Susan siswa baru kelas 10 yang baru saja menyelesaikan ospeknya ternyata disukai oleh cowok populer disekolahannya sejak berada dibangku SMP. Levy berpacaran dengan Susan secara diam diam, Levy yang didepan para penggemarnya bersikap dingin namun tidak apabila dia didepan Susan. Levy selalu perhatian pada Susan hingga ada konflik besar yang menimpa keduanya namun semua itu tidak menggoyahkan rasa sayang mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aesthetic love
...Ketua OSIS yang baru masuk ruangan disambut oleh tangan Rudy yang menepuk pundaknya, “jangan sampai citra OSIS tercoreng karena ulah anggotamu” ucap Rudy berjalan keluar ruangan....
...Ketua OSIS yang tak tahu menahu memberikan kode mata kepada para anggotanya yang berada di dalam ruangan, salah satu anggotanya bercerita kalau Abit menempel foto kayla dan Rudy yang sedang berduaan dipapan mading....
...“Abit” celetuk ketua OSIS....
...“Iya aku salah sory sory” ucap Abit lemas....
...“Berikan contoh buat siswa yang lain dengan perilaku yang baik, kita ini ibarat kakak yang memberikan contoh yang baik untuk adiknya. Kalau memang tidak ada bahan untuk ditempel di papan mading kita bisa diskusikan, gak harus tentang rangkuman ilmu tapi bisa kata kata motivasi, ide atau pun yang lain yang mengandung hal positif” tegas ketua OSIS....
...“Lebih baik kamu minta maaf sekali lagi sama mereka” ucap ketua sosis menasehati....
...“Iya kak” ucap Abit menundukkan kepala....
...Di perpustakaan Dimas membuka surat yang diberikan oleh Siska, di dalam surat tersebut Siska minta maaf sama Dimas karena memperlakukannya dengan tidak baik, dia juga minta maaf apabila ada kata-kata yang kurang enak bahkan menyakiti hatinya....
...Dimas yang sudah pasrah dengan perasaannya mengembalikan surat yang ditulis oleh Siska, Dia menemui Siska yang sedang duduk didalam kelas bersama teman sebangkunya....
...“Aku balikin surat yang kamu tulis” ucap Dimas dengan nada datar....
...“Terus gimana??” Tanya Siska semangat....
...Karena Dimas tak mau kata katanya nanti membuat Siska malu, dia memberikan kode mata pada Siska untuk berbicara di luar kelas. Dimas dan Siska berjalan ke arah taman yang sedikit sepi, di bawah pohon beringin Siska duduk....
...“Kenapa kamu gak duduk” ajak Siska pada Dimas....
...“To the point aja, kalau dimatamu aku ini buat pelampiasan maaf aku gak bisa” ucap Dimas....
...“Maksudmu apa? Aku gak…”...
...“Cukup sis, perasaan ku ke kamu tulus tapi kamu malah mempermainkan aku kayak gini. Karena Levy menolak cintamu, kamu jadiin aku pacar agar buat Levy panas kan!!!”....
...“Gak gitu dim” Siska memegang tangan Dimas....
...“Terus apa?” Dimas melepas pegangan Siska....
...Di hadapan Dimas, Siska mencium pipinya “aku emang salah makanya aku mau menebus kesalahanku dengan belajar menyukaimu” ucap Siska lirih....
...Dimas terpaku dengan apa yang dilakukan Siska, jari jarinya menyentuh pipi yang dicium Siska “kamu…!!!”....
...“Kata kata mu kemarin membuat aku sadar kalau kamu memang tulus sama aku, beri aku waktu untuk meyakinkan kamu kalau aku juga tulus sayang sama kamu dim?”....
...Dimas bingung harus jawab apa, mulutnya tak berani mengeluarkan suara....
...“Coba kasih dia kesempatan dim” ucap Rudy muncul dari belakang yang sedari tadi sudah melihat mereka berbincang....
...Dimas menoleh kebelakang terkejut melihat Rudy dan Kayla ada dibelakangnya, “kalian”....
...“Iya kita sudah dari tadi disini, tuh kita mendengar obrolan kalian di belakang pohon beringin. Bukan salah kita loh menguping kan kita punya kuping” ucap Kayla nyengir....
...“Sssttt sudah dilanjut” Rudy memegang tangan Kayla mengajaknya pergi memberikan kesempatan Dimas dan Siska untuk ngobrol berdua secara privasi....
...“Gimana dim?” Ucap Siska sedikit pesimis....
...“Karena sayangku ke kamu, aku menerima kamu” ucap Dimas tersenyum tipis....
...Siska yang senang kegirangan memeluk Dimas, “terimakasih”....
...Dimas yang canggung dengan pelukan Siska yang melepas pelan pelukannya, “maaf maaf” ucap Siska menjadi sungkan....
...“Gak apa apa hanya belum terbiasa dipeluk atau dicium cewek” Dimas nyengir sambil menggaruk garuk kepalanya....
...Di Lorong sekolah Levy berpapasan dengan Susan, namun Susan tidak memperdulikannya. Dia terus berjalan menuju kelasnya tanpa melirik sedikitpun kearah Levy, Levy hanya terdiam tak berani menyapa....
...Bell istirahat pun berbunyi, Susan tengah duduk sendiri di meja kantin sambil makan, Kayla dan Rudy menyapanya lalu ikut disebelah Susan. Tak lama Levy datang ikut nimbrung namun Susan tiba-tiba beranjak pergi menghindarinya, “kejar kejar” ucap Kayla lirih....
...Levy mengejar Susan, “San” panggil Levy berjalan cepat mengejar Susan....
...Susan yang dikejar oleh Levy tak memperdulikannya bahkan Susan sengaja masuk ke toilet wanita agar Levy berhenti mengganggu nya....
...“San… San… san” panggil Levy mengetuk pintu toilet....
...Susan yang tak mau bertemu atau bertatap muka dengan Levy menelpon guru BK meminta tolong agar menyuruh Levy pergi dari toilet....
...“Bu minta tolong ada yang mengganggu saya di depan toilet menggedor-gedor pintu toilet” ucap Susan memelas....
...Akhirnya guru BK datang menegur Levy yang masih didepan pintu toilet, “kamu ini bukannya belajar malah ganggu siswi di toilet!! Mengintip kamu disini??” Tegur guru BK....
...Levy yang tak mau masalahnya tambah panjang dan banyak siswa mengetahuinya akhirnya dia pergi, usai Levy pergi Susan pun keluar toilet....
...Ekspresi di wajahnya tampak tak senang dengan keberadaan Levy didekatnya, semakin Levy mendekat semakin Susan benci. Rasa bencinya pada Tante Rasti menular kepada Levy....
...Guru BK yang masih di depan toilet membuat rasa aman bagi Susan, disitu Susan juga menyampaikan bahwa dirinya ingin pindah sekolah....
...Susan mengurus semua administrasi di ruang guru, wali kelasnya menyuruhnya untuk mempertimbangkan keputusannya....
...“Pertimbangkan kembali keputusanmu san, sayangkan kalau pindah sekolah harus adaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru” ucap wali kelas....
...“Saya sudah mantap untuk pindah Bu”....