Kisah cinta Kapten John Christo Nagasaki Lantang seorang perwira angkatan laut yang berjanji menjadi pengawal bagi seorang perempuan yang dia temui di sebuah club malam. Ternyata perempuan itu adalah seorang dokter bedah bernama Pamela Christine Giardini.
Bagaimana Cinta bisa hadir diantara dua orang yang memiliki kepribadian keras dan cenderung introvert ini???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perhatian
Desiana Mila sudah berangkat ke Amerika, hubungannya dengan Jefry kakak kembar John sudah berakhir. Kalau sakit hati, jelas Jefry sakit hati, karena dia tidak tahu latar belakang orang yang dia cintai. Di keluarga, papinya selalu menerapkan tentang disiplin, menghargai orang lain dan tidak membuat orang sakit hati. Jadi hal ini selalu di jaga oleh Jefry dan John, apalagi mereka mempunyai Jesica adik perempuan satu- satunya yang harus mereka jaga.
Jefry Christo Brasmanto Lantang sangat mencintai Desiana Mila, namun dia tidak menyangka perempuan itu mempermainkan dia bersama saudara kembarnya. Namun dia harus merelakan, karena tidak cocok jika di pertahankan.
Sebagai staf keuangan di markas besar angkatan darat, Jefry sangat fokus dalam menjalankan tugasnya. Dan sekarang, dia sedang disibukkan dengan kegiatan pelatihan keuangan. Kapten Jefry Christo Brasmanto Lantang adalah lulusan terbaik pada akademi angkatan darat, secara fisik dia mampu waktu masih pendidikan dan awal mengabdi di kesatuan. Namun setelah tiga tahun, dia sempat mengalami serangan jantung yang hampir membuatnya meninggal namun pertolongan Tuhan, dia ada sampai saat ini.
Kolonel Alfonso sangat bangga kepada kedua anak kembarnya, namun banyak orang sekitar mengakui, bahwa anak - anaknya sukses karena didikan orang tua. Namun Alfons mengatakan dia dan keluarga bisa begini karena kemurahan Tuhan.
Ella hari ini, sudah masuk kerja setelah mendapat ijin tiga hari. Dan dia sudah bangun pagi - pagi sekali menyiapkan sarapannya, namin sebelumnya dia sudah berolahraga. Setelah sarapan selesai disiapkan, dia sudah bersiap untuk berangkat ke tempat kerja.
"Selamat pagi neng Ella."
"Selamat pagi pak."
"Kerja sudah masuk kerja hari ini neg??"
"Iya pak."
Ella pamit karena bus jurusan ke rumah sakit tempat dia belajar sudah tiba. Ella bersyukur, karena dia bisa mendapat tempat duduk. Dari dalam tasnya terdengar suara nada dering panggilan pada handponenya. Dia melihat ternyata tante Christine maminya John yang telepon.
"Selamat pagi tante?"
"Jesica jemput Ella antar kerja??"
"Ngak usah tante, Ella sudah di bus."
"Hati - hati ya sayang."
"Terima.kasih."
Telepon dari tante Christine Wulandari sudah berakhir. Kemudian ada pesan masuk dari Jesica, untuk mengantar Ellla ke rumah sakit. Jesica adeknya John menawarkan untuk mengantarnya pergi dan pulang kerja, namun Ella menolak dengan halus. Sebenarnya Ella senang dan bahagia mendapat perhatian dari keluarga pacar, namun Ella merasa tidak enak merepotkan mereka.
"Sayang, aku bisa. Nanti kalau sudah tidak bisa aku akan menghubungi mami dan Jes."
"Oke aku percaya. Hati - hati ya sayang."
"Siap bos."
Ella sudah ada di halaman rumah sakit. Hal pertama yang dia lakukan adalah ke IGD setelah absen untuk mengobati lukanya. Kebetulan dokter yang bertugas di IGD adalah Letnan satu dokter Esau Purnama, dia adalah dokter umum dan dia adalah seorang tentara.
"Lukanya baik. Dan kering sempurna."
"Terima kasih dokter."
Dokter Esau memberikan obat salep yang baik untuk menghilangkan bekas luka. Ella mau membayarnya, namun di tolok oleh dokter Esau. Ella tahu bahwa obat salep ini mahal dan tidak ada di apotik rumah sakit.
"Tuhan limpahkan berkat melimpah bagi dokter. Terima kasih ya dokter buat kebaikannya."
"Amin."
Ella langsung pamit menuju ke polinya. Dokter Esau hanya memperhatikan Ella dari jauh.
