Tak punya pilihan lain, selain mengikuti apa yang sahabatnya Fani minta. yaitu menikah dengan Fauzan yang notabennya adalah suami Fani.
Fauzan adalah masa lalunya dan Kemala bersama Fauzan memiliki memori yang bisa di katakan tidak baik-baik saja. tetapi Kemala menerimanya dan dia rela menjadi istri kedua supaya sahabatnya itu bersemangat kembali dan mau menjalani perawatan atas penyakitnya, yaitu kanker payudara.
pernikahan yang cukup pelik dan Kemala kira kalau dirinya dan Fauzan tidak akan sejauh itu. mereka hanya menikah demi permintaan Fani saja, akan tetapi tidak untuk Fauzan dan Fauzan menuntut supaya Kemala mau melakukan tugasnya sebagai istri betulan, termasuk melayaninya di atas ranjang.
cekidokttt mohon dukungannya untuk karya saya yang kesekian, terimakasih😊🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Pagi yang suram untuk Kemala. Kemala benar-benar berakhir tak berdaya dan tak bisa melakukan apapun kecuali berbaring setelah memaksakan dirinya untuk pergi ke kamar mandi sendiri dan membilas tubuhnya di sana, berjama-jam Kemala habiskan di kamar mandi untuk membersihkan jejak-jejak yang Fauzan tinggalkan semalam.
Kepalanya menggeleng keras, tatkala ingatannya kembali hadir. Huhh sepertinya Kemala harus ke kamar mandi dan kalau perlu menggosok kepalanya dengan sikat, supaya ingatan semalam hilang begitu saja__sialan, andai Kemala sedang tak sakit, mungkin dia sudah menghadiahkan setidaknya dua atau tiga pukulan untuk pria yang sudah membuatnya begini.
Ngomong-ngomong, kemana pria itu pergi? Sama sekali Kemala tak peduli sebetulnya. Mau di pergi ke mars sekalipun. Akan tetapi setelah apa yang di lakukannya. “Cuman dua kali aja” katanya dan Kemala semalam percaya, namun yang terjadi tentu saja berkebalikan dari apa yang d lakukannya. entah berapa kali, yang jelas sampai Kemala benar-benar pingsan__sialan sekali, dan efek dari semalam benar-benar membuat Kemala tak bisa melakukan, kecuali ringisan kesakitan yang kini keluar dari mulutnya.
Lamunan Kemala pun memudar tatkala puntu kamarnya terbuka dari luar dan begitu Kemala mengalihkan tatapannya, Kemala bisa melihat pria itu yang sudah berganti baju dengan rambutnya yang terlihat klimis dan seksi, sialan sekali! Bisa-bisanya di situasi seperti ini, Kemala masih mengaguminya.ck!
Kemala mengalihkan tatapannya seraya memejamkan matanya erat-erat, nyatanya patut di akui kalau Fauzan masih tetaplah sama, mempesona. Dan Kemala benci itu.
“Mala..“Panggil Fauzan lembut dan sukses membuat tubuh Kemala merinding karena panggilan itu. Namun Kemala benar-benar menekankan pada dirinya sendiri kalau dia jangan terlena. Tidak!! Fauzan memang suaminya, tapi Kemala tidak boleh masuk terperangkap pada pesonanya!
“Apa?.“Sahut Kemala setelah berhasil menenangkan dirinya dan memilih menoleh ke arah Fauzan, sudut-sudut bibir pria itu terangkat dan membuat garis melengkung di sana, tatapannya terlihat berubah. Sedikit lembut. Apakah pria memang seperti ini? Setelah di berikan apa yang di mau? Maka dia akan mendadak baik? Cihhh.
“Saya sudah beli ini.“Tukasnya lalu memberikan sbuah salep kepada Kemala. Tanpa sadar kedua pipi Kemala pun merona__ahh Kemala malu sekali, oh Ya Tuhan please, Kemala ingin mengubur dirinya dalam-dalam supaya Fauzan tidak melihat wajahnya yang kini berubah memerah.
“Kamu pakai, atau mau saya bantu pakai?.“Tanya Fauzan yang sebenarnya tidam menggodanya, tapi anehnya malah nada menggoda yang terdengar di telinga Kemala.
“Masih sakit?.“Lagi Fauzan bertanya dan tanpa memberikan Kemala menjawab pertanyaannya.
“Saya tidak akan minta maaf, karena sudah menjadi kewajiban kamu selalu istri saya!.“
Anjirrr. Sialan, dasar pria brengs3k, di saat itulah Kemala memberanikan dirinya untuk menoleh dan mengangkat wajahnya lalu menatap pria itu dengan berani.
“Kamu brengs3k!.“Unar Kemala dengan amarah yang tertahan, tatapan matanya tajam dan kedua tangannya memegang erat selimut yang berada tepat di bawah tubuhnya, sementara Fauzan sang suami terkekeuh geli.
“Brengsek? Lebih tepatnya menikmati istri saya, apa itu salah?.“
“Kita menikah karena terpaksa dan itu pun aku sudah membuat perjanjian dengan Fani. Sudah jelas kalau__.“
“Kamu semalam jelas mengizinkan saya, Mala.“Potong Fauzan yang mampu membuat Kemala bungkam. Wanita itu bahkan membuang mukanya ke samping karena merasa malu__apa yang di katakan Fauzan memang benar, Kemala benar-benar seperti seseorang yang hilang akal semalam. Sialan!
