NovelToon NovelToon
PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Sistem
Popularitas:83.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Enam tahun lalu, Alisha Husnah melangkah keluar dari kediaman mewah keluarga Raffasyah dengan hati hancur. Sebuah skandal menjijikkan yang dirancang rapi memaksanya percaya bahwa suaminya, Fardan, telah berkhianat. Alisha pergi, membawa rahasia besar tentang janin yang dikandungnya.

Kini, takdir membawa mereka bertemu dalam sebuah proyek besar. Fardan, sang CEO dingin yang menyimpan dendam atas kepergian istrinya, memberikan ultimatum kejam: kembali padanya atau kehilangan hak asuh atas putra mereka, Ghifari.

Namun, baik Fardan maupun keluarga besar Raffasyah tidak menyadari satu hal. Ghifari bukan sekadar bocah biasa. Dibalik wajah imutnya, tersimpan kecerdasan genius yang ia warisi dari ayahnya. Sementara orang tuanya terjebak dalam perang dingin dan sisa-sisa cinta yang luka, Ghifari mulai bergerak dibalik layar.

Dia bukan hanya ingin menyatukan Ayah dan Ibunya saja. Tapi misinya ingin membongkar topeng busuk para penghuni "istana" yang memisahkan keluarganya. Si kecil siap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KECEMBURUAN SANG CEO

Sore itu, ruang kerja Fardan masih dipenuhi tumpukan dokumen yang seolah tidak ada habisnya. Sejak kembali dari Swiss, ia memang harus bekerja ekstra keras untuk memulihkan stabilitas Raffansyah Group yang sempat goyah. Fardan begitu tenggelam dalam dunianya sampai ia tidak menyadari jam sudah menunjukkan pukul empat sore.

Dewa yang berdiri di sudut ruangan berdehem pelan. "Bos, ini sudah lewat jam empat. Bukankah Anda berjanji menjemput Nyonya Alisha hari ini?"

Mendengar nama istrinya disebut, Fardan langsung tersentak. Seolah ada energi baru yang menyengatnya, ia bangkit dari kursi kebesarannya. "Kenapa kau baru memberitahuku sekarang, Dewa?"

Ia segera menyambar jas yang tersampir di sandaran kursi dan memakainya dengan terburu-buru. Tanpa menunggu jawaban Dewa, ia melangkah lebar menuju pintu. Dalam pikirannya hanya ada satu fokus, yaitu wajah cantik istrinya yang sudah menunggunya.

Sesampainya di lobi kantor Alisha, langkah Fardan mendadak terhenti. Matanya menyipit tajam. Di sana, Alisha sedang berdiri sembari berbincang dengan seorang pria muda yang bukan Lucas. Pria itu tampak sangat bersemangat, dan yang membuat Fardan meradang adalah tatapan pria itu yang seolah enggan beralih dari wajah Alisha.

"Dewa, siapa pria itu?" tanya Fardan dengan suara yang mendadak mendingin.

"Saya tidak tahu, Bos. Sepertinya kolega bisnis baru Nyonya Alisha," jawab Dewa hati-hati.

Fardan mengepalkan tangannya. Ia baru tersadar bahwa selama ini ia belum memperkenalkan Alisha secara resmi ke hadapan publik sebagai istrinya. "Dewa, persiapkan sebuah pesta besar minggu depan. Aku ingin mengadakan pesta penyambutan untuk Alisha di kantor pusat. Undang semua kolega, wartawan, dan stasiun televisi. Aku ingin dunia tahu bahwa Alisha adalah milikku dan Ghifari adalah pewaris sahku."

"Baik, Bos. Akan segera saya urus," jawab Dewa tegas.

Fardan kemudian berjalan dengan langkah angkuh menghampiri Alisha. Kehadirannya yang tiba-tiba membuat suasana langsung berubah tegang. Pria muda di depan Alisha tampak terkejut melihat aura dominan yang dipancarkan Fardan.

"Sudah selesai bicaranya, Alisha?" tanya Fardan tanpa basa-basi.

"Oh, Fardan? Kau sudah sampai," Alisha tersenyum canggung. "Perkenalkan, ini Pak Rendy, dia dari perusahaan mitra."

Pria bernama Rendy itu mengulurkan tangannya dengan sopan. "Senang bertemu dengan Anda, Tuan Fardan. Saya sering mendengar kehebatan Anda."

Fardan hanya menatap tangan itu tanpa niat untuk membalasnya. "Maaf, tangan saya sedang kotor. Alisha, ayo pergi. Sudah waktunya kita menjemput Ghifari."

