NovelToon NovelToon
Matahari Sang Iblis

Matahari Sang Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjadi bayi / Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Terlahir kembali sebagai Lyra Clarissa Wijaya, cucu tunggal dari keluarga terkaya di dunia, Lyra tidak tumbuh sebagai gadis manja yang lemah. Di balik kecantikannya yang tenang dan elegan, tersimpan jiwa seorang putri bangsawan Vampir dan kekuatan insting Alpha Serigala yang ia bawa dari kehidupan sebelumnya.

Xavier adalah pria paling berbahaya yang ditakuti dunia. Dia dingin, kejam, dan dikenal tidak punya perasaan, tiba-tiba hidupnya yang gelap mendadak jungkir balik. Pria yang tak pernah tunduk pada siapa pun ini, justru rela menyerahkan segalanya untuk gadis kecil nya.

"Mintalah nyawaku, Lyra. Mintalah seluruh dunia ku, asal jangan pernah palingkan matamu dariku, karena tanpamu, duniaku kembali menjadi gelap," bisik Xavier, berlutut di hadapan gadis itu tanpa memedulikan tatapan ngeri para bodyguard nya.

Lyra hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius yang membawa sisa-sisa keagungan masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PROTEKTIF

Tujuh belas tahun telah berlalu...

Lyra Clarissa Wijaya kini tumbuh menjadi gadis yang kecantikannya seperti Dewi, kulitnya seputih susu, rambut hitamnya panjang terurai, dan postur tubuhnya sangat tegak serta elegan.

Namun, bukan kecantikannya yang membuat orang segan, melainkan sepasang mata yang hitam pekat, yang mampu membuat siapapun menunduk ketakutan.

Tatapan mata Lyra sangat dalam dan tenang, seolah-olah dia bisa membaca semua isi kepala orang yang berani menatapnya.

Pagi ini seperti biasa, di ruang makan mewah kediaman utama keluarga Wijaya, suasana pagi itu terasa cukup sibuk.

"Lyra, Sayang, ayo dimakan rotinya, Mommy sudah buatkan selai stroberi kesukaanmu," ucap Nyonya Arin sambil meletakkan piring di depan putrinya.

Lyra yang sedang asyik membaca tablet berisi laporan saham mingguan perusahaan kakeknya, mendongak, dan tersenyum tipis, senyum yang sangat jarang ia bagikan kepada orang luar.

"Terima kasih, Mom," jawab Lyra lembut. Suaranya rendah tapi terdengar sangat berwibawa.

Di ujung meja, Tuan Bastian yang kini rambutnya sudah memutih semua, menatap cucu kesayangannya itu dengan bangga. Baginya, Lyra adalah mahkota di hidupnya.

"Lyra Sayang, hari ini Kakek sudah siapkan sepuluh mobil pengawal untuk menjagamu di depan gerbang sekolah," ucap Tuan Bastian santai, seolah-olah mengirim pasukan tentara ke sekolah adalah hal yang biasa.

Lyra menghela napas pelan, kebiasaan kakek dan keluarganya yang berlebihan memang tidak pernah berubah.

"Kek, Lyra mau sekolah dengan tenang. Tolong, jangan buat seluruh sekolah ketakutan karena pengawal Kakek berdiri di setiap pojokan kelas," protes Lyra halus.

"Papa, dengarkan Lyra, dia benar, biarkan dia mencoba jadi siswi normal sehari saja," ucap Tuan Thomas yang duduk di samping istrinya tertawa kecil.

"Normal? Mana ada keturunan Wijaya yang normal, Thomas! Tapi baiklah, Kakek akan suruh mereka berjaga dari jarak lima ratus meter saja. Adil?" ucap Tuan Bastian, mendengus.

"Terserah Kakek saja," ucap Lyra hanya bisa menggelengkan kepala nya.

Tak lama kemudian, tiga orang pemuda tampan masuk ke ruang makan dengan seragam sekolah yang sama dengan Lyra. Mereka adalah sepupu-sepupu Lyra, anak dari Tuan Jerome dan Tuan Steven.

"Pagi, Princess!" sapa Kenzo, yang tertua, sambil mengacak rambut Lyra gemas.

