Gita mati karena penghianatan, ia didorong oleh keluarga dan sahabatnya sendiri ke tengah zombie demi menyelamatkan diri mereka. namun, Gita kembali ke masa satu bulan sebelum wabah mematikan menghancurkan dunia. dengan ingatan masa depan dan sebuah kalung Dimensi misterius, Gita bersiap menghadapi kiamat sebelum menjauh dari orang - orang yang pernah membunuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
"Pah cepet susul kak Livy, dia kayanya udah tau kalo kita ikutin dia pah, cepet!!" ucap Hopi
"Iya bentar, ini juga papah berusaha buat ngejar dia. Kamu tenang jangan bikin papah panik dong" balas Rangga dengan nada kesal
Rangga berusaha mengejar mobil Livy yang dengan cepat menyelip di antara mobil lainya membuat Rangga kesusahan.
10 menit Rangga mengikuti Livy, namun dia gagal dia kehilangan Livy, Livy lolos dan mereka kehilangan jejak.
Akhhh....
"Mobilnya ilang" ucap hopi
"Anak jahanam itu, dia malah pergi dari rumah. Udah tau papahnya lagi susah malah pergi akhhh" frustasi Rangga
Rangga dapat kabar hari ini, jika dirinya termasuk orang yang di keluarkan dari perusahaan karena dia dapat beberapa kasus ilegal dan merugikan perusahaan.
Dia tidak di penjara karena perusahaan nya malas harus kembali berurusan dengan Rangga dan teman - teman Rangga yang ikut andil dalam kasus ini.
Dan sekarang Rangga sedang kelimpungan karena gaji bulan ini tidak di berikan, dan dia tidak punya uang untuk memanjakan selingkuhan dan anak selingkuh nya itu.
Dia dengan berat hati pulang ke rumah, namun saat dia sampai di rumah.
"Ada apa ini?" tanya Rangga
Rangga melihat semua barang - barang berserakan di luar rumah.
Di Apartemen Livy
"Hahah rasain gue kerjain, puas banget gue" ucap gumam livy
Livy dengan tertawa gembira keluar dari dalam mobil, dan masuk kembali ke dalam mobil lewat pintu penumpang.
Dia mengambil koper besar dan mengisi dengan belanjaan yang dia beli tadi.
Livy dengan segala taktiknya menimbun makanan tanpa ada orang yang sadar apa yang sedang dia lakukan.
Beberapa Menit Kemudian
Livy sudah mengisi dua kopernya dengan berbagi makanan, dia langsung membawa kedua koper itu masuk ke dalam lift dan menekan lantai 20.
"Semoga aja gue gak ketemu sama keluarga si Julia lah, ribet kalo ada mereka segala di tanya" gumam livy
Ting!
Pintu lift pun terbuka, Livy melihat ke luar tidak ada keluarga Julia di sana dia langsung dengan cepat menyeret semua koper nya menuju unit apartemen nya dengan cepat.
Huh...
"Aman juga" ujar Livy
Livy pun membawa makanan itu masuk ke dalam gudang rahasianya.
Dia membereskan semua makanan di sana, nanti saat malam hari livy akan mulai mengambil belanjaan nya lagi.
Karena kalau sekaligus mungkin semua akan terbongkar dan saat situasi memburuk, semua penghuni akan memburu dirinya untuk mendapatkan makanan.
Livy kembali ke atas untuk istirahat sejenak.
Saat Livy sedang istirahat, tiba - tiba dia melihat sesuatu yang membuat dia tercengang.
"Gita!!" kaget Livy
Livy melihat jika Gita sedang meminum es jeruk di taman kecilnya yang sangat mewah.
Apartemen yang kemarin dia puja puja karena sudah sangat bagus ternyata milik Gita.
"Si*lan. Ini pasti dia juga hidup lagi, si*lan!!" emosi Livy
Livy berjalan ke arah balkon nya, dia menatap tajam ke arah Gita.
"GITA!!" teriak Livy dari apartemen nya.
Gita yang sebenarnya sudah menyadari kehadiran Livy hanya tersenyum ke arahnya.
"Apa?!" ucap Gita hanya menggerakkan bibirnya sembari mengedipkan sebelah mata dan tersenyum mengejek ke arah Livy
Livy mencengkram pagar besi balkon karena emosi melihat Gita yang terlihat bahagia.
Dia juga yakin jika kalungnya sudah menjadi milik Gita lagi.
"Kalung gue si*lan, balikin" maki Livy
"Kalung Lo? Di mimpi kali!!" balas Gita sebari tersenyum dan menyeruput minuman yang ada di tangannya dengan santai.
