadi gue nggak bisa kasih tau.' 

' Oh gitu, terus kalo mau jalan sama pacar lo gimana? Ngumpet-ngumpet gitu?' 

'Pacar? Gue nggak punya kak, mana berani gue boongin mama gue. ' 

' Serius? '

' Iya serius, gue malah belum pernah pacaran kak, haha, aneh ya denger nya? Gue emang anak mama banget kak.' 

'Wah...cewek secantik lo...ckckck...nggak expect gue.' 

'Apa sih kak...biasa aja, masih banyak yang lebih cantik dari gue.' 

' Orang cantik emang beda ya, nggak pernah ngerasa dirinya cantik.' 

' Hahaha, bisa aja lo kak...'

'Besok naik busway lagi?' 

' Kayaknya, kalo mama gue nggak anter ya naik busway kak.' 

' Rencananya gue besok mau bawa mobil, lo mau gue jemput? Di tempat biasa nunggu busway nggak apa-apa.' 

'Bawa mobil? Tumben kak...' 

'Iya, mobil kakak gue, dia beli baru jadi yang lama buat gue, kebetulan gue juga udah ada SIM.Gimana? Mau nggak berangkat bareng?' 

' Mpphhh, liat besok aja deh kak, kalo gue nggak di anter mama, gue kabarin deh.' 

' Oke...' 

'Udah ya kak, gue udah mulai ngantuk nih.' 

' Cepet banget? Perasaan baru ngobrol bentar, garing ya gue?' 

' Ah, nggak kak, gue emang anaknya cepet ngantuk, mungkin karena udah terbiasa tidur cepet.' 

' Oh gitu, yaudah...good night ya...' 

' Ya kak' 

Dan setelah panggilan berakhir, Mirra pun langsung menaruh ponselnya di atas nakas, lalu setelah itu, kedua matanya mulai terpejam dan tertidur.

Sementara di tempat lain, setelah panggilan berakhir, Satria langsung tersenyum lebar, sehingga papa nya. Dani Andrian langsung menegur putra keduanya yang tampak aneh karena tersenyum dengan begitu lebarnya setelah mengakhiri percakapannya di telfon.

"Abis ngobrol lewat telfon sama siapa Sat? Kayaknya happy banget." Goda Dani.

"Papa..." Satria sedikit terkejut." Biasa pa...gebetan." Jawab Satria masih dengan senyuman yang begitu lebar.

"Gebetan? Kamu punya gebetan? Wah...berita bagus, setelah sekian lama menjomblo, akhirnya kamu punya gebetan lagi, kenalin ke papa ya kalo udah berubah statusnya jadi pacar."

Satria tersenyum sedikit malu-malu." Iya pa, nanti aku kenalin kalo aku udah berhasil bikin dia jadi pacar aku, papa doain ya, soalnya kayaknya dia bakal susah buat di jadiin pacar."

"Iya papa doain, semangat ya, nggak ada yang nggak mungkin, usaha nggak pernah mengkhianati hasil, jadi kamu juga jangan menyerah. Tapi kalo boleh papa tau, kenapa bakal susah? Apa dia udah ada cowok lain?"

"Nggak sih pa, yang suka mungkin banyak, dan saingan aku sahabat aku sendiri, si Ajun, cuma masalah nya, mama nya nggak ngebolehin dia buat pacaran, ada alasan pribadi, jadi aku harus berusaha keras biar dia mau jadi pacar aku tanpa sepengetahuan mamanya, soalnya dia juga nggak pernah pacaran karena dia dengerin banget kata-kata mama nya." Jelas Satria.

"Wah...berat itu Sat, kalo bisa sih kamu dapetin restu mama nya dulu, yakinin mamanya, baru tuh kamu pacaran sama anaknya."

Satria sedikit mengerutkan keningnya, dan apa yang dikatakan papanya ada benarnya. "Iya juga ya pa, nanti aku coba cari cara deh pa."

