NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Sang Duda

Gadis SMA Milik Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vava olive

Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"Nadia.."

"Sepertinya akhir-akhir ini papa jarang lihat kamu pulang cepat yaa.."

"Bahkan lebih sering lihat kamu pulang malam!"

"Aah ini pah..karna ujian hanya kurang 4 bulan lagi jadi aku fokus belajar bareng temen-temen.."

"Sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu dari kita.."

"Biasanya kamu merengek minta uang lebih jika harus pulang telat atau ada kegiatan lain.."

"Kali ini kamu diam saja!"

"Sepertinya papah mulai curiga nih.."

"Apa aku jujur aja ya.."

"Tapi gimana kalau ini malah jadi boomerang buatku sendiri.." bathin nadia sembari meminum jus yang baru saja ia buat.

"Engga kok pah..aku justru kadang pulang dalam keadaan sudah kelaperan,"

"Kadang temen-temen ngajaknya dadakan jadi aku ga inget buat makan.."

"Makanya aku ga pernah minta uang lebih.."

"Meskipun kamu fokus dengan sekolah,kamu juga harus fokus dengan makanmu.."

"Kesehatan juga harus di jaga.."

"Dimana teman yang biasa belajar denganmu!"

Glek

Nadia menelan ludahnya sendiri dengan keras.

"Matilah aku!"

"Ga mungkin aku bilang di rumah mikayla!"

"Malah bengong nad.."

"Papah nanya ke kamu.." ucap mamanya yang kini ikut berbicara.

Tanpa sadar pun nadia mengucapkan alamat rumah saga.

"Menteng!"

"Bukankah itu perumahan elit?"

"Siapa temanmu itu?"

"Ahh sudahlah pah..aku udah harus belajar nih..besok aku ada ulangan.."

"Kapan-kapan aku ajak temanku kesini.." ucap nadia yang kini buru-buru meninggalkan orang tuanya yang masih berada di ruang makan.

"Aduh aduh aduh.."

"Ga bisa kalau terus boong begini."

"Lama-lama aku bakal keceplosan.." gerutu nadia kepada dirinya sendiri.

Setelah mendapatkan kabar bahwa aldo masih berada di bandung,hari ini nadia memutuskan langsung pulang kerumah meskipun beberapa temannya tadi di sekolah mengajaknya main.

"Aku harus mematikan ponselku.."

"Pak saga pasti akan menggangguku dengan berbagai alasan.."

nadia pun kini mematikan ponselnya,dan menyetel lagi lewat laptop di meja belajarnya.

Ia merebahkan diri menatap langit-langit kamarnya sembari memeluk ponsel miliknya.

Tok tok tok

"Nad.."

"Tidur?"

"Engga kak.." nadia terjungkat begitu mendengar suara sang kaka dari balik pintu kamarnya.

"Tunggu.." nadia pun membukakan kunci pintu kamarnya.

"Kenapa kak?"

"Engga..cuma pengen kesini aja.." ucap sang kaka langsung masuk kedalam kamar dan melompat keatas kasur sang adik.

Kebiasaan seperti itu memang sering terjadi diantara mereka.

"Ihh aneh banget tiba-tiba begitu.." ucap nadia yang kini duduk bersila diatas kursi belajarnya.

"Bosen yaa.."

"Kadang kaka juga bingung sama perjalanan hari-harinya kaka.."

"Tidur,bangun,kuliah..begitu terus.."

"Apa semembosankan itu?"

"Engga,tapi kalau pas lagi banyak tugas rasanya capek.."

"Nanti kamu juga bakal ngerasain si.."

"Kak..boleh aku cerita!"

Sang kaka pun langsung duduk bersandar sambil memeluk boneka nadia.

"Emm apa!"

"Sebenernya akhir-akhir ini aku bekerja kak.."

"Aku mengajari anak berusia 6 tahun membaca.."

Sepertinya aku tau!"

"Kaka tau!"

"Apa mungkin dia pernah melihatku jalan bersama pak saga..beberapa hari ini aku memang sering bersama dengannya!" Bathin nadia.

"Bagaimana kaka tau!"

"Beberapa hari yang lalu,aku diajak temen ke club.."

"Terus ada dua orang yang sedang membicarakan anak dari salah satu mereka.."

