NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: namice

"Dua sisi kegelapan, satu raga, dan satu candu yang mematikan: diriku."

​Zaviar, penguasa dingin yang sebelumnya mati rasa, mendadak meledak gairahnya saat Arumi—sang macan bar-bar yang bertransmigrasi ke tubuh istrinya antagonis—menghapus riasan badutnya.

Perubahan drastis ini tak hanya membangkitkan Zaviar, tapi juga monster di dalamnya: Varian.
​Varian, alter ego gelap, obsesif, dan haus gairah, bangkit tanpa kendali, matanya memancarkan kedalaman yang menakutkan dengan mata merahnya.

Terkunci di dalam sangkar emas kamar utama, Arumi terjebak dalam kecemburuan Calista istri kedua sekaligus pemeran utama wanita dan pusaran hukuman ganda: kelembutan menuntut Zaviar, dan keganasan tanpa lelah Varian. Keduanya menginginkannya dengan cara yang paling mengerikan.

Varian menyeringai gelap​, manik merahnya mengunci pergerakan arumi. "Kau membuat monster dalam diriku terbangun, Sayang. Bersiaplah untuk tidak bisa berjalan besok pagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Posesif Bin Bucin Zaviar

‎Zaviar perlahan menegakkan tubuhnya, melepas mantel panjang hitamnya dengan satu gerakan anggun, lalu melemparkannya ke atas sofa kulit di sudut ruangan. Ia kembali berjalan mendekati Arumi, melepaskan satu kancing teratas kemeja putihnya yang mulai terasa mencekik akibat gejolak gairah dan sisa amarah yang belum padam di dalam dadanya.

‎"Sekarang, para pengganggu sudah keluar dari ruanganmu, Istriku," ucap Zaviar, suaranya kini terdengar lebih serak dan berat, murni mencerminkan kepribadian Varian yang dominan. "Mari kita selesaikan urusan 'sopan santun' dan 'posesi ekstrem' yang kau keluhkan tadi."

‎Arumi tidak mundur. Sifat bar-bar-nya menolak untuk tunduk begitu saja. Ia melangkah memutari meja kerja, berdiri tepat di hadapan Zaviar dengan jarak kurang dari tiga puluh sentimeter. "Lu mau apa, hah? Mau ngancem gue juga kayak lu ngancem Gavin? Lu pikir gue takut sama lu, tripleks?!"

‎Zaviar tidak menjawab dengan kata-kata. Alih-alih berbicara, tangan kanannya bergerak secepat kilat, mencengkeram pinggang ramping Arumi dan menariknya dengan satu sentakan kuat hingga tubuh bagian depan mereka bertubrukan tanpa celah. Arumi terkesiap kecil, tangannya secara insting bertumpu pada dada bidang Zaviar untuk menahan dorongan.

‎"Aku tidak pernah mengancammu, Sayang," bisik Zaviar tepat di depan bibir Arumi, menyebarkan kehangatan napasnya yang sarat akan gairah yang menuntut kepatuhan. "Aku hanya sedang menandai apa yang menjadi milikku. Apakah kau lupa apa yang terjadi semalam di ranjang kita? Perlu aku ingatkan kembali di atas meja kerjamu ini?"

‎Mata elang Zaviar melirik ke bawah, menatap syal sutra emas Arumi yang sedikit longgar. Dengan jemarinya yang panjang dan penuh urat, ia membuka ikatan syal itu sepenuhnya, membiarkan kain mahal itu jatuh tak berdaya ke atas lantai kayu. Di sana, di atas kulit putih pualam leher jenjang Arumi, tercetak dengan sangat jelas jejak memar kemerahan yang pekat—tanda visual yang menegaskan bahwa wanita ini telah dikuasai sepenuhnya oleh kegilaan seorang Ravindra.

‎"Melihat tanda ini... dan membayangkan pecundang itu menatap lehermu tadi, membuatku ingin menghancurkan seluruh isi kota ini, Sayang," geram Zaviar rendah, matanya berkilat dengan obsesi yang gelap dan murni. "Kau adalah canduku. Kelainan di tubuhmu, jiwamu, sifat bar-bar-mu ini... semuanya adalah milikku. Tidak akan kubiarkan pria lain memiliki kesempatan bahkan hanya untuk memikirkanmu."