"Iya, pesen papa satu sih, pokoknya kalau kamu mau pacaran, kamu juga harus dapet restu dari orang tuanya, biar orang tuanya nggak kecewa sama kamu nantinya.'

"Iya pa, yaudah...aku ke kamar ya pa..."

"Iya..."

Satria pun langsung berjalan menuju kamarnya, dan dia juga mempertimbangkan apa yang baru saja papanya katakan.

*****

Keesokan harinya.

Setelah selesai sarapan, Satria mendapatkan satu pesan, dan pesan itu dari Mirra.

Mirra

Kak, nanti gue tunggu di halte ya.

Senyuman Satria pun langsung mengembang, dan dia dengan segera langsung membalas pesan tersebut.

Satria

Oke Mirr...

"Pa, kak, aku duluan ya..." Pamitnya yang tidak ingin membuat Mirra menunggunya terlalu lama di halte.

Satria pun langsung masuk ke dalam mobilnya, dengan suasana hati yang berbunga-bunga Satria mengendarai mobilnya itu, dan setelah menempuh waktu selama beberapa menit, akhirnya dia sampai di halte.

"Mirr..." Panggilnya sambil membuka kaca mobil penumpang.

Mirra pun langsung masuk ke dalam mobil Satria." Cepet banget kak? Gue aja baru duduk tadi." Ucap Mirra sambil mengenakan seat belt nya.

"Iya, nggak mungkin juga gue lama-lama, gue nggak mau bikin lo nunggu." Jelasnya lalu kembali melajukan mobilnya.

"Haha, thanks kak, jarang-jarang lho gue nebeng orang begini...kalo nggak karena lo udah baik banget sama gue, mungkin gue nggak bakalan mau ikut mobil lo kak."

"Serius Mirr? Wahhh berasa terhormat banget nih gue."

"Apa sih kak, lo lebay banget...lo itu orang pertama yang gue kenal sebelum gue masuk sekolah, dan lo juga selalu baik sama gue, jadi nggak ada salahnya gue terima tawaran lo. "

"Iya-iya Mirra...tapi jujur, gue seneng banget lho karena lo mau nerima tawaran gue buat berangkat bareng gue."

"Kenapa gitu? Seseneng itu?"

"Iya...soalnya gue ngerasa nyambung dan cocok aja gitu sama lo."

Mirra pun sedikit tersenyum, dia juga merasa sedikit khawatir dan takut jika mungkin saja Satria memiliki perasaan lebih kepadanya, Mirra tidak ingin pertemanan antara dia dan Satria menjadi canggung jika nantinya suatu hari Satria mulai mengungkapkan perasaannya kepadanya.

"Kak, gue boleh jujur nggak?" Tanya Mirra dengan berhati-hati.

"Boleh, jujur aja, gue malah seneng."

"Jujur gue seneng karena gue punya temen kakak kelas sebaik lo, dan gue nggak mau pertemanan kita ini cuma sementara, gue pengen terus berteman kayak gini sama lo kak. Jadi...gue pengen, kalo kita terus jadi temen kayak sekarang ini, jangan berubah, atau jangan sampai ada perasaan yang berlebih di pertemanan kita ini." Mirra mempertegas segalanya, dan Satria juga langsung mengerti inti perkataan yang baru saja Mirra lontarkan.

Satria memang sedikit merasa sedih, namun dia berusaha tetap terlihat biasa saja, Satria tidak ingin memaksakan perasannya, dan dia berpikir untuk memulai segalanya secara perlahan-lahan supaya Mirra juga bisa membalas perasaannya suatu hari nanti.

"Iya Mirr, gue nggak masalah kok kalo kita berteman terus, tapi kalo suatu saat perasaan lo yang berubah, lo bisa kasih tau ke gue kapan pun."

Mirra hanya terdiam dengan senyuman samarnya, dia merasa sedikit lega karena Satria langsung mengerti maksud dari ucapannya, namun di sisi lain, Mirra juga tidak bisa memprediksi bagaimana perasaannya kelak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!