Tanpa memberikan kesempatan untuk berpamitan lebih lama, Fardan langsung merangkul pinggang Alisha dengan posesif dan membawanya menuju mobil. Alisha hanya bisa memberikan senyum minta maaf pada Rendy yang mematung di sana.

Di dalam mobil, suasana menjadi sunyi yang mencekam. Fardan membuang muka ke arah jendela, bibirnya tampak maju beberapa sentimeter karena merajuk. Alisha yang menyadari perubahan sikap suaminya mulai merasa geli.

"Fardan, ada apa denganmu? Pak Rendy itu hanya membicarakan kontrak kerja," tanya Alisha lembut.

"Dia menatapmu terlalu lama. Aku tidak suka. Pria itu jelas punya maksud tidak baik," gerutu Fardan tanpa menoleh.

"Kau sedang cemburu?" goda Alisha sambil menyenggol lengan suaminya.

Fardan mendengus, lalu akhirnya menoleh dengan wajah yang benar-benar mirip anak kecil yang kehilangan mainannya. "Ya! Aku cemburu. Kau tampak senang sekali bicara dengannya, tapi saat bicara denganku kau selalu jaga jarak."

Alisha tidak bisa menahan tawa kecilnya. Ia merasa suaminya yang garang di kantor bisa berubah menjadi sangat menggemaskan saat berdua dengannya. Alisha kemudian mendekat dan mengecup pipi Fardan dengan cepat.

"Jangan berpikiran yang bukan-bukan. Hanya kau suamiku," bisik Alisha.

Fardan tertegun sejenak, namun kemudian ia menunjuk pipinya yang sebelah lagi. "Yang ini juga belum."

Alisha menggelengkan kepala, namun tetap menuruti kemauan suaminya. Ia mengecup pipi Fardan yang satunya. Merasa di atas angin, Fardan menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya, menuntut lebih.

"Cukup, Fardan. Ada Dewa di depan," bisik Alisha malu-malu sambil mencubit lengan Fardan.

Fardan kembali melipat kedua tangannya di dada dan membuang muka lagi. "Ternyata cintamu padaku hanya sebatas pipi saja. Baiklah."

Karena tidak tahan melihat suaminya terus merajuk, Alisha akhirnya menyerah. Ia menarik kerah baju Fardan sedikit dan memberikan ciuman singkat di bibir suaminya. Fardan baru saja ingin tersenyum lebar saat sebuah suara terdengar dari pengeras suara mobil.

"Ayah, kau benar-benar seperti anak kecil. Bisakah kau berhenti bersikap memalukan?"

Fardan dan Alisha tersentak hebat. Fardan langsung menatap ke arah dasbor mobil dengan mata melotot. "Ghifari? Bagaimana bisa suaramu ada di sini?"

"Aku meretas sistem audio mobil Dewa sejak tadi pagi untuk memastikan kalian tidak telat menjemputku. Dan ternyata, aku justru harus mendengar Ayah mengemis ciuman dari Bunda. Itu sungguh tidak keren, Ayah," suara Ghifari terdengar sangat datar namun penuh sindiran.

Wajah Fardan mendadak memerah karena malu sekaligus kesal. "Ghifari! Matikan sistemnya sekarang! Kau anak kecil tidak boleh mengawasi orang tua seperti ini!"

"Aku hanya memastikan keamanan," sahut Ghifari

"Kalau kau terus mengawasi Ayah seperti ini, bagaimana Ayah bisa memberimu adik? Aku yakin di kamar kami tidak akan tenang karena kau pasang kamera dan penyadapankan di setiap sudut rumah yang memiliki celah keamanan digitalkan?" protes Fardan.

"Ya begitulah Ayah, karena aku harus memastikan keamanan Bundaku. Jadi Ayah, bersikaplah dewasa," sahut Ghifari terdengar datar.

Alisha tertawa sampai mengeluarkan air mata melihat wajah Fardan yang sudah seperti kepiting rebus. Fardan benar-benar frustrasi karena merasa tidak memiliki privasi dari anaknya sendiri yang terlalu jenius.

"Tunggu saja sampai aku sampai di sekolahmu, Ghifari! Aku akan menyita semua perangkatmu!" ancam Fardan.

"Silakan dicoba, Ayah. Tapi ingat, aku punya cadangan data di awan yang tidak bisa Ayah sentuh," balas Ghifari dengan tenang sebelum suara sambungannya terputus.

