NovelToon NovelToon
Hamil Anak Para Ceo Kaya

Hamil Anak Para Ceo Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / CEO
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Warning ***+

~~~

Mayang Puspita Sari, seorang lulusan SMP dari kampung, pindah ke ibu kota dengan tujuan menyelamatkan adiknya yang sakit keras dan menopang ekonomi keluarga. Setelah berjuang mencari pekerjaan di kota yang keras, ia akhirnya mendapatkan kesempatan sebagai ibu pengganti - pekerjaan yang memberinya hidup berkecukupan dan biaya pengobatan yang cukup untuk adiknya.

Seiring waktu, Mayang malah merasa senang dengan pekerjaannya karena semua keinginannya tercapai dan bayarannya sangat besar, meskipun ia tidak menyadari bahwa pilihan ini akan membawa konsekuensi emosional dan moral yang tidak terduga nanti.


~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 11

***

Jakarta tidak pernah tidur, dan bagi Mayang Puspita Sari, kota ini kini adalah papan catur miliknya. Dua tahun telah berlalu sejak persalinan berdarah di vila Sentul. Mayang tidak lagi tinggal di apartemen pemberian Aris, ia kini mendiami sebuah penthouse di puncak menara miliknya sendiri di kawasan Mega Kuningan. Namanya kini dikenal di kalangan elit sebagai "Nyonya M", seorang investor misterius yang memegang sepuluh persen saham vital di Gunawan Logistics dan sejumlah properti strategis yang dulu merupakan milik keluarga Raditya.

Penampilannya telah berubah total. Tidak ada lagi sisa-sisa gadis kampung yang lugu. Mayang sering terlihat mengenakan setelan blazer rancangan desainer ternama yang menutupi tubuhnya yang ramping namun menyimpan rahasia besar di balik balutan kain mahalnya.

Suatu sore, di sebuah acara lelang amal tertutup yang hanya dihadiri oleh orang-orang terkaya di Indonesia, Mayang duduk di barisan depan. Di sebelah kirinya duduk Aris Raditya, tetap dingin dan kaku. Di sebelah kanannya, Gunawan, yang tampak lebih tua namun tetap memiliki tatapan lapar yang sama.

**

Ketiganya duduk berdampingan, menciptakan ketegangan yang hanya mereka yang mengerti. Tidak ada kata-kata manis. Hanya aroma parfum mahal yang saling bertabrakan.

"Kau terlihat sangat makmur, Mayang," bisik Gunawan, suaranya parau, matanya mencuri pandang ke arah leher Mayang yang dihiasi berlian senilai miliaran rupiah. "Saham logistikku sedang naik tajam. Kau pasti sangat menikmati dividenmu."

Mayang tersenyum tipis, matanya tetap tertuju pada panggung lelang. "Terima kasih atas kerja keras Anda di perusahaan, Tuan Gunawan. Sebagai pemegang saham, saya sangat puas dengan performa Anda."

Aris, yang sejak tadi diam, berdeham pelan. "Aku dengar kau baru saja mengakuisisi lahan di Jakarta Utara yang tadinya ingin kubeli, Mayang. Kau bergerak sangat cepat."

"Kota ini mengajarkan saya bahwa kecepatan adalah segalanya, Tuan Aris," jawab Mayang tenang. "Anda berdua adalah guru yang hebat. Anda mengajari saya bahwa tubuh adalah modal, dan rasa sakit adalah investasi."

Aris menoleh, menatap mata Mayang yang kini sedingin es. "Bagaimana kabarmu? Secara... fisik?"

Mayang terkekeh halus, sebuah suara yang terdengar elegan namun mematikan. "Fisik saya sudah pulih sepenuhnya. Rahim saya mungkin penuh dengan luka parut, tapi dompet saya penuh dengan kekuasaan. Bukankah itu yang kita sepakati dulu?"

Setelah acara selesai, ketiganya bertemu di ruang privat di belakang gedung. Ini adalah momen langka di mana dua pria paling berpengaruh di Jakarta itu berdiri di hadapan wanita yang sama—wanita yang pernah mereka rendahkan, namun kini memegang kendali atas sebagian hidup mereka.

"Anak laki-lakimu, Aris," Mayang memulai pembicaraan, nadanya santai seolah membicarakan cuaca. "Dia sudah mulai sekolah, bukan? Aku melihat fotonya di majalah bisnis bulan lalu. Dia sangat mirip denganmu."

Aris mematung. "Dia sehat. Dia tidak tahu siapa ibunya, persis seperti dalam kontrak. Baginya, ibunya meninggal saat melahirkannya."

Mayang mengangguk puas, lalu menoleh ke Gunawan. "Dan putri kecilmu, Gunawan? Apakah dia masih sering menangis?"

Gunawan mendengus pelan. "Dia kuat. Dia punya tatapan mata yang sama tajamnya denganmu saat kau mengejan di atas meja jati waktu itu. Dia dirawat oleh pengasuh terbaik di Swiss."

