NovelToon NovelToon
Queen Of Bataviarch

Queen Of Bataviarch

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Dark Romance
Popularitas:510
Nilai: 5
Nama Author: phiiiew

“Lepas gaunmu sekarang juga! Tunjukkan ke mereka, apa saja yang akan mereka bawa pulang nanti!”

“Aku gak bakal ngelakuin hal itu, paham!” seru Rosella dari atas meja.

“Aku gak minta persetujuan kamu, Rosella.” Nada bicara dan pandangan Ayahnya pun berubah menjadi sangat dingin.

“Baimm,” suara Dio memotong niat buruknya. “Aku rasa kamu gak perlu menyuruh anakmu melakukan hal menjijikkan itu.”


Anak perempuan tertua dari pemimpin Bataviarch akan dilelang malam ini. Rosella Rachmandi telah lama bersiap menghadapi hari itu. Sebenarnya, rencananya sederhana, ia ingin mendapatkan suami yang bodoh dan lemah, sehingga dapat dikendalikannya, lalu merebut seluruh kekuasaan ayahnya yang kejam demi menyelamatkan nasib ketiga adiknya.

Ia yakin segala sesuatunya akan berjalan lancar, hingga Dio Walisang, pria yang tiba-tiba hadir di acara pelelangan itu, mengubah dan meruntuhkan seluruh rencananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon phiiiew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Kudeta

Rosella tertawa, geli melihat dua saudaranya bisa sekompak itu dalam mengeluh.

“Ya ampun, kalian kan sebenarnya udah tahu hal ini bakal terjadi?”

“Tapi aku kira kita masih punya waktu berbulan-bulan lagi,” kata Angguni sambil cemberut.

“Terus gimana aku bisa hidup tenang kalau kamu bakal tinggal sejauh itu?” seru Dahlia tidak terima.

“Aku cuma satu jam naik pesawat dari sini, bukan pindah ke ujung dunia,” jawab Rosella santai.

Rosella paham kekhawatiran mereka. Sejak kecil mereka selalu berempat, tidak pernah terpisah. Tidak ada yang menyangka salah satu dari mereka akan menikah dan tinggal jauh dari rumah.

“Aku ragu Papa bakal kasih izin. Kamu tahu sendiri dia suka bikin acara besar,” kata Angguni.

“Aku punya firasat, tunanganku itu orangnya selalu dapat apa yang dia mau,” balas Rosella.

“Aku harap nanti calon suamiku setidaknya semuda dia,” gumam Angguni pelan.

Dulu ada teman mereka menikah sama pria tua, perutnya besar, seperti Bagong. Semua orang heran, apa masih ada wanita yang tertarik sama orang seperti itu.

“Kamu bisa nikah sama siapa aja yang kamu mau,” kata Verlis tegas.

Nadanya terlalu yakin sampai Dahlia menatap curiga. Wajah Verlis langsung berubah, jelas sekali dia baru saja keceplosan.

“Apa yang kalian sembunyiin dari kami?” tanya Dahlia, dia paling pintar dan peka di antara mereka.

Rosella dan Verlis saling pandang. Cukup satu anggukan kecil, mereka sepakat waktunya sudah tiba untuk buka suara. Lagipula mereka sudah bukan anak kecil lagi. Masalah ini menyangkut masa depan mereka semua.

Setengah jam berlalu, Rosella dan Verlis berhasil menjelaskan semuanya. Mereka akan menikah, sudah dapat dukungan dan bantuan dari calon suami. Nanti mereka akan rencanakan pembunuhan Ayahnya, lalu kuasai bisnis keluarga. Tujuannya supaya Angguni dan Dahlia bisa bebas pilih pasangan sendiri, tidak lagi diatur-atur.

Angguni dan Dahlia diam saja, tidak menyela sama sekali. Sampai penjelasan selesai, mereka masih bungkam. Rosella menoleh ke Verlis, sama-sama bingung. Biasanya dua adiknya itu paling banyak bicara, diam begini malah membuatnya khawatir.