Di Lantai 21
Yani, Reza dan Julia sedang santai sembari menonton tv namun tiba - tiba....
"GITA" teriakan Livy terdengar dari luar apartemen
"Gita? Apa ada dia pah?" kaget Julia
Julia langsung melihat keluar balkon dan melihat Gita dan Livy sedang berbicara.
"GITA!!" teriak Yani yang emosi melihatnya.
Gita melihat ke atas unit kamar Livy dan melihat ketiga orang yang sangat dia benci ada di sana.
"Kalian kumpul di sini ternyata, sangat - sangat terlihat keluarga bahagia ya" ujar Gita
"si*lan. dasar penipu!! Kembalikan uang saya Gita si*lan" maki Reza
"Uang saya? Uang yang anda sebut uang mana tuan? Anda datang ke rumah mamah saya tidak membawa uang sepeser pun. Ini nih hasilnya karena mamah nikahnya sama gembel, jadi gak tau diri gini kan ck... ck... ck..." balas Gita sembari menggeleng kan kepalanya
"Dasar anak durhaka, apa kau lupa jika bukan karena saya kau juga tidak akan lahir, Anak si*lan" maki Reza
"Mending gue gak lahir, daripada harus punyai ayah baji*gan kaya Lo" balas Gita tanpa rasa takut
"Lo kan masih punya istri sama anak Lo iyu, yang sempurna itu, minta lah sama mereka. Ups... Kan sama - sama gembel juga, mana mampu hahahah" lanjut Gita sembari tertawa karir
"Dasar jal*ng si*lan Lo, gue robek mulut Lo jal*ng si*lan" maki Yani
"Maaf kita sudah bukan selevel jadi enyahlah" balas Gita dengan santai
Gita mengangkat gelasnya seperti ingin bersulang.
"Nikmati waktumu sobat, sebelum kau berempat mati kelaparan" ujar Gita dengan senyum jahatnya
Hahahahah....
Gita pun masuk ke dalam rumahnya dan duduk di sofa empuk tanpa menutup pintu balkon nya, dia ingin memperlihatkan kemewahan yang dia dapatkan dan memamerkannya kepada mereka.
Cacian dan makian terus terdengar dari apartemen Reza, Julia, Yani dan Livy terus memakinya.
Gita tidak peduli dan hanya bersantai sembari mendengar cacian makian yang cocok nya untuk mereka.
Dengan emosi mereka langsung menuju apartemen Gita.
Brak...
"Cepat buka si*lan" maki Reza dengan emosi menggebrak pintu masuk apartemen.
Apartemen Gita sekarang memilik 3 lapis keamanan pintu utama dan lift, jika tidak memiliki akses masuk dari pintu utama pun mereka tidak akan bisa masuk ke dalam gedung
Dan ini semua ini yang membuat adalah sistem, sistem yang membuat keamanan 3 lapis di gedung apartemen Gita, namun dengan perubahan ini semua orang seperti tidak menyadarinya dan seperti biasa saja, seperti sudah ada di sana sejak awal.
"Akh si*lan. Livy kata kamu dia udah jual apartemen nya, kenapa sekarang malah dia ada di sana?" tanya Reza dengan tatapan emosi
"Aku juga gak tau om. Dia bilang sama saya cuma gitu" jawab Livy
"Kamu ada akses masuk gak?" tanya Yani
"Gak ada Tante" jawab Livy
"Akhhhh.... Kacau kacau" frustasi Reza
Mereka pun kembali ke apartemen Dangan tangan kosong.
Sedangkan Gita yang ada di apartemen nya dengan santai tidur siang, angin dingin masuk menyejukkan apartemen nya.
"Eh iya gue belum liat lagi ke ruang dimensi, gimana ya sekarang" ujar Gita
"Masuk"
Gita langsung masuk ke dalam ruang dimensi dan matanya langsung terbelalak dengan tak percaya.
Karena semuanya sudah berubah, dari ada hanya beberapa baris rak makanan saja, namun saat dia kembali lagi sudah ada ratusan rak tersusun dengan rapi sampai dua tingkat.
Gita juga melihat di samping supermarket nya, ada kandang hewan ternaknya yang sudah tersusun dengan rapih dan tanpa ada bau hewan sedikit pun.
Kandang - kandang yang tiba - tiba sudah ada dan itu bukan Gita yang buat.
Gita berjalan jalan di ruang dimensi, dia melihat benih - benih yang dulu dia beli sudah tersusun dengan rapih di rak dekat perkebunan ada juga sayuran yang sudah tubuh dengan subur.