“Sudah ingat hm? Bagaimana rasanya? Nikmat bukan? Kamu harusnya bersyukur karena bisa menjadi istriku, meski istri kedua, bekas Fani..“Ucap Fauzan terdengar dengan nada mengejek.
****
Setelah libur satu hari, Kemala pun memutuskan untuk kembali bekerja dan hari ini pekerjannya cukup melelahkan. Selain harus menginput transaksi seperti biasa, Kemala dan rekan-rekan se divisi pun harus ikut rapat gabungan bersama divisi Audit__menjelang akhir bulan, biasanya tempatnya bekerja memang selalu di sibukan dengan rapat dan juga laporan yang harus selesai.
“Mbak, si bos wajahnya galak banget sumpah.“Ujar Sisi yang berhasil membuat atensi Kemala teralih padanya__mendengar curhatan Sisi membuat Kemala tergelak. Apa yang di katakan Sisi memang benar, waktu pertama Kemala ke perusahan pun, Kemala seperti itu, takut dengan si bos, karena wajahnya galak.
“Eh mbak, kok malah cengengesan sih? Aku serius lho, padahal.“
Demi menghargai Sisi, Kemala pun menghentikan senyumnya.
“Memang wajahnya gitu Si, tapi untuk atittude-nya cukup baik kok, cuman ya gitu. Tegas banget.“
Sisi bergidik ngeri”Gimana rasanya meeting langsung sama bos, mbak?.“Tanya Sisi penasaran, Kemala termasuk senior di divisinya dan dia juga sering di ajak meeting bersama bos.
“Ya gitu aja sih, Si. Gak ada yang special.“
“Ihh bukan gitu maksud aku, mbakkk!!“.Sisi merenggut dan wajahnya terlihat agak jengkel. Perbedaan usia mereka yang membuat Kemala lebih sabar menghadapi salah satu rekannya Sisi yang lebih muda darinya.
“Iya paham, tapi biasa aja. Gimana kalau kamu coba gantiin aku, Si? Kayaknya bos juga gak papa sih, asal kamu bisa presentasi aja di hadapan dia.“
Sisi dengan cepat menggelengkan kepalanya dan wajahnya berubah panik dalam sekejap”Ih gak mau ah, takuttttt di sikat si bos..“
Dan Kemala tertawa di buatnya. Lumayan juga punya rekan se divisi selucu Sisi, di tengah hiruk pikuk dunia pekerjaan yang menbuatnya lelah, Sisi termasuk salah satu hiburan yang membuat senyum Kemala muncul.
“Udah ah, aku mau terusin laporan dulu, Si.“
“Iya mbak, silahkan. Aku juga mau beresin dulu nih buku piutang.“
****
Sebetulnya Kemala cukup di lirik oleh beberapa teman pria di tempatnya bekerja. Namun Kemala sendiri yang memilih acuh tak acuh__bagaimana ya? Di usianya yang tahun ini ke tiga puluh, Kemala sebetulnya enggan menikah.
Bukan Kemala tak normal, akan tetapi Kemala malas saja. Pengalaman yang tak menyenangkan di masa lalu yang membuatnya takut menikah__di sakiti pacar-pacarnya, entah itu di khianati, di porotin uangnya sampai di tinggal menikah. Ya begitulah, kadang hidup selucu itu. Bukan hidup kalau tidak dar der dor.
Tetapi ternyata Tuhan punya rencana lain, padahal Kemala sudah meyakinkan kalau dirinya bisa hidup sendiri tanpa pasangan__eh dia malah menyetujui untuk menjadi istri kedua Fauzan demi sahabatnya, mana dua hari yang lalu dirinya habis di unboxing pula. Astaga, kalau di ingat-ingat lagi, sungguh Kemala rasanya ingin mencakar wajah pria sialan itu.
“Ehh mbak..“Panggil Sisi, Kemala yang sedang menunggu ojol datang menjemput pun kontan menoleh ke arah Sisi yang memanggilnya.
“Apa, Si?.“Tanyanya.
Sisi menunjuk ke arah lain dan Kemala mengikuti arah tangan Sisi. Sampai kedua mata Kemala membeliak dengan mulut menganga lebar__hanya berjarak beberapa meter, sebuah mobil berwarna hitam terlihat berjalan ke arahnya dan plat nomor mobil itu sudah sangat di hafal oleh Kemala. Bukan karena Kemala menyukainya, akan tetapi karena Kemala sering melihat mobil itu terparkir di halaman rumah Fani, mobil Fauzan. Untuk apa dia ke sini?
“Siapa dia, mbak?.“Tanya Sisi yang kali inienoleh ke arah Kemala, tubuh Kemala tak bergeming di tempat dengan tatapannya yang lurus. Sungguh kedatangan Fauzan ke tempatnya bekerja benar-benar membuat Kemala syok sekali.
Fauzam turun dari mobil dan hampir seluruh karyawan berjenis kelamin wanita itu bersorak karena melihat penampilannya terbalut jas, rapih, tampan dan mempesona. Sialan, Kemala benci ini, apakagi tatapan Fauzan mengunci tatapannya.
“Pacar ya, mbak? Pantes. Gak mau sesama pegawai, wong pacarnya ganteng gitu.. xixixi.. mana kayaknya orang kaya pula.“Ledek Sisi sambil cengengesan dan Kemala masih belum merespon apapun.
lanjut Thor 👍👍
lanjut Thor 👍👍👍
lanjut Thor 👍👍👍
good job thor 👍👍👍♥️♥️♥️
lanjut 👍👍👍