‎Sentuhan jari-jari kasar Zaviar di lehernya, tepat di atas jejak memar tersebut, mengirimkan sengatan listrik yang aneh langsung ke pusat saraf Arumi. Perut bawahnya kembali berkedut nikmat. Sifat bar-bar-nya yang biasanya meledak-ledak mendadak lumpuh menghadapi gairah mentah yang begitu jujur dan meluap-luap dari suaminya. Di balik kedok kepribadian ganda yang menakutkan bagi dunia luar, Arumi tahu bahwa pria di depannya ini benar-benar telah jatuh sepenuhnya ke dalam jurang obsesi yang ia ciptakan sendiri.

‎"Lu... lu beneran gila, Zaviar," bisik Arumi, suaranya yang tadi melengking galak kini melemah, berubah menjadi desahan pasrah yang sarat akan antisipasi. "Ini kantor... kalau ada yang masuk gimana..."

‎"Tidak akan ada yang berani masuk," balas Zaviar mutlak.

‎Zaviar menundukkan kepalanya, mengunci bibir seksi Arumi dalam sebuah ciuman yang jauh lebih dalam, menuntut, dan penuh gairah dibandingkan saat sarapan pagi tadi. Ciuman kali ini adalah bentuk penyaluran dari rasa cemburu yang membakar dan kepuasan karena telah menyingkirkan saingan masa lalu. Zaviar melumat bibir Arumi dengan dominasi penuh, memaksanya untuk membuka mulut dan menerima setiap jengkal tuntutan kepemilikannya.

‎Arumi meremas kemeja putih Zaviar, mencoba mencari pegangan karena kedua kakinya mendadak terasa lemas bagai jeli. Sifat bar-bar-nya menguap, digantikan oleh insting wanita yang ingin berserah pada dominasi pria yang dicintainya. Ia membalas ciuman Zaviar dengan intensitas yang sama, membiarkan gairah pagi mereka yang sempat tertunda kini meledak di tengah ruang kerja yang luas tersebut.

‎Tangan Zaviar merayap turun, menyusup ke balik blazer hijau zamrud yang dikenakan Arumi, meremas pinggangnya dengan posesif sebelum mengangkat tubuh ramping itu dengan mudah dan mendudukkannya di atas tepi meja jati besar yang kokoh. Beberapa dokumen yang tersisa bergeser berantakan, namun tidak ada satu pun dari mereka yang peduli. Fokus Zaviar sepenuhnya terkunci pada wanita di bawah kungkungannya.

‎Ketika Zaviar akhirnya melepaskan tautan bibir mereka untuk memberikan ruang bagi Arumi menarik napas, napas keduanya sudah memburu pendek-pendek di udara. Ibu jari Zaviar mengusap bibir bawah Arumi yang kini membengkak kemerahan dan basah akibat ulahnya. Kilat kepuasan yang murni dan gelap terpancar jelas dari manik mata obsidian sang CEO.

‎"Kau masih ingin membahas tentang profesionalitas korporat, Istriku?" tanya Zaviar dengan nada mengejek yang seksi, suaranya sangat serak akibat gairah yang sudah berada di puncaknya.

‎Arumi memukul dada bidang Zaviar dengan pelan, mencoba mengembalikan sisa-sifat tegasnya yang sempat hilang. "Lu bener-bener papan tripleks mesum! Turunin gue! Katanya tadi pagi lu bilang tubuh gue masih lemas, tapi lu sendiri yang nyiksa gue dari semalem!"

‎Zaviar terkekeh rendah, suara baritonnya bergetar di dalam dadanya. Ia tidak menurunkan Arumi, melainkan justru menyembunyikan wajah tampannya di ceruk leher istrinya, menghirup aroma tubuh Arumi yang menjadi candu terbesarnya, lalu memberikan satu gigitan kecil yang sensual di dekat tanda memar yang lama.

‎"Aww! Sakit, kaku!" jerit Arumi kecil, menjambak rambut hitam legam Zaviar dengan gemas.

