NovelToon NovelToon
Lagu Yang Tenggelam

Lagu Yang Tenggelam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Cinta Seiring Waktu / Dark Romance
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Keivanya Huang

Selama sepuluh tahun, Nana tumbuh sebagai manusia di desa nelayan — tanpa tahu bahwa dirinya adalah putri mahkota kerajaan Siren Aequoria. Setiap malam, ia mendengar lagu misterius dari dasar laut, memanggilnya dengan nama.

Jeno, Siren penjaga perairan selatan, telah mengawasinya sejak bayi. Tugasnya sederhana: lindungi Nana sampai waktunya kembali. Tapi sepuluh tahun mengamati dari kejauhan membuatnya jatuh cinta pada lagu dalam darah Nana — dan pada Nana sendiri.

Ketika Nana berubah menjadi Siren untuk pertama kalinya, tak ada jalan kembali. Ia harus belajar mengendalikan kekuatannya, menghadapi bibinya yang merebut takhta, dan memilih antara dunia yang ia kenal — atau cinta yang selama ini menunggu di dasar laut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keivanya Huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Theron dan Kael

Dua minggu setelah surat Kael tiba, Theron datang sendiri ke Aequoria.

Ia berenang sendirian, tanpa pengawal, tanpa pasukan. Hanya ia — dengan sisik biru mudanya yang berkilau, dan senyum teduh yang selalu membuat orang merasa tenaga.

"Ratu Nanara," sapa Theron sambil membungkuk di ruang singgasana. "Aku datang membawa kabar baik."

Nana mengangkat alis. "Kael tidak jadi menyerang lagi?"

"Bukan hanya itu." Theron tersenyum. "Ayahku — Raja Aldric — sadar dari komanya. Ia mendengarkan ceritaku tentang apa yang Kael lakukan. Ia marah. Sangat marah."

"Apakah Kael dihukum?"

"Ia dikurung di istana. Tidak boleh keluar tanpa pengawalan. Ayah mencabut gelarnya sebagai pangeran mahkota — untuk sementara."

Jeno yang berdiri di samping Nana bersiul kecil. "Itu berat."

"Kael menerimanya," kata Theron. "Aku tidak percaya juga. Tapi ia bilang, 'Aku lelah, Theron. Aku lelah berpura-pura kuat. Aku lelah membenci.'"

Nana terdiam. Jantung Aequoria di dadanya berdenyut — pelan, seperti sedang merenung.

"Mungkin dia benar-benar berubah," katanya.

"Atau mungkin dia hanya butuh istirahat dari menjadi jahat," kata Jeno.

Theron tertawa. "Itu juga bisa."

 

Malam harinya, Nana mengadakan jamuan makan untuk Theron.

Ruang makan istana dihiasi dengan lampu-lampu bioluminesensi dan bunga laut segar. Para penasihat kerajaan hadir — Lira, Zara, beberapa komandan. Raja Valerius duduk di samping Nana, matanya yang dulu kosong kini mulai bersinar.

Theron duduk di seberang Nana, bersebelahan dengan Jeno.

"Jadi," kata Theron, menyendok sup rumput laut ke mangkuknya. "Kau dan Ratu... dekat?"

Jeno menegang. "Aku Kepala Penjaga."

"Lebih dari itu."

"Aku tidak tahu apa maksudmu."

Theron tersenyum. "Kau tahu. Matamu tidak bisa berbohong."

Jeno terdiam. Ia menatap Theron — dan untuk pertama kalinya, ia melihat ketulusan di mata pangeran itu. Tidak ada sindiran. Tidak ada maksud tersembunyi.

Hanya keingintahuan yang jujur.

"Ya," kata Jeno akhirnya. "Aku mencintainya. Tapi itu bukan urusan publik."

"Aku tidak akan memberitahu siapa pun."

"Baik."

Mereka berdua terdiam, menikmati sup rumput laut yang hangat.

 

Setelah jamuan, Theron meminta bicara berdua dengan Nana.

Mereka berenang ke taman laut — tempat di mana mawar biru bermekaran. Raja Valerius ada di sana, duduk di bangku karang, mematung sambil memandangi bunga-bunga itu.

"Ayah Yang Mulia," kata Theron pelan. "Dia... baik-baik saja?"

"Pulih," jawab Nana. "Tapi masih butuh waktu."

"Aku turut berduka. Kehilangan orang yang dicintai... tidak mudah."

Nana menatap Theron. "Kau juga pernah kehilangan?"

Theron tersenyum pahit. "Ibuku. Meninggal saat aku masih kecil. Aku tidak banyak mengingatnya. Tapi ayahku — Raja Aldric — tidak pernah bisa move on. Itu sebabnya ia menikahi ibu Kael. Karena ia kesepian."

"Dan Kael?"

"Kael tumbuh tanpa kasih sayang. Ibunya sibuk dengan urusan istana. Ayahnya sibuk dengan kesedihannya. Ia hanya punya kekuasaan — dan kekuasaan membuatnya buta."

Theron menatap Nana.

"Tapi aku percaya orang bisa berubah, Yang Mulia. Aku percaya Kael bisa berubah. Butuh waktu. Butuh kesabaran. Tapi mungkin..."

"Mungkin," potong Nana. "Tapi tidak di Aequoria. Kael tidak boleh mendekati kerajaanku lagi."

Theron mengangguk. "Aku mengerti. Aku akan pastikan itu."

 

Keesokan paginya, Theron berpamitan.

"Aku harus kembali ke Utara," katanya. "Kael masih butuh pengawasan. Ayahku juga butuh bantuan."

"Kau jadi pemangku raja?" tanya Jeno.

"Sementara. Tapi aku tidak akan mengambil takhta. Itu milik Kael — jika ia benar-benar berubah."

Nana mengangguk. "Kau bijak, Theron. Lebih bijak dari Kael."

"Atau lebih pengecut."

"Tidak. Bijak dan pengecut itu beda."

Theron tersenyum. Ia membungkuk pada Nana, lalu pada Jeno, lalu pada Raja Valerius yang ikut mengantar.

"Sampai jumpa lagi, Aequoria."

"Sampai jumpa," jawab Nana.

Theron berenang ke utara, meninggalkan Aequoria dalam keheningan pagi. Lampu-lampu bioluminesensi di sekeliling kota perlahan meredup — tanda malam berganti fajar.

Jeno berdiri di samping Nana, menggenggam tangannya.

"Kau pikir dia akan baik-baik saja?" tanya Nana.

"Theron? Ya. Dia kuat."

"Bukan Theron. Kael."

Jeno terdiam sejenak. "Aku tidak tahu. Tapi aku berharap begitu."

"Aku juga."

Mereka berdua terdiam, menatap ke utara, ke tempat Theron menghilang di balik karang.

 

Di ruang singgasana, Raja Valerius duduk di kursi penasihat.

Ia menatap singgasana kosong di depannya — singgasana yang dulu pernah menjadi miliknya, kini menjadi milik putrinya.

"Ruenna," bisiknya. "Kau lihat dia? Putri kita... dia hebat."

Tidak ada jawaban. Hanya mawar biru di jendela yang berdenyut — lembut — seperti sedang tersenyum.

Raja Valerius tersenyum balik.

Untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, ia tidak menangis saat mengingat Ruenna.

Ia tersenyum.

Karena ia tahu — istrinya tenang di alam lain. Melihat Nana. Menjaga Nana. Dan bangga.

1
hrarou
seruuu!! Lanjut yaaa 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!