NovelToon NovelToon
Garis Khatulistiwa

Garis Khatulistiwa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Kisah cinta masa kecil
Popularitas:932
Nilai: 5
Nama Author: Rangga Saputra 0416

Alderza Rajendra, seorang siswa tampan yang banyak digemari para siswi di sekolahnya. Kehadirannya tersebut, selain membuat kericuhan diantara para cewek-cewek di sekolahnya, ia juga menimbulkan rasa takut diantara para cowok maupun cewek di sekolah itu.

Seorang teman ceweknya yang juga merupakan teman sekelasnya, sering kali menjadi bahan bully-an oleh dia dan juga genk nya. Sebagai ketua, Alderza tentunya tidak pernah ngasih ampun dalam membully cewek tersebut.

Namun suatu hari, Alderza berhenti. Semua perilaku kekerasan dan cacian yang ia berikan pada cewek tersebut menghilang. Semua dikarenakan satu rahasia besar yang membuat dirinya hancur seketika.

Rahasia tersebut berasal dari Aily Marsela teman sekelasnya yang selalu ia sakiti.

novel ini banyak sekali terinspirasi dari novel Teluk Alaska karya Eka Aryani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rangga Saputra 0416, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3. Dia lagi!

Happy Reading

Beres. Aily menghela napas sejenak. Tangannya yang mungil mungkin terasa pegal karena ia membereskan kelas sendirian. Tapi tidak apa, setidaknya ia bisa bernapas lega kali ini.

Aily langsung pergi keluar kelas, ia berjalan menuju gerbang sekolah. Saat ini, ia tidak ingin langsung pulang ke rumahnya. Ia pun kemudian menaiki bus kota.

Tapi setelah beberapa saat bus berjalan, bus kota berhenti. Ia mendapati bahwa Alderza naik bus tersebut. Benarkah itu Alderza? Ia tidak mau ambil pusing, dan berusaha untuk tidak peduli. Ia tidak mau terjadi keributan di dalam bus.

Tapi, kemana mobil Alderza? Semua orang tau bahwa cowok itu selalu membawa mobilnya ke sekolah.

Tiba-tiba, seseorang duduk di sebelah Aily. Aily yakin bahwa orang itu adalah Alderza. Cewek itu berusaha tidak peduli dan tetap mengalihkan pandangannya ke jendela bus sembari melihat pemandangan di luar jendela.

"Lo pura-pura gak tau ya gue ada di sini." Tanya Alderza.

Aily jelas mengetahui pemilik suara itu. Siapa lagi kalau bukan Alderza Rajendra. Perlahan, Aily mulai menatap wajah Alderza.

"Iya." Jawab Aily singkat, padat, dan jelas sembari tersenyum.

"Ngapain lo pura-pura hah? Takut gue bully ya di dalem bus."

"Enggak kok, bully aja gak papa."

"Gue duduk di sini bukan karena kemauan gue, tapi karena cuman ini satu-satunya tempat yang kosong." Balas Alderza yang tentunya tidak dihiraukan oleh Aily.

Alderza menatap tajam Aily, karena Aily terus saja diam dan membuang muka darinya. Jangan-jangan Aily menertawakannya karena ia yang tidak memakai mobil.

"Lo mau bully gue ya, karena gue gak bawa mobil?" Tanya Alderza yang membuat Aily menggelengkan kepalanya.

Sungguh, Aily rasanya ingin tertawa mendengar ucapan Alderza tersebut.

Sama sekali tidak terbesit di pikirannya untuk mem-bully Alderza.

"Banyak kok siswa yang gak bawa mobil ke sekolah. Itu bagus karena mereka taat terhadap aturan. Buat apa nge-bully orang yang taat aturan? Dan lagi....."

Alderza mengangkat alisnya. Ia penasaran dengan apa yang akan cewek tersebut ucapkan selanjutnya.

"Aku gak mau nyakitin perasaan orang lain, karena aku tau sakitnya gimana."

Alderza seketika terdiam. Apa ucapan Aily barusan ditunjukkan olehnya? Apa seorang Aily Marsela baru saja menyindirnya? Menyebalkan.

Tidak seperti biasanya, Alderza kini diam tak bisa berkutik.

"Cukup aku aja yang sakit, orang lain gak perlu ngerasain hal yang sama."

Alderza menatap Aily, cewek itu kini tengah tersenyum sembari menatap ke arah jalanan dan menyingkirkan wajahnya dari tatapannya.

"Lo dari tadi ngomongin apa sih?" Tanya Alderza.

Pada saat itu juga, Aily kembali menatap Alderza dengan senyuman yang terpancar di bibirnya.

"Ngomongin kamu!"

Deg

Benarkan, Aily memang sedang menyindirnya.

Tapi tiba-tiba Aily berdiri, hendak turun dari bus. Alderza kemudian menatap jalan. Tunggu, ini bukan perumahan ataupun jalanan yang ramai, ini lebih seperti...... hutan?

"Lo mau kemana?" Tanya Alderza.

Aily sama sekali tidak menjawab. Bukan urusan Alderza ia ingin kemana. Lagipula, kenapa Alderza tiba-tiba ingin tau.

