NovelToon NovelToon
Bukan Suami Rahasia

Bukan Suami Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:169k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Pernah di khianati oleh Wanita yang dicintainya, Membuat Kaivan menutup hati pada semua wanita karena rasa traumanya.

Tapi siapa yang menyangka, Kalau dia harus terseret dalam hubungan percintaan putri majikannya. Kaivan harus diminta menggantikan sang calon pengantin pria yang merupakan asisten majikannya itu dalam sebuah pernikahan yang telah disiapkan.

"Kamu yang telah mengakadku.. Dalam pernikahan ini, Tidak ada suami pengganti atau suami rahasia.. Mulai sekarang kamu adalah suamiku yang sah.." Raisha Azzaira Pangestu.

"Aku berjanji akan menjaga pernikahan ini dengan baik. Dan aku juga akan berusaha belajar mencintaimu.." Kaivan Anugerah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Peringatan

Pagi harinya, Ajeng baru saja keluar dari kamar mandi. Wajah Wanita itu terlihat sangat sumringah mengingat apa yang telah terjadi semalam.

Dan pada Akhirnya Ajeng berhasil memikat Hans. Setelah kakaknya, Sekarang adiknya. Sungguh dia merasa bangga dengan kepandaian ini.

Namun kesumringahan itu luntur ketika Ajeng melihat Hans yang kini mulai memakai jaketnya.

"Hans.." Pria itu menoleh dan langsung berpaling muka. Bagaimana tidak, Ajeng baru saja selesai membersihkan diri namun wanita itu tak mengenakan handuk kimono yang lebih tertutup tapi justru memakai handuk sepaha seolah sengaja menggoda Hans.

"Aku akan pulang mbak.. Dan untuk yang semalam, Aku sungguh minta maaf.. Ini adalah kesalahanku yang hanya punya iman tipis mbak.. Seharusnya kita gak ngelakuin itu.." Ucap Hans, Jujur dari dalam lubuk hatinya dia menyesali perbuatan itu. Seharusnya ia bisa mengontrol nafsunya bukannya malah larut dalam hal yang terlarang seperti tadi malam.

"Hans.." Ajeng mendekat dan memeluk adik iparnya itu. "Aku juga minta maaf.. Tapi bagaimana dengan kita?" Hans mengurai pelukannya, Pria itu menatap Ajeng dengan sebuah pertanyaan yang tidak ia mengerti.

"Maksud mbak Ajeng apa? " Ajeng berbalik badan, Ia menarik nafas lalu berkata..

"Hans.. Semalam kita sudah melakukannya.. Dan sebentar lagi, Kau akan menikah.. Aku tidak ingin merusak hubungan kalian. Aku juga tidak mau dianggap sebagai orang ketiga dalam hubungan kalian yang sebentar lagi bersatu itu.. Tapi bagaimana kalau..

"Kalau apa?" Ajeng kembali memutar tubuhnya menatap Hans..

"Bagaimana kalau suatu saat aku hamil? Gak mungkin kan kamu lari dari tanggung jawab itu?" Hans terdiam, Kedua tangannya terkepal.

Ya, Dia dan Ajeng semalam telah melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan. Lalu bagaimana andai nanti Ajeng hamil? Kalau dia tidak tanggung jawab, Maka dia akan menjadi pria yang pengecut. Dan Ajeng akan menanggung semua itu seorang diri.

Namun justru sebaliknya? Kalau dia tanggung jawab jelas akan menjadi boomerang untuk hubungannya dengan Raisha. Tak hanya dengan Raisha tapi juga dengan keluarganya.

Hans menghela nafas panjang. Kedua tangan Hans memegang kedua bahu Ajeng.

"Mbak.. Andai mbak hamil, Mau bagaimana pun anak yang dikandung mbak itu adalah anak aku.. Aku akan tetap tanggung jawab..." Ucap Hans yakin dengan keputusannya. Untuk masalah Raisha akan Hans hadapi belakangan pikirnya.

"Lalu bagaimana dengan Raisha?

"Untuk Raisha.. Aku akan bujuk dia.. Mau tidak mau dia harus siap untuk dimadu.." Ajeng tersenyum tipis merasa bahagia setelah mendengar kata itu.

"Aku akan pulang dulu.." Setelah mengatakan itu, Hans berlalu pergi. Baru saja hendak membuka pintu..

"Om Hans.." Hans menghentikan langkahnya ketika telinganya mendengar suara yang selalu membuatnya rindu..

"Haura.." Haura berlari ke arah Hans, Pria itu tersenyum dan berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan bocah enam tahun itu.

"Om kapan kesininya? Kok tiba-tiba udah mau pulang? " Tanya Haura pada pria itu. Hans tersenyum..

