Betapa gilanya perubahan dalam kehidupan Alex semenjak punya istri Nakal yang membuat hidupnya porak-poranda dengan segala tingkah istrinya itu .
Semenjak menikah Alex perlahan mulai kehilangan ketenangan dalam dirinya berganti dengan amarah , emosi berkepanjangan dan juga kekacauan dalam perasaan nya .
" Aku tidak mencintaimu jadi jangan berharap perlakuan lebih" ucap Alex menatap Lala yang berdiri disudut ruangan setelah memecah sebotol bir .
" Aku cuma ingin mencoba bir ini Om, bukan menginginkan cinta mu " pernyataan Lala menatap dengan sedih sebotol bir yang tumpah di lantai .
" Sekali lagi kamu mencoba menyentuh minuman di dalam lemari , aku yang akan memberikan kamu pelajaran " tegas Alex memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan beling dan bir di lantai .
" Apa sih Om, marah-marah terus , nih aku sentuh wekkkk" cibir Lala menyentuh botol bir dalam lemari dan berlari kencang ketika Alex akan melempar nya .
Yuk baca cerita Lala😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6 Istri Nakal nya Alex
1 jam berlalu pekerjaan Alex sudah selesai, dia segera menghampiri Lala yang bermain ponsel di sofa setelah Rey keluar dari ruangan nya .
" Ehhhh, bangun " kata Alex pada Lala yang rebahan di sofa bermain ponsel .
" Udah selesai Om?" pertanyaan Lala yang diangguki Alex dan duduk disebelah Lala begitu dia bangun .
" Bentar Om sedikit lagi menang " kata Lala melanjutkan main game namun kembali berbaring dan menjadikan paha Alex bantal nya.
" Bangun, jaga jarak dariku " ucap Alex tidak membiarkan Lala berbaring menjadikan paha nya bantal .
" Ihhhhhh, sombong amat " ketus Lala dengan cemberut berbaring tanpa atas kepalanya .
" Bukan begitu, kita memang sudah menikah namun bukan berarti kamu bisa manja-manja seenaknya " pernyataan Alex yang sejujurnya merasa tegang jika kepala Lala berada di pangkuan nya.
" Lah terus kalau bukan manja-manja sama suami , jadi Lala manja nya sapa siapa?" pertanyaan Lala meletakkan ponselnya dan duduk menatap Alex sepenuhnya.
" Kalau sudah dewasa nggak usah manja?" ketus Alex buang muka .
" Tapi Lala belum dewasa , weeek " cibir Lala menjulurkan lidahnya dan kembali berbaring menjadikan paha Alex bantalnya .
" Lala aku ," Alex langsung terdiam ketika Lala yang berbaring menjadikan paha nya bantal kini juga melingkarkan kedua tangannya di pinggang Alex .
" Om kok tusuk kepala Lala?" pertanyaan Lala yang baru menikmati aroma parfum Alex langsung duduk begitu merasakan sesuatu yang cukup besar menusuk kepalanya, walaupun tidak sakit namun terasa cukup besar
" Siapa suruh nakal , sudah dikatakan jangan malah keras kepala " omel Alex mencoba mengatur nafasnya dan segera berjalan masuk kekamar mandi.
" Dihhh Om jahat banget , tapi Om tusuk pake apa?" tanya Lala mengelus kepala bagian kirinya masih terasa tusukan benda itu .
" Aneh banget , rasanya ketusuk tapi nggak sakit " kata Lala dengan polosnya benar-benar merasakan tapi tidak melihat ada yang janggal.
10 menit kemudian.
" Om nggak ada niat gitu buat bawa istri pergi makan , Lala lapar Om " kata Lala menatap Alex yang duduk main ponsel setelah kembali dari kamar mandi .
" Makanya kalau datang ke kantor suami itu bawa makanan" pernyataan Alex yang secara tidak langsung terselip nasehat didalam nya .
" Harus Om?" pertanyaan Lala yang diangguki Alex.
" Nih " kata Lala membuka tas genggam nya dan memberikan permen pada Alex .
" Permen juga makanan kan Om " senyum genit Lala mengangkat sebelah alisnya.
" Ambil Om , kalau permen nya kurang manis tatap aja Lala " kata Lala dengan begitu centil membuka permen itu dan menyuapi Alex .
" Permen nya jadi pahit " ucap Alex terpaksa menerima karena Lala terus menyuapi sampai Alex mau memakan nya .
" Ya wajar , Om memandang Lala sebelah mata, coba pandang dengan penuh cinta , awwww, Lala manis kan Om ?" kata Lala meronta-ronta begitu Alex memandang sepenuhnya.
" Manis pengundang penyakit" pernyataan Alex , setelah memikirkan sejenak data-data tentang Lala yang dia baca sampai membuatnya sakit kepala memikirkan kelakuan wanita di hadapan nya.
