NovelToon NovelToon
Sugar Mommy Online

Sugar Mommy Online

Status: tamat
Genre:Berondong / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: RAS( BY.AR)

💸Sugar Mommy Online💸

Lulus kuliah jadi pengangguran, sampai umur 28 tahun pun masih nganggur, nikah gak ada calon, kerja di perusahaan gak ada koneksi, bikin usaha sendiri gak ada modal. Langganan Melolo, tontonan dracin dapat cuan receh yang bermimpi jadi istri CEO tampan dan media sosial-- tempat live nya gege-oppa-phi-akang tampan yang bermodalkan tap-tap layar dan spam komentar.

Itulah Lusi, atau gadis melar yang olahraga cuma niat dalam hati--- yang bernama asli Zhu Lusi Arsana. Anak yatim-piatu blasteran Cindo.

Hingga entah dia beruntung atau memang sudah takdir nya, sesuatu mengubahnya~

***
Mohon jangan hanya sekedar mampir, bacalah sampai tuntas agar penulis juga bisa menyelesaikan cerita sampai tuntas 🥹🤧
***
Jika alur sedikit menyimpang dari judul dan sinopsis maka mohon maaf 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Bye Handphone Lama~

Sekitar pukul sepuluh pagi, Zhu Lusi Arsena akhirnya membuka matanya.

Untuk beberapa saat ia hanya berbaring di atas kasur, menatap langit-langit kamar hotel yang bersih dan berwarna krem. Udara dingin dari pendingin ruangan masih terasa nyaman di kulitnya.

Lusi berkedip pelan, lalu berkedip lagi. Perlahan sebuah senyum muncul di wajahnya. "Aku masih hidup..."

Kemarin bukan mimpi, sistem itu nyata, uang itu nyata, hotel bintang lima ini juga nyata.

Lusi langsung duduk tegak di atas ranjang. Berbeda dari biasanya yang selalu bangun dengan tubuh berat dan kepala pusing, pagi ini tubuhnya terasa jauh lebih ringan.

Ia menggerakkan bahu, tidak pegal. Mengangkat kedua tangan, tidak lemas. Bahkan pikirannya terasa jauh lebih segar. "Mungkinkah ini efek olahraga?"

Lusi bergumam sambil mengingat latihan yang dilakukan bersama Rayyan semalam. Meskipun setengah mati saat menjalaninya, sekarang tubuhnya justru terasa lebih berenergi.

"Ternyata orang-orang gym tidak bohong..."

Setelah bermalas-malasan selama lima menit lagi di atas kasur, Lusi akhirnya turun. Ia mandi, mencuci muka, mengeringkan rambut, lalu mengenakan salah satu pakaian baru yang dibelinya kemarin.

Saat bercermin, Lusi terdiam beberapa saat. Pipinya masih bulat, tubuhnya juga masih jauh dari kata ideal, namun entah kenapa ia merasa penampilannya sedikit lebih baik dibanding beberapa hari lalu.

Mungkin karena pakaian yang lebih bagus, mungkin juga karena suasana hatinya sedang sangat baik. Setelah puas bercermin, ia mengambil ponselnya.

Begitu layar menyala, puluhan notifikasi langsung muncul. "Astaga..." Lusi mengusap layar.

Pesan dari aplikasi belanja, lewati. Pesan promosi, lewati. Notifikasi penyimpanan penuh, lewati. Pesan dari Rayyan... Lusi sempat membukanya sekilas.

Di dalamnya terdapat jadwal latihan untuk seminggu ke depan lengkap dengan pembagian jenis latihan dan pola makan sederhana.

Lusi mengangguk puas, saat melihat pesan itu di kirim semalam lalu. Meski begitu, ia belum berniat membacanya sekarang. Masih ada banyak waktu nanti, jarinya terus menggulir layar. Hingga sebuah pesan dari bank membuat gerakannya berhenti.

"Hm?"

Lusi membuka notifikasi tersebut. Awalnya ia membaca dengan santai, namun semakin membaca, matanya perlahan membesar.

"Nasabah yang terhormat, berdasarkan saldo dan aktivitas rekening Anda..."

Lusi membaca ulang, kemudian membaca lagi.

"...Anda memenuhi syarat untuk layanan prioritas serta pengajuan kartu premium..."

Hening.

Lusi berkedip lalu menatap layar, lalu membaca sekali lagi untuk memastikan dirinya tidak salah baca.

"..."

"..."