"Iya,.. Om kesini subuh tadi.. " Kata Pria itu bohong. Haura hanya mengangguk-anggukan kepala saja.

"Sekarang Om sudah mau pulang?

"Iya..

"Yah.. Padahal sebenarnya Haura mau minta anter berangkat ke sekolah.." Sebelah tangan Hans terangkat mengusap rambut bocah enam tahun itu.

"Lain kali aja ya.. Om masih ada urusan penting.. " Wajah Haura tampak sangat kecewa. Hans pun sebenarnya juga tidak tega, Tapi mau bagaimana lagi..

"Ya udah deh.. Tapi lain kali Om kesini ya.. Anterin Haura berangkat ke sekolah.." Hans mengangguk, Sebelum pamit pulang calon suami Raisha itu mengecup kening Haura dengan penuh masih sayang.

Hans benar-benar pulang kerumahnya. Seperti biasa, Dia langsung mendapatkan tatapan tidak mengenakan dari sang Bunda.

"Darimana kamu? Semalam kamu pamit pergi kerumah Wanita itu dan sekarang baru pulang?" Hans menarik nafas panjang.

"Bun.. Wanita yang Bunda maksud itu punya nama.. Namanya Ajeng.. Dia..

"Apa saja yang kalian lakukan semalam Hans..?

Deg!

Jantung Hans mendadak berdetak tak karuan. Ia begitu susah menelan salivanya mendengar pertanyaan itu..

"Bunda kenapa sih? Hans semalam tidur di mobil.. " Tak ingin semakin mendapatkan pertanyaan lebih dari Bundanya, Hans berlalu begitu saja..

"Ingat nak.." Langkah Hans berhenti..

"Sebentar lagi kamu dan Raisha akan menikah.. Kalau sampai Bunda tahu kamu berkhianat.. Jangan salahkan Bunda kalau hubungan mu dan Raisha akan putus.. Bunda lebih memilih menikahkan Raisha dengan pria lain daripada melihat dia menangis karena sebuah pengkhianatan..." Kedua tangan Hans terkepal dan kembali melanjutkan langkahnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bunda Fatimah dan Ayah Mansyur datang kerumah sakit. Mereka berniat untuk menjenguk Raisha sang calon menantu yang katanya masuk rumah sakit.

"Ini Bunda bawakan oleh-oleh untuk kamu.. Di makan ya, Sayang.." Fatimah meletakkan sebuah parcel buah yang diletakkan diatas nakas.

"Makasih Ya, Bunda... Jadi ngerepotin banget.." Fatimah tersenyum..

"Gak repot kok.. Kamunya cepat sembuh ya.. Pernikahan kalian sebentar lagi loh.. Kalian juga belum daftarin Pernikahan kalian.." Kata wanita paruh baya itu. Raisha hanya tersenyum saja, Entah mau dibawa kemana hubungan ini. Mungkinkah Raisha akan terus bertahan dengan Hans yang lebih mementingkan wanita lain.

"Ohya? Hans.. Dia yang bawa kamu kesini kemarin?" Raisha terdiam, Jika dulu dia akan diam saja tapi kali ini tidak lagi.

Raisha menggelengkan kepalanya..

"Bukan Hans? Lalu siapa Nak?" Tanya Ayah Mansyur, Dia dan sang istri baru saja mendengar kalau calon menantunya ini kecelakaan dan mereka kira putra merekalah yang membawa Raisha kerumah sakit.

"Kaivan Yah, Bun.." Raisha pun mulai bercerita bahwa dia kecelakaan karena menolong Haura. Sayangnya Hans bukannya menolong Raisha lebih dulu tapi lebih mengutamakan Haura yang hanya lecet padahal nyawanya lebih penting.

Penjelasan Raisha jelas membuat sepasang calon mertuanya itu terkejut.

"Ini gak bisa dibiarkan.." Bunda Fatimah emosi. Apa setelah menghasut mendiang putra sulungnya wanita itu masih kurang, Makanya sekarang merayu Hans.

"Ayah dan Bunda minta maaf ya.. Gak seharusnya Hans memperlakukan kamu seperti ini nak.." Raisha tersenyum..

"Gapapa Bunda.. Raisha sudah terbiasa kok.." Katanya yang terbiasa dengan semua itu. Jelas jawaban Raisha semakin membuat Fatimah mengerti, Bahwa Hans bukan sekali dua kali melakukan hal seperti ini pada calon menantunya.

Setelah pamit untuk pulang, Ayah Mansyur dan Bunda Fatimah pergi kerumah Ajeng. Ini tidak bisa biarkan, Wanita itu harus di beri peringatan agar jera.