"Abang, jangan berantakan!" tegur Lyra sambil membenarkan rambutnya, tapi matanya berkilat jahil.

"Siapa pun yang berani mengganggumu di sekolah nanti, cukup sebut namaku, aku akan pastikan mereka tidak bisa tidur nyenyak," ucap Kenzie, si kembar yang dingin, sambil duduk di samping Lyra.

Lyra menatap Kenzie dengan mata hitam pekatnya selama beberapa detik.

Kenzie yang dikenal kejam di luar sana, tiba-tiba merasa merinding dan langsung membuang muka.

"Bang Kenzie, aku bisa jaga diriku sendiri," ucap Lyra, sambil memakan sarapannya.

"Abang lupa siapa yang tahun lalu mengalahkan pelatih karate profesional di ruang latihan?" tanya Lyra dengan nada santai.

"Ehem! Iya, aku ingat, tapi tetap saja, kamu itu adik perempuan kami satu-satunya," jawab Kenzie berdehem canggung.

Jiwa Lyra yang merupakan keturunan Vampir dan serigala, kini memiliki insting yang sangat tajam. Dia tahu sepupu-sepupunya ini sangat menyayanginya, tapi terkadang sifat protektif mereka terlalu menyesakkan.

Setelah selesai sarapan, Lyra berpamitan dan melangkah menuju mobil yang sudah menunggunya.

Cup

Cup

Cup

"Mom, Dad, Kakek, Lyra berangkat sekolah dulu," pamit Lyra, mencium Kakek dan kedua orang tua nya.

"Hati-hati Sayang," ucap Nyonya Arin, tersenyum lembut.

Cup

"Kalau ada yang berani mengusik mu, segera hubungi Daddy," ucap Tuan Thomas, mencium pucuk kepala putri semata wayangnya itu.

"Hem"

Jawab Lyra, mengangguk singkat dan berjalan keluar dari ruang makan di ikuti ketiga sepupunya.

Saat Lyra melewati ruang tamu, dia melihat Tuan Jerome sedang berbicara serius di telepon tentang pembersihan wilayah.

Lyra berhenti sejenak, menatap punggung pamannya itu, dan tanpa sadar, aura dingin keluar dari tubuh Lyra, membuat Tuan Jerome tiba-tiba berhenti bicara dan menoleh ke belakang dengan waspada.

"Oh, Lyra... mau berangkat sekarang?" tanya Tuan Jerome, langsung mengubah nada suaranya menjadi lembut.

"Iya, Paman. Tolong, jangan buat keributan di dekat sekolahku hari ini. Aku ingin belajar dengan tenang," ucap Lyra datar, namun matanya menatap tajam ke arah Tuan Jerome.

Glek

Jerome menelan ludah, entah kenapa, ditatap oleh keponakannya yang remaja ini jauh lebih menakutkan daripada ditatap oleh musuh mafianya.

"Tentu, Sayang. Paman janji," jawab Jerome, mengelus lembut rambut Lyra.

Lyra mengangguk puas lalu, masuk ke dalam mobil nya.

Di dalam mobil, Lyra menyandarkan kepalanya dan memejamkan mata.

Mobil melaju membelah jalanan menuju sekolah paling elit di negeri itu.

"Entah kenapa, aku selalu merasa ada sesuatu yang hilang dalam diri ku," batin Lyra, melihat keluar jendela.

Lyra yang merupakan jiwa dari masa lalu, yang jiwa nya merupakan keturunan dari manusia Vampir dan serigala, dia tidak tahu kalau raga yang saat ini dia tempati adalah raga kedua nya, setelah di masa lalu dia pernah terlahir dengan raga sebagai Putri Vampir dan serigala, tapi takdir merenggut nyawanya.

"Hah...Aku harap aku tidak kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidup ku," batin Lyra, menghela nafas nya panjang.

Tanpa Lyra tahu, dia bukan hanya sekedar kehilangan, tapi di kehidupan masa lalu nya, Lyra adalah kehilangan yang sangat menyakitkan bagi ras Vampir dan Serigala.

Sesampainya di gerbang sekolah, kehadiran mobil mewah keluarga Wijaya langsung menjadi pusat perhatian.