"Eh?" Ia langsung duduk lebih tegak.

"Kartu premium?" Jantungnya mulai berdegup lebih cepat.

"Kartu Gold?" Matanya berbinar.

"Kartu Platinum?" Bibirnya tanpa bisa di tahan terangkat. Lalu sebuah kata yang sangat akrab muncul di kepalanya, Black Card.

Tubuh Lusi langsung membeku, tdak mungkin. Benarkah? Bukankah benda itu selalu muncul di dracin? Kartu hitam legendaris yang selalu dikeluarkan para CEO tampan sebelum membuat semua orang tercengang?

Lusi segera membuka mesin pencari.

Sebagai lulusan IT, ia tentu tahu bahwa lebih baik mencari informasi terlebih dahulu daripada berhalusinasi sendiri.

Beberapa menit kemudian, ia selesai membaca berbagai artikel tentang kartu premium, kartu prioritas, kartu kredit eksklusif, dan berbagai program bank.

"Oh..." Lusi mengangguk pelan.

Ternyata tidak sesederhana yang ada di drama. Ada syarat aset, ada syarat transaksi, ada juga proses peninjauan. Namun satu hal berhasil ia tangkap. Dengan jumlah uang yang ada di rekeningnya sekarang, peluangnya cukup besar untuk mendapatkan layanan kelas atas.

Seketika semangatnya meningkat, hari ini ia harus pergi ke bank.

Tidak.

Sebelum itu ada hal yang lebih penting.

Ponsel baru, no debat!

Lusi menatap ponselnya yang sudah penuh sesak. Penyimpanan hampir habis, baterai mulai cepat panas, layarnya juga mulai menunjukkan tanda-tanda usia. Dulu ia tidak mampu menggantinya.

Sekarang? Ia mampu membeli sepuluh sekaligus. Meski begitu, Lusi tetap menepuk pipinya sendiri.

"Tenang, tenang, jangan seperti orang baru kaya." Beberapa detik kemudian ia berdiri.

"Setelah beli HP, aku baru ke bank."

"Dan kalau benar bisa dapat kartu hitam..." Senyum Lusi perlahan melebar.

"...Aku akan memotret kartu itu seratus kali dengan ponsel baru!" Kemudian ia mengambil tasnya dan berjalan keluar kamar dengan langkah yang jauh lebih ringan daripada biasanya.

Sekitar satu jam kemudian, Lusi sudah berada di mall yang sama seperti kemarin.

Begitu melangkah masuk, hawa sejuk langsung menyambutnya. Orang-orang berlalu-lalang dengan kantong belanja di tangan. Beberapa pasangan berjalan santai, beberapa keluarga membawa anak-anak mereka, sementara pegawai toko berdiri rapi di depan gerai masing-masing.

Lusi sempat berhenti sejenak.

Sudah berapa lama sejak terakhir kali ia datang ke tempat seperti ini tanpa harus menghitung sisa uang di rekening?

Dulu saat keadaan nya baik-baik saja-- setiap kali masuk mall, hal pertama yang ia lihat adalah label harga.

Sekarang... Lusi membuka aplikasi mobile banking, melihat jumlah saldo yang tertera. Lalu mengunci layar lagi.

Baik, ia masih kaya.

Dengan perasaan yang jauh lebih tenang, Lusi mulai mencari toko ponsel. Tidak butuh waktu lama sampai ia menemukan salah satu gerai terbesar di lantai utama.

Begitu masuk, seorang pegawai pria segera menghampiri. "Selamat pagi, Kak. Ada yang bisa saya bantu?"

"Saya mau ganti handphone."

"Baik, Kak. Ada merek tertentu yang dicari?"

Lusi langsung menunjuk etalase. "IPhone terbaru."

Pegawai itu tersenyum profesional. "Yang Pro Max, Kak?"

"Yang paling baru."

"Baik."

Pegawai itu segera mengambil unit contoh dan mulai menjelaskan spesifikasinya.

"Oh iya, sekalian iPad."

Pegawai itu kembali mengangguk. "Untuk kerja atau hiburan, Kak?"

"Dua-duanya." Lusi berpikir sebentar. "Laptop juga."

"Baik. Ada kebutuhan khusus?"

"Yang paling bagus."

Pegawai itu sempat terdiam. "Untuk desain? Pemrograman? Editing video?"

"RAM minimal tiga puluh dua giga."

Pegawai langsung mengangguk serius. "Nah, kalau begitu saya ada rekomendasi."

