(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~06.
...🔥🔥🔥🔥...
...Suara musik yang keras, bercampur dengan bau asap rokok dan Alkohol, membuat Alexa tiba-tiba merasa pusing, ia memegang kepalanya mencoba sebisa mungkin tetap sadar....
"Ada apa sayang?" tanya pria itu tua itu merangkul Alexa.
Terkejut, Alexa segera menjauh."A-aku tidak apa-apa, hanya sedikit-"
"Kamu ingin pergi mencari udara segar diluar?" tawar pria tua itu melirik paha putih mulus Alexa, membuat ia semakin tak sabar.
...Merasa mencari udara sejenak demi menghilangkan efek alkohol yang baru saja ia minum, akhirnya Alexa pun mengangguk setuju. Pria tua itu segera membawa Alexa pergi tanpa memberitahu Stevan yang sedang asik minum bersama kedua rekan kerjanya....
"Pak tua itu pasti sudah tidak sabar. Lihat, dia sudah membawa gadis itu pergi."
"Apa?" Stevan terkejut menatap ke arah tempat duduk pria tua Alexa yang sudah kosong.
"Biarkan saja, biar kita bisa cepat-cepat mendapatkan giliran, setelah pria tua itu selesai."
"Diam!" teriak Stevan marah meraih kerah baju rekan kerjanya itu."Kemana mereka pergi?!" tanya Stevan.
Melihat situasi itu, rekan kerja bangkit mencoba menenangkan Stevan."Bro tenanglah, pasti setelah selesai dia akan menghubungi kita," bujuknya menarik Stevan menjauh.
"Tidak..." lirih Stevan mengusap wajahnya dengan kasar."Aku harus segera menghentikan dia, sebelum-"
...Tiba-tiba bayangkan Alexa ditiduri oleh pria tua itu terlintas di benak Stevan, tanpa pamit, Stevan berlari keluar meninggalkan ruang VIP itu sambil melirik kesana kemari mencari keberadaan Alexa dan pria tua itu. Tak lupa ia memeriksa beberapa ruangan yang disekitar sana, tapi tidak menemukan Alexa dan pria tua itu, membuat Stevan semakin di landa kepanikan....
"Sayang, dimana kamu...? Aku hanya ingin menakutimu sayang." Stevan semakin frustasi akibat tidak mendapatkan sosok Alexa di sekitar sana.
...Stevan terus berjalan menuju anak tangga dan berdiri disana dengan nafas ngos-ngosan, ia melirik kebawa kerumunan yang sedang asik berjoget dengan teliti, berharap dapat menemukan Alexa di tengah kerumunan itu. Hingga tatapannya tak sengaja melihat Alexa yang terus di tarik paksa oleh pria tua itu menuju pintu belakang klub malam....
"Alexa!" teriak Stevan menggema.
...Mendengar suara teriakan Stevan, pria tua dan Alexa berhenti sejenak, serempak menoleh kebelakang....
"S-Stevan..." lirih Alexa menatap ke arah Stevan.
"Sial, aku harus cepat bawa dia pergi."
...Pria tua itu kembali menarik Alexa, kini tarikannya semakin kasar, karena ia tau, Stevan pasti akan menghentikannya. Tak mau malam indah yang sudah ia bayangkan bersama Alexa di ganggu oleh Stevan, pria tua itu terus menarik Alexa, walaupun Alexa terus meringis kesakitan....
*
*
...Akhirnya Alexa dan pria tua itu pun tiba di parkiran mobil, karena Alexa terus meronta, pria tua itu pun kehilangan kesabaran, diam-diam ia mengeluarkan sebuah jarum suntik, lalu menancapkannya di leher Alexa....
"Akkhh?!" teriak Alexa terkejut, ia segera menjauh sambil memegang lehernya menatap pria tua itu."Apa yang aku suntikan kepadaku?" tanya Alexa.
"Itu hanya sedikit hadiah dariku, agar nantinya kamu bisa lebih bersemangat diatas ranjang manis," jawab pria itu menatap mendekati Alexa.
"Kau..." Alexa segera melangkah mundur menjauh dari pria itu."Jangan mendekat! Kalau tidak, aku akan berteriak!" ancam Alexa.
"Hahahaha! Teriaklah sesuka hatimu sayang, tapi jangan salahkan aku jika mereka yang datang tidak untuk menolongmu, tetapi menidurimu," tantang pria itu meraih lengan Alexa, menariknya dengan kasar ke arahnya.
"Tuan... saya mohon, lepaskan saya...."
"Sudah telat."
...Pria itu segera memaksa ingin mencium Alexa, akan tetapi Alexa terus menolak dan berteriak. Hal itu memancing emosi pria itu, dengan kasar ia membawa Alexa menuju mobilnya dan mendorong Alexa yang sudah lemah akibat obat perangsang yang ia suntikan tadi masuk ke dalam....
Klek.
"Sebelum ke hotel, aku ingin melakukan pemanas sebentar disini."
...Pria tua itu melepaskan ikat pinggangnya, lalu menurunkan kancing resletinnya sambil menatap Alexa. Setelah semuanya terlepas, dengan semangat 45 hendak menyusul masuk ke dalam mobil, akan tetapi......
Bug!
...Sebuah tongkat muncul entah dari mana tiba-tiba mendarat tepat di tengkuk pria itu, membuatnya seketika pingsan tanpa mengeluarkan suara terbaring lemas diatas lantai....
Tap!
...Suara langka sepatu menggema di setiap sudut area parkiran mobil. Di balik kegelapan, muncul seorang pria bertubuh tinggi kekar berjalan ke arah pria tua itu sambil memegang tongkat golf di tangannya. Ia di kelilingi beberapa pria berjas hitam berjalan serempak mendekati pria itu....
"Cih, pria tua yang sedang birahi sangat menjijikan," cibirnya menatap pria itu dengan tatapan nyalang.
"Uhh... siapa pun tolong aku... tubuhku panas..." lirih Alexa meliuk kesana kemari meraba tubuhnya sendiri akibat efek obat perangsang itu yang sudah mulai berkerja.
"Tuan, sepertinya ada seorang wanita di dalam mobil itu," kata salah satu pengawal pria itu cemas.
"Jangan pedulikan dia, ayo kita pergi," ucap pria itu dingin segera berbalik.
"Stevan...."
...Panggilan itu seketika menghentikan langkah pria itu. Dengan wajah tegang ia berbalik, segera mendekati mobil itu, dan membuka pintu mobil itu lebar-lebar....
"Alexa?"
...(Bersambung)...