"Woy, gue belum bully lo sama sekali. Ngapain lo turun di sini?"

Aily lagi dan lagi tidak menjawab sama sekali. Ia langsung turun dari bus tersebut. Sementara Alderza sama sekali tidak bisa memalingkan pandangannya dari cewek itu.

Apa lagi saat Aily memasuki hutan tersebut, membuat Alderza semakin kaget. Apa iya rumah cewek itu ada di dalam hutan? Tidak mungkin kan.

Cowok itu tiba-tiba berdiri, kemudian duduk lagi. Ia sadar, memangnya apa yang ingin dia lakukan? Mengikuti cewek cupu itu? Tidak, tidak. Ini sama sekali bukan perilaku seorang Alderza Rajendra.

Untuk apa juga ia memikirkan apa yang cewek itu lakukan? Tidak berguna sama sekali.

Sekitar 15 menit kemudian, Alderza akhirnya sampai di rumahnya. Seperti hari-hari biasanya, hanya ada bibi di rumahnya. Papa serta Mama nya tidak pernah ada di saat ia pulang sekolah.

Seketika ia langsung teringat dengan tugas bu Asih. Besok bukankah ada pelajarannya lagi?Sebagai wali kelas sekaligus guru Matematika yang bersahaja, Bu Asih masuk 3 kali dalam seminggu. Itu artinya, dirinya akan maju ke depan sebanyak 3 kali.

Sial, besok akan menjadi hari terburuknya sepanjang masa.

***

Keesokan harinya, alarm Alderza berbunyi pada jam 05:00 dari ponselnya. Dalam keadaan setengah sadar, Alderza mematikan alarm tersebut.

Jam 05:10 berbunyi kembali, dan Alderza kembali mematikannya. Begitupun seterusnya, jam 05:15, 05:20, 05:25, dan berakhir di jam 05:30.

Saat melihat jam di ponselnya, ia pun berkata di dalam hatinya. "Masih ada setengah jam lagi."

Ia kembali tertidur pulas sampai pada akhirnya, dibangunkan oleh alarm sejati.

"ALDERZA BANGUN, UDAH JAM 7 PAGI!" Teriak Siska, ibu Alderza.

Alderza terlonjak kaget, ia pun langsung melihat jam yang ada di ponselnya, dan mendapati ternyata baru jam 6 pagi.

"Arrrggghhh, Mama!" Teriak Alderza kesal.

Sudah, ia tidak bisa tidur lagi. Ia langsung mengambil handuk dan mandi air hangat.

Setelah siap, ia pun menuruni tangga dan disambut oleh Papa dan Mama nya yang tengah sarapan. Mereka berdua sudah terlihat rapi dan siap untuk bergelut dengan pekerjaan mereka masing-masing.

"Hmm," Alderza bergumam melihat pemandangan tersebut setiap hari.

"Makan dulu sayang." Ucap Siska sembari tersenyum manis ke arah sang anak.

"Males, nanti aja."

Tiba-tiba, suara bass tersebut memancing keributan dengan Alderza.

"Mobil kamu kemana? Bukannya kemarin kamu pergi ke sekolah naik mobil?" Tanya Harris kesal begitu melihat mobil anaknya tidak ada.

Alderza tidak menjawab, ia langsung meminum segelas susu dan pergi meninggalkan Papa dan Mamanya.

"Jawab Papa, Alderza!"

"Jangan bikin kita khawatir Alderza!" Ucap Siska karena takut terjadi keributan.

"Urusin aja kerjaan kalian itu. Gak usah sok khawatir sama Alderza."

Bughh

Alderza membanting pintu dengan keras dan pergi menuju sekolahnya, seketika membuat Harris dan Siska terlonjak kaget.

"Kamu sih, punya anak bukannya diurusin dengan bener. Malah jadi gini kan."

"Loh, kok kamu malah jadi salahin aku sih Pa? Aku sibuk sama kerjaan aku. Alderza juga anak kamu."

"Mana usaha kamu buat misahin Alderza dari temen-temennya yang gak bener itu?" Harris menggelengkan kepalanya.

Siska tidak mau berdebat panjang lagi dengan suaminya itu. Ia kembali duduk dan kembali memakan sarapannya.

Sedikit kesal memang, lebih baik ia langsung berangkat ke sekolah daripada harus berdebat panjang dengan Papanya.

Tadi malam, ia sama sekali tidak ada keluar. Lebih tepatnya, ia memutuskan untuk Push Rank di kamarnya sampai larut malam, karena mobilnya tidak ada.

Itulah juga yang menyebabkan ia mengantuk di sepanjang perjalanan di bus sekolah. Ia yang tak bisa menahan rasa kantuknya lagi, memutuskan untuk memejamkan matanya sejenak.

Di sisi lain, Aily kesiangan. Ia berlari sekencang mungkin agar tidak ketinggalan bus sekolah ronde kedua.

Tapi, saat ia naik ke bus, ia mendapati Alderza yang tengah tertidur sembari memakai Headset di telinganya.

Alderza? Lagi?

Thank you yang udah baca. Koreksi aja ya kalo ada kesalahan kata, atau menurut kalian ada yang kurang tepat. Love you guys.

1
Nhi Nguyễn
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!