Sepuluh menit berikutnya berubah menjadi sesi diskusi spesifikasi. Kali ini Lusi benar-benar berbicara seperti lulusan jurusan IT.

Prosesor, RAM, penyimpanan, kecepatan baca tulis, kualitas layar, baterai. Semua dibahas cukup detail. Sampai akhirnya pilihan ditentukan. Saat total harga muncul di layar kasir, Lusi sempat melirik lalu memalingkan wajah. Lebih baik tidak melihat, takut sakit hati-- meski sekarang mampu membelinya.

Setelah pembayaran selesai, pegawai membantu proses pemindahan data dari ponsel lama ke perangkat baru.

Sekitar satu jam kemudian semuanya selesai. Lusi keluar dari toko dengan ponsel baru yang bisa langsung di gunakan. Rasanya menyenangkan, tidak ada lagi notifikasi penyimpanan penuh.

Tidak ada lagi aplikasi yang mendadak keluar sendiri, tidak ada lagi layar yang tiba-tiba nge-lag saat membuka banyak tab. Dunia terasa lebih cerah.

Namun tanpa ia sadari, dari lantai dua mall, seseorang sempat mengambil foto dirinya.

Klik.

Satu foto, dua foto hingga beberapa jepretan foto.

Lalu orang itu pergi.

Tidak ada yang menyadarinya, bahkan Lusi sama sekali tidak tahu. Karena saat itu perhatiannya sudah teralih pada tujuan berikutnya.

1
Afriatus Sadiyah
luar biasaa. , semoga bisa lanjut lagi../Sob/.semangat dan sukses selalu tor.../Smile/
rara👅💅
kecewa berat sih, padahal cerita ini bagus banget 😭😭
Owner MBG, Amiin: Sama~ 😭
total 1 replies
xuer jinghao
kak lanjutin semangat terus kak 😍😍
Anne Soraya
penasaran thor.. tolong dilanjutkan
Anne Soraya
tolong dilanjut kan thor...🙏
Owner MBG, Amiin: Maaf, huhu 🥹
total 1 replies
Juh
Asli sayang banget novel ini hiatus. 😭 Padahal seru banget. Ini pertama kalinya aku nemu novel dengan tema kayak gini, jadi berasa fresh banget. 💸✨ Alurnya juga cepat dan bikin nagih. Menurutku dulu mungkin temanya belum terlalu diminati, tapi kalau sekarang pasti banyak yang suka. Semoga author-nya lanjut lagi ya, masih setia nunggu . 🥹🤍
Owner MBG, Amiin: Makasih, tapi begitu Syulit~ 🥹
total 1 replies
Marsya
padahal bagus jalan ceritanya
Owner MBG, Amiin: Tapi....🤧
total 1 replies
keyrul
gak rela aku thor 😣😣
Owner MBG, Amiin: Sing sabar, author juga sedih 🥹
total 1 replies
keyrul
kenapa hiatus /Sob//Sob/
Owner MBG, Amiin: Udah di jelasin alasan nya kan 🗿
total 1 replies
El Sunda
Yah sayang banget padahal aku selalu nunggu kelanjutan cerita ini, tapi aku dukung keputusan autor,aku bakal tunggu karya selanjutnya.semangat terus 💪🥹
Owner MBG, Amiin: Makasih El 🥹🙏
total 1 replies
aerum
aaaa tidak😭
Owner MBG, Amiin: 😭😭😭🥹

.
total 1 replies
lin sya
ngegantung thor, lnjut atau update bsok ?
Owner MBG, Amiin: Gak tau, tunggu retensi dulu 🥹
total 1 replies
Nixc~
lanjut thor------/Grin//Grin//Grin/
semangat terus ya~~~/Slight//Slight//Slight/
Owner MBG, Amiin: Siap makasih kak
total 1 replies
Nixc~
*jika
Nixc~
Lusi: harus jaga image.... biar keliatan cool😎😎
Nixc~
karena lu udah kecintaan sama si Lusi kan?🤭🤭🤭
Dedi Dahlia
up up lanjut semangat terus ceritanya🙂🙂
Owner MBG, Amiin
Dukungan nya guys ☺️
Ragil Aja
lanjut
Owner MBG, Amiin: Shap

.
total 1 replies
Nixc~
ayo lanjut thor------😊😊😊
semangat terus ya~~~😋😋😋
Owner MBG, Amiin: Shiap, makasih kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!