NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Bukan Untuku

Pernikahan Yang Bukan Untuku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Lunaria Wulandari terpaksa menggantikan kakaknya yang kabur di hari pernikahan. Demi menyelamatkan nama keluarga, ia harus menikah dengan Alex Lucas Dimitri—pria dingin dan penuh rahasia yang sejak awal tidak pernah menginginkan dirinya.

Awalnya Luna hanya dianggap pengganti. Namun semakin lama bersama, hubungan mereka berubah menjadi sesuatu yang sulit dijelaskan. Sayangnya, saat hati mulai saling menerima, masa lalu datang menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Pemberkatan yang Tidak Pernah Direncanakan

Sejak menyatakan persetujuannya beberapa jam lalu, Luna merasa hidupnya tidak lagi berada dalam kendalinya.

Semuanya berjalan terlalu cepat.

Ia bahkan belum sempat mencerna kenyataan bahwa kakaknya telah kabur bersama pria lain.

Kini ia justru duduk di depan cermin mengenakan gaun pengantin putih yang seharusnya menjadi milik Liana.

Gaun itu terlihat indah.

Sangat indah.

Namun di mata Luna, gaun itu terasa seperti pengingat bahwa dirinya hanyalah pengganti.

"Luna."

Suara sang ibu membuatnya menoleh.

Wanita itu berdiri di ambang pintu dengan mata yang masih sembab.

Luna langsung berdiri.

Namun sang ibu lebih dulu memeluknya erat.

"Maafkan Ibu."

Air mata Luna kembali menggenang.

"Jangan bilang begitu, Bu."

"Ibu tidak pernah membayangkan hari pernikahanmu akan seperti ini."

Luna juga tidak pernah membayangkannya.

Ia pernah bermimpi tentang pernikahannya suatu hari nanti.

Tentang pria yang dicintainya.

Tentang senyum bahagia.

Tentang masa depan yang dipilihnya sendiri.

Bukan pernikahan mendadak dengan pria asing karena kakaknya melarikan diri.

"Apa kamu takut?" tanya sang ibu.

Luna tersenyum kecil.

"Sangat takut."

Sang ibu menggenggam tangannya.

"Tuhan tidak akan meninggalkanmu."

Kalimat sederhana itu sedikit menenangkan hatinya.

---

Sementara itu di ruang tunggu pengantin pria.

Alex berdiri di depan jendela gereja.

Setelan hitam yang dikenakannya membuat dirinya terlihat semakin berwibawa.

Namun wajahnya tetap datar.

Pintu ruangan terbuka.

Raka masuk lebih dulu.

Diikuti Ryan dan Yesa.

Ryan langsung menjatuhkan tubuhnya ke sofa.

"Aku masih tidak percaya ini benar-benar terjadi."

Yesa tertawa kecil.

"Aku juga."

Alex tidak menanggapi.

Ryan memandang sahabatnya.

"Kau baik-baik saja?"

"Ya."

"Kau berbohong."

Alex akhirnya menoleh.

Ryan sudah mengenalnya hampir dua puluh tahun.

Tidak mungkin ia bisa berbohong di depan sahabatnya sendiri.

"Kau tahu aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini."

Ryan mengangguk.

"Dan sekarang pengantinnya berubah."

Alex kembali diam.

Yesa menyilangkan tangan.

"Jujur saja, aku kasihan pada Luna."

Alex mengangkat alis.

"Kenapa?"

"Karena dia terlihat seperti orang yang dipaksa."

Raka tertawa hambar.

"Karena memang dipaksa."

Semua kembali terdiam.

Meskipun tidak ada yang mengatakannya secara langsung, mereka semua tahu.

Baik Alex maupun Luna sama-sama korban keadaan.

"Kau akan memperlakukannya dengan baik, kan?" tanya Ryan.

Alex menghela napas panjang.

"Aku bukan monster."

"Itu belum menjawab pertanyaanku."

Tatapan Alex berubah tajam.

Namun Ryan hanya tertawa.

Untuk pertama kalinya hari itu, sudut bibir Alex sedikit terangkat.

Sangat tipis.

Hampir tidak terlihat.

Namun cukup membuat ketiga sahabatnya lega.

---

Tak lama kemudian lonceng gereja mulai berbunyi.

Pertanda acara akan segera dimulai.

Para tamu yang memenuhi bangku gereja mulai berdiri.

Di altar, Alex sudah mengambil posisinya.

Di sampingnya berdiri Raka sebagai pendamping keluarga.

Sementara Ryan dan Yesa duduk di barisan depan.

Musik gereja mulai mengalun.

Pintu utama perlahan terbuka.

Seluruh tamu menoleh ke belakang.

Dan saat itulah Luna muncul.

Gaun putih panjang membalut tubuhnya dengan sempurna.

Rambutnya ditata sederhana.

Wajahnya cantik.

Namun Alex bisa melihat kegugupan di mata wanita itu.

Luna melangkah perlahan menyusuri lorong gereja.

Jantungnya berdetak sangat cepat.

Setiap langkah terasa berat.

Sampai akhirnya ia tiba di hadapan altar.

Tatapan mereka bertemu.

Untuk beberapa detik.

Tidak ada senyum.

Tidak ada sapaan.

Hanya dua orang asing yang dipaksa takdir berdiri berdampingan.

Pendeta mulai membuka acara.

Suasana gereja menjadi khidmat.

Semua orang mendengarkan dengan tenang.

Kemudian tibalah saat pengucapan janji pernikahan.

Pendeta menatap Alex.

"Saudara Alex Lucas Dimitri, apakah Saudara bersedia menerima Saudari Lunaria Wulandari sebagai istri Saudara yang sah, mengasihinya dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, sepanjang hidup Saudara?"

Alex memandang Luna sesaat.

Lalu menjawab dengan suara tegas.

"Saya bersedia."

Jantung Luna berdegup lebih kencang.

Pendeta kemudian menoleh kepadanya.

"Saudari Lunaria Wulandari, apakah Saudari bersedia menerima Saudara Alex Lucas Dimitri sebagai suami Saudari yang sah, mengasihinya dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, sepanjang hidup Saudari?"

Luna menarik napas panjang.

Lalu mengangguk.

"Saya bersedia."

Suasana gereja menjadi hening.

Pendeta tersenyum.

"Di hadapan Tuhan dan para saksi yang hadir, saya nyatakan Saudara Alex Lucas Dimitri dan Saudari Lunaria Wulandari resmi menjadi suami dan istri."

Tepuk tangan memenuhi ruangan.

Ryan langsung mengembuskan napas lega.

"Syukurlah."

Yesa tertawa kecil.

"Selamat datang di kehidupan rumah tangga, Alex."

Raka hanya menggeleng sambil tersenyum.

Sementara di depan altar, Luna masih berusaha menerima kenyataan.

Ia sudah menikah.

Benar-benar menikah.

Bukan mimpi.

Bukan khayalan.

Dan ketika tanpa sadar ia menoleh ke samping, Alex juga sedang menatapnya.

Untuk pertama kalinya hari itu.

Tatapan pria itu tidak sedingin biasanya.

Meski hanya sesaat.

Meski hanya sepersekian detik.

Namun cukup membuat Luna menyadari satu hal.

Mulai hari ini, hidup mereka berdua akan terikat dalam satu jalan yang sama.

Jalan yang tidak pernah mereka pilih.

Tetapi harus mereka jalani bersama.

1
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. Semangat ✍️☺👈
wulaniii
gais like dan beri gift dungs biar semangat 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!