"Dia berkata berkat nadia anaknya mulai mau berbaur.."

"Atau apa yaa.."

"Tapi kenapa kaka langsung berfikiran itu aku!"

"setelah dengar itu,kemarin aku kesini.."

"Dan sepertinya memang kamu,karna ada buku-buku untuk anak yang baru mau belajar membaca.."

"Astagaa!!hampir saja aku dibuat gila.." bathin nadia kembali.

"Harusnya aku cerita sama kaka,tapi aku takut.."

"Ayolah kak,jangan bilang ke mama papa.."

"Aku pengen sekali kuliah..cuma itu cara yang bisa aku lakukan!" Rengek nadia.

"Mmm..asal bener aja si.."

"Jangan sampai berbuat yang engga-engga.."

"Kaka harus percaya sama aku.." ucap nadia dengan tegas.

Meskipun sejujurnya ia sangat takut sekali jika ketahuan dan resiko-resiko yang akan menghampirinya.

"Hari apa saja kamu mengajar les anak itu?"

"Kaka yang akan menjemputmu pulang!"

"Gawatt.."

"Aku seperti sedang mendapat penjagaan ketat.." gurau nadia.

Nadia pun akhirnya memberi tahukan alamat detail dan hari apa saja dia mengajar les.

Selain itu nadia juga akan merasa lega,setidaknya ia bisa menghindari kontak fisik dengan saga.

*******

Siang harinya di hari jum'at karna aldo masih berada di bandung nadia pun berinisiatif pulang sekolah untuk menyusul sang kaka yang juga ada jadwal kuliah.

Nadia mengirim pesan kepada sang kaka bahwa sepulang sekolah akan menghampirinya di kampus yang sebenarnya cukup jauh dengan jarak sekolahnya.

"Nad.."

"Jadi mau bareng!" Tanya vino yang kebetulan rumahnya hampir searah dengan kampus kakanya.

"Tapi gapapa kamu nganter aku ke kampus kaka.."

"Aku berhenti di halte terdekat aja sebelum rumahmu gapapa kok.."

"Santai saja nad..apa sih yang engga buat kamu..".

Nadia pun kini menaiki motor matic yang dikendarai oleh vino.

"Kalau pakai yang ini kan lebih nyaman.."

"Kalau yang kemarin aku pegel.."

"Kalau yang kemarin kan kamu harus pegangan biar ga nyusruk kedepan.."

"Kalau ini kan ga pegangan juga ga apa-apa.."

Nadia sepertinya paham maksud ucapan vino,dirinya memang sudah menyadari bahwa vino mempunyai rasa ketertarikan dengannya.

Nadia pun memeluk pinggang vino yang ramping.

"Yang ini juga ga apa-apa kok kalau pegangan.."

"Kan kita temen!"

"Hahaha iyaa temen!"

"Kayanya kamu udah punya pacar nad.."

"Beberapa kali aku seperti melihatmu di jemput menggunakan mobil.." ucap vino.

"Ahh engga kok..aku belum punya pacar.." ucap nadia.

"Benar kan? Pak saga tidak pernah menyatakan perasaannya,atau aku yang sudah mulai berharap.." bathin nadia.

"Jangan bengong nad.."

"Meskipun kamu sudah punya pacar,aku sih berharapnya kamh bahagia,tapi kalau udah putus dateng aja ke aku!"

"Hahaha apaan si.."

"Kamu tuh yang harusnya nyari pacar,kayanya aku juga ga percaya kamu ga punya pacar vin.."

"Bener ga punya,tapi sebentar lagi punya.."

"Aku gapapa kalau harus jadi selingkuhan kamu nad.." ucap vino yang tiba-tiba mengambil jalur kiri lalu berhenti.

Nadia terkejut mendengar ucapan vino,

Nadia memang pernah tertarik dengannya,tapi karna ketenaran vino di sekolah membuatnya membuang rasa suka itu.

Dan kini ia justru mendapat tawaran seperti itu.

"vin.."

"Gapapa ga di jawab sekarang,kapanpun itu aku siap mendengar jawaban kamu!"

"Sebentar lagi sampai kamu udah ngabarin kaka kamu!" Ucap vino mengalihkan obrolan dan mulai menjalankan motornya kembali.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!