Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Episode Pernikahan.

"Kiss, kiss , kiss, kiss!"

Tamu undangan bersorak menginginkan pasangan pengantin baru yang baru saja sah sebagai suami istri itu berciuman.

Alea gadis cantik berusia 24 tahun terlihat begitu cantik menggunakan gaun pengantin panjang hingga menyapu lantai, gaun cantik yang memperlihatkan bentuk tubuhnya yang langsing seperti model internasional, tidak lupa memakai selayar cukup panjang sampai menyapu lantai.

Sejak tadi raut wajahnya tampak begitu bahagia, bagaimana tidak akhirnya dia bisa menikah dengan kekasihnya yang selama ini mereka menjalin hubungannya selama 2 tahun lebih.

Pria tampan di hadapannya sejak tadi menggenggam kedua tangannya, terlihat malu-malu sampai wajahnya memerah saat ingin mengabulkan permintaan para tamu undangan.

"Ayo kisss!" teriak seseorang membuat pria bernama Dharma itu tertawa kecil dan melihat istrinya yang berdiri di hadapannya.

"Aku mencintaimu Dharma," ucap Alea.

"Aku juga mencintaimu Alea," Dharma langsung membalas jawaban cinta tersebut.

Dharma mendekatkan wajahnya pada istrinya itu dengan memegang kedua pipinya dan langsung meraup bibir merah merona itu.

Pasangan pengantin baru itu berciuman romantis membuat para tamu undangan tampak begitu iri, ciuman itu berlangsung hanya beberapa detik saja dan kemudian Dharma melepaskan tautan bibir itu. Dharma mengakhiri dengan mencium lembut kening Alea.

Prok-prok-prok.

Para tamu undangan bertepuk tangan dengan meriah, seakan-akan ikut merasakan kebahagiaan pasangan pengantin baru tersebut.

"Ini first kis pertama untukku," batin Alea merasa sangat beruntung sebagai wanita.

Berpacaran dengan pria yang bukan orang sembarangan. Dharma pria 28 tahun yang cukup sukses dalam bidang bisnis keluarganya yang saat ini dia telah mewarisi semua aset keluarganya. Karena merupakan putra tunggal dari keluarga Adiwijaya.

Selama menjalin hubungan, mereka memang tidak pernah berciuman dan menurut Alea hubungan seperti itu sangat sehat sampai akhirnya mereka sudah berada di tahap pernikahan dan first kiss mereka pertama kali ketika sudah sah menjadi pasangan suami istri.

***

Setelah pernikahan selesai. Dharma bersama dengan Alea berada di ruang tamu, sudah tidak memakai pakaian pengantin lagi.

"Alea apa kamu lelah?" tanya wanita terlihat anggun dengan wajah tampak tegas sekitar berusia 45 tahun. Liana tak lain adalah ibu mertua Alea.

"Tidak. Ma! Alea tidak terlalu lelah dan justru sangat bahagia dengan pernikahan seumur hidup ini," jawab Alea.

"Papa juga mengharapkan hal yang sama, zaman sekarang ini perceraian sangat rentan, pasangan suami istri memiliki sedikit masalah dan langsung mengakhiri pernikahan dengan perceraian. Papa titipkan pernikahan ini kepada kalian berdua dan jangan sampai membuat malu keluarga. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan bagaimana caranya agar tidak terjadi perceraian!" tegas Adiwijaya.

"Itu sudah pasti. Pa. Dharma akan berusaha menjaga rumah tangga ini dengan baik dan tidak akan ada perceraian," sahut Dharma membuat Alea tersenyum terus menatap kagum suaminya penuh dengan kebijaksanaan itu.

"Alea, kamu tidak perlu program apapun, kamu juga tidak perlu menunda untuk memiliki momongan. Mama dan Papa menunggu kehadiran buah hati dalam pernikahan kalian untuk menjadi pewaris keluarga ini," sahut Liana.

Alea mengangguk dengan tersenyum, melihat ke arah suaminya, dari raut wajah Alea sepertinya memang tidak ingin menunda apapun. Tetapi ekspresi sang suami tampak tidak tersenyum meluas, senyum terpaksa seperti ada sesuatu yang dia pikirkan.

Di tengah obrolan itu seorang pria berusia 28 tahun dengan setelan berjas rapi menghampiri ruang tamu dengan menundukkan kepala.

"Maaf jika saya menggangu!" ucapnya merasa tidak enak.

"Ada apa Raidan?" tanya AdiWijaya.

"Maaf, jika saya mengganggu pembicaraan ini. Saya meminta maaf karena tadi tidak sempat hadir di acara pernikahan, tetapi saya menyempatkan diri untuk datang dan mengucapkan selamat secara langsung untuk pernikahan Dharma dan juga Alea, tetapi maaf sekali saya juga harus mengantarkan dokumen ini karena membutuhkan persetujuan secepatnya," ucap Raidan.

"Kamu tidak perlu sungkan seperti itu Raidan. Memang terkadang seorang sahabat pasti suka membuat sensasi dengan terlambat datang ke acara penting sahabatnya," sahut Dharma.

