NovelToon NovelToon
Alfian&Aluna

Alfian&Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / CEO
Popularitas:452
Nilai: 5
Nama Author: Queen kaka Agustin

seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..

penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6

Jeritan Aluna terdengar sampai ke dapur, Sera dan Kania yang mendengar jeritan itu terkejut, Sera langsung memegangi dadanya entah kenapa mendengar jeritan Aluna dada nya terasa sakit.

Keduanya bergegas melangkah menuju ruang tamu, lalu mendekat ke arah Darren yang menggendong Aluna

Sera melangkah panik melihat putrinya berada dalam gendongan Darren

"apa yang terjadi Darren,kenapa adikmu pingsan" tanyanya, matanya berkaca-kaca

Darren tidak menjawab, tubuh Aluna dibaringkan disopa panjang

"sayang Aluna kamu kenapa nak" ucapnya parau, lalu memangku kepala Aluna.

Oma Kania lalu memanggil 2 pelayan, "kamu panggil Daniel di ruang kerjanya cepat" perintahnya Kepada pelayan laki-laki

"dan kamu ambil kayu putih dan air hangat"

lalu pelayan itu bergerak..

Oma Kania menatap Darren "Darren jelaskan" katanya tegas

"Aluna pingsan setelah mendengar kabar eyang kecelakaan" katanya lirih

"Apa!" Sera menjerit tertahan, tubuhnya bergetar air mata nya mengalir ,

Oma Kania syok, menutup mulut tubuhnya terhuyung kebelakang hampir saja jatuh jika Darren tidak menahan tubuhnya..lalu Darren membantu Oma duduk ke kursi

Pelayan datang Lalau melangkah mendekati Aluna yang masih pingsan, mengoleskan kayu putih ke hidung Alina...

Pelayan lain datang membawa air hangat untuk Sera dan Oma Kania

Daniel yang mendengar keributan dari atas tangga bergegas turun

"apa yang terjadi" tanyanya cemas

Tidak ada yang menjawab, Sera masih menangis tersedu, Oma yang masih sok dan Aluna yang belum sadar,

Lalu Daniel menatap putranya tajam

"Darren ada apa, apa yang terjadi" tanyanya penuh penekanan .

" eyang kecelakaan dad, dan sekarang ada di rumah sakit , dan Aluna pingsan saat mendengar kabar itu" jawab Darren sendu

Daniel membeku rahangnya mengeras tangal mengepal,

"di rumah sakit mana, kira harus segera ke san" katanya tegas, lalu menoleh ke arah istrinya

"tenangkan dirimu, tidak akan terjadi apa-apa pada ibu," katanya lembut

Aluna membuka matanya perlahan,gumaman lirih nya mengalihkan fokus semua orang

"eyang..."airmata jatuh membasahi pipinya bibirnya pucat

"sayang, kamu sudah sadar, ayo minum dulu" kata Sera lembut, membantu Aluna bagun Lalu memberikan air minum

"mommy ayo kita kerumah sakit, aku mau lihat eyang" katanya

"iya sayang ayo" Sera membantu Aluna berdiri

Lalu Darren memapah Oma Kania yang masih lemas akibat syok , dan Daniel keluar memanggil pak Adi untuk mengantar mereka kerumah sakit.

Mobil yang ditumpangi Daniel dan keluarganya sampai di area parkir rumah sakit, mereka turun bersamaan lalu melangkah terburu-buru menuju meja resepsionis

"sus korban kecelakaan atas nama ibu Dewi di ruangan mana" tanya Daniel cepat,

"masih di ruang UGD pak sedang di tangani, bapak langsung saja ke ruang UGD" jawabnya ramah

" terimakasih sus, " ucapnya singkat

Lalau mereka semua melangkah menuju ruang UGD , sesampainya di UGD pintu ruangan masih tertutup

Daniel dan Darren berdiri menunggu, sesekali menengok ke dalam melalui kaca pintu,

Sedangkan para perempuan duduk di kursi

15 menit kemudian dokter keluar

"keluarga dari ibu Dewi" ucapnya

"Saya menantunya dok"kata Daniel cepat

" bagaimana keadaan ibu mertua saya" lanjutnya

Dokter menghela napas pelan

" pasien kritis pak ,karna benturan di kepalanya terlalu keras mengakibatkan penggumpalan darah di otak, harus segera di operasi" ucapnya

"lakukan yang terbaik dok, saya akan bayar berapapun , asalkan ibu mertua saya selamat" kata Daniel cepat.

Sera yang mendengar ucapan itu meremas tangan Aluna,dia syok lalu terjatuh tak sadarkan diri.