"Cantik ya dokter Ella."
"Iya lagi. Sayang sudah punya pacar."
"Selama belum ada janur kuning, masih sah dokter." dokter Esau hanya tersenyum.
Dokter Esau adalah dokter yang menjahit luka Ella akibat insiden penyerangan di kosannya. John yang membawanya ke rumah sakit. Selama tiga tahun menjadi dokter residen di rumah sakit ini. Dokter Esau selalu memperhatikannya, cewek mandiri, pendiam, dan pekerja keras. Bonusnya dia cantik dan manis, tidak bosan menatapnya. Ada hati ingin memiliki namun dia tahu bahwa ada senior dalam kemiliteran yang suka sama dia.
Hari ini, dirumah sakit sedang banyak pasien yang berobat. Ella membantu dokter seniornya dalam memeriksa pasien. Dan setelah makan siang akan ada operasi yang harus dilakukan atas satu orang pasien. Jadi saat ini Ella sudah ke kantin untuk makan siang. Disana ada dokter Esau yang antri. Ella langsung membayar makan siang dokter Esau.
"Hai, aku tulus memberi dokter Ella."
"Aku juga tulus mau membalas kebaikan dokter. Aku tahu loh dokter obat itu mahal dan di sini susah mendapatnya."
"Oke aku terima kebaikanmu."
Akhirnya Ella bersama dokter Esau makan satu meja di kantin. Sambil membahas hal - hal asal aja. Ella menerima telepon masuk dari kekasihnya.
"Lagi makan siang bos."
"Good, jangan sampai lupa. Bagaimana lukanya sayang??" Esau yang mendengar kata sayang l, membuat nyalinya menciut, pribahasa janur kuning yang sampaikan nersnya tidak berarti apa- apa. Ella sudah memperlihatkan lukanya.
"Sudah membaik sayang." Ella pun memberi kode untuk keluar sebentar dan Esau mengiyakan.
"Makan sama siapa sayang??"
"Sama rekan - rekan dokter sayang."
"Oke. Sayang, aku sama tim mau antar pasukan ke semenanjung malaka. Ada misi yang harus dilakukan."
"Hati - hati ya sayang. Aku tadi mendengar dan melihat berita di televisi."
"Iya sayangku."
Ella sudah berada di ruang operasi, sebelum melakukan tindakan, tim dokter sedang membahas berita yang viral tadi. Ella hanya bisa berdoa semoga semuanya aman - aman saja. Karena ada kekasihnya dalam misi itu bersama semua di kapal perang itu.
Selesai operasi sudah pukul tiga siang menjelang sore. Ella baru selesai mengecek pasiennya ketika sudah berada di ruangan inapnya. Ella menuju ke ruang ganti dokter mau bersiap - siap buat pulang. Namun waktu di lobi dia melihat bayangan kekasihnya. Kembali dia konsentrasi, ternyata Jefry kembarnya John kekasihnya.
"Ngapain kak??"
"Aku mau kontrol dengan dokter Agustinus."
"Dokter baru selesai operasi, kalau kakak mau ketemu mungkin sudah bisa. Sini aku antar."
"John telepon kamu??"
"Iya, ada pengamanan di semenanjung Malaka."
"Dia pasti baik - baik saja."
Ketika mereka berjalan menuju ruang dokter Agustinus, mereka bertemu dengan dokter di depan ruangannya. Langsung Ella mempersilahkan Jefry untuk bertemu dengan dokter.
"El, pulang bersama ya, aku antar. Aku tunggu disini."
"Oke kak."
Sore ini, selesai absen. Ella pulang ke apartemen Kamila di antar oleh Jefry kakaknya John saudara kembarnya. Ella mampir di swalayan membeli beberapa kebutuhannya.
"Kamu canggung El??"
"Iya kak."
"Aku sudah menganggap kamu seperti adekku. Sama seperti John dan Jesica. Aku sudah berjanji untuk menjaga kamu untuk dia selama dia tidak ada di Jakarta. Bukan hanya aku, Jesica, mami dan papi juga, John menitip mu."
"Terima kasih ya Kak."
Ella terharu sampai dia tidak sadar bahwa air matanya menetes. Dia tidak menyangka perhatian dari keluarganya John.
"Sudah sampai."
"Terima kasih ya Kak."
"Ingat kamu sudah bagian dari keluarga kami. Besok dinas jam berapa??"
"Pagi kak."
"Oke jam tujuh kakak jemput."