" Iya, Om kalau Lala tinggal pasti sakit jiwa, Tuhan Lala aku mana , gitu kata Om nanti " ucap Lala yang terus mengoceh sementara Alex hanya diam sampai heran melihat Lala yang tidak berhenti bicara .
" Ayo Om, makan " rengek Lala memegang tangan Alex .
" Jangan-jangan Om nggak punya duit lagi buat beliin Lala makan" kata Lala karena Alex hanya diam saja tanpa merespon nya .
" Ommmm, Ihhhh, berasa sama orang bisu , diem aja dari tadi " Lala merepet karena hanya dikacangin Alex yang walaupun duduk disebelah nya tapi sibuk dengan pikiran sendiri .
" Kamu ingin makan apa?" pertanyaan Alex setelah beberapa saat.
" Terserah " jawab Lala seperti jawaban cewek pada umumnya .
" Hehehehe" senyum lebar Lala melihat tatapan Alex yang semakin dingin saja ketika dia bilang terserah .
" Lala mau makan seafood Om" kata Lala setelah beberapa saat .
" Tunggu beberapa saat , sekretaris sedang membelinya " pernyataan Alex setelah mengetik di ponselnya.
" Mmmmh, mau jalan-jalan sekalian makan Om" kata Lala dengan modus nya .
" Tidak bisa , aku sibuk dan pekerjaan ku banyak " pernyataan Alex dengan malas meladeni segala mood gadis manja itu .
" Sebentar aja Om, kan setengah jam lagi waktu istirahat di tambah sejam waktu istirahat, jadi ada satu jam setengah buat kita makan " kata Lala membujuk Alex .
" Tidak bisa aku hanya makan 15 menit saja , setelah nya lanjut bekerja " kata Alex yang sangat memaksimalkan waktu dalam bekerja.
" Dihhhh, gitu amat Om" kaget Lala yang sungguh tidak menyangka.
" Emang begitu , untuk apa membuang-buang waktu demi hal yang tidak penting "jawab Alex .
" Om istirahat dari kesibukan itu sangat penting, jangan sampai Om stress dan berakhir gila karena terlalu mementingkan pekerjaan " tak setuju Lala dengan pendapat Alex .
" Dengar gadis kecil, ketika kamu lebih mementingkan pekerjaan maka kamu akan kaya bukan stress, karena pusing mikirin pekerjaan lebih baik dari pada pusing nggak ada duit " pernyataan valid Alex .
" Nggak ada yang lebih baik, mending pusing mikirin hari ini makan apa" jawaban menyebalkan Lala .
" Emang susah bicara sama kamu" ucap Alex akan berdiri dari duduk nya , namun tangannya di pegang Lala .
" Itu karena Om hanya bicara , coba cium " kata Lala langsung menutup mulut nya yang bicara aneh .
" Cium, gadis mesum " tatapan julit Alex memandang Lala yang menutup mulut setelah keceplosan itu .
" Ihhhhh, mana ada mesum, belum pernah aku ciuman , ajari aku dong Om " kata Lala yang sangat penasaran orang nya .
" Hehhh, jangan gila kamu " ucap Alex mendorong kening Lala yang mendekatkan wajah padanya .
" Ihhhhh, jangan-jangan Om juga nggak pandai lagi " Lala menatap Alex dengan ragu .
" Aku hanya tidak pernah mencoba bukan tidak pandai " jelas Alex .
" Yaudah , ayo kita coba Om , belajar bareng " kata Lala sangat penasaran.
" Ohhh, tuhan , gadis nakal ini " Alex menyisir rambut nya dengan tangan merasa frustasi bicara dengan Lala.
Tok
Tok
" Itu makanan kamu sudah datang , ambillah" kata Alex ketika seseorang mengetuk pintu, namun tadi Alex menguncinya karena akan bicara dengan Lala .
" Ambilkan " manja Lala malah meminta Alex .
" Tidak, jangan manja " tegas Alex yang tidak mau disuruh gadis itu .
" Ayo lah Om , kalau nggak aku gelitik nih " senyum nakal Lala dengan jari-jari nya yang siap menggelitik hingga Alex langsung berdiri karena malas meladeni gadis itu .
" Wahhhh, terimakasih Om ganteng , duduk sini biar aku suapi " kata Lala dengan excited melihat bungkus makanan pesanan nya .
Lala membuka makanan itu dan memberikan suapan pertama pada Alex .
" Tidak usah disuapi , aku bisa makan sendiri " kata Alex mengambil sendok ditangan Lala dan menyuap sendiri .
" Tapi aku enggak bisa sendiri , suapi dong Om" kata Lala membuka mulutnya
dobleeee donk thor😄💪
lanjuuttttttttt thor🤭😄💪
lanjutttttt💪😄