"Kalau begitu Om mengambil dokumen ini dan akan menandatanganinya," sahut Adiwijaya membuat Raidan memberikan dokumen tersebut.

"Saya ucapkan selamat sekali lagi di atas pernikahan kalian!" ucap Raidan melihat secara bergantian pasangan suami istri itu.

"Terima kasih dan semoga saja kamu cepat menyusul," sahut Alea membuat Raidan menganggukkan kepala dengan ekspresi datar.

"Pa. Ma, kalau begitu kami ke kamar dulu untuk istirahat," ucap Dharma membuat kedua orang tuanya menganggukkan kepala dan pasangan suami istri itu langsung meninggalkan ruang tamu.

Sementara Raidan harus menunggu tanda tangan terlebih dahulu sembari membahas beberapa hal dengan kedua orang tua sahabat dekatnya itu.

*****

Alea terlihat cantik di kamar pengantinnya, kamar pengantin pada umumnya dipenuhi dengan kelopak mawar dengan aroma romantis di kamar dengan wanita yang tampak remang itu.

Alea baru saja memakai lipstik pada bibirnya, piyama berbahan satin berwarna silver yang ia gunakan tampak begitu cantik, dengan rambutnya yang dibiarkan di gerai.

Suara pintu kamar mandi terbuka membuat Alea melihat ke arah sang suami yang juga sudah berganti pakaian dengan menggunakan kaos putih dan celana panjang.

"Mas, tidak mau saya ambilkan baju untuk tidur?" tanya Alea.

"Tidak Alea!" jawab Dharma.

Alea tersenyum dan melangkah menghampiri suaminya itu, memeluk suaminya dengan ekspresi wajahnya tidak berhenti bahagia.

"Mas, Alea tidak menyangka jika sekarang Alea sudah menjadi istri. Mas, bukankah banyak sekali impian kita berdua yang akan kita wujudkan dalam pernikahan ini," ucap Alea.

Tidak ada reaksi apapun dari suaminya membuat Alea melonggarkan pelukan itu dan melihat ekspresi suaminya tampak datar.

"Kamu lelah?" tanya Alea.

"Ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu dan ini hal penting," ucap Dharma terlihat begitu serius.

"Katakan ada apa?" tanya Alea.

Dharma menggenggam tangan istrinya itu dan kemudian mengajaknya untuk duduk di sofa.

"Alea aku minta maaf dan harus jujur pada kamu ketika kita sudah menikah," ucap Dharma.

"Memang ada apa. Mas? kenapa tiba-tiba perasaanku tidak enak dan ekspresi wajah kamu membuatku takut," ucap Alea.

"Alea, aku bisa mewujudkan impian kamu untuk menikah, memiliki keluarga tetapi aku tidak bisa mewujudkan impian kamu untuk memiliki anak dariku," ucap Dharma membuat Alea kebingungan dan tidak mengerti akan maksud suaminya itu.

"Maksud kamu bagaimana?" tanya Alea.

"Kita tidak akan bisa memiliki anak," ucap Dharma.

"Kenapa. Mas! Aku sehat dan bukankah aku sudah memeriksakan diri sebelum kita menikah, tidak ada masalah sama sekali denganku," ucap Alea.

"Kamu benar! Kamu sehat dan aku yang tidak bisa memberikan itu kepada kamu," ucap Dharma.

"Maksud kamu.... Kamu...."

"Benar! Aku di vonis tidak bisa memiliki keturunan," jawabnya jujur membuat Alea benar-benar kaget dengan menutup mulutnya menggunakan satu tangan.

"Astaga. Mas," Alea butuh waktu untuk tenang dengan berita mengagetkan dari sang suami di malam pertama mereka.

"Mas, jangan memikirkan apapun, kita bisa berobat dan ini tidak menjadi masalah untukku," Alea sangat mencintai suaminya dan mungkin kekurangan suaminya tidak akan menjadi penghalang dalam pernikahan mereka.

"Apa kamu tidak mendengar apa yang diinginkan kedua orang tuaku? Mereka menginginkan kita untuk secepatnya memberi keturunan dan jika aku mengatakan semua ini kepada mereka bahwa aku tidak bisa memiliki keturunan maka semua akan hancur," ucap Dharma.

"Tetapi kita masih bisa berobat dan masih bisa melakukan usaha apapun itu. Di zaman sekarang banyak cara untuk bisa mendapatkan anak agar tetap lahir dari rahim ku dan akan tetap menjadi anak kamu!" ucap Alea.

Bersambung.....

