NovelToon NovelToon
Bangkit Dari Debu Menuju Takhta Keabadian

Bangkit Dari Debu Menuju Takhta Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia modern yang penuh hiruk-pikuk, seorang pemuda bernama Lin Xiao meninggal dunia karena kecelakaan tragis. Jiwa-nya yang kuat tidak lenyap, melainkan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang bocah yatim piatu berusia lima belas tahun bernama Xiao Lin di sebuah desa kecil di benua kultivasi bernama Benua Qingyun. Tubuh baru ini lemah, meridian-nya rusak, dan bakat kultivasinya hanya tingkat rendah sekali. Namun, Lin Xiao membawa serta ingatan lengkap kehidupan sebelumnya serta sebuah sistem warisan kuno yang tersembunyi di dalam jiwa-nya: “Cincin Reinkarnasi Abadi”.
Dengan pengetahuan modern, tekad besi, dan rahasia sistem yang memungkinkan ia menyerap energi langit bumi ribuan kali lebih cepat, Xiao Lin mulai perjalanan kultivasi yang tak terbayangkan. Ia akan membalas dendam atas kematian orang tua angkatnya, menghancurkan sekte-sekte tirani, menaklukkan kerajaan-kerajaan, melintasi lautan daratan, memasuki alam roh, alam dewa, hingga akhirnya menantang para dewa kuno dan iblis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertarungan di Turnamen Pemula – Babak Penyisihan hingga Final

Turnamen Pemula ke-108 di Kota Turnamen berlangsung di Arena Seratus Sekte yang luasnya seperti sebuah kota kecil. Ribuan penonton dari seluruh Benua Qingyun memadati tribun batu yang menjulang. Bendera 108 sekte berkibar, qi yang kental membuat udara terasa berat dan penuh tegang.

Sekte Gunung Hijau duduk di paviliun utara. Xiao Lin duduk di baris depan, Pedang Awan Daun tergantung tenang di pinggangnya. Mu Qinglan berbisik, “Babak penyisihan hari ini. Kau peserta pertama kita. Jangan tunjukkan semua kekuatanmu terlalu cepat.”

Nama Sekte Gunung Hijau dipanggil melawan Sekte Sungai Darah. Xiao Lin melangkah ke arena tengah yang dikelilingi array pelindung kuat.

Lawannya adalah Xue Feng, murid inti Sekte Sungai Darah, Tahap Raja Tingkat 2. Tombak darah merah di tangannya bergetar ganas. “Murid desa kecil yang menang turnamen? Aku akan habisi kau dalam tiga jurus!”

Pertarungan dimulai.

Xue Feng menyerang duluan. Jurus “Sungai Darah Mengamuk” meledak. Tombaknya berubah menjadi ular darah raksasa sepanjang tiga puluh meter, mulutnya terbuka lebar, racun darah menyembur.

Xiao Lin tetap diam. Ia mengangkat Pedang Awan Daun perlahan.

“Jurus Raja Daun Awan – Badai Daun Penghancur!”

Daun qi hijau keemasan berputar seperti badai kecil. Setiap daun tajam seperti pedang dewa. Ular darah itu langsung terpotong menjadi ratusan bagian dalam sekejap. Darah merah menyembur ke segala arah, tapi tidak menyentuh Xiao Lin sedikit pun.

Xue Feng terkejut. Ia menusuk lagi dengan tombak penuh kekuatan. “Mati kau!”

Xiao Lin hanya melangkah satu kali ke samping. Langkah Angin Kilat yang sudah disempurnakan membuat tubuhnya seperti bayangan. Pedangnya menebas sekali.

“Pedang Langit Abadi!”

Satu tebasan ringan tapi membawa kekuatan Tahap Raja Tingkat 9. Tombak Xue Feng patah menjadi dua. Pedang Awan Daun menyabet dada lawannya tepat, membuat Xue Feng terpental keluar arena sambil muntah darah segar. Ia jatuh tak sadarkan diri di luar batas arena.

Seluruh arena hening dua detik, lalu meledak sorak-sorai.

“Dua jurus! Hanya dua jurus!”

“Nama Xiao Lin dari Gunung Hijau… monster!”

Babak penyisihan pertama selesai untuk Sekte Gunung Hijau.