Fardan bersandar di kursi mobil dengan lemas. "Alisha, lihatlah anakmu itu. Bagaimana bisa dia tumbuh menjadi mata-mata untuk ibunya sendiri?"

"Dia itu anakmu juga, Fardan. Kecerdasannya itu turun darimu, hanya saja dia lebih canggih versinya," jawab Alisha sembari masih tertawa.

Mobil terus melaju menuju sekolah Ghifari. Meski ada sedikit keributan kecil, Fardan merasa hatinya sangat hangat. Inilah kehidupan yang ia impikan selama enam tahun terakhir. Sebuah keluarga yang hidup, penuh tawa, dan tentu saja, sedikit gangguan dari putra jenius mereka.

Namun, di balik kegembiraan itu, rencana pesta besar sudah mulai diproses oleh Dewa. Fardan ingin memastikan bahwa setelah pesta itu nanti, tidak akan ada lagi pria yang berani menatap Alisha dengan tatapan sembarangan, dan tidak akan ada lagi yang meragukan posisi Ghifari sebagai pangeran di keluarga Raffansyah.

"Pesta ini harus sempurna, Dewa. Aku ingin Alisha bersinar seperti ratu," ujar Fardan saat mereka hampir sampai di gerbang sekolah.

"Semuanya sudah dalam kendali, Bos. Keamanan juga akan diperketat agar tidak ada tamu tak diundang yang masuk," lapor Dewa.

Fardan mengangguk puas. Ia tidak tahu bahwa jauh di sana, Ratna dan Maya yang sedang berada di pesantren mulai mendengar kabar tentang rencana pesta mewah tersebut melalui berita di televisi aula. Ambisi mereka yang sempat padam kini mulai berkobar kembali untuk mencicipi kemewahan yang seharusnya mereka miliki.

1
Rahmawati Amma
kayanya ibu tiri tuh maklampir si ratnasari
Rahmawati Amma
fardan katanya jenius kok ngak cari tau kebenarannya malah langsung nuduh 🤣
Nanik Arifin
semoga setelah tinggal di Indonesia lagi, Fahmi tahu kebenarannya & berubah sikap + mau hijrah memperdalam agama spt adiknya. bgmnpun ada darah mama Ratih yg lembut mengalir di tubuhnya
Yanrina Savitri
Tikus berdasi ya Ghifari
Yanrina Savitri
Bukankah Maya ini punya anak dr suaminya yg jahat itu. Dimn anak2 nya skrng? Apa dibawa suaminya?
Yanrina Savitri
Abis dr parapat keberastagi lg thor. Daerah pegunungan ini
Yanrina Savitri
Thor mo nanya apakah author orang batak atau orang medan melayu?
Ramanda.: Saya suku Minang, tinggal di Medan kak.
total 1 replies
Yanrina Savitri
Tapi kl naik kebderaan bisa sewa mibil dr medan. Medan parapat ditempuh skitar 2 jam 45 menit dr medan. Skrng sdh ada tol yg menghubungkan medan sp siantar. Dr siantar parapat 30 menit. Hitung2 kl naik pswt dr jakarta bisa lbh lama .
Yanrina Savitri
+5 Bandara terdekat dari Parapat adalah Bandar Udara Sibisa (sekitar 15 km, 30-45 menit). Namun, bandara utama yang paling sering digunakan wisatawan dengan konektivitas penerbangan lebih baik adalah Bandar Udara Internasional Sisingamangaraja XII atau sebelumnya dikenal sebagai Bandara Silangit (DTB) (sekitar 2 jam
Aghitsna Agis
kurung aja trs kasihkan kebuaya darat buat sarapanya biar aman
Lia siti marlia
bener bener yah c fahmi gak ada otaknya ...orang seperti dia harusnya di buang ke artatika🤭
Yanrina Savitri
Wang2 dikorupsi para koruptor dan yg disimpan di bank of Swiss semua balik lagi ke indonesia dibuat ghifari.
Lia siti marlia
selamat yah fajar akhirnya unboxing juga 🤭🤭🤭
Bintang 1016
jos jis pokoknya kak outhor,,,,semangat trs untuk up nya
Bintang 1016
kerennnnn💞💞👍👍👍👍
Julidarwati
badai pasti berlalu tergantung dri org mo pilih badai yg mn
Lia siti marlia
yap semangat fajar buat menghadapi badai di keluarga mu 💪💪💪😄
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Lia siti marlia
uh baru aja sah dah ada bibit pelakor 🤭untung aja langsung di hempaskan😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!