‎"Itu hukuman karena kau menyebut nama pria lain di depanku hari ini," bisik Zaviar di kulit lehernya. Ia perlahan merapikan kembali blazer hijau zamrud Arumi, lalu mengangkat tubuh istrinya turun dari meja dengan sangat hati-hati, seolah-olah wanita bar-bar di depannya ini adalah pualam paling berharga yang mudah retak.

‎Zaviar mengambil syal sutra emas yang terjatuh di lantai, mengibaskannya sedikit, lalu dengan telaten memasangkannya kembali ke leher Arumi. Ia mengikatnya dengan rapi, memastikan seluruh tanda merah ekstrem buatannya tersembunyi kembali dari pandangan dunia luar.

‎"Hari ini, aku akan menemanimu di kantor ini sampai seluruh pekerjaanmu selesai," ucap Zaviar dengan nada perintah yang tidak menerima bantahan. Ia berjalan menuju sofa, mengambil mantel panjangnya, lalu duduk di sana dengan menyilangkan kaki, mengawasi Arumi bagai seekor singa yang sedang menjaga wilayah kekuasaannya. "Duduklah di kursimu dan selesaikan berkas-berkas itu. Setelah ini, kita langsung pulang ke mansion."

‎Arumi memutar bola matanya, namun di dalam hatinya, ada rasa hangat yang menggelitik dadanya. Sikap posesif dan gairah meluap-luap dari si kaku Zaviar—atau Varian—entah sejak kapan telah bertransformasi menjadi pagar pelindung yang membuatnya merasa sangat aman. Jiwa bar-bar-nya merasa tertantang, dan ia tahu, konfrontasi sejati di antara mereka baru akan benar-benar meledak saat malam tiba di kamar tidur mereka nanti.

‎"Terserah lu deh, tripleks! Yang penting diem dan jangan berisik!" gerutu Arumi sambil kembali duduk di kursi kebesaran CEO-nya, meraih pulpen emasnya, dan mulai fokus pada dokumen Calista Tower dengan senyuman tipis yang tidak bisa ia sembunyikan lagi.

1
yuningsih titin
aku mampir kak... lanjutkan👍👍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah mampir 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
kok bulu angsa🤔lbh bagus bulu rubah klu nggak bulu serigala biar keren😅
namice: 👍😁😁😁😘😘🌹🌹🌹
total 5 replies
arsyila putri
dek Calista 🤣
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
arsyila putri
ceritanya kereeen👍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suka😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
kebolak balik😄😄😄😄
Rani Saraswaty
namanya bikin pusing
namice: 🙏🙏🙏, maaf nanti aku revisi kembali
total 1 replies
Sulati Cus
😅ini sih di hajar habis2an namanya😅
namice: 🤣🤣.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
tunggu tunggu knp jd calista?
namice: iya kak namanya Arumi Razetha... maaf salah typo nanti aku revisi 🙏🙏
total 1 replies
Rani Saraswaty
namanya calista ato clarisa sih? ada 2 org ato 1 calis claris?
namice: Calista kak, maaf typo kak... nanti aku revisi kembali🙏🙏.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
hihihi kok aku latah ya, baca ny mlh pke aksen betawi 🤭
namice: 🤣🤣... 😘😘😘 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
ok thor mampir dsini.
kek nya seru nih. aku juga sering uring² thor klo baca novel yg mc ny cinta buta + tulul.
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
Noul
suka visualnya thor,, 😍😍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak... love you sekebon untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
hahaha langsung kicep tu mulut ,terpesona,,aku terpesonaaaa...🤣🤣
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
awal yg bagus, lanjut thor 💪😍
namice: 😘😘😘, iya kak setiap hari aku update dan aku usahakan double update kak.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
langsung bukti nyata....sat set.....gavin
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
aku
mantan lu rum, astaga omdong bgt 🤣🤣
namice: 😘😘💪💪.. terimakasih banyak supportnya kak😘😘😘
total 3 replies
aku
alamak klo arumi imyuuut mode bgni siapa yg gk klepek2??? 🤩🤩
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘🌹🌹🌹🌹🌹😘
total 1 replies
CaH KangKung,
🫣🫣
namice: 😁😁😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
bar bar gini nie....mantappp
namice: 😁😁😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kenapa aku boleh rasa 🍯 itu
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!