Banyak siswa yang berbisik-bisik, penasaran dengan sosok putri Wijaya yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh keluarganya.

Lyra turun dari mobil dengan tenang, saat kakinya menyentuh tanah, semua orang di sekitar mendadak diam. Aura yang dipancarkan gadis itu begitu kuat.

Tanpa memperdulikan tatapan teman-teman sekolah nya, Lyra berjalan melewati koridor sekolah dengan dagu tegak.

Beberapa siswa laki-laki mencoba menyapa, namun saat Lyra menoleh dan menatap mereka dengan mata hitam pekatnya, lidah mereka seolah kelu, mereka merasa seperti sedang berdiri di depan seorang ratu yang tidak boleh disentuh.

"Tatapannya... kenapa menyeramkan sekali?" bisik seorang siswi di pojok koridor, buru-buru membuang muka saat Lyra melintas.

"Cantik, tapi sangat menyeramkan..." bisik salah satu siswa, bergidik ngeri.

Lyra tidak peduli, dia terus melangkah hingga sampai di depan kelas kelas XI-A.

Belum juga dia memutar kenop pintu, sebuah bayangan tiba-tiba menerjangnya dari samping.

"LYRAAAA! PINJAM CATATAN FISIKA DONG, TADI MALAM AKU KETIDURAN GARA-GARA NONTON DRAMA!"

Suara cempreng itu milik Gia, gadis berambut sebahu dengan pita pink besar yang sangat kontras dengan kepribadian Lyra.

Gia Moane adalah satu-satunya manusia yang punya nyali untuk memeluk seorang Lyra Casandra Wijaya, seolah gadis itu tidak punya aura mematikan.

"Gia, lepaskan, kamu membuat seragamku kusut," ucap Lyra datar, namun dia tidak menolak saat Gia menggandeng lengannya.

1
Eka Putri Handayani
gmna nasib Leo dan Aurora ya apa mrk memiliki anak lg setelah Lyra pergi🥺
renjani
yahhh up y ko dikit thor🤭

semangat menulis thor💪
sehat selalu👍👍
Atik Kiswati
lnjt.....
Pa Muhsid
di cerita jasmine, LEO-AURORA Xavier sebagai siapa ya😏😏😏 gak ingat
kaylla salsabella
lanjut😍😍😍
kaylla salsabella
titisan mak jasmine dan ratu Wallace
Rumi Yati
Lanjut thor
Tiara Bella
pembaca penasaran sebenarnya Xavier itu siapa.....
Wulan
tunggu 3 hari lagi Lyra maka kamu Mungkin akan menemukan fakta nya😌😌

semangat terus Thor up next nya 🤗🤗
Muft Smoker
Teka teki akan terbuka seiring berjalan ny waktu lyra ,,


lanjuut kak
kaylla salsabella
lanjut thor😍😍😍😍
kaylla salsabella
wah deddy Thomas apakah dalam bahaya
Queen adzilla👑
kakak kenapa setiap jalan ceritanya selalu ada pria yg gila karna wanitanya,tapi aku srlalu suka sama cerita nya kakak,semangat terus kak bikin novel nya😘
kaylla salsabella
masih penasaran
kaylla salsabella
lanjut
Muft Smoker
ceritany bagus kak
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,

makin penasaran ma klanjutan ny ,,
hubungn lyra dn Xavier di masa lalu tu ap yx ,,
Muft Smoker
mungkin di masa lalu lyra dn Xavier ad hubungn yg Blum selesai bahkan mungkin belum di mulai ,,
tp di masa kini lyra adalah anak dr tuan Thomas dn nyonya arin ,,
meski di dlam raga lyra adalah sosok dr masa lalu ,,
tp Xavier km gx boleh lngsung mngklaim gt aj ,,
krn keluarga lyra gx semua mngerti dg ap yg trjaadi di masa lalu antara tuan Thomas , nyonya arin dn sang nenek mysteriuss sehingga lyra lahhir di tngah keluarga wijaya ,,
Ayu Oktaviana
absen kak.. akhirnya louncing juga👍👍
Atik Kiswati
lnjt. ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!