"mommy" jerit aluna

"Sera!" Oma Kania

Daniel yang mendengar jeritan panik itu, menghampiri istrinya"sayang ,hey bangun" katanya panik Lalu membopong tubuh istrinya berjalan cepat menuju ruang perawatan

Oma Kania mengikuti dari belakang, sedangkan Aluna dan Darren menunggu di UGD.

Sera di baringkan di brangkar pasien, lalu dokter segera memeriksanya..

Setelah Sera di tangani , daniel keluar ruangan kembali ke UGD .

Daniel menghampiri dokter lalu menandatangani prosedur operasi,

Dokter dan perawat keluar mendorong brangkar Dewi, di ikuti Daniel dan Darren

Sedangkan Aluna pergi melihat Sera.

di depan ruang operasi Daniel dan Darren duduk menunggu.. kecemasan tergambar jelas diraut wajah mereka,

1 jam sudah berlalu ,tapi pintu ruang operasi belum juga terbuka,

Darren berjalan mondar mandir, sesekali mendekat ke arah pintu, Lalau duduk lagi, rambutnya berantakan, kemejanya kusut dan wajah yang lelah.

Daniel yang melihatnya pun sama cemasnya ,

"Darren duduklah yang tenang, " kata Daniel

Darren menghela napas Lalu duduk di dekat Daniel." aku cemas sekali dad, aku takut eyang..."

Belum sempat Darren menyelesaikan kalimatnya Daniel sudah memotong

" eyang akan baik-baik saja, dia akan sehat dan kembali , jangan bicara yang tidak-tidak" tegas Daniel

Darren memejamkan mata "maaf dad, aku terlalu khawatir" jawabnya lirih

"tenanglah, berpikirlah positif" ucap Daniel sambil menepuk punggung anaknya..

Diruang rawat Sera, Aluna duduk di tepi ranjang memijat kaki ibunya ,

Kania yang melihat itu tersenyum hangat,

"ma aku mau keruang operasi, aku tidak tenang kalo tidak tahu apa-apa" kata Sera lirih

Kania tersenyum tipis" baiklah ayo kita kesana tapi kamu harus menggunakan kursi roda dulu" balasnya.

Sera hanya mengangguk sebagai jawaban

Aluna berdiri lalau mengambil kursi roda yang ada di pojok ruangan,

kania dan Aluna membantu Sera duduk di kursi roda,

Lalu mereka melangkah keluar ruangan menuju ruang operasi

Aluna mendorong kursi roda sedang Oma Kania berjalan disisinya..

Di depan terlihat Darren yang sedang duduk dan Daniel yang berdiri menyenderkan tubuhnya ke dinding .

Darren menoleh saat langkah kaki mulai terdengar "mommy" ucapnya terkejut

Daniel yang mendengar itu langsung menoleh , tersenyum lega ke arah istrinya.

Lalu dia menghampiri" sayang kenapa kesini, kenapa tidak istirahat saja di sana" ucapnya lembut, mencium kening istrinya.

"aku khawatir sama ibu " jawabnya lirih

Daniel tersenyum tipis " baiklah, ayo " ajaknya .

sekarang mereka semua berkumpul di depan ruang operasi .

Sekitar 20 menit operasi selesai, keluarga yang menunggu lalu berdiri, dokter keluar bersama perawat

"bagaimana operasi nya dok"tanya Daniel

"operasi berjalan lancar, masa kritisnya sudah terlewati, tapi kita perlu observasi 15 menit kedepan, untuk memantau keadaan pasien" jelas dokter

Daniel dan keluarganya tersenyum bahagia penuh syukur, lega dan haru ..Sera menitikan airmata bahagianya..

"terimakasih dok,"kata Daniel sambil menjabat tangan dokter

"sama-sama tuan Daniel ,saya permisi dulu" katanya

"baik dok" jawab Daniel

"Alhamdulillah, terimakasih ya Alloh" lirih Aluna

15 menit berlalu kondisi eyang Dewi membaik tanpa komplikasi. Lalu di pindahkan keruang rawat biasa ,

Daniel meminta dokter menempatkan ibu mertua nya diruang VVIP, dia ingin ibu mertuanya nyaman dan aman, sekaligus mempercepat pemulihan nya.

Lalu keadaan Sopir yang membawa ibu mertuanya selamat hanya luka ringan, dan sudah mendapat perawatan intensif , sudah pasti biaya di tanggung Daniel.

......................

Diruang perawatan, eyang Dewi sudah sadar dan sedang di suapi bubur oleh Aluna...

Aluna sedari tadi tidak beranjak meninggalkan eyang nya, sementra

Sera, Daniel, Darren dan Oma Kania duduk di kursi yang disediakan di ruangan itu.