Babak kedua, Xiao Lin melawan murid dari Sekte Batu Hitam, Tahap Raja Tingkat 3. Lawan itu menggunakan perisai batu raksasa dan palu berat. Pertarungan berlangsung dua puluh jurus. Xiao Lin menghancurkan perisai dengan Tinju Langit Runtuh Abadi, lalu satu tendangan membuat lawan terbang keluar arena.

Babak ketiga melawan Sekte Angin Kencang. Lawan menggunakan kecepatan angin. Xiao Lin tetap berdiri di tempat, membiarkan serangan datang, lalu membalas dengan Jurus Awan Api Penghancur Abadi. Api putih membersihkan angin lawan dalam sepuluh jurus.

Perempat final melawan murid dari Sekte Laut Biru, Tahap Raja Tingkat 4. Lawan memanggil gelombang air qi raksasa. Xiao Lin mengaktifkan Cincin Dewa Daun Abadi untuk pertama kali di turnamen. Daun keemasan menyerap air qi dan mengubahnya menjadi uap. Satu tebasan pedang memotong gelombang itu dan menghantam dada lawan hingga retak tulang rusuk.

Semi final melawan wakil utama Sekte Gunung Api, Huo Yan, Tahap Raja Tingkat 4. Huo Yan menggunakan api hitam primordial. Pertarungan berlangsung empat puluh jurus. Api hitam membakar arena, tapi Xiao Lin membalas dengan api putih dewa. Jurus Raja Daun Awan menghancurkan api hitam. Huo Yan akhirnya terpental dengan luka bakar parah di seluruh tubuh.

Final yang paling ditunggu: melawan Huo Lie, murid inti utama Sekte Gunung Api, Tahap Raja Tingkat 4 (puncak).

Huo Lie tertawa sinis di tengah arena. “Akhirnya kau muncul juga, monster Gunung Hijau. Hari ini aku akan hancurkan kau di depan seluruh benua!”

Pertarungan final dimulai dengan ledakan besar.

Huo Lie menyerang dengan “Api Neraka Delapan Naga”. Delapan naga api merah menyambar dari segala arah, panasnya bisa melelehkan besi.

Xiao Lin mengaktifkan Kultivasi Langit Abadi Daun Awan sepenuhnya. Tubuhnya berubah menjadi bayangan daun dan awan.

“Badai Daun Penghancur Abadi!”

Badai daun hijau keemasan bertabrakan dengan delapan naga. Ledakan qi mengguncang seluruh arena. Empat naga hancur seketika. Xiao Lin melesat maju, pedangnya menebas cepat.

Lima puluh jurus berlalu. Huo Lie semakin terdesak. Api nerakanya padam satu per satu. Xiao Lin melihat celah dan melompat tinggi.

“Pedang Langit Abadi – Tinju Awan Runtuh Abadi!”

Satu tinju penuh kekuatan dewa menghantam dada Huo Lie. Tubuhnya terpental jauh, muntah darah, dan jatuh di luar arena dengan luka dalam di dada.

Sorak-sorai menggema hingga langit.

“JUARA PERTAMA! XIAO LIN DARI SEKTE GUNUNG HIJAU!”

Ketua Aliansi Seratus Sekte naik ke panggung dan memberikan hadiah langsung: Warisan Dewa Kuno (bola kristal hijau), tiga pil Raja Qi Abadi, dan Token Masuk Alam Rahasia.

Xiao Lin menerima semuanya dengan tenang. Di dalam hatinya, sistem sudah memperbarui status:

[Status Kultivasi Xiao Lin – Setelah Turnamen]

Realm: Tahap Raja

Tingkat: Tahap Raja Tingkat 5 (Menengah Tinggi)

Energi Qi: 680.000 / 700.000

Bakat Meridian: Tingkat 19 (Langit Abadi Tertinggi)

Malam itu, setelah perayaan, Xiao Lin duduk bersila di paviliun tamu. Ia menelan ketiga pil Raja Qi Abadi. Energi murni membanjiri tubuhnya.

Suara sistem bergema:

“Selamat! Penyerapan hadiah turnamen selesai. Energi Qi +180.000. Tingkat kultivasi naik ke Tahap Raja Tingkat 6. Besok pagi portal Alam Rahasia akan terbuka.”

Xiao Lin membuka mata. Senyum tipis muncul di bibirnya.

“Turnamen selesai. Sekarang… waktunya eksplorasi Alam Rahasia.

1
abyman😊😊😊
Lanjutkan 💪💪💪
abyman😊😊😊
💪💪💪
abyman😊😊😊
Lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!