"Bagus," ucap Mayang. Ia berdiri, berjalan mendekati jendela kaca yang memperlihatkan kerlap-kerlip lampu Jakarta. "Mereka tumbuh tanpa tahu bahwa ibu mereka adalah wanita yang kalian beli. Mereka tumbuh dengan kemewahan yang dihasilkan dari rasa sakit yang saya jalani di bawah tubuh kalian."

Gunawan mendekati Mayang, mencoba menyentuh bahunya, namun Mayang menghindar dengan halus.

"Kau masih memiliki kontrak denganku, Mayang," bisik Gunawan posesif. "Aku ingin anak laki-laki. Sahammu bisa naik menjadi lima belas persen jika kau bersedia kembali ke vila Sentul bulan depan."

Mayang berbalik, menatap Gunawan dengan tatapan yang membuat pria itu tersentak. "Tuan Gunawan, Anda lupa sesuatu. Saya bukan lagi gadis yang butuh uang muka untuk biaya rumah sakit adik saya. Adik saya sudah lulus kuliah di London. Ibu saya sudah punya rumah paling besar di kabupaten."

Ia beralih menatap Aris. "Dan Anda, Tuan Aris. Anda tidak bisa lagi memerintah saya untuk duduk di tepi ranjang dan menunggu Anda datang."

"Lalu apa yang kau inginkan?" tanya Aris, suaranya rendah.

"Aku menginginkan kendali penuh," sahut Mayang. "Aku tahu rahasia kalian berdua. Aku tahu bagaimana Aris memalsukan laporan pajak lima tahun lalu, dan aku tahu bagaimana Gunawan menggunakan jalur logistiknya untuk menyelundupkan barang-barang terlarang demi mempercepat kekayaannya."

Ruangan itu mendadak sunyi. Kedua pria itu terperangah. Mereka tidak menyangka bahwa "asisten khusus" yang mereka anggap hanya sebagai wadah bayi, diam-diam telah mengumpulkan duri untuk menusuk mereka.

"Kau mengancam kami?" geram Gunawan.

"Bukan ancaman. Ini adalah negosiasi ulang," Mayang duduk kembali di kursi kebesarannya, menyilangkan kakinya yang jenjang. "Aku ingin posisi Komisaris Utama di Gunawan Logistics. Dan untuk Anda, Aris, aku ingin kemitraan eksklusif untuk proyek reklamasi di Utara."

"Kau tidak takut kami akan menghancurkanmu?" tanya Aris.

Mayang tertawa, kali ini tawanya terdengar lebih keras dan penuh sarkasme. "Hancurkan aku? Dengan apa? Kalian telah menghancurkan harga diri saya sejak malam pertama di Sudirman. Kalian telah merobek tubuh saya dalam persalinan tanpa bius. Tidak ada lagi yang bisa kalian hancurkan dari saya."

Ia berdiri dan berjalan menuju pintu. Sebelum keluar, ia berhenti sejenak.

"Satu hal lagi. Anak-anak itu... biarkan mereka tetap tidak tahu siapa aku. Aku tidak ingin mereka memiliki ibu yang lemah. Aku ingin mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka adalah penguasa, tanpa tahu bahwa mereka lahir dari sebuah transaksi berdarah."

Mayang melangkah keluar dengan kepala tegak. Di lobi, puluhan wartawan mencoba mengambil fotonya, namun pengawalnya dengan sigap menghalangi. Ia masuk ke dalam mobil Limousin hitamnya, duduk di kursi belakang yang empuk.

Ia mengambil ponselnya, melihat foto dua anak kecil yang ia dapatkan dari detektif swasta. Seorang anak laki-laki yang tampan dan seorang anak perempuan yang cantik. Air mata hampir menetes di sudut matanya, namun ia segera menyekanya.

"Jalan," perintah Mayang kepada sopirnya.

"Ke mana, Nyonya?"

"Ke kantor pusat. Ada perusahaan yang harus aku ambil alih malam ini."

Mayang Puspita Sari telah benar-benar meninggalkan masa lalunya. Ia telah membayar harga yang sangat mahal untuk takhtanya. Ia adalah ratu yang lahir dari rahim yang disewakan, seorang penguasa yang dibangun dari rintihan dan desahan di malam-malam gelap Sentul dan Sudirman. Baginya, cinta adalah dongeng bagi orang miskin, dan ia... ia sudah terlalu kaya untuk mempercayai dongeng.

Di kegelapan mobilnya, ia meraba perutnya yang kini tertutup kain sutra mahal. Ada bekas luka di sana, bekas perjuangan yang membawanya ke puncak dunia. Ia tersenyum sinis. Perburuan berikutnya baru saja dimulai, dan kali ini, dialah yang memegang kendali atas semua monster di kota ini.

*****

Bersambung.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!