Kedatangan Ayah Mansyur dan Bunda Fatimah langsung disambut oleh Wanita itu.

"Bunda, Ayah.. Silahkan masuk dulu.." Kata Ajeng dengan ramah dan sopan. Bunda Fatimah dan Ayah Mansyur pun masuk kedalam rumah milik putranya itu.

"Duduk dulu, Ayah bunda.. Biar Ajeng buatin minum du..

"Tidak perlu.. Kami datang kemari hanya ingin memberikan peringatan padamu.." Potong Ayah Mansyur dengan tegas.

"Peringatan yah?.

"Benar.. Kedatangan kami kerumah ini untuk memberikan satu peringatan terakhir untuk kamu.. Kamu tahu kan kalau Hans itu punya calon istri?" Ajeng mengangguk.

"Saya minta kamu jangan lagi ganggu hubungan mereka.. Atau lebih tepatnya jangan ganggu Hans lagi.. Asal kamu tahu ya, Raisha itu masuk rumah sakit karena menyelamatkan Haura, Tapi Hans lebih memilih membawa Haura kerumah sakit ketimbang Raisha yang terluka parah. Dan saya yakin kalau Hans melakukan itu atas perintah kamu.." Kata Bunda Fatimah marah, Dia tidak akan biarkan Ajeng merusak kebahagiaan putra bungsu nya. Cukup Putra sulungnya saja yang menderita dulu.

"Yah.. Bun.. Ajeng gak sama sekali punya niatan yang seperti itu.. Ajeng cuma..

"Intinya jangan hubungi Hans lagi, Paham!!

Setelah itu, Ayah Mansyur dan Bunda Fatimah pergi meninggalkan tempat itu meninggalkan Ajeng yang mulai terkepal menahan emosi.

TBC

1
Ayudya
hadeh Wanda jangan cari masalah ma keyvan yg ada ntar kamu hancur di buat ma papa Tama apa lagi papa damian
Evi alvian
heheeee pas tuh bener Kai bawa klinik dokter hewan🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu Wanda, kamu pikir kaivan akan tergoda sama kamu? kamu itu kalah kelas dibanding Raisha, Raisha itu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, sedangkan kamu, sudah miskin, ga tahu diri, pelacur murahan pula 🤣🤣😂😂
Teh Euis Tea
waduhahaha apes bener wanda mau fi bawa ke dokter hewan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Kusii Yaati
paling gedek lihat masa lalu yang model kayak gini dia yang ninggalin, lalu menyesal karena tahu mantannya orang kaya dan berniat mau jadi pelakor behhh basi tahu nggak percaya diri Lo terlalu tinggi Wanda.benar kara kaivan orang model Wanda baiknya di bawa ke klinik hewan saja takutnya kena rabies 😒
Siti Aisah
🤣🤣🤣 puas pasti langsung sembuh😜
mmh nengmuti
bawa ke dr hewan nanti dunti rabies s Wanda nya🤣🤣
Rohmi Yatun
🤣🤣🤣🤣kaivan.. oh kaivan... tegan nian kau
Putrii Marfuah
ide bagus tuh. bawa ke kliniknya Raisha saja..biar sekalian disuntik anti rabies
Triana Destiani
🤣🤣🤣 ada ada aja tuan muda pramudiya ini cuss lah bawa ke dokter hewan pak sopir tapi dokter hewan milik istrinya tuan muda ya 😄
Nice1808
🤣🤣🤣🤣klinik dokter hewan gak tuh berarti wanda itu guguk😀😀
Sri Rahayu
hahaha....harapan Wanda Kaivan yg menolong nya tp...ternyata supirnya dan Kaivan minta membawanya ke KLINIK HEWAN 🤪🤪🤪🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Arin
Bagus.... memang bawa kesana lebih cocok. Sesuai kelakuannya dulu selingkuh dan main celap celup sebelum sah🤣🤣🤣🤣
partini
wkwkwk aduh Van dia manusia lah bukan hewan tapi kerennn sih
bawa ke istrimu biar nanti .di periksa
Masha 235
ha ha. . ke dokter hewan nggak tuh....😁
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
yeeee barang bekas aja bangga bgt. lah bini nya si kaivan malah kinyis2 dan kenyal2 gt, mana maulah dia lepasin
Anonim
Ibunya langsung sembuh
semoga lekas berkumpuldalam suasana yang bahagia
Anonim
Ajeng memang hebat ya mengakui kebejatsnnya penuh percaya diri
Anonim
Dasar pelacurberkedok kakak ipar pasti tidak punya malu pamer perzinahan 😂
Anonim
Semoga benar Aksa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!