Episodes
1 Episode Pernikahan.
2 Episode 2 Malam Pertama Bukan Dengan Suami
3 Episode 3 Panas
4 Episode 4 Kenikmatan Ranjang
5 Episode 5 Kembali Lagi
6 Episode 6 Canggung
7 Episode 7 Dekat
8 Episode 8 Tegang
9 Episode 9
10 Episode 10 Tidak Memahami
11 Episode 11 Ini Benar-benar dekat
12 Episode 12 Hamil
13 Episode 13 Tekanan
14 Episode 14 Mencari Kenyamanan
15 Episode 15 Kedekatan
16 Episode 16 Di tinggal
17 Episode 17 Panas Dalam Kerinduan
18 Episode 18 Panas
19 Episode 19 Merasa Ada sesuatu
20 Episode 20 Mencurigai Sesuatu
21 Episode 21 Memastikan
22 Episode 22 Sebagai Intel
23 Episode 23 Perselingkuhan Itu Nyata.
24 Episode 24 Membutuhkan.
25 Episode 25 Harus Bangkit
26 Episode 26 Sembuh Dari Luka
27 Episode 27 Hubungan Panas
28 Episode 28 Janji
29 Episode 29 Mulai Muak.
30 Episode 30 Ketahuan
31 Episode 31 Suasana Menegangkan
32 Episode 32 Tekanan.
33 Episode 33 Pertemuan Dalam Kecemburuan.
34 Episode 34 Pelampiasan Rindu.
35 Episode 35 Tempramental
36 Episode 36 Cari Kesempatan
37 Episode 37 Amarah
38 Episode 38 Terbongkar
39 Episode 39 Semakin Memburuk.
40 Episode 40 Perjanjian Gila
41 Episode 41 Tidak Bisa Memiliki.
42 Episode 42 Kembali
43 Episode 43 Keberadaannya
44 Episode 44 Mengingatkan
45 Episode 45 Tidak Sudi
46 Episode 46 Menegangkan.
47 Episode 47 Kesempatan.
48 Episode 48 Dharma Kelewatan.
49 Episode 49 Panas
50 Episode 50 Hancur.
51 Episode 51 Menegangkan.
52 Episode 52 Kebenaran Terungkap.
53 Episode 53 Tidak ada rahasia lagi.
54 Episode 54 Pelajaran
55 Episode 55 Rahasia Besar Terungkap.
56 Episode 56 Kenyataan.
57 Episode 57 Keputusan
58 Episode 58
59 Episode 59 Berpisah
60 Episode 60 Tidak Berdaya
61 Episode 61
62 Episode 62 Masih Tidak Terima.
63 Episode 63 Kata-kata sinis
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 67 Rencana
67 Episode 67
68 Episode 68 Darurat.
69 Episode 69
70 Episode 70 A
71 Episode 71 Tammmat
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Episode Pernikahan.
2
Episode 2 Malam Pertama Bukan Dengan Suami
3
Episode 3 Panas
4
Episode 4 Kenikmatan Ranjang
5
Episode 5 Kembali Lagi
6
Episode 6 Canggung
7
Episode 7 Dekat
8
Episode 8 Tegang
9
Episode 9
10
Episode 10 Tidak Memahami
11
Episode 11 Ini Benar-benar dekat
12
Episode 12 Hamil
13
Episode 13 Tekanan
14
Episode 14 Mencari Kenyamanan
15
Episode 15 Kedekatan
16
Episode 16 Di tinggal
17
Episode 17 Panas Dalam Kerinduan
18
Episode 18 Panas
19
Episode 19 Merasa Ada sesuatu
20
Episode 20 Mencurigai Sesuatu
21
Episode 21 Memastikan
22
Episode 22 Sebagai Intel
23
Episode 23 Perselingkuhan Itu Nyata.
24
Episode 24 Membutuhkan.
25
Episode 25 Harus Bangkit
26
Episode 26 Sembuh Dari Luka
27
Episode 27 Hubungan Panas
28
Episode 28 Janji
29
Episode 29 Mulai Muak.
30
Episode 30 Ketahuan
31
Episode 31 Suasana Menegangkan
32
Episode 32 Tekanan.
33
Episode 33 Pertemuan Dalam Kecemburuan.
34
Episode 34 Pelampiasan Rindu.
35
Episode 35 Tempramental
36
Episode 36 Cari Kesempatan
37
Episode 37 Amarah
38
Episode 38 Terbongkar
39
Episode 39 Semakin Memburuk.
40
Episode 40 Perjanjian Gila
41
Episode 41 Tidak Bisa Memiliki.
42
Episode 42 Kembali
43
Episode 43 Keberadaannya
44
Episode 44 Mengingatkan
45
Episode 45 Tidak Sudi
46
Episode 46 Menegangkan.
47
Episode 47 Kesempatan.
48
Episode 48 Dharma Kelewatan.
49
Episode 49 Panas
50
Episode 50 Hancur.
51
Episode 51 Menegangkan.
52
Episode 52 Kebenaran Terungkap.
53
Episode 53 Tidak ada rahasia lagi.
54
Episode 54 Pelajaran
55
Episode 55 Rahasia Besar Terungkap.
56
Episode 56 Kenyataan.
57
Episode 57 Keputusan
58
Episode 58
59
Episode 59 Berpisah
60
Episode 60 Tidak Berdaya
61
Episode 61
62
Episode 62 Masih Tidak Terima.
63
Episode 63 Kata-kata sinis
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 67 Rencana
67
Episode 67
68
Episode 68 Darurat.
69
Episode 69
70
Episode 70 A
71
Episode 71 Tammmat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!