“Jadi kalian rencanain semua ini diam-diam, nggak ngomong sama kami sedikit pun?” nada suara Angguni terdengar kesal.

“Kalau rencana kamu gagal? Kalau Papa selamat? Atau suami kalian malah belain Papa?” tambah Dahlia tajam.

“Itu risiko yang siap kami ambil, asalkan kalian aman dan bebas—”

“Aku udah dua puluh tahun, Angguni dua puluh dua. Kita udah cukup dewasa, nggak perlu terus-terusan dilindungi,” potong Dahlia cepat. Dia menunjuk Rosella. “Kamu jago pakai pisau, aku tahu itu.”

Lalu dia menoleh ke Verlis. “Kamu jenius racik racun. Tapi jangan kira aku dan Angguni lemah di hal kami sendiri.”

“Betul banget,” sambung Angguni. “Dahlia bisa menembak tepat sasaran dari jarak satu kilometer. Hampir nggak ada penembak jitu di dunia ini yang sanggup begitu. Aku bisa bikin bahan peledak cuma pakai permen karet sama garam dapur.”

“Oke, oke. Aku ngerti kalian marah, dan kalian berhak marah,” kata Rosella pelan. “Bukannya aku nggak percaya kemampuan kalian. Aku cuma takut kalau kalian sampai harus pakai kemampuan itu. Aku takut kalian celaka.”

Mendengar itu, wajah keduanya langsung melembut. “Rosella, kamu harus berhenti jadi Mama buat kami,” kata Dahlia lembut. “Kamu yang besarkan kami aja kami udah bersyukur banget. Tapi jangan pikul semuanya sendirian terus.”

“Kamu itu terpaksa menjadi dewasa lebih cepat waktu kami masih kecil,” tambah Angguni. “Sekarang biarkan kami juga berjuang. Kamu cukup jadi kakak kami aja.”

Mereka berpelukan erat. Rosella berusaha menahan air mata yang menetes keluar. Memang bagi Rosella mereka tetap gadis kecil. Tapi dia sadar, harus biarkan mereka tumbuh dan berdiri sendiri.

Rosella mengganti topik agar suasananya lebih enak.

“Eh, denger-denger ada petunjuk baru soal kasus si kembar itu. Kalian tahu nggak?”

“Serius?”

Mereka bahas berbagai teori. Beberapa tahun lalu ada sepupu jauh mereka diculik. Waktu itu mereka lagi di Jogja, sedang bermain di alun-alun bersama anggota keluarga. Tiba-tiba satu anak kembar hilang begitu saja, tanpa jejak.

Sudah bertahun-tahun dicari, tidak ada hasil. Rosella pernah dengar ayahnya bilang ada petunjuk baru, tapi dia yakin itu palsu. Katanya anak itu pasti sudah mati sejak lama.

Tiba-tiba ada ketukan pintu. Pelayan melapor ada tamu datang untuk bicara dengan Rosella. Jantung Rosella pun berdebar kencang. Dia kira itu Dio, entah mau lanjut berantem atau minta maaf. Semua pikiran itu hilang saat dia melihat Jamed, tangan kanan Ayahnya, berdiri di bawah tangga.

“Ada apa, Jamed?” tanya Rosella kaget.

“Papamu minta kamu ikut aku sekarang. Kamu harus beri kesaksian di depan seluruh keluarga besar.”

Rosella melihat saudaranya mengintip dari balik pintu. Dia menggeleng pelan, memberi isyarat supaya mereka diam dan jangan ikut campur.

“Baiklah … soal apa ini?”

Rosella turun tangga pelan-pelan, berusaha tenang padahal hatinya mau copot. Takut rencana mereka akan ketahuan.

“Mayat Gumm Bahtiar sudah ketemu.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!