"sayang , istirahat lah kamu pasti lelah" ucap Dewi lembut

" iya eyang nanti, Aluna nggak cape ko" balasnya hangat menenangkan.

Daren yang melihat adiknya belum makan sejak tadi khawatir lalu beranjak menghampiri

"dek istirahat dulu ,kamu belum makan dari tadi Abang khawatir, biar Abang yang jaga eyang" katanya lembut

"tapi Aluna belum lapar bang, Aluna masih mau nemenin eyang" katanya kekeuh

"sayang, eyang tidak mau kamu ikut sakit, nurut yah" ucap Dewi lirih,

"baiklah eyang" balasnya

belum sempat Aluna berdiri, pintu ruang rawat tiba-tiba terbuka, Ammar hera dan Alfian melangkah masuk "assalamualaikum " salam Ammar

"waalaikumsalam" jawab semua orang yang ada di dalam, lalu berdiri menyambut Ammar dan keluarganya.

Ammar hera dan Alfian mendekat ke arah brangkar dewi, Aluna dan Darren menggeser tubuh mereka memberi ruang untuk Ammar dan keluarganya.

"Tante, bagaiman keadaan Tante sekarang" tanya Hera khawatir

" Alhamdulillah sudah baikan" jawab eyang Dewi

"syukurlah , maaf kami tidak membawa apa-apa, ini ada sedikit buah" katanya sambil meletakan parcel buah ke meja nakas samping brangkar

"terimakasih nak, "balasnya lirih

"cepat sembuh Tante"kata Ammar

"terimakasih nak Ammar, "balas eyang Dewi tersenyum tulus

Setelah menyapa eyang Dewi lalu mereka duduk bersama Daniel dan keluarganya,

Aluna yang masih berdiri mendekat ke arah eyangnya" eyang Aluna ke kantin dulu," katanya lembut

"iya sayang,pergilah" jawab Dewi lirih

"Abang, titip eyang"katanya kepada Darren

"iya dek, " jawabnya singkat

Sebelum melangkah keluar Aluna pamit ke sera

"mom Aluna ke kantin dulu, " ucapnya

"iya sayang, mommy titip makanan untuk di sini" jawabnya lembut

"baik mom, Luna permisi dulu om Tante" katanya lalau melangkah pergi.

Alfian yang melihat itu lalu berdiri " om aku izin susul Aluna" katanya

"ya silahkan , titip putri om" jawabnya tersenyum bangga

Alfian hanya mengangguk sebagai jawaban , lalu melangkah keluar menyusul Aluna .

di koridor rumah sakit Aluna melangkah pelan sambil memijat kepalanya.

"kenapa pusing sekali" lirihnya

Lalu melanjutkan langkahnya pelan,baru juga beberapa langkah tubuhnya sudah oleng , jika tidak ada yang menahan tubuhnya mungkin dia sudah jatuh

"hati-hati Luna"

suara itu tidak asing lalu Aluna menoleh terkejut

"kak" ucapnya lirih

"ya, " jawabnya singkat

" Kaka disini" tanyanya gugup

"ya, aku mengikutimu, khawatir terjadi sesuatu" jawabnya

Aluna tersenyum haru"terimakasih ka" balasnya

Alfian hanya tersenyum tipis memegang tangan Aluna lalu melangkah menuju kantin.

Setelah sampai di kantin Alfian menyuruh Aluna duduk " mau makan apa" tanyanya lembut

"rice bowl saja KA" jawabnya lirih

"baiklah tunggu sebentar" katanya mengelus rambut Aluna , lalu pergi memesan makanan..

Aluna menatap punggung yang mulai menjauh itu ia tersenyum tipis, berharap ini bukan mimpi,

karna dia sudah mulai merasa nyaman dengan perhatian2 kecil yang di berikan Alfian .

Alfian sosok yang Aluna butuhkan, dewasa,pengertian dan bertanggung jawab.

tidak banyak bicara tapi tindakan, tidak basa basi, bukan tipe yang suka main-main.

Alfian melangkah mendekati Aluna, ditangan nya ada 2 rice bowl, satu untuknya dan untuk Aluna,

lalu duduk di hadapan Aluna " ayo dimakan, "katanya lembut

"iya KA, "jawabnya

mereka makan dengan tenang, sesekali mengobrol ringan, tersenyum hangat.

Tanpa mereka sadari ,Susana canggung diantara mereka sudah mulai hilang, yang tersisa hanya kehangatan untuk memulai sebuah hubungan ...

1
ana Ackerman
thor ,,.awas aja kalau nggak up.... 😤
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤
ana Ackerman: iya kak 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!